Aku tak tahu tentang hati seseorang,, apakah ia benar benar menyayangiku atau mungkin hanya sekedar menyukai..
Semua nya berawal sebelum aku tahu yang sebenar nya..
Nina gadis berumur 21 tahun memiliki seorang pacar bernama bram,, hubungan kami baik baik saja dan tak ada yang mencurigakan,, Hingga suatu ketika hari itu...
Saat pulang kuliah aku mencoba menghubungi bram namun teleponku di dirijek.. Hingga beberapa kali namun tetap sama dan membuat aku kesal di buat nya... Karna saat itu dia janji akan megantarkan ku pulang ,, namun sampai beberapa saat aku berdiri mematung menunggu bram tak kunjung datang karna prasangka ku mungkin ada sesuatu hal yang sangat tak bisa di tunda..
Hingga seseorang memanggilku dan berkata bahwa dia melihat bram bersama alena naik motor dan aku bertanya kemana namun jawaban nya dia tidak tahu... Aku berfikir fikir kenapa bisa bersama alena,, dan prasangka ku mungkin ada suatu hal yang perlu di diskusikan..
Kemudian setelah tahu akan hal itu aku pun langsung pulang dengan naik taksi,, dan di saat perjalanan aku melihat bram dan alena menuju ke sebuah taman,, karna penasaran akupun menyuruh si pak supir mengikuti nya dan berpesan jangan sampai ketahuan...
Saat tiba di taman aku pun terkaget saat melihat alena dengan leluasa nya menaruh kepalanya di pundak bram dengan berpegangan tangan,, serontak aku pun kaget dan tidak percaya,, bagai mana tida Alena adalah sahabat baik ku yang paling aku percaya..
Namun tidak menyangka bahwa sahabat ku menusuk ku dari belakang,, Bram pun tak tanggung tanggung nya mencium dan memeluk alena,, apa mungkin bram lupa pada kekasih nya.? Tanda tanya itu terus mengusik ku,, mengapa begitu...
Karna aku tak tahan dan ingin tahu kebenaran nya aku pun langsung menerobos memergoki alena dan bram...
' Bram,,,' Aku pun memanggil nya sambil menghampiri nya.. Serontak bram kaget dengan kehadiran ku dan memergoki nya sedang berpacaran bersama alena...
"Aku tak menyangka.." aku begitu kecewa melihat mereka yang satu nya lagi kekasihku yang satunya lagi sahabat baik ku,, Bram pun terus terus meminta maaf dan dia berterus terang bahwa dia mencintai alena dan mencintaiku dan tak bisa memilih di antara kami berdua.. Alena pun mengakui bahwa dirinya juga mencintai bram dan tampa hentieminta maaf...
Dengan berat hati aku pun memaafkan mereka namun karna hati ini terlanjur sakit aku pun berhenti dan meminta putus dari bram meski bram menolak dan tak ingin putus dariku..
Namun aku tak ingin cinta ini terbagi menjadi dua meski satu hati namun aku ingin satu hati satu cinta dan tidak satu hati dua cinta..
Ini pengalaman pertamaku ya gays... mohon di maklum..