Hari ini aku pindah ke sekolah baru dan primadona sekolah langsung menembakku.
Setelah upacara selesai semua siswa meninggalkan lapangan upacara menuju kelasnya masing-masing.
Namun saat aku mengikuti langkah mereka, tiba-tiba terdengar dari microfon sekolah pengumuman yang memanggil namaku untuk segera ke ruang OSIS.
Aku menghentikan langkahku dan mencari teman yang bisa aku tanyai dimana letak ruang OSIS. Sehubungan aku sebagai murid baru di sekolah itu aku belum tahu dimana saja letak-letak ruangan yang ada di sekolah itu.
Seorang teman yang mengaku sekelas denganku memperkenalkan dirinya.
"Kenalkan, aku Radit. Kita satu kelas, aku dengar tadi kamu dipanggil ke ruang OSIS?" tanyanya saat menghampiriku yang masih berada di pinggir lapangan upacara.
Dia mengulurkan tangannya untuk bersalaman denganku.
Akupun menerima uluran tangannya dan menyebutkan namaku.
"Raya" balasku ketika menerima uluran tangannya.
"Mau aku antar?" Radit menawarkan diri untuk mengantarku ke ruang OSIS.
Dengan senang hati aku pun menerima tawarannya, kami berjalan berdampingan menuju ruang OSIS.
Sesampainya di sana aku lihat beberapa siswa yang sepertinya pengurus OSIS sedang melakukan rapat.
Hari ini adalah hari pertama masa orientasi siswa baru, sehingga pembelajaran untuk kelas atas belum berjalan efektif.
Sebagai siswa pindahan kelas sebelas aku diperbolehkan langsung masuk kelas dan tidak perlu mengikuti masa orientasi.
"Permisi" ucapku sopan saat memasuki ruang osis tersebut.
Sontak semua orang menatap ke arahku. Dan aku melihat seseorang yang sedang memimpin rapat menghentikan kegiatannya.
Dia menatap tajam ke arahku.
"Kamu Suraya Salsabila?" tanyanya padaku dan dijawab anggukan kepala olehku.
"Perkenalkan, aku Raihan, panggil aku Rey. Aku adalah ketua OSIS di sekolah ini" ucapnya memperkenal diri.
Semua orang menatap dia yang berjalan semakin mendekat ke arahku.
Aku hanya mengangguk dan menyebutkan namaku.
"Aku Raya, Suraya Salsabila. Panggil saja aku Raya" jawabku.
"Aku tadi mendengar pengumuman untuk datang ke ruang OSIS. Apa ada yang harus aku lakukan?" tanyaku pada dia yang mengaku ketua OSIS itu.
Dia berjalan semakin mendekat ke arahku, aku jadi gugup saat melihat tatapannya yang semakin tajam kepadaku.
"Suraya Salsabila,..." dia kembali menyebut nama lengkapku membuatku semakin gugup, hatiku bertanya-tanya ada apa gerangan dia memanggilku ke ruangan OSIS ini.
"Maukah kamu menjadi pacarku?"
Jlebb....ada sesuatu yang tiba-tiba menghantam dadaku, aku kaget ternyata aku di tembak primadona sekolah di hari pertama aku masuk sekolah.