. sadari umur sebelum membaca ini ²¹
. terima kasih
.
.
.
.
tes.. tes.. tes..
air wastafel yang tak tertutup dengan rapat turus menetes tanpa ada penghalang untuk terus menetes , aku yang malas bergerak dari kasur mau tak mau harus berjalan untuk menutup ya..
kringgggggggggggg kringgggggggggggg
"heum siapa?" liat ponsel di atas kasur
"hallo" ucapku
"hallo,, ayo kita pergi jalan"
"males" ucapku
"ya udah aku ke rumah kamu ya?"
"baiklah, beli bahan makanan dong" ucapku
"siap, bye sayang"
"bye"
setelah seminggu tidak bertemu rasa ya memang kangen berat , gimana gk kangen dengan pasangan kita sendiri ya kan?
oh ya aku namuku Jeje dan pacarku..
Ting nong .... Ting nong ....
cklekkk
"Miss you by" peluk aku dengan hangat
"Miss you too hendery" balas pelukan
iya nama pacarku hendery kita jarang bertemu karena kita bekerja berbeda kota, pasti setiap pasangan pasti takut pasangan kita pergi bersama cewe lain , itu wajar kita sama sama punya rasa khawatir bukan, biasa ya cewe lebih dominan nanya atw posesif namun hubunganku dengan hendery sebalik ya dia lebih posesif dari pada aku..
walau begitu aku suka dia memperlakukan ku, suka cemburu namun tak berlebihan membuat aku ketawa sendiri liat tingkah imut ya .. salah paham di antara kita begitu banyak karena jarang ya komunikasi buat rentan salah paham,, hanya saja dengan kita memiliki komitmen yang sama dan kepercayaan yang sma buat kita masih bertahan sampai sekarang
"sayang!" ucap hendery
"hah apa?" kaget karena bengong liat dia yang sedang membereskan bahan makanan yang akan di masak
"aku tau kamu kangen cuman jangan kek gitu dong bikin aku ingin nyerang kamu" melihat dengan mata ngenit
aku mendekati ya hingga tak ada batasan jarak di antara kita, aku menatap mata ya dengan yakin untuk menciumnya namun aku hanya pura-pura, lalu aku mulai menjauh dari tubuhnya namun
tangan kananku di tarik oleh ya , dan tangan kiri dia memegang rahang pipiku dengan lembut dan secara otomatis aku menutup mataku hingga dia berkata
"hari ini kamu sangat cantik" dan mencium keningku dengan lembut
aku membuka mata lagi dengan sedikit muka kesal ternyata dia tidak mencium bibirku
hendery tersenyum "apa yang kamu pikirkan hah.. sepertinya kamu kecewa tidak aku cium"
"siapa bilang" jalan menjauhi hendery yang di dapur
brukkk
lengan yang kekar berada di perutku begitu hangat dan hembusan nafas di leherku membuatku nyaman sungguh nyaman seperti pertama kali kita bertemu dari perpisahan yang sangat lama
aku menengok kek arah wajah hendery yang menempel di bahuku dan dia mulai melakukan itu..
chups ..
kecupan manis yang dia buat begitu mengesankan bahwa dia merindukan ku
aku mulai berbalik badan menghadap badan ya dan melingkarkan tanganku di lehernya dan saling menatap satu sama lain dengan penuh rasa kangen
tanpa aba-aba
chups .. mendarat kembali bibir hendery yang lembut pada bibirku ini namun ini lebih lama
dia melumat bibir bawah ku dengan lembut dan tak tergesa-gesa membuatku nyaman dengan posisi ini
hingga lidah hendery menerobos gigi ku untuk membuka mulut sampai akhirnya lidah kita bertemu bersama ..
ciuman semakin dalam semakin dia terus masuk menelusuri semua area mulutku sampai dia mendorong ku ke arah meja untuk membuatku duduk di meja sampai aku bisa mengimbangi tinggi badan ya
ciuman berlanjut hingga dia mulai meraba bagian sensitifku , dan mulai bermain dengan jari ya yang lebih besar dari bagian tubuh ku
euhh. heumhh..
aku tak bisa menolak ya, aku hanya bisa mengikuti alur dia bermain dan mengeluarkan suara desahan karena kenikmatan yang dia buat
heum... aheuh..
tiba-tiba aktifitas selesai begitu saja dan berkata
"kita isi energi dulu , kita lanjutkan nanti oke" cium kening
aku hanya mengangguk kan kepala, dia mulai memasangkan celemek di leherku dan menalikan bagaian belakang dengan cara memelukku dari depan dan aku
cups.. mencium pipi ya cara lain berkata terima kasih sebagai pasangan
hendery hanya tersenyum dengan tingkah laku ku, dan mulai membasuh sayuran yang ada di wastafel sedangkan aku mulai memotong bawang yang akan di masak bersama daging yang hendery beli
"mau di masak apa ini daging" tanya ku
"yang cepat aja tapi yang enak" ucap hendery
"heum oke siap" mulai memasak bahan satu dan bahan lain
hampir 20 menit kita masak bersama, sampai akhirnya tinggal tunggu sayur matang
aku hanya mengaduk sayur yang di masak tiba-tiba hendery memeluk dari belakang
"setelah kita menikah aku ingin seperti ini setiap hari, liat kamu masak, liat kamu habis mandi, muka lelah kamu di atas kasur, liat kamu menyusui anak kita, dan seterusnya kita bersama" mengendus bagian leher
"aku juga hend , aku pengen liat kamu di setiap pagiku, melihatmu pulang kerja , melihat kamu bermain dengan anak kita nanti, belanja bersama, bersantai di sore hari"
"ya pokok ya selalu bersama ya Jeje sayang"
"iyah"
"badan kamu kenapa wangi sih, pake parfum apa?"
"gk pake parfum cuman sabun doang"
"masa sih wangi tau bkin nangih buat peluk kamu terus" lebih erat meluk
"udah lepasin dulu nih udah mateng"
aku mulai mematikan kompor dan membawa panci yang berisi sayur untuk di letakan diatas meja yang telah siap untuk dimakan bersama
aku dan hendery jarang merasakan seperti pasangan normal di luar sana yang selalu berjalan- jalan di hari libur untuk menonton atau berjalan santai di saat pulang kerja..
aku sudah sangat senang melihat hendery ada di depan ku saat ini ,, lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk bermanja-manja melepas rindu setalah 1 Minggu tidak bertemu
"aku bersyukur punya pacar kaya kamu" ucap hendery dengan wajah teduh
"ehh kenapa tiba-tiba bilang seperti itu"
"ntahlah, aku hanya ingin bicara itu"
"heum.." aku mulai mengambil daging untuk di simpan di mangkok hendery
"aku juga bersyukur punya kamu" senyum manis
chups
ciuman kilat yang di lakukan membuatku kaget dan membuat aku menjadi malu
"makan yang banyak" menaruh daging di mangkok ku
"iya iya"
"oh ya nanti bulan depan aku mau ajak keluarga aku bertemu dengan keluarga mu ya"
"ehh serius?" aku terkejut
"tentu dong, lagian nanti aku pindah kerja lagi ke sini" usap kepala "aku mau kamu jadi istri ku , aku udah lelah hidup sendirian"
"ehh.. jadi aku.."
"oh ya aku jg udah berhenti kerja di kantor cabang, dan di pindahkan ke pusat sebagai pengganti ayah aku" tersenyum bangga
"eh.. jadi udah CEO?" aku benar-benar tak percaya
"Iyah dong, makasih ya mau nunggu aku dan terus dukung aku sampai saat ini, dan aku sekarang siap membiayai hidup kamu dan anak kita nanti"
"tapi.. aku gk mau jadi ibu rumah tangga, pokok ya nanti udah nikah aku tetap mau kerja"
"gk .. gk boleh"
"tapi..hendery aku sekolah sia-sia dong kalo kaya gitu" aku benar-benar tak mengerti dengan cara dia berpikirkan
"pokok ya gk boleh"
aku pergi ke tempat cuci piring dan tidak mendengarkan apa yang hendery katakan.
dia benar - benar tak bisa ngerti kalo aku ingin tetap kerja , aku gk peduli km CEO atw bukan yang pasti aku ingin tetap berkarir, ini yang aku takutkan belum menikah aja buat kita bertengkar.
"sayang" panggil hendery
"hm"
kini hendery sudah ada di belakang ku dengan memeluk ku dari belakang
"jangan marah dong"
"heum"
"iya. iya kamu bebas mau kerja atw gk tapi saat kamu sudah memiliki anak, aku gk mau buat kamu cape dengan kerjaan kamu belum anak kita, aku ingin meringankan beban kamu sayang"
"iyahh.. tapi .. gk larang aku juga buat aku gk lanjut karir aku dong"
"iya iya aku minta maaf, kita jalanin dulu aja, untuk masalah kerja atw gk itu gimana kamu aja, yang pasti kamu harus prioritas kan keluarga ya sayang"
"Iyah siap.. aku mengerti, makasih ya sayang, kamu memang yang terbaik"
chups
ciuman pipi yang aku berikan untuk tanda terima kasih , sungguh aku bersyukur memiliki dirimu hendery
***
bersantai adalah hal yang aku lakukan saat ini bermanja-manja dengan hendery dengan mendengarkan musik santai dan teh di meja dengan pahaku yang berat karena kepala hendery tertidur di pangkuan ku saat ini
"sayang?" hendery memanggil dengan mata tertutup
"apa?"
"aku merasa seperti kita sudah menikah dan menjalani hidup yang damai" membuka mata
"heum ya mungkin?"
chups
"tidak ada yang tidak mungkin kan di dunia ini, aku rasa ini akan terus berlanjut"
chups
balasan yang dia lakukan padaku
"iya sayang"
semakin dekat sangat dekat tidak ada jarak yang kita pisahkan hanya ada suara nafas kita yang terdengar sangat jelas di telinga
chups ciuman kilat dan terus menerus yang hendery berikan buatku ini semakin lama semakin dekat semakin lama semakin dalam dia mencium ku menandakan bahwa dia mencintai ku begitu dalam
tanpa sadar kini hendery mulai meraba kebagian sensitif dan mulai membuka kancing baju yang aku gunakan
tanpa terburu buru aku pun terhanyut dengan perlakuan dia yang hangat , tanpa aku sadari aku pun mulai membuka kaos hendery yang dia kenakan
ciuman kita masih berjalan begitu saja dengan keadaan pakaian kita tanpa tersisa satupun
kini hendery mulai menciumi leherku dengan begitu lebih sedikit ganas dan meninggalkan jejak merah di sana
"heum..euh.hen.. heum"
aku hanya bisa menikmati alur yang dia buat , kini dia mulai lahan perlahan membuka pahaku dan mulai memainkan vaginaku dengan jari ya
"euh. ehuemm..ah..pe..la.n pe.lan.. hen"
"Iyah sayang" membisikan suara di telinga ku yang begitu seksi
perlahan lahan dia mulai memasukkan kedalam bagianku kini kita menjadi satu
desahan yang terdengar di antara kita , aku tak bisa menahan kenikmatan ini .. ini bukan pertama kalinya namun aku rasa ini seperti hal yang baru aku alami .. aku benar benar tak mengerti ini
***
chups
ciuman kening yang di lakukan setelah kita melakukan yang begitu nikmat, dan dia berkata
"aku sangat mencintaimu" dengan dia memelukku begitu erat
"iya aku tau , aku juga mencintaimu" tersenyum manis
"aku tak sabar dengan hari yang sangat bahagia nanti" membelai rambut
"Iyah aku juga" memeluk hendery lebih erat lagi
*****selesai*****