perkenalkan, aku diana, umurku 14 tahun.seperti biasa, hari ini sangat melelahkan bagiku. waktu menunjukan pukul 23.00 WIB hampir tengah malam, dan aku baru menyelesaikan tugas sekolahku.
bukannya tak ingin menyelesaikannya dari siang hari, tapi apalah dayaku. setiap hari aku harus berjibaku dengan banyak sekali pekerjaan, dimulai dari bersih-bersih rumah, memasak, menjaga adik-adikku yang sedang menginjak usia 3 dan 5 tahun, belum lagi kakakku Tina yang berusia 17tahun yang super mengatur ini itu.
fiuuhhh.....sangat melelahkan. lalu kemana ibuku? ia sudah 1,5 tahun bekerja keluar negeri untuk membantu membayar hutang-hutang ayahku yang kini entah kemana perginya.
terkadang aku sangat muak dengan kehidupanku, mengapa aku anak kedua dari empat bersaudara yang harus mengerjakan semua hal ini. mengapa kakakku bisa selalu saja menunjukkan jari telunjuknya untuk mendapat apa yang dia mau tanpa harus bersusah payah? apakah karena dia selalu menjadi juara kelas dan mengatasnamakan "belajar" sebagai tamengnya?
entahlah, aku sangat lelah. sesekali terfikir dalam benak ini untuk pergi menghilang sejenak dari segala kepenatan dan kelelahan diri ini, mungkin aku bisa menghilang atau menjadi tembus pandang?.
haa..ha...ha.... fikiran macam apa itu?!.
tak terasa mata ini terpejam dan larut dalam heningnya malam, suara jangkring menghiasi, mengalun indah mengantarkan aku kedalam mimpi yang dalam.
***
"kring....kring....kring....." suara jam alarm ku membangunkan dan mengembalikan kesadaran diri ini dari tidur yang cukup lelap.
segera ku bangun dan bergegas ke kamar mandi, waktu masih menunjukkan pukul 4 pagi namun aku harus segera mengerjakan rutinitasku.
pagi ini rasanya aku sangat haus, segera aku melangkah menuju kulkas yang terletak diantara dapur dan kamar adik-adikku.
kuteguk air dingin yang terasa mengalir kedalam kerongkonganku, rasanya begitu segar.
tiba-tiba aku mendengar suara tangis adikku Nurul yang berusia 5 tahun. segera ku berlari menuju kamarnya, kucoba menenangkannya dengan menepuk-nepuk badan mungilnya sambil bernyanyi lagu kesukaannya yang biasa menjadi pengantar tidur. namun bukannya kembali terlelap, Nurul malah terlihat ketakutan dan matanya seakan mencari-cari sesuatu.
aku mencoba kembali menenangkannya dengan berkata "kakak disini, jangan takut. ayo tidur lagi". namun ia malah semakin histeris menangis dan memanggil-manggil namaku, padahal aku ada didepannya.
"kak Diana.....kak Diana.....Nurul takut...kakak..." ia berteriak semakin kencang, hingga adik kecilku Nuri pun ikut terbangun.
aku bingung, sebenarnya apa yang terjadi?
tanpa sengaja aku melihat ke arah cermin yang terletak diatas meja belajar adikku, betapa kagetnya diri ini ketika aku tidak menemukan refleksi diriku dari cermin tersebut.
mataku terbelalak, aku mencoba mengucek-ngucek mataku, tetap saja aku tidak melihat apapun di cermin.
kengerian pun menjalar, badanku terasa dingin dan kaku.
"apa yang terjadi?" batinku.
Nurul dan Nuri memangis semakin kencang hingga membangunkan kak Tina yang letak kamarnya memang bersebelahan. terlihat kak Tina dengan rambut acak-acakannya setengah sadar membuk pintu kamar dan segera melangkah ke arah Nurul dan Nuri.
"duh....apaan sih berisik, masih pagi ini." ucapnya sambil mencoba mengucek-ngucek mata dan merapikan rambut panjangnya.
"kak Tina, takut....." ucap Nurul.
"emangnya kenapa sih, kayak abis liat hantu aja" ucap kak Tina.
mata Nurul mencari-cari sosok yang tak bisa ditemukannya.
"kak Diana mana, kak Diana....kak Diana...." Nurul terus berteriak memanggil-manggil namaku.
aku menutup mulutku, aku benar-benar menjadi tembus pandang. keinginanku terwujud, ya tuhan. entah harus bahagia atau merasa sedih, disatu sisi aku bahagia karena doaku terkabul. namun aku pun merasa sedih ketika melihat Nurul dan Nuri menangis memanggil-manggil namaku. biasanya apapun keinginan mereka, aku segera datang dan membantunya. tapi kini, aku tak bisa melakukan apa-apa.
kualihkan pandanganku pada kak Tina, rasa kesal kembali menyelimuti hati ini.
tiba-tiba pikiran burukku berkata "ini kesempatan bagus untuk memberi pelajaran pada kak Tina, selama ini dia selalu menyuruhku melakukan apapun. sedangkan dia hanya duduk manis sambil membaca buku dan memainkan handphone nya."
baiklah, aku harus menguatkan diri terhadap Nurul dan Nuri, dan aku akan memberi sedikit pelajaran pada ka Tina.
tiba-tiba aku tidak bisa menahan tawa licikku.
"haa...ha....ha...., baiklah" ucapku yah tertahan.
UPS...aku lupa jika mereka tidak bisa melihatku.
tentu saja kak Tina, Nurul dan Nuri langsung ketakutan mendengar suara tawa tak kasat mata.
kak Tina langsung berlari menuju kamarnya, meninggalkan Nurul dan Nuri yang masih terisak sambil berpelukan.
aku segera pergi dari ruangan itu, tak tega rasanya melihat Nurul dan Nuri menangis. biarpun mereka sering menjahiliku dan merepotkanku tapi aku menyayangi mereka.
baiklah, saatnya beraksi.
***
biarpun aku tembus pandang, rasanya sangat tak nyaman bila badan ini tak mandi pagi. maka aku pun segera pergi ke kamarku dan mengambil handuk. ketika akan menutup pintu kamar mandi, kak Tina berniat masuk namun pintu segera kututup.
dapat kulihat dengan jelas bola matanya membulat dan terbelekak, aku berhasil membuatnya kaget.
dia berusaha membuka pintu kamar mandi namun sia-sia. akupun dengan santainya mandi pagi.
hingga selesai mandi, kulihat kak Tina masih berusaha membuka pintu dan ketika kunci Selor kubuka, badannya seketika terhuyung kedepan dan mendapati kamar mandi wangi sabun namun tak ada siapapun didalamnya.
"hantuuuuu... tolong...." kak Tina berteriak sambil kembali membawa handuknya kedalam kamar.
aku pun tertawa kecil dibuatnya. biarkan saja, paling ia pergi ke sekolah tanpa mandi dan hanya memakai parfum mahalnya saja, pikirku.
parfum mahal......tiba-tiba otak jahilku mendapat suatu ide.
kuperiksa kamar kak Tina, benar saja ia meletakkan handuknya di sembarang tempat dan pergi ke seolah tanpa mandi.
mataku langsung tertuju pada deretan botol-botol cantik diatas meja riasnya, aku langsung tau botol incaranku.
parfum mahal dengan merk terkenal, yang hanya bisa kubeli jika aku tidak menggunakan uang jajanku selama 5 bulan. tentu saja kak Tina dengan mudahnya mendapatkan parfum itu sebagai hadiah juara kelasnya dari ibu. dan aku yang hanya peringkat ke 7 tentu saja tak mendapat hadiah apapun.
baiklah, kucoba mengembalikkan kesadaranku dari lamunan sedih.
kuambil botol parfum itu dan menyemprotkannya sebanyak yang aku inginkan, dapat kupastikan baju yang aku pakai ini akan tetap wangi selama satu Minggu penuh.
selesai puas bermain-main dengan kosmetik ka Tina, aku pun keluar dari kamarnya untuk mengecek keadaan Nurul dan Nuri.
kulihat Nurul sudah selesai mandi dan sedang menyuapi Nuri dengan sereal yang diambil ya dari lemari makanan.
terbersit rasa bersalah dalam diri ini, tapi disatu sisi aku merasa salut pada Nurul yang berusaha menjaga Nuri saat aku tidak ada.
pagi tadi kulihat ia beberapa kali bolak balik kedalam kamarku dan ketika tidak mendapatiku disana, ia mandi sendiri dan berusaha menyuapi Nuri.
aku bersyukur, ia bisa diandalkan walaupun usianya masih sangat kecil. tidak seperti kak Tina.
***
menikmati masa "tembus pandang" ku ini, aku gunakan untuk bersantai didalam kamarku sambil membaca buku komik yang sudah lama terbengkalai tak terbaca. beberapa komik itu sengaja aku beli dari menyisihkan uang jajanku, namun tetap saja belum sempat terbaca karena kesibukanku.
hari ini aku benar-benar menikmatinya. tentu saja aku tidak berniat keluar rumah karena walau bagaimanapun aku masih mengkhawatirkan adik-adik kecilku.
sesekali kulihat Nurul dan Nuri, mereka masih dalam batas aman.
***
kutunggu kak Tina pulang dari sekolah, biasanya ia langsung pergi ke tempat lesnya dan pulang sekitar jam 14.00
benar saja, jam menunjukkan pukul 14.10 kak Tina hanya sedikit terlambat.
"aku pulang....." ucapnya sambil membuka pintu.
seperti biasanya ia tak melepas sepatunya dan langsung masuk kedalam kamarnya.
tak lama terdengar teriakan
" tidakkkk........ siapa yang berbuat onar dikamarku??" ucapnya sambil keluar kamar.
Nurul dan Nuri pun menjadi sasaran utamanya, karena disana tidak ada siapapun lagi selain mereka.
wajahku menjadi pucat seketika, aku khawatir kak Tina berbuat kasar pada mereka.
Nurul dan Nuri menangis ketika kak Tina Mecoba mencari tahu siapa yang mengacak-acak kosmetik kesayangannya.
namun itu tak berlangsung lama, karena kak Tina baru menyadari bahwa aku tidak ada di rumah sejak pagi.
"kemana Diana, apa kalian melihatnya?" tanya kak Tina pada Nurul dan Nuri.
"gak tau kak" jawab Nurul sambil geleng-geleng kepala.
" pagi tadi aku gak sempet sarapan jadi laper banget. mana sih tu anak, bukannya masakin dulu kalo mau pergi. awas aja kalo pulang" ia menggerutu sambil menuju dapur. terlihat ia memasak mie instan.
Nurul yang merasa lapar, mendekati kak Tina sambil memintanya memasakkan mie instan untuknya dan Nuri.
walaupun terlihat kesal namun kak Tina akhirnya memasak satu mangkuk mie instan plus telur untuk Nurul dan nuri. sebuah pemandangan langka bagiku, karena yang aku tahu kak Tina selama ini jarang sekali berinteraksi dengan adik-adik kecilnya.
selesai makan Nuri merasa mengantuk dan agak sedikit rewel. kak Tina yang sedari tadi asyik menonton tv akhirnya beranjak mendekati Nuri dan mencoba menenangkannya.
sambil tetap menggerutu kesal mencari keberadaan ku, namun kak Tina tetap menjaga dan merawat Nurul dan Nuri.
lega rasanya melihat kak Tina bisa lebih bersikap lembut.
tak terasa waktu malam pun tiba. aku bergegas pergi ke kamarku untuk beristirahat, hari ini terasa cukup melelahkan padahal aku tidak melakukan pekerjaan berat seperti biasanya.mungkin aku cukup lelah menjadi seorang yang tembus pandang.
batinku berucap "terima kasih Tuhan, rasanya sudah cukup karunia-Mu ini. aku siap kembali menjadi Diana yang berjibaku dengan pekerjaan rumah dan tugas sekolahku. aku rindu memeluk Nurul dan Nuri sambil menatap mata mereka Tuhan."
mataku terpejam lelap ditemani nyanyian jangkrik yang selalu setia.
***
kring....kring....kring....
alarm pagi kembali berbunyi, kucoba membuka mata dan bangun dari tidurku.
kulihat jam menunjukkan pukul 4 pagi.
aku bergegas, namun tiba-tiba aku teringat kejadian hari kemarin. masihkah aku tembus pandang??
segera aku berlari menuju cermin kecil dikamarku, kulihat sebuah mata panda dan rambut ikal yang acak-acakan. aku berteriak histeris bahagia....
"yihaa......." teriakku.
baru kali ini aku sangat bahagia melihat refleksi diri yang kucel ini didalam cermin.
"terima kasih Tuhan" batinku.
kusingsingkan lengan bajuku, bersiap memulai hari yang lelah namun bahagia.
"SEMANGAT!!!" ucapku.
***
hai teman-teman, semoga kalian suka karya kecilku ini. aku membuatnya sore ini ditemani gerimis kecil sambil menemani anak-anakku bermain mengacak-acak rumah. apapun keadaan kalian, semoga kalian tetap sehat lahir batin, tetap bahagia dan tetap bersyukur. karena terkadang hal yang kalian rasa "melelahkan" dan "tidak menyenangkan" bisa jadi hal tersebut adalah sebuah karunia bahkan hal yang terbaik dalam hidup kalian.
tetap semangat untuk semua.