Rasa sakit di hati yang amat sangat perih ,itulah yang sedang di rasakan Ambar"dia harus rela melepas kekasih yang sangat Ia cintai.
Sendi laki -laki yang sudah tiga tahun ini menjadi kekasihnya "Ia pun tak terima kalau wanita yang sangat di cintainya, memutuskan hubungannya dengan alasan tak jelas.
Ambar dan Sendi satu sekolah mereka kelas 3 Sman, hubungan mereka terjalin sejak pertemuan di sekolah menengah atas itu.
Siang ini saat pelajaran sekolah berlangsung Ambar jatuh pingsan ,"Sendi dan teman-teman sekolahnya langsung membawanya ke ruangan Uks.
Ambar di olesi minyak kayu putih agar cepet sadar, "Sendi merasa khawatir sekali karena ini kedua kalinya kejadian di mana Ambar pingsan di sekolah.
Tak lama kemudian Ambar pun tersadar ,Alhamdulillah semua yang ada di ruangan berucap syukur ,kemudian mereka pun kembali ke kelas tinggallah Ambar dan Sendi di ruangan Uks.
Apa yang kamu rasakan? Tanya Sendi "Aku ngga apa apa jawab Ambar dengan senyuman untuk menenangkan kekasihnya.
Ini bukan pertamakalinya jangan abaikan kesehatanmu Sendi berucap kembali ,secepatnya akan memeriksakan kesehatanku janji Ambar menjawab kekhawatiran kekasihnya.
Sore hari pulang dari sekolah, Ambar pamit pada ibu dan adiknya pergi keluar .
Dan ternyata Ambar pergi ke Dokter ,sesampai disana setelah di periksa "Dokterpun berkata kita tunggu hasilnya yah !baik Dok jawab Ambar.
Setelah kurang lebih tiga puluh menit hasilnya pun keluar ,"Ambar duduk di kursi berhadapan dengan Dokter.
Dengan wajah pilu cairan bening pun mengalir ,setelah Ambar mendengar penjelasan sang Dokter bahwa dirinya
Mengidap penyakit lekemia .
Lalu pulang dengan perasaan tak menentu ,sesampai di rumah ambar mengurung diri memikirkan apa yang harus di lakukan selanjutnya.
Di sekolah "Sendi panggil Ambar hai jawab Sendi ke kantin yu ajak Ambar.
Sesampai di kantin mereka duduk di kursi yang ada di sana.
Sen aku ingin mengakhiri hubungan kita ucap Ambar , bagai di sambar petir Sendi tak percaya mendengarnya.
Kenapa, mengapa, salahku apa? Sendi berucap dengan bibir gemetar, Kamu ngga salah apa -apa malah Kamu terlalu baik buatku jawab Ambar.
Maafkan aku yah bila aku banyak salah selama kita bersama, Asalamu'alaikum pamit Ambar.
Dengan wajah sendu dan rasa tak percaya kalau orang yang di cintainya pergi meninggalkannya, Sendi masih duduk tanpa menjawab perkataan atau pun salam dari Ambar.
Setelah beberapa minggu kemudian Ambar tidak masuk sekolah,perasaan Sendi pun merasa khawatir lalu mendatangi rumahnya.
Sesampai disana" Asalamualaikum ...wa'alaikum salam jawab pemilik rumah.
Nak Sendi silahkan masuk! sapaan Ibu nya Ambar .
Keadaan Ambar bagai mana bu? Tanya Sendi ,sebelum Ibu menjawab adik Ambar berteriak "Ibu Kakak Bu mereka segera berlari menuju kamar .
Sendi melihat sosok yang sangat Ia cintai, "Ambar menatap Sendi dengan sendu tatapan yang mengutarakan rasa rindu yang tak bisa tersampaikan .
Dan di hari itu pun Ambar meninggal dunia" Ia meninggalkan semua orang yang sangat Ia sayangi .
TAMAT
*****
Melepaskan bukan berarti tak peduli ,terkadang hati harus rela tersakiti demi kebahagiaan orang yang terpenting dalam hidup kita.