Matahari mulai terbenam, langit yang biru perlahan lahan mulai gelap gulita, hawa dingin perlahan menusuk kulit hingga akhirnya bulan pun menemani kesepian.
Apakah itu gambaran malam? kenapa sangat sunyi seperti kehidupanku? apa ini hanya kebetulan saja?.
***
Udara malam yang dingin menusuk kulitku, kupejamkan mataku menikmati udara malam.
senyuman nipis terlukis diwajahku, tatapan lesu ku mengarah pada satelit yang selalu setia menemani bumi saat malam menjelang.
sinar itu tampak indah dimataku, aku menantikan dia saat ini. entah dimana dia berada, aku selalu menunggunya meski dia berada sangat jauh disana...
***
" Glasya! " seseorang memanggilku dengan kencang, beberapa orang disekitarku menoleh kaget dan heran.
Glasya, itulah namaku.
seorang gadis yang memiliki imajinasi besar, gadis yang menutupi kesedihannya dengan senyuman, gadis yang menutupi air matanya saat hujan turun.
" morning, Glasya! " seseorang melambaikan tangan kepadaku dengan senyuman khas anak kecil.
" ah...akhirnya aku tak terlambat! eh? sejak kapan kau potong rambutmu? padahal kau cantik jika memiliki rambut panjang! " kekeh nya sambil menepuk pundakku.
" aku risih dengan rambut panjangku " ucap ku tersenyum tipis.
" oww..begitukah? eh aku duluan ya...sampai jumpa hari esok tepatnya pada malam hari, byee Glasya! "
Aku mengangguk kan kepala dihadapan teman ku yang selalu aktif. Semua sibuk pada pekerjaan mereka, sementara aku sibuk memikirkan dia.
dia? bahkan aku tak mengenalinya sama sekali, aku hanya bertemu di mimpiku. Dia seperti cahaya menembus kegelapan, meski cahaya itu sedikit redup dia pemberi kebahagian untukku.
Aku berjalan pelan menuju sesuatu tempat, gelang tanganku tak berhenti berbunyi jika ku gerakkan. bunyi yang seperti lonceng itu seakan memanggilku untuk bertemu tetapi juga membuatku terhipnotis!.
***
Dunia ini penuh keajaiban, saking banyaknya keajaiban itu kita tak menyadari adanya waktu yang terus berputar, bumi yang terus berputar pada porosnya, dan nasib yang belum diketahui identitasnya.
terkadang aku penasaran ada apa didunia yang indah ini, apakah akan sangat menyenangkan mengetahui dunia sendiri?
tapi...adakah yang mau menemaniku dalam kesendirian?
Ku harap jauh kedepan aku tak merasakan sakit seperti dulu, aku akan tegar sekuat baja, aku akan lembut selembut kain!.
tetapi berharap saja tak akan mengubah nasib diriku! berharap hanya akan membuat mu menjadi lebih EGOIS!.
" MELAMUN AJA! " seorang laki laki mengagetkan lamunanku. aku tersenyum jengkel melihatnya.
" ayolah kak! kak valak seperti tak mengenaliku saja! " ngambek ku kepada kak val( kakak tiri )
" val woy val! bukan valak! gw bukan cewek! " rengeknya seperti anak kecil, aku tertawa kecik mendengarnya. sangat menyenangkan bercanda dengan kakak tiriku.
" kalau begitu valak versi laki laki,hahaha! " ejek ku sambil menyulurkan lidah.
" aih...dasar kau! "
aww....
kak val mencubit gemas pipiku sampai memerah.
" ckk! kau benar benar menjengkelkan! "
kak val hanya diam memandang wajahku yang tertawa kecil.
" cieeee ketawa, wkwkw "
perkataan kak val membuatku lesu kembali, aku pun melanjutkan perjalananku ke suatu tempat. meninggalkan kak val yang menatap punggungku semakin menjauh.
" GLASYA! SEBENARNYA APA TUJUANMU MENUNGGUNYA? " kak val berteriak kencang kearahku, sampai beberapa orang melihat ke arah kak val.
Aku berhenti, kakiku tak bisa bergerak, bibir ku kelu untuk bicara seakan semua nya tak boleh kuberitahu kepada seseorang termasuk kak val.
" bagaimana ini? " aku berteriak di dalam hati, hati ini takut untuk mengatakan nya.
" memangnya..kakak tau siapa yang ku tunggu? aku saja tak tau siapa dia! " badan ku berbalik menghadap kak val, bukankah itu benar? aku tak tau siapa yang ku tunggu dan ini tak masuk akal!
aku hanya lupa ingatan, aku lupa semuanya, aku hanya anak pungut di keluarga kak val. semuanya begitu menyedihkan!.
aku bahkan tak ingat umurku, aku tak ingat hari ulang tahunku, aku tak ingat siapa kedua orang tuaku. tapi aku hanya merasa kehilangan seseorang yang ku tunggu.
***
Jika saja waktu kembali berputar, dimana aku bisa melihat indahnya matahari yang bersinar.
Kisah ini tak sebagus dunia novel, dimana tokoh di dunia novel mendapatkan apa yang mereka punya sesuai peran nya. Tetapi aku mungkin tak bisa mendapatkan apa yang mereka dapatkan.
ini tak adil!
pernah kah kalian sepertiku? selalu berharap sesuatu tapi tau diri , bahwa kita mengetahui hal itu tak akan terjadi. meskipun terjadi, kita hanya menganggapnya sebuah kebetulan yang hanya lewat sebentar lalu menghilang terbang seperti angin.
Sifatku yang dulu selalu tersenyum terhadap orang lain, selalu heboh, selalu penasaran kini semuanya terbakar hangus sesuai waktu berputar.
satu satunya orang yang ku percaya adalah kak val, hanya dia satu satunya kakak lelaki yang menjaga rahasia ku dan selalu menghiburku walau hanya sebentar. ya..dia kakak yang sabar sekaligus kakak yang tegas terhadap suatu tindakan ku.
' glasya! kamu gadis kuat sya, bahkan baja saja kalah dengan mu! '
itulah kata penyemangat kak val untuku, namun sepertinya kata penyemangat itu sudah hilang di benakku.
Jika saja aku bisa menemukan seseorang yang ku tunggu, aku akan sangat berterima kasih kepada tuhan karena telah memberi ku kesempatan.
.
.
.
.
.
" kau datang tepat waktu, girl! " seseorang menghampiriku di depan pintu.
" apa yang anda lakukan di depan pintu? "
" hey, ayolah aku menunggumu glasya! lebih baik kau cepat bersiap dan kita lihat tugasmu!" Dia menariku ke dalam lalu menutup pintu.
" jadi, kau sudah mengirim naskahnya? " ucapnya to the point.
aku melirik sebentar, dia adalah kak glemory ( temannya kak val ) selama ini kak glemory membantuku mendapatkan pekerjaan.
" aku tak berniat menjadi penulis naskah film atau semacamnya! " ucapku dingin lalu duduk disalah satu kursi yang disediakan.
raut wajah kak glemory kecewa dan juga terkejut, aku pun tak peduli bagaimana melihat raut wajahnya.
" ja..jadi kau belum menulis sama sekali? "
" kata siapa? " tanya ku, kak glemory memiringkan kepala nya sedikit.
" Aku hanya menulis 4 lembar naskah saja! kau bilang tema nya bebas, bukan? aku membuatnya dengan otakku yang lagi eror " ketusku sambil memberikan lembaran naskah.
kak glemory mengambilnya dengan cepat dan langsung membacanya. ekspresi wajahnya berbeda beda disetiap paragraf yang ia baca.
aku hanya melirik nya beberapa kali, masa bodo dia menyukainya atau bukan.
" kau memang berbakat! padahal kau jarang membaca buku! " tawanya sambil memijat kening.
" ini akan menjadi naskah yang bagus meski tak lengkap, hahah! "
" dan mengapa gak mau lanjutkan saja sampai tamat? "
" sudah ku bilang, aku membuat naskah ini dengan otakku yang eror " aku memutarkan bola mata ku, tak peduli apa responnya.
" merindukan seseorang hmm? siapa? teman? kakak mu itu? atau..pacar?! " tanya kak glemory. aku melebarkan mataku dihadapan nya, ku tatap kak glemory tertawa melihat tingkahku.
" oh ayolah, pipimu itu seperti tomat gosong! hahah " lagi lagi dia mengejekku dengan lelucon yang konyol.
aku yakin kak glemory ketularan virus valak itu ( kak val ).
" ngomong ngomong glasya, bisakah kau anterin aku? ke mini market? " tanya nya
" jika tak lama, ku jaminin aja "
" YESS! aku yakin naskah mu akan menjadi yang paling TOP💪. ayo ayo! " kak glemory menarikku keluar dan berlari menuju mini market terdekat.
***
Seperti nya udara berhawa dingin ini suka sekali mengikutiku, dimana pun aku pergi sepertinya selalu di sambut dingin oleh angin.
padahal aku ingin disambut hangat bukan dingin! mungkin aku gadis yang benar benar berbeda dari gadis biasa.
" hey kamu ngapain di depan kulkas? " kak glemory mengejutkan lamunanku.
ah..sepertinya udara ingin ini dari kulkas! jadi aku salah mendeskripsikannya ya?
" awas, aku mau ambil susu! " dia mengusirku sedikit kasar, aiss..beginikah seorang wanita berbelanja? ini bahkan sudah lewat dri 20 menit.
" apa kakak bisa cepat sedikit? aku takut si valak itu mengamuk dan melemparku sampai ke negara tetangga! "
ya..itu adalah ancaman konyol yang dibuat kak val hmm bukan kak val aja sih, mungkin kamu pernah mengalaminya saat kecil.
" valak? kenapa kau bawa setan di siang siang begini? trs kena-- "
" ehem...yang ku maksud bkn valak versi setan! " aku memotong ucapan kak glemory.
" jadi..maksud mu valak versi pinjam duit paksa? "
" ITU PALAK!!!! " aku menjerit di dalam hati, pantas saja jika kak val bertemu dengan kak glemory selalu mengumpat di salah satu benda yang bisa ia masukin, contohnya tempat sampah ( karena terpaksa ).
" ah..lupakan, terserah mau menganggap apa!" aku membuat kak glemory bungkam, ku rasa kak glemory tak enak kepadaku--eh? emangnya makanan ?.
" ok..ayo kita bayar "
" kita? BUKANNYA KAU YG BELANJA? "
***
Tok tok tok...
" aku pulang, kak val " sampai dirumah, aku mengetuk pintu terlebih dahulu.
" kata kuncinya? "
" aku kembali membawa sejuta harapan " aku berguman menjawab kunci password rumah aneh ini.
clek...
" selamat jungkir balik, adik kecil kayak liliput " kak val menyambutku ria, aku hanya menjawab ' hmmm ' saja. kak val pun menutup kembali pintunya.
" kok lama amat ya, ngapain di luar? nyedot laut? " Tanyanya dengan perut menahan tawa.
" mungkin aku bolak balik ke toilet jika nyedot air laut " ketusku pada nya, akupun menaikan kaki ke tangga menuju kamar.
" yaa..gpp biar kau tak menghabiskan garam dirumah, karena masakkan ku kurang asin:v " kak val menyindir tapi aku tau semuanya hanya bercanda.
" masakkanmu bukan kurang asin, tetapi tak ada rasa nya sama sekali ! " ku balikan sindirannya agar dia diam dan tidak menggangguku.
apa kak val mengikutiku ke atas? ah..dia memang suka mengikuti ku!. Apa aku harus mengatakan untuk tidak mengikutiku?
" tolong kak val jangan mengikuti--Heh? " aku berbalik badan, tiba tiba suasana terasa sunyi dan hampa.
mataku melebar saat disekitarku sepi, rambutku bergerak karena angin menyerbu, kulitku merasakan dingin sedikit es dan tubuhku kaku tak mau bergerak.
apa apaan semua ini? kemana kak val? siapa sebenarnya orang yg kutunggu? mengapa mengapa dia menghilang?
kenapa disini gelap? bahkan cahaya tak bisa menembus kegelapan ini.
mata ku membendung air mata, perlahan memori itu muncul satu demi satu. layaknya permainan puzzel yang pecah.
semua kenangan itu...hanya mimpi..dan aku masih terjebak dalam kesedihanku!.
aku membiarkan semuanya, aku malah mengabaikan dirinya, dan aku malah tidak tulus membantunya.
aku tak pernah tertawa karena mereka, padahal mereka berusaha menciptakan senyuman di wajahku. apakah aku bisa memperbaiki semuanya? aku ingin perbaiki semuanya!
aku tak akan mengabaikan seseorang yang mencintaiku!
ini membuatku menangis! aku ingin mengapus kesedihan ini, namun nihil, ku rasa ini tak akan terjadi! padaku.
Tuhan..berikanlah aku satu kesempatan lagi, aku akan memperbaiki semuanya!
***
hari ini...semuanya terlihat lesu tak bersemangat, rumah ini sangat sepi dari yang kalian bayangkan.
tok tok tok...
" kita berangkat...glasya! "
seseorang memanggilku dari luar, suara itu serak tak seperti biasanya.
" kau sudah habiskan makananmu? " aku berusaha bertanya kepadanya.
beberapa detik tak dijawab, tapi aku yakin dia masih berada di luar pintu kamarku.
" apa pedulimu? "
aku kaget mendengar jawabannya, apakah ini rasanya di perlakukan seperti itu?
ternyata aku sadar , sifat dinginku sungguh keterlaluan.
" aku akan keluar, kau bisa tunggu di halaman rumah " perintahku lesu, mungkin dia langsung menuruti perintahku.
mungkin....
" kak...maafkan aku! maafkan aku yang dulu!" mataku berkaca kaca, sampai tak bisa lagi ku tahan. rasanya sungguh menyedihkan, ini adalah cerita menyakinkan!.
ku hapus air mataku dan hanya bekas kemerahan saja yang tertinggal.
clek...brakk...
~~~
Disana dia berada bahagia sekarang, mungkin saja dia tak bertemu denganku. tapi mungkin dia akan merindukanku di dunia yanh berbeda.
" su-sudah berapa lama, aku tak berjumpa dengan nya kak? " aku bertanya ke pada seorang wanita disebelahku, saat ini aku dijaga olehnya.
" 2 tahun kau pergi, dan 5 bulan dia sudah pergi! " jawab wanita itu dengan lesu.
aku menangis menatap batu nisan ini, aku merindukan membuat lelucon bersamanya.
" kau merindukannya? "
" sangat...kak "
" dia membawa pesan terakhirnya untuk mu tapi kurasa kau sudah tau apa pesannya! " wanita itu menepuk pundakku.
" kak val..hikss....kak val...memberi pesan terakhirnya.." aku menangis dalam diam, ku buka lembaran kecil bertulis pesan terakhir
' hai, adik kecil...kurasa kamu sudah besar sekarang! aku yakin kau belajar banyak dari kemarin, aku hanya ingin mengucapkan selamat karena kau bisa melalui semua ini dengan tegar. lupakan lah seseorang yang kau tunggu itu, karena orang yg kau tunggu itu tak selalu DATANG. angkat kepalamu, Princees!!! -val '
setelah membaca itu..aku mengusap air mataku, mencoba mencari ketenangan. aku berjanji tak akan menyiakan orang yg berada dk sekitarku.
termasuk kak glemory yang berada persis di sampingku.
" aku sayang kak val...dan juga..kak glemory" tawa kecilku keluar meski rasanya canggung.
" kau jadi anak yang baik, glasya! " kak glemory tersenyum sambil memelukku.
" hmm ngomong ngomong bagaimana dengan naskah nya? " tiba tiba saja aku teringat naskah yang ku berikan.
kak glemory bingung dengan ucapanku.
" naskah? apa maksud mu? " kak glemory melepaskan pelukannya lalu menatap ku serius.
ah..aku hampir lupa, jika itu hanya mimpi!.
kurasa aku melewati banyak hal, setelah pulang dari rumah sakit dan mengalami koma. Aku akan berjanji untuk menghargai semuanya...
~END~