Aku adalah nona Muda dari keluarga Yeon salah satu keluarga terpandang kini umur ku sudah mencapai 15 thn dan kini aku pun memaksa kakek untuk menyetujui pertunangan ku dengan tuan muda keluarga min Aku bukanya tidak tau kalau hubungan keluarga Yeon Dan min Tidak baik, dan aku jg tidak suka dengan orang² yg kakek tunangkan dengan ku karena Bong min Adalah cinta pertama ku saat berumur 7 thn dan kini sudah 8 thn aku menyukai nya serta kami diam² menjalani hubungan pertemanan. Aku bisa menyukai bong min Saat perjamuan keluarga lee Yg pada saat itu umur ku 6 thn dan tidak sengaja bertemu dengannya lalu lama kelamaan mulai tumbuh perasaan pada kami."Ayeong Jangan keras kepala intinya kakek tidak menyetujui hal ini" ucap kakek "aku mohon kakek apa tidak ada caranya" ucapku "Hmmm...ada satu cara kau harus menemukan 3 benda ini memberikan kertas dan harus selesai dalam 1 bulan" ucap kakek "Tp kakek mana mungkin aku menemukan benda² ini" ucap ku yg terkejut dengan benda² yg di inginkan kakek "kau bisa menemukan nya di akademi misa , sekarang pergi lah dan seluruh kartu mu akan kakek bekukan jd jalani hidupmu sendiri hingga 1 bulan itu" ucap kakek tegas "Baiklah kalau begitu,nari siapkan koperku " ucapku ku lalu datang seorang pelayan membawa koper "ini nona" ucap pelayan tersebut dan pergi. Aku pun pergi bersama seorang pelayan yg jg adalah teman kecil ku dari usia 5 thn, Mi Hi memiliki mata berwarna coklat dengan rambut hitam pendek terurai dengan wajah yg imut.
Sudah 2 jam kami berjalan dan rasanya kaki ku mau patah dan akhirnya kami duduk di bangku taman "Nona Sekrang kita akan kemana? " tanya MI Hi, "Kita akan ke akademi Misa Dan ingat kau tidak boleh asal ucap kalau aku dari keluarga Yeon,kau mengerti" ucap ku "baiklah nona,tp ini pertama kalinya nona sekolah di Akademi bagaimana kalau nona tidak terbiasa ucap si pelayan "tenang saja aku bukan lah nona muda yg lemah dan disana jg nama kita di samarkan itu adalah salah satu keuntungan nya" ucap diriku yakin "Sudah ayo kita jalan sebentar lg kita sampai, dan hari ini adalah hari pendaftaran terakhir" lanjutku. Lalu kami pun melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di Akademi Misa Lalu kami berdua pun mendaftarkan diri dan akan melakukan ujian masuk "Baiklah anda berdua dapat menggunakan kamar no 222 di lantai 2 gedung 2" ucap salah seorang petugas pendaftaran "Baiklah Terima kasih" ucap ku, lalu kami pun berjalan menuju gedung 2 "Apakah nona tidak merasa aneh dengan kamar yg akan kita tempati?" ucap Mi Hi "mungkin saja itu hanya kebetulan" ucapku meyakinkan "iya sepertinya itu benar" ucap Mi Hi Lalu kami pun bergegas ke asrama gedung 2
Lalu kami pun sampai di tempat yg di maksud dan aneh seperti ada sesuatu yg mengganjal seperti ada seseorang yg mengawasi kami "Nona... Aku takut" ucap Mi Hi "Sudah tidak apa² ayo kita masuk" ucapku meyakinkan... Walaupun aku jg merasa takut . Aku pun memasukkan kartu kamar dan kami pun masuk, saat kami masuk hmmm...kamar biasa seperti kamar normal lainnya dengan 3 ruangan ruang pertama ruang tamu lalu ada pintu di sebelah kanan itu adalah pintu menuju kamar kami ukuran kamar pun sedang tidak terlalu besar dan jg kecil dengan tempat tidur tumpuk dan 2 meja belajar serta lemari baju serta balkon yg cukup 2 bangku dan 1 meja , dan ruang di belakang adalah dapur dan kamar mandi lalu kami pun membersihkan dan merapikan kamar
Malam hari pun tiba kini aku pun dan Mi Hi tidur aku berada di kasur bagian atas dan Mi Hi bagian bawah saat tengah mlm tiba terdengar bunyi jam yg menandakan tengah mlm teng...teng...teng... "Nona knp ada bunyi jam padahal tidak ada menara jam di sini" tanya Mi Hi"Iya aku merasa banyak hal aneh disini" jawab ku tiba tiba "Hahahaha.... " terdengar suara pria yg tertawa aku pun meloncat dari atas kasur dan Mi Hi Bersembunyi di belakang ku "siapa kau cepat keluar" ucap ku sambil melihat sekeliling, lalu muncul seorang pria dengan rambut hitam panjang mengkilap mata berwarna merah dengan tatapan nya yg tajam dan dingin dan pakaian nya adalah pakaian pangeran dari zaman Dinasti Joseon "Siapa kau" Tanya ku waspada "No... No.. Nona aku... " ucap Mi Hi "Jangan takut aku pasti akan melindungi mu" ucap ku "Nona bukankah dia sangat tampan" ucap Mi Hi Dengan mata takjub "Hah..." Aku hanya mehela nafas "aku akuin kalau dia sangat tampan tp bong tentunya lebih tampan Tunggu knp aku malah berfikir begitu.... Sadarlah Ayeong kau harus fokus ucap ku sadar "Tenang lah aku tidak akan menggangu kalian perkenalkan aku Haneul , aku ingin meminta tolong kalian aku mohon kalian lah yg dapat membantu ku" ucap Pria aneh itu memohon dengan sungguh-sungguh "Apa yg bisa ku bantu? " ucapku "Aku mohon untuk mengambil cincin bintang dari dunia tengah" ucapnya "apa maksudmu ,cincin bintang? Dunia tengah? " ucapku bingung "baiklah jd begini aku adalah seorang pangeran ke 3 dari zaman Dinasti Joseon aku sering di bicarakan oleh orang² karena sebagai pangeran Bla... Bla... Bla... " ucap pangeran "Huh apa dia hanya akan menceritakan tentang dirinya" Gumam ku.
Flashback:
Ehem... Saat aku berusia 18 thn aku pergi ke pasar diam² dan melihat seorang penari yang sangat cantik nama nya adalah Areum aku pun jatuh cinta pada pandangan pertama padanya lalu kami mulai mengenal satu sama lain hingga akhirnya hubungan kami di ketahui oleh putra mahkota dan seluruh orang² istana, termasuk raja. orang² menentang hubungan kami dan putra mahkota pun memberi ide pada ayah untuk mengirim ku ke medan perang dan jika aku berhasil kembali maka aku bisa menikah dengan Areum Aku pun lantas pergi ke medan perang dengan para prajurit namun di saat² kemenangan seorang prajurit mengatakan kalau Areum Telah di bunuh oleh selir raja aku tau kalau ini semua siasat putra mahkota, setelah mendengar berita itu tiba² musuh menyerang dan aku pun mati dengan leher yg tertebas, aku pun sangat menyesal karena sudah meninggalkan Areum Lalu aku berada di sebuah ruangan yg gelap saat kegelapan itu datang tiba² ada setitik cahaya yg mendekati ku dan semakin lama semakin besar dan seorang gadis mendekati ku dia adalah Areum "Waktu ku tidak lama lg... " ucap Areum "Dengarkan aku sekarang, kita terjebak di dunia tengah dan tidak bisa pergi ke akhirat dan jika ingin kita bersama maka harus ada seorang yg menemukan cincin kita...." lanjut nya gadis itu pun menjelaskan semuanya "sekarang aku harus pergi" ucap si gadis dengan tubuh yg mulai menghilang "Tidak.... Tidak.... Jangan..... Jangan pergi" namun tubuh Areum Pun menghilang
Kembali ke waktu sekarang:
"Jd begitulah ceritanya" ucap Haneul "Baiklah aku akan membantu mu. menurut penjelasan mu aku harus menemukan cincinnya dan harus tepat pada tanggal 22 bulan ke 2 saat tengah mlm,tp knp harus tanggal dan bulan itu? " ucapku bingung "itu karena pada tanggal dan bulan itu aku dan Areum Bertemu" ucap Haneul Menjelaskan "Ohh begitu baiklah kalau begitu, dan sekarang tanggal 21 berarti bsk mlm aku akan membantu mu mencarinya" ucapku "Terimakasih banyak, karena kau mau membantu ku akan ku kabulkan 1 permintaan mu" ucap Haneul "Baiklah kalau begitu, di fikir² Mana Mi Hi? "Ucapku bingung dan ternyata Mi Hi Sudah tertidur lebih dulu aku pun akhirnya memilih untuk tidur dan Haneul sudah menghilang.
Keesokan harinya aku pun menjalani kehidupan ku di akademi dan mlm pun tiba jam menunjukkan pukul 11.45 aku dan Mi Hi pun pergi ke patung seorang wanita yg memegang pedang "Sepertinya disini" ucapku "Nona kita harus berhati² " ucap Mi Hi "iya baiklah" jawabku lalu Teng... Teng... Teng... Waktu menunjukan pukul 12 dan aku pun membaca mantra yg di berikan Haneul 'Cheongugguwa sesang-ui mun-eul yeol-eola Terbukalah Pintu langit dan dunia' lalu cahaya pun menerangi patung dan kami pun pergi ke suatu taman yg indah dengan suasana mlm berbintang "wahhhh indah sekali" ucap Mi Hi" Benar indah sekali" lalu ada sebuah bunga yg memiliki warna langit Aku pun memetik bunga tersebut karena itu adalah bunga yg kakek inginkan dan aku jg mengambil daun yg sepertinya jg salah satu syarat dari kakek dan aku menemukan sebuah kotak berwarna putih di salah satu paviliun di taman tersebut lalu aku pun mengambil nya dan tiba²ada seorang pria yg memegang tangan ku dan berkata "siapa kamu? " ucapnya dingin ia miliki rambut putih panjang dengan mata biru tua yg dingin "aku pun menjawab "aku harus membantu seseorang" dan aku pun menjelaskan semuanya "baiklah kau bisa mengambil cincin ini" membuka kotak dan benar ini adalah cincin tersebut ,cincin dengan batu permata seperti langit malam dengan bintang lalu akhirnya aku menerima cincin tersebut "Terimakasih banyak tuan " ucap ku "tp siapa anda sebenarnya" tanya ku "Aku adalah penjaga alam tengah" jawabnya "ohh begitu rupanya kalau begitu kami pergi dulu' ucapku " Selamat tinggal dan untuk bunga serta daun nya boleh kau ambil sebagai kenang²an"ucapnya sambil tersenyum "Ahh... Maaf kan saya tuan dan terimakasih" ucapku tersenyum canggung "Huh... Bilang saja kalau mau menyindir tidak usah pakai pura² ga tau" ucap ku kesal
kami pun kembali ke dunia dan aku pun memberikan cincin tersebut dan Haneul Dapat kembali , dan permintaan ku adalah cincin tersebut dan Haneul Memberikan nya dengan senang hati. Lalu aku kembali ke kediaman Yeon Karena barang² yg diinginkan kakek sudah di temukan didunia tengah lalu aku pun memberikan barang² nya pada kakek dan kakek pun menyetujui pertunangan ku dengan bong Ming Dan aku jg harus melanjutkan akademi ku hingga selesai dan akan menikah pada umur 20 thn hal ² yg ku alami tidak akan bisa ku lupakan memang terdengar seperti khayalan tp itulah kenyataan nya, dengan kejadian ini aku mendapat banyak pelajaran dan ku harap di masa mendatang ku dapat menjalani semua nya dengan baik "Ayo Ayeong Kita pergi sekarang, apa kau sudah siap" ucap Bong Dengan mengulurkan tangan "Iya , tentu saja aku sudah siap" ucapku tersenyum lalu menerima uluran tangan Bong "Nona muda Yeon Dan tuan muda Min Memasuki aula" ucap seorang penjaga "Huhuhuhuhu.... Cucuku sekarang sudah bertunangan apakah aku harus menjalani kehidupan ku sendiri" tangis kakek "Ya ampun dia saja baru bertunangan knp seperti sudah di tinggal nikah saja" ucap tuan besar keluarga Min "Lg pula kau tidak akan sendiri kami berdua pasti juga akan menemani mu" ucap nona besar Min "Terima kasih untuk kalian kini kedua anak itu mempersatukan 2 keluarga yg duluanya musuh " ucap kakek.
Kini aku pun mengerti satu hal kalau cinta bukan hanya memiliki tp memperjuangkan, memperthankan, dan saling menguatkan .tanpa itu semua bagaimana bisa ada cinta, musuh tidak akan selamanya menjadi musuh mungkin nanti dapat menjadi cinta, pertentangan mungkin nanti akan di setujui, tanpa cinta manusia hanyalah robot yg tidak memiliki hati dan perasaan. Jd perjuangkan lah cinta mu meski itu sulit.
𝕋𝕒𝕞𝕒𝕥