Kia adalah seorang gadis SMA yang sangat pemalu. Ia sama sekali tidak berani bertatapan dengan seorang pria. Sejak kecil, Kia bersekolah di sekolah putri, sehingga jarang sekali berinteraksi dengan cowok.
Kali ini Kia bersekolah di SMA umum, sehingga harus satu kelas dengan banyak cowo. Bahkan hampir setengah dari teman kelas Kia adalah cowo. Mau tidak mau Kia harus membiasakan diri bersosialisasi dengan banyak cowok.
Kia sengaja memilih sekolah itu karena ingin bertemu dengan Gala. Penyanyi tampan idolanya. Bukan, lebih tepatnya idola semua wanita.
Saat makan siang tiba, Kia selalu memilih menyendiri dan memilih tempat sepi, untuk menyantap bekalnya. Ia menemukan atap sekolah yang kosong dan sunyi, berisi kursi - kursi bekas yang sudah tidak digunakan lagi.
Sebenarnya Ia senang makan siang di kantin, karena bisa bertemu dengan Gala. Tapi lagi - lagi dia tidak berani menatapnya saat berpapasan.
Hampir setiap hari, Kia pergi ke atap tersebut. Hanya disitulah ia bisa bernapas lega, karena tidak bertemu dengan banyak cowok. Hingga suatu hari Ia harus merelakan ketenangannya karena kedatangan seseorang.
"Apa yang kau lakukan ditempatku?" tanya seorang pria.
Kia langsung menunduk dan menjawab,
"Maafkan aku, kupikir tempat ini kosong," jawab Kia tidak berani menatap wajah pria tersebut.
"Kamu berani mengabaikanku hah, kenapa tidak mau melihatku?" tanya pria tersebut marah.
Kia sontak mendongakkan wajahnya.
Deg.
Kedua jantung mereka sama-sama berdegup kencang. Mereka saling terpesona dengan keindahan wajah satu sama lain.
"Ya tuhan, Kak Gala" gumam Kia dalam hati.
"Aku tidak mengabaikanmu, hanya saja aku tidak biasa menatap wajah pria," jawab Kia lalu mengemasi bekalnya dan pergi meninggalkan Gala.
Jantung Kia masih berdegup kencang ketika menuruni tangga menuju kelas.
Gala memang sering ke atap untuk menghirup udara segar. Ia bosan jika harus terus - terusan di kantin. Banyak sekali cewek - cewek yang mengejarnya.
***
Kia masuk ke dalam kamar setelah makan malam. Kamarnya dipenuhi dengan poster-poster wajah Gala. Ia memang fans beratnya Gala.
"Sayang sekali, aku gabisa menatapmu terlalu lama," ucap Gala kepada poster Gala di depannya.
Kia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Gala. Mencium poster maksudnya. Tiba - tiba ada notif masuk di Hp Kia.
Ting?
Muncul notif bertuliskan "Andai kamu bisa mendapatkan kemampuan tembus pandang, apa yang akan kamu lakukan?"
"Jawabanmu akan menentukan masa tembus pandangmu.
a. Membantu orang lain yang kesulitan.
b. Menyeleseikan masalah sendiri.
c. Menyalahgunakan kemampuan untuk mencuri."
"Hhhh, seharusnya ada pilihan d. Mengikuti kemanapun Gala pergi tanpa merasa malu," gerutu Kia.
Kemudian Ia memilih pilihan a. Kemudian ada notif muncul lagi di HP nya.
"Pilihan yang sangat bagus, selamat kamu memiliki kesempatan menjadi tembus pandang dalam sehari. Jika gagal dalam misi, kamu akan menjadi tembus pandang selamanya,"
Kia tertawa terbahak - bahak. Lelucon macam apa ini. Mana mungkin manusia bisa menjadi tembus pandang. Ia berjalan ke arah cermin. Dia masih bisa melihat pantulan dirinya sendiri. Kemudian Kia beralih ke kamar kakaknya.
"Kak, apa kau bisa melihatku?,"
"Kau gila apa, kau pikir mataku buta hah," jawab sang Kakak marah.
Kia kembali masuk ke dalam kamarnya. Ia sudah membuang - buang waktu karena percaya tipuan macam itu.
Hari ini hari sabtu. Hari libur tentunya. Seperti biasanya, Kia bangun pukul enam pagi dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian Ia memilih pakainnya di lemari. Kia beranjak menuju meja riasnya, dan,
"WHATTTTTT?" teriak Kia melihat kaca.
Ia tidak melihat pantulan wajahnya sendiri. Alias ia tembus pandang sekarang. Ia meloncat - loncat kegirangan.
Kemudian ia keluar menuju dapur. Ia sengaja berdiri tepat di samping Kakaknya. Namun kakaknya benar - benar tidak melihatnya.
Kia sangat senang, ia harus memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti Gala kemanapun.
Kia pergi ke apartemen Gala yang tidak jauh dari rumahnya. Ia menunggu di depan pintu tanpa harus merasa malu. Gala keluar membawa gitar kesayangannya. Kia mengikutinya dengan berjalan sejajar dengan Gala. Ia berusaha menggoda Gala dengan meniup - niup telinga Gala. Gala merasa geli dan merinding.
Kia mengikuti kemanapun Gala pergi. Dari rekaman lagu, jumpa penggemar, sampai Gala pulang lagi ke apartemen.
Kia tidak sengaja tertidur di samping Gala karena semalaman memandang wajah Gala tanpa bosan sedikitpun.
Ketika sudah hampir pagi, Kia terbangun karena notif di HP nya.
"Waktumu tinggal satu jam untuk menyeleseikan misi"
Kia panik membaca pesan tersebut. Pasalnya sejak kemarin Ia sama sekali belum membantu orang lain yang kesulitan. Bagaimana jika Ia tidak bisa kembali terlihat lagi. Kia berlari ke arah pintu, namun terkunci. Ia tidak melihat dimana Gala meletakan kunci pintunya.
Kia mondar mandir disamping ranjang Gala. Akhirnya Gala terbangun karena mendengar alarm HP nya. Gala berjalan membuka tirai jendela. Kemudian Ia membuat kopi, sesuai rutinitasnya di pagi hari.
Kia masih terus mengikuti kemanapun langkah Gala pergi. Setelah meminum kopi, Gala membuka baju atasnya dan mulai berolahraga di apartemennya. Kia terkejut dan menutup matanya. Namun hanya sebentar. Sekarang ia sedang memandangi tubuh Gala dengan kagum.
Namun ia sadar, tidak banyak lagi waktu yang tersisa. Ia berusaha kesana kemari mencari kunci apartemen Gala. Namun tiba - tiba Ia mendengar bunyi kretek kretek dari atas. Lampu besar di ruangan itu bergoyang - goyang seperti hampir jatuh. Gala tidak menyadari hal tersebut, karena menggunakan earpon di telinganya.
Kia spontan mendorong tubuh Gala ke samping.
Prankkkk.
Lampu gantung tersebut jatuh dan pecah berantakan. Gala menutup matanya karen terkejut. Ia tidak tahu siapa yang mendorong dan melindungi tubuhnya.
Kia langsung berdiri melepas pelukannya. Ia melihat kunci tergantung di atas TV. Ia berlari dan membuka pintu apartemen untuk segera pergi.
Keesokan harinya Gala masuk sekolah seperti biasa. Ia masih bertanya- tanya tentang kejadian ajaib kemarin pagi. Tiba - tiba ia tidak asing dengan wangi mawar gadis yang lewat di sampingnya. Wangi yang juga ia cium seharian kemarin.
Gala menahan tangan gadis tersebut.
"Aww," teriak Kia karena Gala memengang tangannya yang terbalut perban.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Gala.
"Kamu gadis di atap itu kan?" tanya Gala lagi.
"Hemm iyaa," jawab Kia malu.
"Kenalin aku Gala, namamu siapa?" tanya Gala sambil mengulurkan tangannya.
"Kia," jawab Kia sambil menerima uluran tangan Gala.
Sejak saat itu Gala mengikuti kemanapun Kia pergi. Ia juga memperbolehkan Kia untuk memakai atapnya. Kia sudah tidak merasa malu lagi jika harus bertatapan dengan Gala. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama.
End~
Jangan lupa like dan komentar ya readers terlovee🖤🖤