"Ana lo mau kemana?" sergah Tara saat melihat Ana menuju sisi yang berlawanan.
"Loh, katanya mo ngantin. Itukan kantin Ra?" balas Ana, sedikit bingung.
Tara menghela napasnya pelan sebelum menarik tangan Ana menjauh dari sana menuju tempat mereka yang seharusnya.
"Gini yah Na, gue jelasin. Di kantin sana itu cuma buat orang elit. Semuanya mahal-mahal. Gue aja melongo ngeliat harga air mineral disana, berasa beli air segalon sekalian galon-galonnya tau gak."
Ana sedikit terkejut, kemudian mengangguk pelan. "Ohh gitu."
"Nah kalau disini baru buat umum. Harga snacknya merakyat, aman dan halal bagi kantong."
"Tapi,..."
"Tapi apa Ra?" Ana tak sabar menunggu Tara melanjutkan kalimatnya.
"Tapi kalau belanja disana gak papa sih ra. Kadang kalau gue khilap, makanan yang mahalpun gue beli demi bisa ngeliat babang ganteng sekolah kita."
hhngh? Okey, Ana tak menyangka ternyata Tara, teman sebangku barunya itu juga termasuk ciwi-ciwi pengagum spek sempurna. Jujur, muka Ana terlihat sangat kalem dan dewasa, dari awal bertemu, Ana langsung menilai jika Tara adalah anak rajin yang selalu memiliki berbagai macam buku pelajaran, bentuk penggaris, dan berbagai ukuran spidol di kotak pensilnya.
Ternyata dia salah.
"Babang ganteng?"
Tara menyeruput es tehnya sejenak sebelum menggebu-gebu menceritakan semua tentang, Aradean Faisal Solehah.... Canda.
"Namanya kak Dean, nama panjangnya Aradean Widyatama Dirgantara."
Mendengarnya hati Ana sedikit tergelak. Nama 'babang ganteng sekolah' nya itu persis sekali seperti tokoh-tokoh fiksi novel yang gemar ia baca. Halunya jadi mode on.
"Dia itu guaaaanteng banget Na. Cha eun woo, Juki (Jungkook BTS) sampe Tetet markutet(V BTS) aja kalah."
"Dih beneran?"
Tara mengangguk excited. Raut kebohongan tak terlihat sama sekali di wajahnya. Ana semakin gencar memikirkan alur cerita di pikirannya.
Kira-kira...?
"Iya Naaaa, sumpah deh. Kalau lo nggak percaya ayok ke kantin elit, pasti dia masih disana."
"Boleh-boleh ajasi, tapi gue mager..."
"Tenang, gue traktir!" Sahut Tara memotong ucapan Ana dengan cepat. Ana tersenyum getir, bukan masalah uang maksudnya.
Tara menarik tangan Ana. Membawa anak itu menuju kantin elit SMA Garuda, memesan sesuatu di meja bar kemudian duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan pintu masuk.kantin karna Babang ganteng atau Dean belum kelihatan batang hidungnya.
"Na tolong ambilin pesanan kita yaaaa," suruh Tara saat namanya dipanggil untuk mengambil pesanan.
Seperti di kafe.
Tapi Ana sedikit tidak ikhlas melangkahkan kakinya untuk mengambil nampan berisi dua piring spageti beserta jus buah itu. Ia hanya tidak etis dengan makanan yang dibayar mahal tapi malah diambil sendiri. Anterin kek!
Setelah mengambil nampan beserta struk yang ada, Ana langsung kembali duduk. Namun baru separuh jalan ada yang sengaja menyandung kakinya, bahkan sampai mendorong punggungnya hingga tubuhnya limbung dan menubruk keras lantai.
spagetti yang ia pesan jatuh tepat membasahi rambutnya. Seragam putih yang baru ia beli langsung kotor ketumpahan jus.
Hal itu sontak membuat mata elang Ana langsung menerkam tajam manik mata cewek modis yang kelewat modis untuk spek anak sekolah. Yang membuatnya jadi seperti gembel di hari pertama sekolah. Seragam yang baru ia beli hancur seketika.
"Aduhh, kesandung ya? Kacian pasti sakit deh."
"Sakitnya sih nggak seberapa, malunya itu loh. Udah jelek, kesandung lagi. Jadi gembel nggak tuh? hahahha...."
"hu'um, atit yah? Sini kakak bantuin." Cewek yang berdiri dipaling ujung mendekati Ana, mengulurkan tangannya.
Ana diam, matanya tetap menatap tajam semua cewe alay dihadapannya. Tak ada raut takut di tatapannya, membuat Ataya- cewek yabg berdiri ditengah geram dan langsung menjambak keras rambut Ana.
"Berani ya lo?! Mau gue congkel tu mata?" ucapnya geram. Ana tetap diam, matanya menilik sekitar. Kemudian dia tertawa.
Ternyata sekolah ini nggak ada bedanya dengan sekolah asalnya. Sama-sama nggak logis!
"Boleh, congkel aja. Tapi tolong yah, pisaunya merek gucci. Gue alergi sama barang murahan soalnya, termasuk cewek alay kayak lo. Berapa perjam sayang? Hmm?" Ana berlagak layaknya om-om sedang merayu seorang gadis untuk diajak check in. Ataya langsung dibuat terkejut, matanya membulat sempurna.
"APA LO BILANG!"
"Tuli apa banyak congeknya telinga lo?" Ana semakin gencar memancing amarah Ataya. Tak perduli dengan aroma saus spagetti yang meraup semua indra penciumannya.
"Gilak ya lo!"
Ataya langsung mengibarkan bendera perang. Pertarungan 4 lawan satu itu terjadi sedemikian rupa, bergantian menduduki posisi unggul. Ana memang mengusai bebera seni bela diri yang membuatnya bisa bertahan melawan 4 orang dihadapannya.
Persaingan itu berlangsunh cukup lama. Dan semuanya tetap sama, tak ada yang perduli. Mata mereka hanya melirik, mulur mereka hanya berbicara. Tak ada yang mau pergi untuk melapor guru.
Rasanya ini seperti deja vu, kisah lama Ana terurai kembali.
Padahal ini hari pertamanya sekolah di SMA Garuda sebagai anak baru.
Brukkk!
Ana didorong keras oleh mereka berempat secara serentak, membuat gadis itu tak bisa menahan keseimbangan dirinya dan berakhir jatuh ke sesuatu yang tidak seharusnya.
Ia mendarat di dada bidang seseorang!
Saat mendongak matanya bertemu tatap dengan manik hazel milik cowok tampan yang tak ia kenal sama sekali. Sempat menebak jika itu adalah babang tampan yang dimaksud Tara, Ana sedikit meringis saat terkaannya salah.
"Minggir, gue akuin memang dada gue sandar able, tapi gue bisa-bisa encok sebelum waktunya gara-gara lo. Lo berat!" tukas cowok yang ia ketahui bernama Agam Tanuwijaya. Ana membaca Name tag nya.
"Ngapain sih lo disini Gam?"
"Lah, ngapa. Emang gue haram masuk sini?" dengus Agam pada Ataya.
Ataya meliriknya sinis. "Serah. Yang penting lo gak osah ikut campur, awas lo."
"Taya, Taya. Gada berubah lo. Tobat napa si?"
"Bacot lo ah. Pergi sana!" Tukas Ataya mulai jengkel dengan Agam.
"Dih, gue kesini mau ngantin. Laper nih, malah lo suruh pergi."
"Yaudah sana pergi!"
"Iya-iya ah, nggak sabaran banget lu. Sekolah punya bapak gue juga! Bukan punya lo."
"Bodo." desis Ataya.
"Heh lo, sini ikut gue. Seragam gue kotor, lo harus tanggung jawab!" Agam beralih ke Ana yang terdiam sedari tadi. Tangannya menggenggam pergelangan tangan Ana.
"Tanggung jawab gimana kak?" tanya Ana polos.
"Ikut aja dulu sama gue." Agam mulai beranjak, mengajak Ana keluar dari sana.
Tapi Ataya tidak membiarkan mereka pergi dengan mudah.
"Gue bilang jangan ikut campur! Urusan gue belum selesai."
"Urusan gue juga belum selesai sama dia."
"Gosah nyari masalah bisa nggak?"
"Yang nyari masalah lo gila. Malah nuduh gue, ga waras lo Tay."
"Gue kesini buat makan, laper nih. Gada waktu buat ngurus ginian." solotnya, lalu berdiri. merapikan seragamnya yang agak... "Wah gilaak! Ini baju gua jadi kotor gara-gara lo!" matanya melotot tak terima ke arah Ana.
"Gara-gara dia. Gue nggak sengaja." Ana menunjuk geng Ataya.
"Gue nggak perduli! Ini baju gue kotor lo harus tanggung jawab!" sungutnya, persis seperti anak kecil yang meminta upah beli garam.diwarung, tapi tak dikasih. Dimata para oenggemar Agam tentunya.
"Gue nggak terima, nggak sudi nggak ikhlas ya. Baju seragam.yang baru gue laundry di paris, Belgia. jadi kotor gara-gara lo!"
"Lebay. Gue beliin.lo seragam baru sekalian. Pesen 10 set sekalian. Mau parfum Paris juga gue jabanin, om gue owner brand kill you parfume."
"Nggak ah, gue nggak mau."
"Gam! Lo ngapain debat sih! Sana! Doa mangsa gue." Sungut Ataya geram dengan Agam yang tak ada habisnya berdebat hal sepele dengan Ana.
"Trus lo maunya apa?!" Ana juga dibuat geram.
"Mau lo jadi pacar gue."
"Gilak lo gam."
"Gue masi waras kok. Oh ya Tay, otak lo ada di tas gue noh. Tadi ketinggalan di laci, untung sempat gue bawa."
"Kalau hati nuraini lo ada di kantong pak Jamet. Katanya mo di remake."
"Stress lo Gam!" Geng Ataya langsung melenggang pergi. Menyisakan Ana dan Agam berdua di sudut kantin, beberapa siswa juga sudah kembali ke kelas karna bel sudah berbunyi.
Diam sejenak, Ana menghela napasnya saat melihat punggung Ataya The geng hilang di belokan koridor kantin. Semoga langkah yang ia ambil tidak menjadi masalah besar.
"Takut dikeluarin dari sekolah ya? Tenang, bokap gue kepsek disini. Tinggal jadi pacar gue, semua masalah bakal kelar."
Ana melirik malas Agam. "Nggak minat."
"Pulang nanti tunggu gue di rooftop. Gue bawain baju seragam baru buat lo." Tukas Ana dingin, kemudian mulai melangkahkan kakinya pergi. Ia harus merapikan diri sebelum kembali memasuki kelas.
Namun, belum.juga sepurna melangkah. Tangan Ana ditarik. Tubuhnya limbung begitu saja mengikuti arah tarikan yang berakhir membuat tubuhnya menempel di dinding.
Pelakunya tentu saja Agam. Cowok itu mengunci pergerakan Ana, menekan Ana semakin menempel ke dinding saat wajah dinginnya mendekati wajah Ana.
"Lo harus jadi pacar gue, Alana. Nggak ada penolakan." tekannya. Suara serak beratnya mengalun merdu di telinga Ana, membuat gadis itu sedikit membeku. Kemana hilangnya aura tengil Agam tadi?
"Gue nggak mau." Tolak Ana, sedikit terbata-bata. Aura Agam benat-benar kuat, jujur ia jadi sedikit takut dengan sosok Agam.
"Kenapa hm?" Agam semakin mendekat. Tangannya naik merapikan anak rambut Ana yang berkeliaran menutupi wajah cantik milik Ana.
Ana dibuat diam seribu kata. Perlakuan Agam membuat jantungnya berdegub sangat kencang.
"Alana? Jawab sayang." suara berat itu berubah menjadi halus. Benar-benar candu untuk di dengar!
Ana masih tak bisa berkata-kata. Agam sangat pintar memacu degub jantungnya.
Cup.
Agam mengecup sekilas bibir plum Ana. "Gue anggap diam lo, sebagai tanda setuju."
Melihat Ana bergeming terkejut karna serangan tiba-tibanya, Agam tersenyum sembari menyubit gemas pipi Ana kemudian berlalu pergi.
"Sampai ketemu di rooftop sayang." teriaknya sebelum hilang di belokan koridor.
Dan detik itu juga, Ana baru tersadar jika diamnya telah membawanya masuk kedunia seorang Agam Tanuwijaya.
Salah satu most wanted pentolan SMA Garuda, yang Ana juluki sebagai Crazy most wanted karna segudang keanehannya.
tamat.
canda.
hayy, balik lagi ke cerpen aku yang memang super panjang kayak nopel.
but, i hope you enjoy.
Cerita ini masih ada kelanjutannya. Insyaallah saya bikin bentuk novel, tapi ntah itu kapan.
So, if you want novel version from this story, please give me you lopee and share perasaan kalian di komen!
see you.
the new..
Aaf ceritanya rada gaje, karna udah aku revisi ditengah" tadi, tapi app nya malah eror. Semuanya hilang. Jadi saya up seadanya saja.
sorry.