Namaku Musanto, biasa dipanggil Mus aku murid kelas 10a, entah apa yang terjadi di hari itu aku di tembak gadis primadona di hari pertama masuk sekolah.
Gadis itu bernama Mushita nama kami mirip sih, apa karena itu ya dia nembak aku tapi dia kan kelas 11a, kakak kelas aku. Menurut rumor banyak cowok berantem gara-gara ngerebutin dia.
Aku pun menjadi target tiap harinya selalu ada saja yang nantangin aku berantem.
"Musang.. keluar kau..!" teriak Bonji anak kelas 10b.
"Musanto boss bukan musang.." anak buah Bonji memberitahu.
"Itu diluar berisik sekali sih.. siapa lagi ini, sebentar ya para gadis.. aku beresin sampah dulu..!" aku yang tadinya menilai badan teman cewek aku, untuk merekomendasikan pakaian apa yang cocok buat dia.
"Jangan lama-lama ya Mus..?" pinta cewek teman sekelas.
Dalam kelas aku yang cenderung suka bermain dengan anak cewek, padahal cuma ngebahas soal pakaian karena aku tau banyak tentang pakaian wanita.
Aku pun terpaksa keluar kelas untuk melihat siapa lagi yang menantangku.
"Eh kamu lagi.. belum kapok gigimu aku patahin kemaren..!" bentak ku pada anak gigi ompong.
"Boss dia orang nya..!" beritahu ompong pada Bonji.
Bonji yang melihat Musanto teringat akan waktu dia masih SMP seorang anak baru meratakan semua anak laki-laki di kelas nya sampai babak belur hingga membuatnya trauma namun anak itu langsung di keluarkan dari sekolah dan Bonji baru tau anak itu bernama Musanto setelah dia melihat wajahnya.
"Anu.. ak.. aku minta ma..a..af atas perbuatan te.. te.. man aku ini" Bonji begitu gugup sampai pipis di celana.
"Tapi boss diakan.." belum sempat selesai ngomong Bonji menutup mulut bawahan nya itu dengan tangan nya.
Musanto tak begitu memperdulikan orang-orang itu dan masuk kembali kedalam kelas.
"Sampai dimana tadi kita..?" tanyaku pada cewek-cewek cantik yang selalu mengerubungiku setiap harinya.
Begitulah setiap hari nya aku disekolah belajar dan berantem, aneh nya di sekolah ini para guru tidak memperdulikan lagi murid yang berantem semenjak ada larangan guru tidak boleh memukul anak didiknya.
Bel istirahat berbunyi.
"Hai Musanto.. ku..!" panggil Mushita cewek berambut bob.
"Cewek-cewek kencur minggir..!" usir Ela anak buah Mushita.
Mushita kayak nya lagi kesel karena aku diemin dia udah beberapa hari ini.
"Ada apa lagi kamu kemari Shita..!" ucap ku.
"Jadi aku ganggu kamu nih.. oke gak masalah, Ela kita ke kantin" Mushita mengajak anak buahnya pergi dari kelas Musanto.
"Dasar cewek labil..!" ucapku pelan setelah primadona sekolah itu pergi.
"Mus mau apa.. biar kami yang belikan ke kantin?" para cewe yang sukarela.
Dari awal aku masuk sekolah banyak cewek yang terpesona akan badan ku yang tegap dan berotot beda sama anak-anak lain yang berbadan kurus dan gendut wajah tampan sih sudah biasa.
"Kayak nya hari ini aku ke kantin sendiri aja deh.." aku berjalan menuju kantin.
Anak kelas 10bcd, 11abcd, berkumpul semua udah kayak semut.
"Itu dia orang nya kalau kita semua keroyok dia pasti tumbang juga.." mereka bersiap.
Aku yang sudah bisa membaca gerak gerik mereka berjalan dengan santai kearah kerumunan yang menghadangku itu.
"Kamu anak baru berani-beraninya jadi pacar primadona sekolah ini..!" teriak salah satu orang yang sangat nyolot dengan mata melotot nya.
"Kalian sebanyak ini berkumpul mau gebukin aku, kalau kalian semua maju salah satu pasti ada yang mati duluan.. aku sudah kasih tau semua tergantung pada kalian..!" padahal yang mati jelas aku merekanya aja yang bodoh takut duluan.
Mereka seperti laut terbelah minggir saat aku berjalan tak ada yang berani mendekat.
"Kamu tadi kan sebelum dia lewat udah banyak berkata kasar maju lah sana..!" paksa salah satu diantara mereka pada orang yang tadi nyolot banget.
"Aku kalau bonyok doank gak papa tapi aku masih sayang nyawa!" nyali ciut seketika.
"Bubar-bubar.." mereka bubar dengan sendirinya.
Musanto yang biasa nya cuma di kelas tiba-tiba ke kantin membuat suasana kantin ricuh karena rumor yang mengatakan bahkan dia memakan jari musuh yang dia kalahkan, entah siapa yang menyebar rumor yang tak karuan itu.
"Kamu menghampiriku kesini..!" dengan percaya dirinya Mushita berkata pada Musanto.
"Aku lapar ya kesini lah.." Musanto tegas tapi santai.
"Ini cowok belagu banget ya..!" Ela yang juara taekwondo ingin sekali menghajar Musanto.
"Sabar Ela.." Mushita menyabari anak buahnya.
Musanto menyadari sejak kejadian penembakan cinta Mushita pada dirinya di awal masuk sekolah dihadapan banyak Siswa, membuat kehidupan nya yang tadinya sudah males berantem jadi berantem lagi.
"Mau kamu itu apa.. kita pacaran apa kita musuhan..!" Santo kesal.
"Ini anak ya..!" Ela menendang perut sixpack Musanto.
Semua orang melongo, karena Musanto sedikit pun tak bergeming bahkan tendangan Ela yang fenomenal tak bisa menggeser badan yang tegap itu.
Musanto mendekati Mushita lalu langsung mencium bibir pink cewek primadona sekolah hingga semua cowok yang melihat patah hati masal.
"Ini yang kamu inginkan.." bisik Santo ditelinga Shita.
"Anak kelas 10 beraninya bikin ulah seolah dia bintang sekolah ini" ucap ketua basket kelas 12a.
2Mus julukan baru yang dibikin para siswa untuk pasangan kekasih Musanto dan Mushita, cocok sih cowok nya tampan dan gagah sedangkan cewek nya cantik dan seksi.
"Aku kira kamu cewek nyebelin ternyata asyik juga.." Musanto yang menggandeng Mushita.
"Woi.. bocah lepasin tanganmu.. kamu cocok nya disini dibawah kaki kita..!" cowok kelas 12a menantang.
Musanto berlari kearah kerumunan yang menantang nya.
Baku hantam yang sengit pun terjadi satu persatu anak kelas 12a dihajar nya sampai akhirnya semua bergelimpangan di lantai.
"Aku tak salah pilih dia sebagai pacarku.." Mushita tersenyum.
Pentolan kelas 12 lainnya pun silih berganti menantang Musanto, hingga tak ada satupun yang bisa melawannya lagi, rumor aneh menyebar luas bahwa ada monster dari sekolah SMA Gagak, yang menghabisi semua siswa cowok seorang diri dengan darah kering ditangan nya, karena setiap hari mukulin orang hingga jarinya berwarna merah tak bisa dihilangkan.
Nama Musanto terdengar sampai SMA lain yang penasaran juga ingin menantang sang monster.
Sepulang sekolah Musanto harus menghadapi anak sekolah SMA lain yang ingin mencoba adu mekanik dengannya.
Tapi sayang sekali semua musuh yang datang dilibas tanpa ampun nama sang monster tersebar bahkan jadi legenda kota.
Beberapa tahun kemudian.
"Sayang.. aku hamil..!" teriak Mushita yang sudah jadi istri Musanto.
"Apa istriku hamil.." Musanto melepas genteng yang diangkat nya, usaha wariskan turun temurun keluarga nya.
Jari Musanto merah karena warna cat genteng dan badan berotot nya didapat dari seringnya membatu ayah nya mengangkat genteng tiap hari.