Aku melangkah masuk ke halaman sekolah bareng Papa Dari arah bersebrangan seorang guru mendekatiku.
" Ini yang anak baru itu, bukan? " Tanya guru itu.
" Oh iya, benar sekali pak. " Sahut Papa.
Kita diajak ke ruang guru dan dipersilahkan duduk sambil menunggu kedatangan Bu Betari. Beberapa lama menunggu, datanglah Bu Betari.
" Reanna, ayo kita ke kelas sekarang. Biar Papanya yang ngurus surat pindah. " Kata Bu Betari.
Aku berjalan beriringan dengan Bu Betari. Kelasku berada paling pojok dekat toilet laki - laki. Saat Bu Betari membuka pintu, suara bising dari dalam kelas sekejap menjadi senyap. Jantungku berdegup kencang saat memasuki ruangan kelas itu.
" Perhatikan! Hari ini kita kedatangan murid baru yang dari kemarin kita omongin. " Kata Bu Betari pada anak - anak di kelas.
" Perkenalkan dirimu. "
" Hi semuanya! Aku Graze Breanna, biasa di panggil Reanna, umur 17 tahun, pindahan dari SMA Harapan 10. "
" Semoga kedepannya kita menjadi akrab dan rukun ya! Sekian, Terimakasih. " Segera setelah itu mereka memberikan tepuk tangan.
" Reanna, kamu duduk disebelah Tony. Yang namanya Tony angkat tangan. "
Anak cowok duduk ditengah bagian belakang mengangkat tangannya. Aku segera ke tempat dudukku.
"Tony, Tony Natael. Salam kenal. " Sembari tersenyum hangat kepadaku.
" Salam kenal juga. "
Tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Anak - anak dalam kelas lantas pergi ke luar semua. Tak ada satupun anak yang mengajakku keluar, kecuali anak di sampingku ini.
" Mau keluar gak? yok bareng! Kita keliling sekolah yuk. " Ajak Tony dengan antusias. Aku hanya mengangguk dan berjalan disampingnya.
Sepanjang mengelilingi sekolah Tony menjelaskan setiap sudut ruangan dengan terperinci, aku menyadari sesuatu sedari awal keluar kelas, cewek - cewek disana menatapku dengan sinis.
" Tony! Lu dicariin Ketua OSIS, ngebahas yang kemarin itu. Kan belum selesai. " Cewek dari belakang itu menarik lengan baju Tony.
" Gausah tarik - tarik! " Tony dengan keras menghentakkan tangannya, yang membuat tangan gadis itu melepas tarikannya.
" Reanna, maaf ya. Kamu balik ke kelas dulu, gausah khawatir aku anterin. " Tony reflek menggandeng tanganku dan jalan terburu - buru.
" Besok aku janji gak ada yang ganggu kita keliling sekolahan, Okay? " Tony mengangkat jari kelingkingnya, Aku melingkarkan jari kelingkingku ke miliknya. Hanya sekejap dia hilang dari pandangan.
Cewek tadi tiba - tiba mendorongku, " Heh! Lu gausah kecentilan sama Tony deh. "
" Gw udah berbulan - bulan deketin dia tapi gak dapet - dapet! Dan Tiba - tiba lu datang, segampang itu ngerebut hati Tony!? Jauhi Tony atau lu bakal di bully satu sekolahan sampe lu keluar dari sekolah ini! " Ancam cewek itu dan meninggalkan ku begitu saja.
Akhirnya jam pulang sekolah tiba.
Aku menunggu ayah di depan sekolah, berjam - jam Papa tak kunjung menjemput juga. Aku mulai kesal dengan keadaan ini.
" Belom di jemput ya? " Tanya seorang cowok tiba - tiba yang membuatku kaget. Aku membalasnya dengan menganggukan kepala
" Yaudah, aku barengin. " Kata pria itu sambil tersenyum, yang tak lain ia adalah Tony.
" Makasih. Tapi, kamu gak di cariin kalo pulang terlambat? "
" Santai aja. "
" Reanna ... " Aku reflek menoleh.
Sepeda motor yang melaju tiba - tiba berhenti di depanku. Cowok itu membuka helm nya.
" Bro, let's go! Apel mulu lu ini. " Kata - kata itu pastinya ditujukan untuk Tony.
" Ck, Cabut lu dari sini! Cabut!! Cabut!! Ganggu aja ni anak setan! " Kesal Tony sembari berdecak kesal. Tanpa menjawab cowok itu memasang helm nya lagi dan melajukan motornya.
" Aku jarang banget Falling duluan. Dan ... "
" Do you want to be my lover? " Dia menatapku serius dan menggenggam tanganku.
" Huh? Kamu ga kecepetan apa? Kita baru kenal loh! "
" Tapi ... Kalo kamu emang beneran mau sama aku, bilang langsung aja ke papa ku. " Ucapku santai.
Tak lama mobil berwarna bulu kera berhenti di depanku. Papa menurunkan kaca mobilnya.
" Eh! Tony, makasih ya udah barengin Reanna. Biasanya dia udah nangis kalo kelamaan jemputnya. "
" Tony, nebeng gak? " Timpal ayah.
" Iya om, dengan senang hati. " Tony duduk disebelah papa.
" Om, Saya minta ijin pacaran sama Reanna. Boleh ga om? " Tanya Tony dengan berani.
" Nanti malam ke rumah bawa ayah kamu juga. Ntar kita bicarain bareng - bareng. Ayah kamu tau kok rumah om. "
" Siap om! " Ucap Tony dengan antusias
*
*
*
Ding .... Dong .....
Mama membukakan pintu. Keluarga Tony malam ini akan makan malam bersama di rumahku. Dimana ayah Tony dan papa adalah rekan bisnis.
" Jadi, acara makan malam ini sebenarnya buat ngomongin tentang Reanna dan Tony. "
Pernyataan papa membuat Ayah Tony yang mendengar itu melebarkan matanya.
" Ada apa sama Tony? " Ayah Tony terlihat cemas tapi papa merangkulnya dan membisikkan sesuatu.
" Oohhh ... Tentang kisahnya anak muda tohh. " Goda ayah Tony.
" Ga masalah sih, ayah aja deket sama papanya. Ya ... Silahkan aja. " Kata ayah Tony serius dengan nada yang santai.
Senyuman mengembang di bibir Tony dan dia spontan memelukku yang duduk disebelahnya.
- TAMAT -