Kelas IPA 2 bukanlah kelas seperti kelas lainnya yang biasa-biasa saja. Kelas ini memiliki banyak misteri dan rahasia di dalamnya yang bahkan guru mereka sendiri tidak mengetahui akan rahasia tersebut.
Semua ini disebabkan oleh taruhan yang diucapkan oleh Ella hingga membuat kelas IPA 2 menjadi kelas paling mengerikan sepanjang sejarah.
Semuanya berawal dari sini...
Senin pagi suasana kelas IPA 2 sedang damai damainya hingga suara seorang siswi menghentikan aktivitas siswa lainnya.
"Bagaimana jika kita melakukan taruhan?" saran ella
"Taruhan apa?" tanya Ita
"Taruhan mendapat peringkat tertinggi di kelas" jawab ella
"Apa untungnya untuk kita?" tanya figo
"Yang berhasil mendapat peringkat nomor satu pararel akan mendapatkan mobil lykan hipersport dan saham di perusahaan Lion Company. Bagaimana?" tawar ella
"Saham lion company? Apa perusahaan itu akan hancur?" tanya anggar
"Tidak. Tapi aku dan rendi baru saja membunuhnya kemarin. Jadi bagaimana? Kalian mau ikut nggak?" tanya ella
"Tentu saja. Perusahaan itu sudah lama kami incar" ucap berta mengeluarkan seringaiannya
"Lainnya?" tanya ella
"Done"
"Oke. Taruhan dimulai HARI INI" ucap ella
Dan setelahnya terjadilah persaingan ketat antar teman sampai mereka rela membunuh satu sama lain. Murid yang semula 32 sekarang hanya menjadi 15 orang. Mereka yang tersisa adalah Elya, Ita, Anggar, Zaky, Andre, Fani, Sintya, Figo, Fina, Nimas, Riza, Ella, Farel, Ade, dan Maya. Mereka akan berjuang sampai titik darah penghabisan.
Taruhan ini hanya diketahui oleh mereka saja sehingga guru lain akan menganggap mereka anak yang berusaha keras agar lulus dengan nilai baik padahal yang sebenarnya terjadi hanyalah taruhan tidak masuk akal.
Jumat malam anak IPA 2 berkumpul di kelas dalam posisi membentuk lingkaran dengan satu lilin di tengah sebagai pengganti lampu. Mereka terlihat seperti sedang membaca mantra dengan tangan saling menggenggam satu sama lain.
"Kami siswa IPA 2 bersumpah akan bertarung hingga mati untuk menjadi pemenang dalam perlombaan ini walaupun harus membunuh satu sama lain" ucap anak kelas IPA 2 bersamaan
Lilin tiba tiba mati dan lampu berkedap kedip tak tentu. Terdengar suara kursi dan meja saling bertabrakan di belakang mereka. Hingga...
BRAKK
Suara benda yang semula berterbangan langsung jatuh ke bawah ketika mereka semua menyelesaikan sumpah mereka.
Sebegitu pentingnya kah saham perusahaan dan mobil sport tersebut hingga mereka saling membunuh satu sama lain? Lalu setelah taruhan selesai apa yang akan mereka dapatkan? Siapakah yang akan menang?
"Tinggal 15 anak ya?" tanya fina
"Iya. Kau mau apa?" tanya nimas
"Ingin berhenti tapi nanggung sekali" ucap fina
"jika kau ingin berhenti sekarang juga boleh" ucap ella
"Benarkah?" tanya fina
"Hmm" jawab ella
"Kalau begitu aku ingin berhenti sekarang. Tapi aku ingin mengajak seseorang" ucap fina
"Siapa?" tanya riza
"Nimas" ucap fina
"Aku? Kau mau apa?" tanya nimas cemas
"Pergi ke neraka" ucap fina sambil menyeringai
"APAA?" teriak nimas sambil melototkan matanya
"Banyak tanya kau. Ayo" ucap fina sambil menarik tangan nimas
Dann...
BRAKK
Suara benda terjatuh terdengar sangat keras. Di bawah terdapat mayat fina dan nimas yang baru saja bunuh diri bersama. Darah segar terlihat mengalir deras dari tubuh kedua siswi tersebut. Bagi fina daripada harus membunuh lebih baik dia bunuh diri walaupun itu sama sama membuat mereka pergi ke neraka.
"Tragis sekali mereka" ucap elya
"Tak kusangka mereka berani melakukan hal itu" ucap anggar
"Sekarang tinggal 13 anak. Ada yang mau pergi ke neraka lebih dulu?" tanya maya
"Tidak" jawab mereka bersamaan
"Hahaha sudah kuduga. Ayo pergi sebelum satpam mengetahui keberadaan kita" ucap maya
"Lalu mereka berdua?" tanya ade
"Tinggalkan saja. Mereka tidak penting" ucap elya
"Baiklah"
Kurang dari seminggu sudah ada 10 nyawa yang melayang. Sekarang hanya tersisa 3 anak yaitu elya, ita, dan maya.
"Hanya kita bertiga?" tanya maya
"Hmm" jawab ita
Mereka bertiga sedang berada di bar yang sangat terkenal.
"Jika salah satu di antara kita yang menang apa yang akan kau lakukan?" tanya elya sambil meneguk wine
"Kalau aku akan pergi sejauh mungkin dari tempat mengetikan ini" ucap maya sambil meneguk red wine
"Kalau kau ta?" tanya elya
"Aku? Bunuh diri menyusul temanku mungkin" ucap ita sambil meneguk whiskey
"Besok akan menjadi akhir kan?" tanya maya
"Iya"
"Jika aku besok mati maka aku akan mengucapkan selamat tinggal sekarang. Selamat tinggal" ucap maya sambil berlalu meninggalkan bar
"Selamat tinggal juga" jawab elya dan ita bersamaan
Akhirnya mereka bertiga meninggalkan bar dan berjalan tak tentu arah. Kelakuan mereka bertiga bahkan sudah seperti orang gila. Ada yang tertawa dan menangis sendiri dan ada juga yang bertingkah seperti hewan. Sepertinya saraf mereka ter
lah terputus karena memikirkan banyaknya latihan soal untuk merebutkan posisi pertama.
Akhirnya hari yang di tunggu tunggu telah tiba. Hari yang akan menjadi penentu siapa yang akan memenangkan taruhan sini.
"Baiklah.Anak anak, ibu sudah memeriksa lembar kerja kalian dan yang menjadi peringkat satu tahun ini adalah ELYA. SELAMAT ELYA" ucap bu ayu memberikan selamat pada anak kesayangannya
"APA? terimakasih bu" ucap elya bahagia
"Selamat el" ucap maya dan ita
"Sama sama" jawab elya sambil tersenyum
"Selamat el" ucap ella
"Ka.. kalian? Kalian masih hidup?" tanya elya dengan wajah kaget
"Apa kau pikir kami mati el?" tanya andre
"Bukankah kalian memang sudahmati?" tanya elya
"Hahahah elya elya kau ini bodoh sekali. Apa kau pernah melihat wajah kami semua saat mati?" tanya sintya
"Tidak. Tapi aku yakin jika itu kalian" ucap elya
"Tapi kau salah sayang. Kami belum mati justru kami ini mematikanmu" ucap figo dingin
"Apa maksud kalian?" tanya elya ketakutan
"Ku pikir kau sangat pintar tapi kenyataannya kau sangatlah BODOH" ucap angar penuh penekanan
"Apa kau tahu apa yang kami rasakan?" tanya lia
"Tidak" jawab elya
"Kau hanyalah anak baru yang tiba tiba datang dan mencuri perhatian semua guru dengan sikap menjijikkanmu sampai membuatku muntah" ucap bertha
"Apa?"
"Ya. Sejak kedatanganmu kami sangatlah membencimu. Benci akan kepintaranmu, benci pada sifatmu dan kami paling benci ketika melihat wajahmu" ucap ella dingin
"Jadi selama ini?"
"Ya. Kami sengaja membuat taruhan ini untuk menjebakmu" ucap maya
"Bagaimana rasanya el?" tanya ade
"KALIAN BENAR BENAR KEJAM" teriak elya dengan nada marah
"Hohoho lihatlah wanita ini teman teman. Aku muak melihatmu el, enaknya dia di apain ya?" tanya nadif berpose berpikir
"Di bunuh"
"Di siksa"
"Di bakar hidup hidup saja" saran figo
"Ide bagus"
"Selamat tinggal elya sayang. Semoga tenang si neraka" ucap anak ipa 2
Setelah anak IPA 2 mengucapkan kalimat perpisahan tiba tiba api menyala besar dan mulai membakar semua benda yang di lewatinya termasuk membakar elya hidup hidup dalam kelas.
"Aku yakin jika dia masuk neraka" ucap nimas
"Benar. Masuk neraka jalur prestasi" ejek april
"Hahaha" tawa anak kelas IPA 2 menggema di koridor kelas 11
Tanpa mereka ketahui dibelakang mereka berdiri seseorang yang sedari tadi mereka bicarakan.
Dia adalah elya. Arwah yang raganya di bakar hidup hidup oleh temannya sendiri. Sejak aaat itu arwah elya selalu menggentayangi koridor dan kelas IPA 2. Bahkan arwah itu bisa membunuh manusia saking kelamnya dendam dalam dirinya. Semua teman temannya telah di bunuhnya kecuali fina yang sekarang beristirahat dengan tenang di makam setelah mencoba membebaskan elya dari kobaran api. Entah sampai kapan arwah gadis ini akan terus menghantui kelas itu. Bahkan pihak sekolah sampai harus menutup kelas tersebut saking angkernya.