God of School Game, adalah akademi bergengsi bagi para gamers di Jepang. Bahkan dari seluruh penjuru dunia rela datang untuk masuk ke sekolah tersebut.
Karena tes yang diberikan di luar nalar, hanya para orang jenius yang bisa lulus, membuat murid yang diterima tidak sebanding dengan data yang masuk.
Sekolah Swasta Bpearl
“Kau yang masuk di sekolah swasta ini cuma karena beasiswa, selain itu kau tidak tahu sama sekali mengenai rumus dan bermain game, bagaimana mungkin bisa masuk ke akademi bergengsi itu?”
“Tapi aku pacarmu, apa salahnya aku mengikutimu?”
“Pacar? Kapan kita pernah pacaran? Kau terlalu bermimpi Sakura-san.”
Gadis berambut pink itu terbelalak. Dirinya mendapat penghinaan seperti ini hanya karena kecerdasaannya yang tidak selevel dengan mereka.
“Kalian boleh menganggapku bodoh, tapi jangan merendahkan diriku juga. Baiklah, Gundara-kun, aku akan mengingat ini semua.”
...
Setelah tes selesai, geng Gundara lulus ke akademi. Semenjak hari itu mereka tidak pernah mendengar kabar Sakura.
Turnament setiap tahun untuk menentukan player dengan gelar “God of School Game” setahun sekali dimulai.
Terlihat seorang gadis berambut panjang berponi, mengenakan kacamata, headphone di telinganya, jaket berbulu dengan dalaman kaos kinsi dan celana pendek, serta sepatu modis.
“Bukankah gadis itu yang menduduki peringkat pertama di semua tes pendaftaran?”
“Aku pernah duel dan benar-benar tidak bisa mengalahkannya,”
“Dia seperti mengetahui semua isi sistem dan memanipulasinya,”
“Kurasa dia kandidat terkuat di akademi ini,”
“Orang-orang memanggilnya dengan kode nama Oracle,”
Turnament di mulai dengan 100 peserta didik baru. Stage 1, para player bebas memilih player lain yang ingin dieliminasi dengan syarat min.10 player dalam kurung waktu 30 menit.
Tiba-tiba muncul layar pemberitahuan sistem. Terlihat nama Oracle yang sudah menyelesaikan misi dalam waktu 5 menit.
Oracle menatap Gundara yang serius bermain. Ia pun memainkan jam tangannya tanpa para staff merasa curiga.
“Eh? Ada apa ini? Kenapa akunku tiba-tiba begini?” frustasi Gundara dan para gengnya.
Stage 1 selesai dengan 80 player yang lolos. Geng Gundara merasa nyaris, untung saja mereka lolos meskipun mendapat masalah sedikit.
Stage 2, player diarahkan untuk membentuk tim beranggotakan 5 orang dan mengajak tim duel dengan waktu 45 menit. Terbentuklah 16 tim dari 2 bagan, dan sudah pasti semua orang memperbutkan Oracle terutama tim Gundara.
Namun, Oracle sudah mempunyai timnya sendiri. Battle dimulai dan seperti biasa, Oracle membawa timnya dengan mudah menyelesaikan stage 2. Tim Oracle berhasil menyapu bersih seluruh tim di bagan B dengan durasi 20 menit.
Semua yang ada di bagan A mulai ketakutan. Mereka mulai menganggap Oracle sebagai iblis.
“Gundara-kun,” tatap Oracle memainkan kacamatanya.
Waktu mulai habis dan geng Gundara malah kewalahan. Sekali lagi sistem komputernya seperti diretas. Meskipun pada akhirnya, timnya yang menang.
Bagan A : Tim Gundara VS Bagan B : Tim Oracle
Stage 3 final, kedua tim akan battle virtual tapi hanya masing-masing ketua yang duduk di kursi game, sedangkan 4 anggota lainnya membantu di belakang layar.
“Gundara-kun, sebagai pacarmu aku akan mendukungmu, kami semua akan membantumu melawan Oracle,”
Namun, tim Gundara bingung karena yang menduduki kursi di tim Oracle bukanlah gadis itu, tetapi seorang lelaki.
“Bukan Oracle, ya? Dia sepertinya Akira,”
“Kalau begitu syukurlah, kita bisa memenangkan game ini dan mendapat hadiahnya,”
“Dia pasti takut berhadapan dengan Gundara-kun,”
Oracle yang mendengarnya lewat headphone miliknya hanya tersenyum remeh. Ia pun mulai menyalakan berbagai komputernya.
“Kurasa dirinya yang sebenarnya sudah muncul,”
“Kenapa Oracle bisa melalui stage dengan mudah, itu karena dia adalah peretas terbaik di dunia ini,”
“Dia bisa meretas ponsel dan semua alat teknologi dalam waktu 1 menit,”
“Ketua Akira memilihnya masuk di organisasi rahasia kita sudah tepat,”
“Oracle-san memang cocok dengan ketua,”
Ketiga anggota lainnya hanya duduk bersantai melihat Oracle mengotak-atik sistem.
Tim Gundara dibuat kewalahan. Lagi dan lagi, mereka seperti ini. Yang bikin lebih kaget, ia melihat Akira di tim Oracle hanya duduk santai tanpa melakukan apapun.
“Tunggu? Kenapa sistem tidak mengeliminasinya?” protes Gundara.
Sistem mengurangkan poinnya karena melihat tim Oracle juga sama seriusnya bertarung.
“Tapi dia jelas-jelas hanya duduk?!” seru Gundara membuat poinnya semakin berkurang.
Akira tersenyum begitupun Oracle. Dalam sekejap tim Gundara dikalahkan hanya di menit ke-8.
“Mereka berbuat curang!” seru tim Gundara.
“Hooh, benarkah Gundara-kun?” suara sistem dari seorang gadis.
“Ini? Bukankah suara Sakura?”
Oracle tersenyum, “Long time no see,”.
Epilog
“Kurasa aku sudah menemukannya, apakah kau mau menjadi mata kami?”
Dahi Sakura berkerut. Ia dibawa ke ruangan rahasia. Terlihat sudah banyak percobaan dimana-mana.
“Semua organ tubuh kami sudah dimanipulasi, kini tersisa mata tembus pandang, tapi tidak ada yang bisa menampungnya,”
Sakura membengkap mulut tapi ia kembali tersadar. Mengingat penghinaan Gundara, ia akan membalasnya.
“Baiklah, aku bersedia menjadi mata kalian,”