Seandainya itu nyata.
"Terima...terima...terima..."
Aku hanya terdiam mendengar ucapan seorang gadis yang tiba-tiba saja memberikan sekuntum bunga mawar, dan menyatakan rasa suka dia.
Di tambah lagi dengan sorakan teman teman nya yang membuatku bingung apa yang harus ku lakukan, di tambah lagi rasa takut ketahuan para guru mendengar riuhnya murid muridnya.
jangan sampai hari pertama aku pindah bisa menjadi hari pertama aku keluar dari sekolah.
" Ya, aku terima"
Terpaksa aku menjawab ya, setelah ada bisikan di telinga ku, bahwa ini jalan terbaik untukku.
mendengar jawaban ku, Reyna langsung memeluk ku begitu saja.
kupikir gadis ini sudah gila, menyatakan cinta sama orang yang belum dia kenal sama sekali.