Setelah makan, waktu terus berlalu hingga akhirnya matahari tenggelam, Paman White menidurkan kedua anak kecil di sarang, dan menceritakan cerita Si Kancil sebelum tidur, Paman White tertidur di tengah cerita, membuat Oreo dan Bebek Hercules tidak bisa berkata-kata, '...kenapa kamu tidur pertama saat kami belum tertidur?'
Keesokan harinya, Paman White dan kedua anak kecil bangun pagi-pagi. Awalnya Oreo tidak mau bangun, tapi setelah didesak oleh Ayah dan Bebek Hercules, mau tak mau ia menguatkan diri untuk terbangun, ia tidak mau memberikan kesan yang buruk pada Adik barunya.
Paman White memulai latihan agar kedua anak kecil itu tumbuh kuat. Pertama-tama, ia memotong akar pohon karet dan mengikatnya pada batu seberat 1 kg lalu mengikatkannya pada kaki Oreo dan si bebek.
1 Kg untuk satu kaki, jadi 2 Kg untuk 2 kaki, juga Paman White mengikatkan kalung dengan bandul batu seberat 1 Kg pada leher dan kedua sayap, sehingga totalnya 5 Kg yaitu pada leher 1 Kg, 2 Kg pada sayap, dan 2 Kg pada kaki.
Paman White lalu menyuruh kedua anak kecil berlari mengitari Danau Besi seluas 1.130 Km²,
Keduanya berlari dengan susah payah, Oreo lebih kuat dan memiliki kaki yang sedikit lebih panjang dari Bebek Hercules, jadi ia lari jauh di depan bebek, tapi ia tidak tega meninggalkan si bebek yang belum terbiasa berlari sehingga ia memperlambat langkah larinya agar bisa lari bersama si bebek.
Ini adalah olahraga pertama Bebek Hercules, jadi ia belum terbiasa.., dia dengan susah payah berlari dengan menggertakkan giginya mencoba berjuang sekuat tenaga agar tidak terjatuh.
Keringat mengalir deras dari keduanya, napas keduanya pendek dengan irama detak jantung cepat seolah bisa pingsan kapan saja. Pada akhirnya Bebek Hercules pingsan tepat setelah ia menyelesaikan lari beban mengitari Danau Besi seluas 1.130 Km².
"Adik..!!" Teriak Oreo.
"Ayah, Adik pingsan!"
Iron Lake Swan menghampiri Bebek Hercules dan memeriksa keadaan Bebek Hercules dengan .s.e.k.s.ama, setelah beberapa saat, ia mengangguk dan berkata, "Ia hanya pingsan karena kelelahan, ia baik-baik saja dan akan sadar setelah beberapa saat."
"Kalau begitu Ayah, Samapi ia siuman, aku akan merawatnya!"
"Perhatian pada temanmu, Itu bagus anakku."
"Ya, Ayah, tolong bawa ia ke tempat tidur."
"Baik."
Ayah Angsa membawa Bebek Hercules yang pingsan ke sarang dan membaringkannya.
"Ayah, tolong ambilkan air, aku akan memberi air minum begitu Adik bangun."
"Ok," jawab Ayah Angsa, ia keluar dan membawa air dengan gelas bambu.
"Ayah, basahi kapas dengan air, bawa kemari, lalu kamu akan mengompres dahi Adik dan membersihkan badannya yang penuh keringat!"
"Siap Komandan!"
Iron Like Swan melangkah keluar, namun setelah satu langkah ia merasa ada yang salah, ia berpikir dan menemukan masalahnya.
"Hei, Nak, bukankah kamu bilang kamu akan merawat Adikmu? kenapa malah aku yang harus menggendongnya ke sarang, mengambil air minum ke danau dan menyuruhku mengelap keringatnya?! bukankah itu seharusnya kamu??"
"Ayah, Aku sedang merawatnya! lihat, aku bergerak cepat dengan menyuruhmu dan mengawasi pekerjaanmu (mandorin) takut-takut ada yang salah pada Adik, jadi aku sedang merawatnya!"
Iron Lake Swan: "..."
'Menyuruhku yang Ayahmu? dan tidak melakukan apa-apa selain melihat?! kamu Jenius bin Malas!!'
______
15 menit kemudian
Bebek Hercules akhirnya tersadar, ia mengedipkan matanya menatap Paman White dan Oreo yang sedang menatapnya di samping tempat tidur.
"Kenapa kalian menatapku?" tanya Bebek Hercules.
"Kamu pingsan, aku dan ayah sangat khawatir, aku sudah menyiapkan air minum, ayo duduk dan minum dulu." Kata Oreo, ia lalu menarik Bebek Hercules untuk duduk dan memberinya segelas air minum.
Bebek minum segelas air, karena masih haus dan sudah banyak cairan yang terbuang selama latihan sebelumnya, ia meminum air sebanyak 7 gelas sekaligus.
Setelah minum dan mengatur napasnya, pikirannya melayang, 'aku lemah.. aku pingsan hanya dari latihan kecil..!'
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Paman White.
"Aku tidak memikirkan apa-apa Paman, aku hanya merasa aku sangat lemah!"
"Kamu tidak perlu sedih hanya karena pingsan sekali. Oreo pingsan 30 hari berturut-turut saat pertama kali memulai latihan. Selain itu, ini pertama kalinya kamu berlatih, jadi wajar jika masih belum terbiasa, tapi lambat laun kamu akan menjadi kuat, jangankan memutari danau sekali, di masa depan, kamu bisa mengitarinya seribu kali tanpa kelelahan."
"Betul Adik, kamu akan menjadi sekuat diriku di masa depan! yah... sebenarnya kamu tidak akan menjadi sekuat diriku, paling tidak sedikit dibawahku..?"
"Apa yang kamu katakan anak bodoh! Anak malas sepertimu mana mungkin bisa menjadi kuat!" kata Iron Lake Swan, ia memandang putranya dengan sedikit jijik.
"Hem! bahkan jika aku lemah di masa depan, aku akan menjadi angsa tertampan dengan 1.000 selir!"
"Anak konyol sepertimu mana mungkin bisa memiliki 1.000 selir? aku akan beribadah ke kuil Budha 7 hari berturut-turut jika kamu bisa mencari 1 istri!"
"Itu yang kamu katakan! jangan lupa, di masa depan, selain pergi ke kuil kamu juga harus menjadi pelayanku selama satu tahun!"
"Anak sialan! begitu kah caramu meminta Ayahmu jadi pelayan Anaknya? sungguh anak kurang ajar!"
"Hem! kamu yang memulainya Ayah!"
"Anak nakal!"
"Ayah bodoh!"
"Anak setan!"
"Ayah botak!"
"Aku tidak botak!"
"Aku juga bukan anak setan! jika aku setan, maka kamu adalah buyutnya setan!"
Bebek Hercules: "..."
'Mereka sepertinya senang bertengkar..,' pikir bebek.
_________
Setelah beristirahat dan berbaring di sarang, Bebek Hercules merasa bosan, ia pergi ke luar dan berjalan ke arah danau, ia melihat banyak ikan dengan berwarna-warni dengan air yang jernih.
Sungguh pemandangan yang bagus untuk mata!
Tiba-tiba air ludah mengenai mukanya.
Puh!
Bebek Hercules memandang ke depan di air, ia melihat seekor ikan lele yang sedang tertawa mengejeknya.
"Hehehe." Seekor ikan tertawa mengejek.
Bebek mengaktifkan kemampuan Eyes of Truth.
[Nama Monster]: Spitting Iron Catfish (Lele Besi Meludah)
[Level Monster]: 5, Normal Tier
[Grade Monster]: Besi Hitam
[Kemampuan]: Meludahkan Air
[Keterangan]: Monster ikan yang berevolusi dari Ikan lele biasa, setelah berevolusi menjadi Spitting Iron Catfish, monster ini memiliki kebiasaan meludah pada hewan/monster lain yang berdiri di pinggir danau.
Puh!
Bebek Hercules kembali diludahi oleh Spitting Iron Catfish!
"Itu kamu lagi Ikan bodoh!"
"Hehehe, Bebek bodoh! konyol dan bodoh! tangkap aku kalau bisa!" ledek Spitting Iron Catfish (Lele Besi Meludah).
"Kali ini aku akan membalas kamu untuk yang barusan dan kemarin!"
Bebek Hercules mengumpulkan kerikil di sekitar dan mulai melempari kerikil ke arah ikan.