Bosan dengan kisah yang sama setiap hari, mungkin bagus jika aku bisa belajar lebih banyak lagi tentang sebuah perasaan.
.
.
.
"Bukankah itu terlalu berlebihan? Tembus pandang?"
"Kuharap aku tidak terlihat dan bisa mengetahui dan mengerti masalah orang-orang disekitarku. Aku sungguh bosan sekarang karena tak ada hal yang menarik bagiku untuk dilakukan" .
Ya, aku penasaran dengan hal ini saat ini. Bagaimana caranya agar aku bisa melihat keseharian orang lain? Aku sungguh penasaran dengan kegiatan mereka.
.
.
.
Pagi
"Maaahhh.. Hari ini sarapan apa?.." Kataku menuju meja makan.
"Ayam, tidak apa-apa kan?"
"Gak papa.. Makasih mah" Kataku duduk di meja makan dan mengambil makanan.
.
.
.
"sshh.." "Lu kenapa?" Tanyaku. "Semalem gw jatoh dari tangga" Jawabnya. "Sakit gak? Mau ke uks?" Tanyaku. "Anter ya" Katanya. "Iya" Jawabku.
.
.
"Hati-hati dek, bahaya tau jatoh dari tangga begitu. Untung gak kenapa-napa" Kata kak penjaga uks. "Iya kak lain kali saya hati-hati" Jawabnya.
Aaakkkhh pikiranku ke mana-mana!! Aku hanya ingin tau apa yang mereka lakukan sehari-hari untuk mendapatkan beberapa cerita baru!
Kenapa aku sangat ingin melihat keseharian orang-orang? Apa gunanya itu? Kenapa aku sangat ingin melihat hal yang dialami orang lain.
"Woy lu kenapa? Ngelamun mulu" Tanyanya
Info:masih diruang uks
"Kamu ada masalah? Kok daritadi ekspresi nya gitu?" Tanya kak penjaga uks. "Eh gak papa kak! Hehe" Jawabku. "Masih mikirin caranya biar tembus pandang kah?" Tanya nya. "Gak ada akhlak banget lu malah bilang begitu" Batinku. "Tembus pandang? Maksud nya tidak terlihat?" Tanya kak penjaga uks. "Iya kak" Jawabnya. "Buat apa emang?" Tanya kak penjaga uks lagi. "Ah.. Saya hanya bosan saja akhir-akhir ini.. Saya sedikit penasaran tentang apa yang orang-orang lakukan" Jawabku agak gugup. "Kau ingin melihat keseharian orang lain?" Tanya kak penjaga uks. "Iya kak, mungkin itu bisa memberiku beberapa pelajaran baru? Mungkin seperti agar aku menghargai waktu atau sebagainya" Jawab ku lagi tegas. "Hm.. Tak perlu harus menjadi tembus pandang.. Mau dengar satu cerita?" Tanya kak penjaga uks. "Boleh kak" Jawabku. "Duduk sini samping aku, kita nyimak cerita sama-sama" Katanya menepuk kasur memyuruhku untuk duduk disana.
Pernah lihat adegan-adegan sedih dari sebuah film? Atau mungkin novel dan sebagainya. Apa kau menyukai adegan itu? Atau kau malah menangis saat melihat adegan itu?
Sama seperti hidup. Pahit manis asem pedes ada semua. Seperti bumbu dapur, itu juga diracik dan dicampur agar rasanya pas.
-tak ada yang sempurna didunia.
Bukan berarti kebanyakan orang yang punya keseharian yang bebas adalah orang yang bahagia atau selalu merasakan kesenangan di setiap detiknya. "Karena itu bisa saja hanya sebuah topeng" Kata seseorang berjalan ke dalam uks.
.
.
.
"Senior?" Kataku melihat kak lucifer, senior kami masuk ke dalam uks. "Haha, halo kalian" Katanya duduk di samping kak penjaga uks. "Halo juga kak" Jawab kami berdua. "Kalian sedang bercerita tentang apa? Sepertinya menarik" Tanya senior. "Soal tembus pandang, rayfa sepertinya penasaran dengan keseharian seseorang" Jawab kak penjaga uks. "Maksudnya? Mempelajari sebuah pengalaman?" Tanya senior. "Mungkin.. Iya kak" Jawabku agak ragu karena tidak mengerti maksud nya. "Tapi kita tidak perlu harus tembus pandang untuk tau cerita seseorang bukan? Kita bisa meminta mereka untuk menceritakan keseharian mereka" Kata temanku. "Benar, tapi bagaimana jika itu menjadi masalah?" Jawabku yang tidak mau ada perdebatan.
"Hei.. Sudah-sudah. Tenang semuanya" Kata kak penjaga uks.
.
.
.
Semuanya akan sirna pada akhirnya. Tak perlu ada kesan menarik di dalam kehidupan. Bagi beberapa orang, Cukup jalani dan mengerti. Itu sudah lebih dari cukup untuk mereka. Mereka yang ambisius untuk mendapat sesuatu atau mencapai sesuatu, mereka yang giat dan rajin belajar tentang hal itu. Aku juga penasaran bagaimana rasanya. Dimana mereka cerdas, dan juga mungkin mereka tidak pernah berada dijalan yang salah. Dimana aku juga penasaran tentang bagaimana pola pikir mereka sampai bisa seperti itu.
Topeng bisa dilihat semua orang. Senyuman palsu yang melambangkan sebuah kebahagiaan. Dibaliknya adalah "dia" Yang sebenarnya. Dibalik wajah yang tersenyum lebar, tersimpan sebuah kesedihan serta banyaknya pemikiran buruk tentang segala hal.
Apa yang membuat mereka begitu tertarik tentang sebuah cerita yang bisa saja diubah dan dijadikan sebuah karangan belaka? Tidak sesuai realita yang ada.
Aku cukup muak untuk mencoba menulis hal yang bahkan aku tidak pernah alami. Bahkan walaupun aku menyukainya. Aku bisa berhenti kapanpun aku mau. Secara tiba-tiba
Aku iri dengan mereka yang mengatakan tidak memiliki cerita menarik mengenai hari mereka tapi masih bisa mendapatkan senyuman manis untuk hal yang biasa saja. Entah dia memang menyukainya atau itu baik untuknya.
Batin seseorang bersembunyi dibalik pintu
.
.
.
"Intinya, tidak perlu menjadi tidak terlihat hanya untuk mempelajari sebuah makna baru, cukup kau mengerti tentang mereka lalu mengubahnya dalam bentuk pemikiran mu" Kata senior
"!"
"Siapa itu?" Kataku melihat kearah pintu uks yang terbuka
"Hm???"
Aku arisawa miya, dan terimakasih telah mendengarkan!