Hai kenalin nama ku Anna, aku berumur 19 tahun sekarang aku sedang kuliah bersama teman ku yang bernama Sila.
Sila dan aku sudah berteman sejak SMA dan kami memutuskan untuk sekolah bersama saat lulus SMA nanti.
Penampilan ku sangat berbeda dengan Sila, dia sangat cantik sedangkan aku? aku hanya gadis biasa yang suka memakai kacamata.
Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan pusat, karena aku tak bisa menemukan buku yang ku inginkan di perpustakaan kampus.
Setelah mendapatkan buku yang ku inginkan, hujan turun dengan sangat deras, aku mendesah kecewa karena lupa membawa payung.
Hanya satu hal yang bisa ku lakukan yaitu menunggu hujan reda barulah aku bisa kembali ke kos-an milik ku dan Sila.
Tak jauh, aku melihat seorang pemuda yang memandang ke arah dinding, apa yang sebenarnya dia lihat?
Aku mendekatinya perlahan-lahan, bagaimana pun dia orang yang tak pernah ku kenal.
Tinggal sedikit lagi aku mendekatinya namun tiba-tiba dia berbicara. "Kau membutuhkan payung? ambilah milikku, "
"Ah terimakasih, "ucap ku, namun dia tak melirik ku sama sekali bahkan dia terlihat asik menatap dinding yang tak ada apa-apa nya.
Tak mau berlama-lama, aku langsung melangkahkan kaki ku keluar dari perpustakaan itu.
Derasnya hujan membuat pakaian ku sedikit basah, namun tak apa-apa yang penting dirinya bisa kembali ke kos-an nya. Untunglah ada pria itu sehingga aku bisa pulang jika tidak maka aku akan terjebak di sana sampai besok.
Tapi, bagaimana dengannya? bukankah seharusnya dia pulang juga?
Entahlah, aku hanya ingin pulang ke rumah dan membaca buku lalu memasak makanan untuk ku dan Sila.
Cekrek....
"Hai Anna, kau dari mana saja? apakah kau tidak tahu kalau aku khawatir dengan mu sekarang? oh ya apakah kau tahu aku akan di ajak kencan oleh kakak kelas yang bernama Aldo!! ahh senangnya bisa berdekatan dengannya! "teriak Sila dengan histeris, yah begitulah dirinya suka heboh sendiri bila di ajak kencan.
"Baik-baik, tadi aku sedang di perpustakaan namun aku terjebak hujan untunglah pemuda aneh itu memberikan ku sebuah payung, "jawab ku dan dia menganggukkan kepalanya.
"Anna! kau perlu membantu ku untuk berdandan dan pergi kencan besok!! "ucapnya.
"Iya Sila, "ucap ku dengan sabar, begitulah dia sangat cerewet seperti ibu-ibu.
Keesokan harinya...
Aku sendirian di dalam kos-an ku, Sila pergi berkencan dengan Aldo sedangkan aku harus diam di rumah karena hari ini adalah hari weekend.
Aku melirik meja ku dan ternyata aku lupa mengembalikan sesuatu. "Aku lupa mengembalikan payung nya, tapi hari ini pasti perpustakaan tutup lebih baik besok saja deh, "
Tak sengaja aku melihat nama di gagang payung tersebut "Kelvin" mungkin itu nama pemilik payung ini.
Tepat pad keesokannya aku pergi ke perpustakaan sekalian untuk mengembalikan buku yang ku pinjam 2 hari yang lalu.
Setelah mengembalikan buku, aku mencari tempat duduk pemuda itu, aku mengedarkan pandangan ku dan ketemu! dia ada di pojok sana dekat dengan dinding.
Aku melangkahkan kaki ku mendekatinya, saat akan sampai tiba-tiba dia menjatuhkan barang nya.
Aku membatunya untuk mengambil buku itu, aku mengerenyitkan kening ku, bukankah ini buku untuk orang yang buta?
"Hey, barang mu jatuh, "ujar ku.
"Tak perlu, aku tak membutuhkan lagi, "ucapnya sambil menatap ke arah dinding.
Aku menatapnya dengan tatapan bingung, aku duduk di depannya. "Baiklah, tapi kenapa kau terus menatap ke arah dinding? padahal tak ada yang bagus di dinding itu, "tanya ku.
"Aku melihat semua yang aku pikirkan, "ujarnya.
"Apa yang kau lihat? "tanya ku lagi.
"Aku melihat sebuah taman dan danau yang besar, "ujarnya yang masih menatap dinding.
"Emm, tapi itu hanya dinding saja, Kelvin , "ucapku.
"Ternyata kau tahu nama ku, oh ya apakah itu hanya dinding? "tanyanya.
"Ya, di depan mu hanyalah dinding kau tahu itu, "ucapku dengan cepat.
"Tidak, aku tak tahu apa yang ada di depan ku, tapi aku hanya membayangkan sesuatu yang aku pikirkan saja, "ucapnya dengan senyuman.
"Oh ya siapa nama mu? "tanyanya.
"Nama ku Anna, "jawab ku.
Sejak saat itu aku berteman dengan Kelvin, kami selalu menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. Kami selalu bertukar cerita masing-masing dan aku tahu bahwa dia tak bisa melihat saat ini.
Aku memakluminya karena aku hanya membutuhkan teman yang bisa di percaya bukan teman yang memiliki kesempurnaan.
Setiap kali aku akan pergi dari kampus, aku selalu terburu-buru untuk menemuinya dan tak sabar untuk melihat dirinya. Perasaan apa ini sebenarnya?
Aku juga sering menceritakan sosok Kelvin kepada Sila dan dia bersemangat untuk mendengarkannya walaupun dia sedikit malas.
Hari ini aku melihat di wajahnya yang tersirat ketakutan dan kebahagian. "Kelvin, ada apa dengan mu? "tanya ku
"Tidak apa-apa Anna, aku senang kalau aku akan mendapatkan penglihatan ku kembali, tapi aku tak ingin meninggalkan mu Anna, "ujarnya dengan nada sendu.
"Berapa lama kau akan pergi? "tanyaku sambil memegang tangannya.
"Sekitar 1 minggu, "aku tercengang dengan jawabannya, apakah aku akan tahan jika tak bertemu dengannya selama 1 minggu?
Namun, aku tak boleh egois, dia akan mendapatkan penglihatannya kembali harusnya aku senang bukan bersedih.
"Kelvin, aku akan selalu menunggumu pulang, jadi kau tenanglah pergi dan sembuhkan matamu, "ucapku meyakinkan dirinya.
"Sebenarnya aku hanya penasaran dengan wajahmu, oleh sebab itu aku ingin menyembuhkan mata ku ini, "ujarnya.
Aku tercengang, dia sangat ingin melihat wajah ku yang terbilang sangat biasa?
"Aku akan menunggumu, jadi pergilah Kelvin, "ucapku dengan tulus.
"Terimakasih Anna, "ucapnya sambil memelukku dengan erat.
Ini hari di mana kami akan terpisah selama 1 minggu untuk pengobatannya, aku tak akan pernah menghalanginya untuk sembuh.
Hari-hari telah ku lalui, rasanya sangatlah bosan jika tak ada Kelvin di sisiku, terasa sangat hampa hidup ini.
Hari yang ku lewati tanpa Kelvin sangatlah berat, bahkan aku selalu merasa bahwa hari berjalan dengan sangat lambat.
Seminggu telah berlalu, aku tak tahu kapan dia pulang kembali ke sini.
Hari ini aku sedang pergi ke perpustakaan dengan Sila, tak sengaja mata ku melihat keberadaan Kelvin di tempat biasa.
Aku senang sekali akhirnya dia kembali, namun tak sengaja aku melihat kaca yang besar, aku hanya gadis biasa tak ada cantik-cantik nya, jika Sila dan aku di bandingkan maka Sila lah yang menang daripada aku.
"Sila, "panggil ku.
"Ada apa Anna? "tanya Sila kepadaku.
"Apakah kau ingat orang yang pernah ku ceritakan saat aku berada di perpustakaan? dia adalah orangnya, "ucapku sambil menunjuk tempat yang biasa kami bersama.
"Lalu kenapa? "tanya Sila.
"Lihatlah penampilan ku, aku tak seperti mu Sila, kau mau pergi mendekatinya bersama ku? "tanyaku dengan hati-hati.
"Okay, "dia setuju untuk mengikuti diriku.
Sesampainya di sana aku menundukkan kepalaku, saat aku ingin duduk di depan Kelvin Sila menyerobot diriku.
"Kelvin kapan kau pulang? kenapa kau tak memberitahu ku? "tanya Sila yang membuat ku terperangah tak percaya.
"Kau adalah Anna? "tanya Kelvin.
Saat aku ingin menjawab, Sila terlebih dahulu menjawabnya. "Iya aku Anna Kelvin, ini Sila teman ku, "ucapnya sambil menunjuk diriku.
"Kau cantik Anna, "puji nya kepada Sila.
Kau jahat Sila! kau memakai identitas ku untuk mendekatinya! kau sangat jahat! pikir ku dalam hati.
Aku berlari menjauh, hati ku benar-benar sakit Sila sangat jahat kepada ku, bagaimana bisa dia mengatakan itu dengan mudah??
Setelah hari itu aku bertekad untuk menanyakan hal ini kepada Sila, namun dia selalu menghindari diriku dan menjauhi diriku.
Aku mendesah kecewa, namun aku tak akan pernah menyerah! Kelvin harus tau siapa Anna sebenarnya selama ini!
Tak jauh aku melihat Sila dari jauh, dengan cepat aku mendekatinya.
"Sila, "panggil ku yang mencengkram tangannya saat ingin kabur.
"Lepaskan aku Anna, "ucapnya sambil menghempaskan tangan ku.
"Kenapa kau melakukan ini Sila?? "tanya ku dengan wajah sendu.
"Yang ku lakukan adalah hal benar, Kelvin sangat menyukai dirimu di bandingkan dirimu Anna. Kau sangat berbeda dengan ku wajar jika dirinya mencintai diriku daripada dirimu, "ucapnya dengan angkuh.
Aku menangis mendengarkan ucapannya, apakah benar jika kita mencintai harus memerhatikan penampilan??
"Jangan menangis disini!! pacar ku akan menjemput aku di sini!! jika kau ingin menangis pergilah ke kamar mandi Anna, "desis nya.
"Jadi selama ini kau bukan Anna? "tanya Kelvin yang datang tiba-tiba.
"K-Kelvin Aku Anna dia hanya berbohong, "tuduh Sila.
"Aku sudah mencurigai dirimu, sejak awal kita bertemu saat itu suara mu berubah 180° berbeda dengan biasanya, "ucap Kelvin sambil menatap Sila.
"Aku sakit tenggorokan Kelvin, oleh sebab itu suara ku berbeda dari biasanya, "sanggah nya dengan cepat.
"Lalu, kemana sifat mu yang lembut selama ini? kau sangat berbeda dengan Anna yang aku kenal, "ucap Kelvin.
"Pergi dari sini dan jangan pernah temui aku lagi!!! "teriak Kelvin dan Sila langsung pergi.
"Maafkan aku Anna, "ucap Kelvin sambil memeluk ku.
"Kau tak salah Kelvin, dia memang benar aku sangat berbeda dengan dirinya, dia cantik dan elegan sedangkan aku jauh dari kata Cantik, "ucapku sambil menatap lekat matanya.
"Anna, ku beritahu bahwa cinta itu tak pernah melihat penampilan karena..." dia menggantungkan ucapannya dan mengambil payung lalu mengarahkan payungnya ke atas kepala kami.
"Karena cinta itu buta, "jawabnya dan tepat saat itu hujan turun.
"Aku mencintai mu Anna, "ujar Kelvin.
"Aku juga mencintai mu Kelvin, "jawab ku.
Kami pergi bersama walaupun hujan turun dengan deras, kami bersenang-senang karena akhirnya drama itu menghilang setelah 1 minggu lamanya.
Aku sadar bahwa cinta tak pernah memandang kecantikan karena cinta selalu datang tiba-tiba dan membuat kita tak pernah mau kehilangan.
~Tamat~