Di samping gundukan tanah merah yang masih basah seorang pria memeluk erat batu nisan dengan air mata yang terus mengalir tiada henti sambil memanggil manggil sang pujaan hatinya tuk kembali.
" sayang ,,,, sayang,, ,, aku tak bisa hidup tanpa mu,,, hiks,,,hiks,,, jangan tinggalkan aku sayang,, apa arti hidup ku jika tanpa mu,, aku tak akan mampu melewati sehari pun tanpamu,, kembalilah,,, kembalilah zara sayang,,,," teriak azka yang memilukan
"Tuhan mengapa kau ambil zara ku??? kenapa kau tak ambil saja diriku,,, aku tak ingin hidup tanpa nya,,, ambil saja nyawaku Tuhan agar ku dapat bersama nya lagi" teriak azka lagi sambil memukuli wajah nya sendiri dan menyalahkan tuhan atas takdir ini.
Ya, dia adalah Azka pradipta seorang lelaki yang kurang beruntung. Di hari pernikahannya yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan namun kenyataannya berbanding 180°, dia harus menelan pil pahit kekasih yang di pinang nya satu tahun yang lalu, yang selalu menemaninya dalam suka dan duka harus pergi setelah akad nikah di ucap. Dan itupun dengan cara tragis. Zara meninggal dikarenakan mobil yang di kendarai azka yang menuju tempat resepsi mengalami kecelakan adu banteng dengan mobil truk barang yang melaju dengan kecepatan tinggi dan tabrakan pun tak dapat di hindarkan, mobil azka rusak parah dan penumpangnya sudah pasti terluka parah,,
"sayang,,, sa,,,yang,,,,, " ucap azka pada zara yang sudah penuh luka dan darah dimana-mana
"ya ,,i,,ni,,, aku sa,,,yang,,," jawab zara terbata bata menahan rasa sakit
" mak kasih ka,,u su,,,,dah ,,mau, men,,,ja,,,di,,, su,,a,,mi,,ku,, aku sang,,at ba,,ha,,gi,,a,,, maafkan aku tak bisa me,,me,,,nuhi ke,,wajiban ku se,,bagai,,, istri,,, a ku,,,,, ha,,,rus,,,,per,,,gi,,, a,ku,,, sangat men,,,cintaii,,, mu,,," lanjut zara yang d teruskan dengan hembusan napas panjang dan terhenti seketika.
zara meninggal di samping azka membuat azka histeris "zara,,,, bangun,,,, zara bangun,,,, jangan tinggal kan aku" ucapnya sambil menggoyang giyangkan tubuh zara dan mendadak semua menjadi gelap, azka pun pingsan.
Siang berganti malam, hari berganti minggu ,,minggu menjadi bulan dan bulanpun menjadi tahun. Begitulah roda kehidupan semuanya terus berjalan. Tapi tidak dengan azka, dia masih meratapi kepergian zara. Tak ada Zara hidupnya seperti jalan di tempat, hanya rambut yang semakin panjang dan badan yang tak terurus yang nampak jelas perubahannya. Selain itu tak ada,,, semangat hidupnya tlah pergi bersama cintanya dengan zara, sekarang dia bak mayat hidup yang memiliki dua tempat kalau tidak di kamar berarti di makam mendiang istrinya. azka rela berjam jam duduk di samping pusara istrinya entah apa yang ia tunggu.
Orang tuanya sudah berbagai macam cara tuk memulihkan anak kesayangannya tapi nilainya selalu saja nihil, azka tetap saja begitu tak mau melanjutkan hidupnya.
sampai suatu hari mereka memanggil kayla teman masa kecil azka, berharap ia mampu mengembalikan azka seperti dulu lagi. Sungguh sulit melakukan itu semua tapi kayla tak pernah menyerah "waktu itu pasti kan tiba" ucap kayla menyemangati dirinya sendiri, dari perlakuan azka yang kasar dan arogan sebagai bentuk penolakan terhadap kayla.
"kau pasti sangat di cintai azka, begitu juga sebaliknya,. Bisakah kau bantu aku mengembalikan senyumnya lagi, dia begitu terpuruk dengan kepergianmu.. tolong bantu aku " ucap kayla pada poto zara yang terpangpang di meja kamar azka. Dan si empu yang punya kamar memang sedang tidak ada sana, dia masih duduk termenung di samping pusara zara.
Sepulang dari makam azka yang berniat langsung pergi ke kamar saat melewati kamar kayla tanpa sengaja melihat kayla yang sedang berdoa setelah shalat isya, dia mendoa kan kebahagiaan azka dan mendoakan zara yang sudah tenang di Sana. Azka yang hatinya sudah mengeras mulai tersentuh dengan doa doa yang di ucap zahra.
"padahal aku sudah begitu jahat padanya, tapi dia tetap mendoakan ku dan dia mendoakan zara yang bahkan aku tak pernah melakukannya, karna ku sibuk mengutuk diriku sendiri . Ya tuhan apa yang telah ku lakukan selama ini" ratap azka di dalam kamarnya setelah meninggalkan kayla yang masih khusu berdoa dan melantunkan ayat suci alquran.
Setelah kejadian malam itu sedikit demi sedikit azka mulai berubah, mecoba menerima kenyataan yang ada, menerima takdir yang telah di goreskan untuknya. Dan semua itu tak luput dari kerja keras kayla dengan sabar membantunya.
"terima kasih kay" ucap azka sambil duduk d samping kayla yang sedang membaca buku
"terima kasih untuk apa" jawab kayla menoleh padanya
" karna kau telah membantuku melewati semua ini dan maaf aku pernah berbuat kasar padamu" sesal azka.
"itulah guna nya teman tak perlu berterima kasih apalagi minta maaf"
Semenjak saat itu azka semakin dekat kayla, mereka sering jalan, nonton dan makan bareng bahkan setiap hari jumat mereka selalu berziarah bareng.
"ka buruan.... katanya mo ke makam zara entar keburu sore" Seru kayla pada azka
Tapi tak ada jawaban, kayla pun akhirnya masuk ke dalan kamar azka.
"kok kosong kemana orang nya?" pikir kayla
"hai zara apa kabar?? kamu tahu gak sekarang azka udah kembali lagi kayak dulu. kamu senangkan ? aku juga senang pake banget malah." ucap kayla pada poto zara yang masih setia berada disana.
" tapi apakah aku terlalu egois, jika rasa yang ku kubur dalam dalam itu kini muncul kembali. ya,, Zara aku mencintai azka mu bahkan jauh sebelum kau mengenalnya. Dulu ku menyerah karna dia telah memilihmu gadis baik hati yang berhati bak bidadari.
Tapi kini rasa itu datang lagi bolehkah aku memperjuangkannya?? aku begitu tulus mencintainya." sambung kayla sambil meneteskan air mata
" kau sedang apa?" tanya azka yang muncul dari kamar mandi mengagetkan kayla
"enggak sedang apa apa kok. cuma liatin poto zara cantik ya?? he,he,,," jawab zara sedikit kaget yang di jawab anggukan oleh azka
"katanya mo ke makam sekarang ayo keburu sore"
"ayo ,, sorry tadi abis setor dulu" jawab azka sambil melenggang meninggalkan kamar.
Tanpa di sadari kini azka merasa sangat nyaman berada di dekat kayla. Cinta yang dulu mati bersama kepergian zara kini mulai tumbuh kembali
dan sekarang cintanya untuk sahabat kecil nya KAYLA.
Semenjak percakapan kayla dengan poto zara yang di dengarnya tanpa sengaja, azka bertekad tuk memantapkan hatinya pada kayla.
"kau adalah cinta pertamaku istri tebaikku, semoga kau bahagia di sana ku kan selalu mendoakanmu. hari ini ku akan memulai lagi semuanya.semoga kau merestuiku Zara, aku akan memulainya bersama kayla. terima kasih untuk semuanya". ucap azka sambil mencium poto zara dan menyimpannya ke dalam kardus.
azka memutuskan tuk membereskan semua barang barang yang menjadi kenangan bersama zara, menyimpannya di dalam gudang. mengunci kenangan itu biarlah menjadi kenangan. Dan masa depannya sudah menanti.
setelah membenahi semuanya azka mengajak kayla ketemuan di makam Zara, tanpa basa basi kayla pun mengiyakan.
mereka datang hampir bersamaan , setelah tabur bunga dan berdoa azka mengutarakan perasaannya pada kayla di depan makam zara
" kayla bolehkah kita lebih dari sekedar teman?"
"maksud mu?" pertanyaan azka di jawab dengan pertanyaaan
"mau kah kau menjadi pendamping hidupku?? setelah kepergian zara hanya kau yang mampu membuatku kembali. Dan rasa ini semakin besar untuk mu. aku mencintaimu kayla"
kayla yang mendengarnya seolah tak percaya dengan apa yang di dengarnya, kata yang selalu di idamkannya kini terucap dari mulut azka sendiri dengan penuh ketulusan.
"iya,,,, aku mau ka." jawab kayla dengan wajah merah merona bahagia bercampur grogi
"terima kasih kay,,, aku mencintaimu" ucap azka sambil memeluk kayla
"aku juga mencintaimu" jawab kayla membalas pelukan azka. "dan terima kasih kau telah membalas penantianku selama ini" ucap kayla dalam hati
merekapun pulang dari sana dengan hati yang berbunga.
"Terima kasih cinta kau datang kembali di kehidupan ku, ku tak akan menyia nyiakan anugrah ini. Ku kan selalu menjaga cinta ini dan membuatnya semakin besar dan besar lagi."
terima kasih cinta