"Aku harus lari, tetapi kemana !? "
Seorang wanita berlari tampa arah dan tujuan menghindar dari kejaran sekelompok pria
"DIMANA DIA !?"
"DASAR CEWEK SIALAN !"
ucap seorang laki - laki paruh baya dengan nada yang begitu marah
"Cari cewek itu hingga dapat ! Mengerti !"
ucap laki - laki paruh baya sambil menunjuk ke segala arah memerintahkan bawahannya
"Mengerti"
Ucap sekelompok pria yang sedang berkumpul, lalu berpencar mencari sesosok wanita yang di perintahkan oleh pemimpin
Suara langkah yang begitu cepat memecahkan kesunyian malam, nafas yang begitu tergesa - gesa seperti di ambang hidup dan mati
"Aku harus tetap hidup, tuhan tolong aku sekali ini saja "
Ucap seorang wanita yang bersembunyi di balik balok - balok kayu
Terdengar suara langkah kaki
"Aku akan menolongmu jadi keluarlah sekarang, tenang saja aku di sini untuk melindungimu"
Ucap seorang pria dengan nada yang lembut, mengenakam jaket abu - abu dan celana panjang hitam, pria itu menguluran tangan di hadapan wanita itu
"K-kamu siapa ? "
ucap gadis itu dengan nada takut
"Aku ? Kamu tidak perlu tau siapa aku, intinya sekarang ayuk kita pergi dari sini "
Pria itu hanya tersenyum dan menarik tangan wanita yang sedang ketakutan itu dengan lembut
Kami berlari dari kejaran sekelompok orang yang mengejar kami berdua
Alarm hp berbunyi, vera terbangun dari mimpi yang begitu sangat nyata sangat sulit membedakan antara nyata dan mimpi, keringat dingin masih keluar dari tubuh vera
"Apa...apa tadi hanya mimpi ? Mimpi yang terasa nyata..."
Vera masih terdiam di atas ranjang kasur, sejenak memikirkan mimpi tadi
Seseorang mengetuk pintu kamar*
"Nak ayuk bangun, nanti kamu terlambat ke sekolah "
ucap ibu dengan suara lantang sambil mengetuk pintu
"Baik bu, aku siap - siap dulu "
ucap vera sambil berlari tergesa - gesa karena jarum jam menunjukan pukul 08.00
"AKU TERLAMBAT !? "
ucap vera dengan nada panik, vera berlari ke luar kamar dan berlari ke dapur untuk mangambil bekal
"Dasar anak malas, kemarin malam kamu tidur jam berapa ? Bisa - bisa ya terlambat"
Oceh mama yang sedang membuat sarapan
"Sudahlah mama, wajar saja vera bangun terlambat kemarinkan ada acara di sekolahnya ma "
Ucap papa sambil membaca koran harian
"Papa yang terbaik "
ucap vera sambari memeluk papa dan tersenyum
"Sayang anak papa yang manis ini"
Senyum papa sambil mengusap kepalaku dengan lembut
"Mau sampai berapa lama peluk - peluk begitu, ini sudah jam berapa nanti kamu di hukum"
Mama berjalan menghapiriku lalu memberikan kotak bekal, lalu mencium keningku
"Ah iya ! Aku bakalan kena hukuman oleh bu duinda jika terlambat masuk kelas, papa mama aku berangkat kesekolah"
ucap vera sambil salim tangan mama dan papa, vera berlari keluar rumah
"Aaaa....bus ya, aku terlambat ! Sial ! "
Ucap vera dengan nada kesal lalu menghela nafas kasar sambil mengusap keringan yang bercucuran dari dahi
" VERA ! "
Teriak seorang pria yang menaiki sepeda merah dengan tas di pundaknya
"Anggara ! Pas sekali, tadi aku tertinggal bus "
ucap vera dengan nada senang
"Ayuk naik, nanti kita bisa terlambat "
Anggara tersenyum dan menepuk tempat duduk di belakang sepedanya
Aku duduk di balakang anggara, anggara mengayuh sepeda dengan cepat, terlintas aku mengingat sesuatu dan seketika itu juga kepalaku sakit
"Akh...kepalaku..."
Tanganku memegang kepala
Sepeda berhenti tiba - tiba*
"Vera apa kamu baik - baik saja ? Mau kerumah sakit ?"
Tanya anggara dengan nada sedikit khawatir
"Haha...aku tidak apa - apa ayuk jalan lagi, nanti kita terlambat ke sekolah....."
Melihat jam tangan, wajah kaget
"Anggara ! Ini sudah jam 8.30 sebentar lagi pelajaran akan di mulai ! "
Sontak anggara mengayuh kembali sepedanya dengan cepat dan itu membuatku kaget tampaku sadari kedua tanganku memegang pinggang anggara
( "Aaaaaa.....a-aku...bodoh apa yang aku lakukan" )
Ucap vera dalam hati
vera sedikit memiringkan kepala dan melihat senyuman anggara seolah - olah dia senang jika aku memegang pinggangnya, wajah vera seketika sedikit memanas
( "K-kenapa hatiku berdebar - debar seperti ini ?" )
Ucap vera dalam hati
Beberapa menit kemudian kami berdua akhirnya sampai di depan gerbang sekolah dan berlari memasuki koridor sekolah
"Aku terlambat....aku terlambattt ! "
Ucap vera sembari berlari dengan cepat menuju kelas
"Ayuk anggara buruan...nanti kita di hukum ! "
Ucap vera dengan suara keras
"Sabar nafasku sesak"
Ucap anggara sambil mengatur nafas
Akhirnya kami berdua sampai di depan kelas dengan keringat yang bercucuran dari dahi dan nafas tergesa - gesa
Vera mengetuk pintu kelas*
"Permisi bu...kami terlambat...."
Ucap vera dengan nada pelan
"Dari mana saja kalian berdua ? Jangan - jangan kalian berdua habis dari pacaran di kantin sekolah ya ? Masih jam segini udah pacaran"
Ucap ibu guru duinda sambil tertawa kecil
Dari kelas yang hening tiba - tiba penuh tawa yang meledek kami berdua
"Aciiieee diam - diam pacaran"
Ucap temen - temen di kelas
Wajah vera malu dan vera menoleh ke samping ternyata anggara juga sama
"K-kami tidak pacaran bu, kebetulan tadi saya terlambat naik bus ja-di saya dan anggara naik sepeda berdua"
Ucapku dengan nada malu dan terbata - bata
"Iya sudah kembali ke tempat duduk kalian berdua, tetapi lain kali jangan terlambat lagi mengerti ? "
Ucap bu duinda
"Baik bu, maafkan kami berdua"
Ucap kami berdua secara bersamaan
vera berjalan menuju tempat duduk, lalu vera duduk dan menatap ke arah jendela, samar - samar vera melihat seseorang berdiri di depan gerbang menggunakan jubah hitam dan topi hitam, menatap ke arah vera
"Vera, tolong jawab soal nomor 6"
"Vera ? "
Ucap bu duinda dengan sedikit berteriak
Tiba - tiba ada yang menepuk pundak vera dari samping
"Suy...vera..we di panggil sama bu duinda, kamu di suruh jawab nomor 6 tuh"
Ucap teman vera dengan nada bisik - bisik
"Eh iya baik bu saya akan menjawab"
Sontak badanku berdiri lalu mengambil buku dan terdiam
Semua teman - teman yang berada di kelas, mematapku lalu tertawa akan tingkahku
"Vera tadi kamu ngapain saja ? Sampai kehilangan fokus begitu"
Ucap bu duinda sambil menatapku
"Anu...maaf bu tadi saya kurang fokus... "
Ucapku dan tiba - tiba temanku berkata
"Ah paling gak fokus mikirin anggara"
" CIEEEHHHH"
sontak semua jadi heboh, para siswa terus meledek vera
"Sudah - sudah kalian semua diam, kita lanjutkan pelajarannya"
Pelajaran di lanjutkan kembali
Bel istirahat berbunyi*
"Akhirnya....."
Ucap vera sambil merentangkan tangan ke depan
"Vera, mau ikut kami ke kantin ? Atau kamu mau menitip sesuatu ?"
Ucap anggara sambil menepuk pundak vera dengan pelan dan vera hanya terdiam lalu menoleh ke samping kanan, melihat anggara yang berdiri di samping
"Aku nitip boleh ? Aku mau air putih saja hehe"
"Ah iya, ini uangku"
Mengambil uang yang berada di saku dan memberikannya ke anggara lalu anggara terdiam sesaat dan anggara menatapku.
"Hey kau ini, tidak perlu memberikan aku uang, biar aku saja yang bayar, air putih tidak terlalu mahal"
Ucap anggara sambil mengusap kepala vera
"Gak, gak, aku gak mau punya utang sama kamu"
Ucap vera sambil terus menyodorkan uang
Tiba - tiba anggara berlari menjauhi vera dan berada di depan pintu
"Sudah aku saja yang belikan, bye nanti kantin rame "
Ucapnya sambil meninggalkan kelas
Aku hanya terdiam dan melihat ke arah jendela
"Apa aku salah lihat ?"
Ucap vera
Tiba - tiba kelas begitu sunyi tidak ada satu orangpun di kelas kecuali vera, entah mengapa vera bisa mendengar suara begitu jelas yang mengatakan
"Akhirnya aku menemukanmu, tunggu aku vera"
Suara berat seperti anak laki - laki sekitar umur 18 tahun
Sontak vera kaget dan melihat ke sekitar kelas, di kelas tidak ada satu orangpun kecuali vera
"A-apa itu tadi.....?"
mengepalkan kedua tangan
"D-di sini ada hantukah?"
Ucapku dengan nada terbata - bata
Seseorang menepuk pundakku dengan keras
"VERA KAU DI SINI"
Ucap seorang wanita dengan suara kencang
Sontak vera terkaget dan berdiri
"Ayam terbang!?"
Membalikan badanku menatap seseorang yang baru saja mengagetkanku.
"Citra kamu ini, aku pikir saiton tadi"
Ucap vera sambil menghela nafas dan mengelus - elus dada pelan
"Jahat aku cantik gini masa saiton sih"
Ucap citra sambil tertawa
"Habisnya kamu hampir buat jantungku keluar nih"
Ucapku sambil tertawa kecil
"Tumben gak ke kantin, ada apa ?"
Citra berjalan lalu duduk di depan vera
"A..itu...aku males ke kantin rame nanti ketemu sama geng yunta lagi"
menghela nafas, duduk kembali sambil tersenyum kecut
"Masih di ganggu ? Sini biar aku yang hajar itu anak bau kencur itu"
Ucap citra sambil mengepalkan tangan dengan raut wajah kesal
"Sudah biarkan saja..."
Ucapku dengan nada pasrah sambil menghela nafas
Seseorang membuka pintu kelas lalu memanggil citra untuk kembali ke kelas, suasana kembali hening
"Mimpi tadi pagi itu apa...terasa nyata..."
melihat keluar jendela yang berada di samping
"A..i-itu aku gak salah lihat ?"
Mengucek mata
Seseorang laki - laki yang masuk melawati pintu gerbang, terlihat mirip dengan seseorang yang memakai jubah hitam dan topi hitam yang tadi di lihat orang vera
"Mungkin kebetulan...ais sudahlah jangan di pikirkan lagi"
Menghela nafas mengeluarkan hand phone dari saku rok, melihat notif pesan dari anggara
"Ada apa, tumben anggara mengirim pesan"
Membuka pesan lalu membaca isi pesan anggara
Pesan dari anggara : "Vera, sorry aku ada urusan sebentar jadi belum bisa membawakan air untukmu"
Membalas pesan anggara : "Santai gara, urusanmu lebih penting selesaikan saja dulu"
"Tumben anggara ada urusan...iya sudah, itu urusan dia kenapa juga aku memikirkannya"
Ucap vera sembari menggeleng kepala pelan lalu melihat ke arah jendela
~ part 1 tamat ~
note : mohon dukungannya, karena saya baru membuat cerpen ini jika masih banyak yang kurang mohon maaf, ingat komen dan like -! 💕