Setelah sejenak berpikir, Ayah Angsa memilki sebuah tebakan, mungkinkah bebek kecil ini tidak tahu kata paman?
"Nak, Apa yang dimaksud dengan ayah?"
"Ayah adalah bebek dewasa.." jawab Bebek Hercules.
"Kau salah, aku angsa bukan bebek, jadi kamu tidak bisa memanggilku ayahmu."
"Hem.. lalu aku harus memanggilmu apa ayah?"
"Panggil aku paman, kamu hanya bisa memanggil ayah pada orang tuamu."
"Uh, tapi.. aku memanggil ayah pada bebek dewasa jantan, dan ibu pada bebek dewasa betina, apakah aku harus memanggil bebek betina dewasa sebagai Ayah di masa depan?" Tanya Bebek Hercules, ia memiringkan kepalanya menatap Iron lake Swan dengan bingung.
"Mm, maksudku ayah pada orang tuamu yang bebek jantan, dan ibu pada bebek betina yang melahirkanmu. jik ada bebek dewasa lain tapi status mereka bukan orang tuamu, kamu tidak bisa memanggil mereka ayah dan ibu."
"Lantas aku harus memanggil mereka apa ayah..? ehm, maksudku aku harus memanggil mereka apa Angsa?"
"Kamu bisa memanggil mereka paman dan bibi."
"Oh, ternyata begitu.." Bebek Hercules akhirnya mengerti kata 'paman dan bibi.'
"Akh! jadi dia ternyata bukan anakmu Ayah?" tanya Anak Angsa.
Iron Lake Swan memandang putranya dengan cemoohan lalu berkata, "Tentu saja bukan! bukankah aku sudah bilang ia bayi bebek bukan angsa!"
"Oh, aku baru kali ini melihat spesies bebek.." kata Anak Angsa.
Anak Angsa melirik Anak Bebek, lalu bertanya, "Adik kecil, siapa namamu, kenapa kamu sendirian? dimana orang tuamu?"
"Aku belum punya nama..." kata Bebek Hercules dengan sedih.
"Apa??! kenapa kamu belum punya nama..??" tanya Anak Angsa.
"Ayahku berkata ia akan memberiku nama setahun setelah kelahiranku, tapi ia berbohong kurasa.."
Anak Angsa merasakan kesedihan Bebek Kecil, ia pun bertanya dengan hati-hati.
"Kenapa Ayahmu harus berbohong..?"
Bebek Hercules menjawab dengan suara pelan,
"Ia sudah mati.. jadi aku tak punya nama.."
"Lalu Ibumu..?"
"Ikutan mati bersama Ayah dan lima saudaraku."
"Akh! Kamu Anak Yatim-piatu! tapi jangan bersedih.. mulai sekarang kamu bisa tinggal dengan kami." Kata Anak Angsa.
"Benarkah..?"
"Ya, iya kan Ayah?" tanya Anak Angsa pada Ayahnya, ia meminta persetujuan.
Iron Lake Swan dalam kontemplasi pemikiran yang dalam, Bebek Kecil di depannya tidak memiliki keluarga yang melindunginya, ia berpikir pasti bebek ini sangat beruntung karena masih hidup meskipun sendirian dan Orang tuanya sudah meninggal.
Sepertinya Anaknya sangat menyukainya, tidak buruk untuk membiarkan anaknya memiliki teman bermain, adapun makanan.. ada banyak makanan di Danau Besi tempat ia tinggal, jadi tidak perlu khawatir.
Setelah perenungan sesaat, akhirnya Ayah Angsa mengiyakan keinginan Putranya.
"Ya, tentu saja boleh."
"Hore! Asyik, aku punya teman baru!"
Anak Angsa sangat senang, ia akhirnya punya teman pertamanya, ia memeluk Anak Bebek yang tingginya hanya setengah ukurannya.
Sementara itu, Bebek Hercules bingung, 'kenapa mereka ingin membawaku ke sarangnya? bahkan Orang tua dan saudara-saudaraku tidak ingin aku tinggal bersama mereka, mereka bahkan mengusirku!'
Setelah Anak Angsa melepaskan pelukannya, Anak Bebek akhirnya bisa berbicara.
"Maaf, aku tidak mau tinggal dengan hewan lain."
"Kenapa Adik Kecil? tinggal bersama kami lebih baik daripada tinggal sendirian!"
Huh..
Bebek menghembuskan nafas dalam.
"Aku tidak ingin kelaparan lagi!!"
Ayah Angsa dan anaknya: "..."
???!
"Ibuku tidak pernah memberiku makan! Ayahku awalnya memberiku makan di awal, tapi tidak mau memberiku makan setelahnya!! Aku masih seumuran bayi waktu itu, bagaimana aku bisa mencari makananku sendiri?! lalu Saudara-saudaraku juga tidak mau berbagi makanan denganku dan mereka bahkan sering memukuliku!! Aku tidak mau kelaparan lagi!! aku benci kata 'keluarga'! mereka semua omong kosong!!" kata Bebek Hercules dengan amarah. Ia masih ingat dengan jelas trauma yang ia derita dari Bebek-bebek yang seharusnya menjadi keluarganya tapi malah menindas-nya.
Ayah Angsa membuka mulutnya lebar-lebar, ia syok.
Anak Angsa terkejut dan membuka mulutnya lebar-lebar yang ia tutupi dengan kedua sayapnya.
"Bagaimana mungkin ada keluarga yang jahat seperti itu.." kata Anak Angsa dengan patah hati. Ia menitikkan air mata.
Anak Bebek yang marah melihat ekspresi Anak Angsa, 'eh, kenapa ia menangis?'
"Kami tidak akan membiarkanmu kelaparan, ada banyak makanan di tempat kami, juga ada ada ada danau yang penuh dengan ikan di depan sarang kami, kamu bisa makan ikan sebanyak-banyaknya, sepuas yang kamu mau!" Kata Ayah Angsa, ia mulai merasa simpati dengan si Bebek.
Tapi Bebek Hercules menggelengkan kepalanya, "Tidak mau, tempat tinggalmu pasti berbahaya!"
"Tempat tinggal kami aman Nak."
"Bagaimana mungkin aman saat sarangmu di dekat air? pasti ada monster buaya di sana! uh, aku melihat buaya memakan daging, sebelumnya ada seekor buaya jelek menangkap dan memakan seekor rusa hidup-hidup!"
"Hahaha haha! tempatku tidak ada buayanya, aman!" kata Ayah Angsa dengan sedikit tertawa.
"Betul betul betul! semua monster air di danau telah dimusnahkan oleh Ayahku! jadi tempat tinggal kami aman dari monster air, hanya menyisakan ikan yang banyak dan gemuk di danau."
"Betulkah?" tanya Bebek Hercules memastikan.
"Betul betul betul! aman!"
Bebek Hercules berpikir sebentar, 'jika ada banyak ikan, maka tidak perlu berbagi dan tidak akan kelaparan, sepertinya tidak buruk tinggal bersama mereka. Akhirnya Bebek Hercules mengangguk.
"Mm, baiklah."
"Hore! Ayah, aku punya adik kecil sekarang!"
Anak Angsa melompat-lompat kegirangan, ia memeluk Anak Bebek dan berlari memutar di sekitar sebanyak tiga kali karena merasa senang, saat ia akan berlari untuk yang keempat kalinya, ia tersandung dan jatuh ke tanah, pipi kirinya menabrak batu dan ada benjolan di pipinya, ia pun menangis.
"Ayah.. wuwuwu.. sakit..!!" Anak Angsa menangis.
Ayah Angsa hanya menggelengkan kepalanya, ia pikir anaknya terlalu bersemangat hingga terjatuh.
'Sungguh anak konyol,' pikir Ayah Angsa.
Anak Bebek menghampiri Anak Angsa dan membantunya berdiri.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Anak Bebek.
"Sakit, ini sakit sekali! wuwu.." Anak Angsa kembali menangis.
Bebek kecil kebingungan, ia idak tahu cara menghibur, ia masih kurang pengalaman.
Ayah Angsa menghampiri putranya, lalu berkata, "Kamu sudah dewasa, jadilah kuat dalam menahan rasa sakit, Angsa yang suka menangis tidak akan mendapatkan seorang istri!"
Bebek Angsa akhirnya berhenti menangis, ia bertanya pada Ayahnya.
"Ayah, Apakah Angsa yang tidak menangis akan disukai oleh bebek betina?"
"Ya, tentu saja! tapi itu masih belum cukup! kamu juga harus kuat agar dipilih oleh angsa betina!"
"Kalau begitu aku akan menjadi Angsa terkuat dan mengambil 100 Angsa Betina sebagai selirku kelak!" kata Anak Angsa dengan resolusi, ia menetapkan tujuannya.
Plak!!
Ayah Angsa menampar kepala Putranya.
Meludah!
Anak Bebek tiba-tiba meludahi pipi Anak Angsa.
Anak Angsa: "..."