“kriiiing!!” bel pulang sekolah pun berdering dengan keras, membuyarkan seluruh kegiatan belajar mengajar hari ini di sekolah. Dengan langkah yang tertatih – tatih, Alexa menyusuri koridor sekolah sembari sesekali berhenti karena rasa sakit pada kakinya yang terkilir belum sepenuhnya sembuh. Alexa bukanlah siswi berparas cantik ataupun gadis yang berasal dari keluarga berada, sehingga ia harus menerima jika kehadiran maupun keberadaannya tak berarti apa pun di mata teman – teman, bahkan guru di sekolahnya. Hingga membuat Alexa pun kehilangan keberanian untuk menjalin pertemanan apalagi persahabatan dengan teman di sekolahnya.
“wah itu Steff!!”, “minggir – minggir!” ucap dua siswi dengan heboh dan berjalan tergesa – gesa melewati Alexa, hingga tak sadar jika badannya menyenggol sebagian tubuh Alexa, hingga Alexa pun kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ke lantai “aduuh!!” ucap Alexa sembari mengernyitkan dahi karena kakinya yang belum sembuh itu terasa semakin sakit.
Dengan mata yang berkaca – kaca dan hampir menangis menahan sakit, Alexa pun memandang ke arah dua gadis yang menyenggolnya tadi, ternyata mereka tergesa – gesa menghampiri Steff yang tengah berjalan santai bersama beberapa teman satu gengnya. Steff adalah teman sekelas Alexa yang terkenal akan ketampanan, kepopuleran, serta menjadi incaran bagi seluruh siswi di sekolah Alexa. Bagaikan buah yang dikerubungi lalat buah, dimana Steff berada di situlah tempat para gadis berada.
Alexa mencoba menahan berat badannya menggunakan kedua tangan, guna mengurangi tekanan pada kakinya dan berusaha berdiri tanpa bantuan dari siapa pun. “minggir lu, dasar kampungan !” ucap Refi dengan ketus sembari mendorong tubuh Alexa. Belum berdiri sepenuhnya, tubuh Alexa yang masih condong ke depan tiba – tiba terdorong oleh Refi, hingga Alexa pun tersungkur untuk yang kedua kalinya.
“aduuh!!” Alexa pun merintih kesakitan merasakan kakinya yang semakin sakit, ditambah pula rasa perih pada kedua telapak tangannya akibat perbuatan Refi yang sengaja mendorong tubuhnya hingga iapun jatuh tersungkur cukup keras ke lantai. Dari sudut yang cukup jauh, Steff memandang ke arah Alexa dan lagi – lagi memergoki Alexa yang jatuh hingga dua kali berturut – turut. “gak cantik, lemah banget!” ucap Steff dalam hati, sembari memandang sinis ke arah Alexa.
Sesampainya di rumah, Alexa yang sedari tadi menahan sakit karena berjalan dengan terpincang – pincang di sekolah, segera menghempaskan badannya ke atas tempat tidur untuk istirahat. Karena seluruh tubuhnya saat ini tengah kelelahan, Alexa pun dengan mudah kehilangan kesadaran dan akhirnya tertidur.
Di sinilah cerita aneh itu dimulai.
“aaaaa!!” Alexa berteriak kencang menatap seluruh pemandangan di depannya penuh dengan pohon cemara berbatang besar, dan menjulang tinggi. Alexa ketakutan memandang seluruh pemandangan aneh yang sebelumnya belum pernah ia temukan sebelumnya. “aku, aku dimana? bukannya tadi aku sedang tertidur?” ucap Alexa dengan terbata – bata. “apa aku ada di tengah hutan?, kenapa matahari di sini redup?, apa sudah hampir malam?” Alexa terus bertanya – tanya dalam hati, sembari terus menatap kebingungan pada kanan maupun kirinya yang terasa begitu asing dalam kehidupannya.
“ada manusia!” terdengar teriakan dua orang pria berwajah putih sedikit pucat, dan berlari begitu kencang ke arah Alexa. Saking cepatnya mereka berdua, bisa dikatakan jika saat ini mereka sedang terbang, layaknya serial anime berkekuatan super yang senantiasa Alexa tonton di televisi. Saking cepatnya, hingga dalam sekejap mereka bisa meraih tangan Alexa dengan mudah.
“kalian siapa?” ucap Alexa sembari menahan rasa takut yang saat ini menggerogoti akal pikirnya. “itu dia manusia, ayo kita bawa!” ucap salah satu pria, dan segera mereka membawa Alexa dengan bersemangat menuju sebuah vila besar yang letaknya cukup jauh dari tempat Alexa ditemukan. Sepanjang perjalanan, Alexa hanya melihat hamparan pepohonan cemara yang telah menjulang tinggi, dan pastinya usianya mungkin telah ratusan tahun, karena bisa dilihat dari batang pohon yang telah ditumbuhi lumut.
Alexa dibawa masuk ke dalam vila besar dengan pagar perunggu yang mengelilingi hampir seluruh bangun vila. Dan berhenti tepat di depan sekelompok orang berpenampilan aneh, dengan jubah hitam serta kulitnya yang putih sedikit pucat. “tuan, kami menemukan manusia ini di dalam hutan!” ucap salah pria sembari mendorong Alexa hingga ia pun jatuh tersungkur dibuatnya. “aduuh!!” ucap Alexa dengan terkejut.
“kurang ajar, beraninya kalian berperilaku tak sopan dengan calon istri pangeran!” ujar salah satu pria dengan nada membentak. Sepertinya pria tersebut adalah seorang pimpinan dari para pria berjubah itu. “ampuni kami tuan!” seketika kedua pria yang telah membawa Alexa dengan kasar langsung terduduk dan menundukkan kepala sembari gemetar ketakutan. “ceplas!!” pria tersebut mengayunkan tangan kanannya dan memukul wajah pria tersebut dengan keras, hingga tubuh pria tersebut terpental cukup jauh dan wajah pria tersebut seketika melepuh “aarrrgghh!” pria tersebut menjerit kesakitan
Alexa diantar masuk ke dalam kamar berukuran besar, dengan seorang perempuan berambut pirang yang telah menunggu Alexa dan tengah duduk menatap ke arahnya. “nona, mari kita bersiap!” ucap perempuan tersebut sembari tersenyum. “tunggu, maksudnya apa? Tolong jelaskan kenapa orang – orang bilang kalau aku ini calon istri, dan sekarang aku harus bersiap untuk apa?” Alexa mengomel karena tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya saat ini. “baik, saya akan jelaskan semuanya!” sahut perempuan berambut pirang sembari meluruskan duduknya menghadap ke arah Alexa.
“keluarga Sims adalah keluarga kerajaan yang paling dihormati sekaligus paling kuat di Desa Cemara. Dalam tradisi keluarga Sims, di setiap 100 tahunnya saat pangeran muda mulai beranjak dewasa, pangeran akan dinikahkan melalui upacara pernikahan yang sakral dengan seorang perempuan yang berasal dari dunia manusia”.
“tradisi 100 tahunan ini adalah suatu kewajiban bagi penerus kerajaan, agar kekuatan terdahulu milik keluarga Sims tetap terjaga, dan semakin meningkat di setiap 100 tahunnya. Tapi kamu tenang saja, pernikahanmu dalam dunia kami hanya akan kamu rasakan saat kamu kehilangan kesadaran. Dan mungkin saja setelah kamu bangun, kamu akan melupakan seluruh kejadian yang kamu alami di sini” ucap perempuan berambut pirang menjelaskan.
“wah, jadi ceritanya aku menjalani kehidupanku di sisi saat aku kehilangan kesadaran?, saat tubuh butuh istirahat di malam hari aku harus menjalani hidupku yang lain di sini? Berarti 24 jam aku gak istirahat dong?” sahut Alexa sembari tertegun kaget.
“tapi kalau dipikir lagi asyik juga sih, setidaknya aku terbebas dari masa jombloku di sini. Tapi, apa calon suamiku tampan?” sahut Alexa dengan antusias. “pangeran kami adalah pria tertampan di Desa Cemara!” jawab perempuan berambut pirang sembari tersenyum. “yeayy asyik !” Alexa pun berteriak dengan kegirangan.
“teng! teng!” lonceng penanda dimulainya upacara pernikahan telah berbunyi. Nampak seorang pria muda yang rupawan tengah berdiri menghadap altar, dan nampak Alexa yang mengenakan gaun berwarna merah yang terkesan seksi dengan tudung penutup kepala, tengah berjalan mendekat ke arahnya.
Selesai melakukan upacara pernikahan, tiba saatnya bagi mempelai pria untuk membuka tudung penutup kepala Alexa, dan melakukan ciuman pengikat sebagai pertanda bahwa jika mempelai pria telah sepenuhnya milik Alexa. Dengan perlahan mempelai pria membuka tudung tersebut, hingga wajah mereka saat ini tengah berhadap – hadapan, dengan pandangan mereka yang saat ini tengah terhubung satu sama lain.
“Steff!!” Alexa terperanjat kaget menatap suaminya yang ternyata laki – laki tampan yang juga teman satu kelasnya. Seperti halnya Alexa, Steff juga terkejut melihat istri manusianya adalah teman sekelasnya. Tak seperti penampilannya di sekolah, Alexa saat ini terlihat lebih cantik, seksi, dan begitu memikat hati, termasuk hati Steff. “kenapa kam.....” belum selesai Alexa meneruskan kalimatnya, Steff mencondongkan wajahnya lalu mencium bibir Alexa dengan kuat, dan ciuman pengikat pun telah terbentuk di antara Steff dan juga Alexa.
“kriiiiiiingg!!” alarm ponsel Alexa berbunyi keras dan mengagetkan Alexa hingga ia pun terbangun dari tidurnya. Masih terngiang – ngiang dibenak Alexa saat Steff mencium bibirnya dengan kuat “aaarrggh, mimpi apa aku semalam!” ucap Alexa sembari menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan.
Selesai bersiap, Alexa segera bergegas menuju sekolah dengan pikirannya yang tak berhenti memikirkan Steff. Sesampainya di kelas, Alexa yang merasa lelah menyandarkan kepalanya ke atas meja, dan tak sengaja menghadap ke arah kursi kosong milik Steff. Tak lama, Steff yang telah tiba segera duduk di bangku miliknya, dan menatap balik ke arah Alexa hingga pandangan mereka berdua pun terhubung. Seketika wajah mereka berdua memerah dan dengan malu – malu, mereka saling memalingkan wajah ke arah lain secara bersamaan.
Sepanjang hari ini di sekolah, seperti biasa, Steff masih dikerubungi oleh gadis – gadis layaknya seorang idol. Namun anehnya, hari ini Alexa nampak sedikit berbeda. Aura cantiknya lebih terpancar, hingga sering kali ia diajak berbincang oleh beberapa laki – laki di kelasnya, maupun laki – laki dari lain kelasnya pula. Saling memikat perhatian lawan jenis, ternyata Alexa dan Steff sering kali mencuri pandang dan saling memperhatikan meskipun dari kejauhan.
Sepulang sekolah, Alexa yang teramat lelah akhirnya tertidur lebih sore, dan menjadikannya lebih awal pula untuk masuk ke dalam desa cemara. “aaaaa!!!” Alexa menjerit kaget menatap Steff yang saat ini tengah berbaring dan memandang ke arahnya dengan jarak yang begitu dekat. “Steff, kenapa kamu...” belum sempat Alexa bertanya, Steff mencium bibir Alexa dengan kuat, hingga Alexa pun tak berkutik dan akhirnya mengikuti permainan Steff. Tak sadar, Alexa pun hanyut dalam panasnya hasrat di antara mereka berdua, hingga mereka akhirnya melakukan hubungan suami istri dan saling menikmati. Begitu panas mereka berdua melampiaskan hasrat, hingga keringat pun mengguyur seluruh tubuh mereka.
Dalam pertemuan mereka berdua, baik dalam mimpi Alexa, maupun di sekolah pada kesehariannya, Steff masih enggan berbicara dan hanya melampiaskan hasrat panasnya terhadap Alexa tanpa adanya percakapan di antara mereka berdua. Hingga suatu waktu, Jeremi seorang laki – laki dari kelas lain menyatakan perasaannya terhadap Alexa di depan umum, yakni di kelas Alexa. Seluruh murid dalam kelas berteriak heboh seakan mendukung Alexa untuk menerima perasaan Jeremi.
Alexa yang kebingungan tak bisa menjawab dan hanya melirik Steff yang masih mengacuhkannya. Menjadi perempuan pelampiasan yang dengan seenaknya ia tiduri dalam mimpi, tanpa adanya pengakuan di depan umum dalam kehidupan nyata, sungguh membuat Alexa muak. Apalagi dalam kehidupannya di sekolah, Alexa yang selalu berdebar menatap Steff, selalu di balas dengan tatapan sinis. Dan Steff pun hanya diam saat dikerubungi oleh para gadis ganjen di sekolahnya, membuat Alexa semakin bingung apakah ia harus menerima Jeremi atau tidak. Namun ketika ia menerima perasaan Jeremi, setidaknya di dunia nyata ia masih memiliki seseorang yang bisa ia andalkan.
Lagi – lagi Alexa melirik ke arah Steff, dan tentunya Steff masih tak mempedulikan Alexa, dan hanya fokus menatap layar ponselnya. “oke, aku terima!” ucap Alexa dengan mantap. Mendengar jawaban Alexa, rasa terbakar pada hati Steff pun membuat emosi Steff memuncak. “braakk!!” Steff menggebrak mejanya dengan keras, dan berjalan ke arah Alexa dengan ekspresi wajah yang penuh emosi dan begitu menakutkan.
“jangan dekati Alexa, dia sudah menjadi pacarku lebih dulu!” ucap Steff dengan ketus dengan nada membentak terhadap Jeremi. Seluruh murid di kelas seketika menjadi hening, dan seluruh murid pun menatap Steff dengan ketakutan, khususnya Jeremi yang langsung merasa terintimidasi oleh pandangan Steff. Dan dengan segera Steff menggandeng tangan Alexa untuk keluar dari kelas dengan ekspresi yang masih menakutkan.
Mereka berdua berdiri di depan tangga, dan saling berhadapan dengan Alexa yang hanya menunduk ketakutan. “Mulai sekarang, jauhi laki – laki lain!, masih kurang sadar apa statusmu di duniaku? Kujelaskan lagi, di duniaku kamu adalah istriku, dan di duniamu aku adalah pacarmu! Selain kedua dunia itu, aku akan menghancurkannya!” ucap Steff sembari menatap tajam ke arah Alexa.