20 Januari 1994
Tamborrada adalah sebuah festival drum, perayaan yang diadakan setiap tahun di Spanyol. Festival ini berlangsung selama 24 jam. Para peserta, berpakaian seperti juru masak dan tentara, berbaris dalam rombongan melintasi kota. Perayaan berakhir pada tengah malam, ketika orang-orang berkumpul di Plaza Konstituzio dan bendera kota diturunkan secara bersamaan di berbagai lokasi.
Akhir-akhir ini hubungan Andres dan Anna tidak membaik, Andres ingin memperbaiki hubungan mereka, dia ingin menghabiskan harinya bersama pacarnya Anna, Andres mengajak Anna keluar untuk menikmati festival Tamborrada berdua saja, dalam perjalanan menuju pantai Andres sempat-sempatnya membeli 12 tangkai bunga tulip. "Aku membawakanmu bunga ini," sodor Andres. Anna masih saja membisu dan memasang wajah tak suka.
Akhirnya Anna menerima 12 tangkai tulip yang masih basah itu. Anna pun kaget, "Kenapa ada satu tulip plastik di sini? kamu nggak rela ngasih aku bunga tulip?" kemarahannya memuncak lagi.
Masih dengan sabar, Andres menjawabnya, "Aku memang sengaja membawa 11 tulip segar dan setangkai tulip plastik. Bagiku, aku akan mencintaimu hingga si tulip plastik itu mati..."
Merasa bersalah karena ledakan kemarahannya, Anna menangis berurai air mata dan memeluk kekasihnya itu. "Maafkan aku, aku sudah berpikiran jelek padamu..."
Sebelas tangkai bunga tulip segar itu memang cantik seperti di film yang dilihatnya, tetapi setangkai tulip plastik yang dibawa kekasihnya itu melambangkan cinta yang abadi dan tak pernah mati. Sore hari yang cerah, mereka menikmati senja sambil mengingat masa-masa indah saat pertama kali mereka bertemu. Suasana sangat menyenangkan, mereka tertawa bersama-sama mengingat tingkat konyol saat mereka bersama hingga keluar satu pertanyaan dari Anna yang mengubah suasana indah menjadi canggung. "Tumben kamu mengajakku ke sini?" tanya Anna
"Ya....!! Karena aku pengen berduaan dan ingin menghabiskan waktu bersama mu" jawab Andres sambil tersenyum melihat wajah Anna
"Biasanya kamu habisin waktu sama teman-teman mu itu!" ucap Anna mulai menyindirnya
"Kenapa sih kamu cemburu sama mereka? Lagi pula aku kan gak pergi sama cewek lain" ujar Andres dengan nada lembut
"Cemburu sih enggak, kesal aja jika kamu lebih perhatian sama mereka dari pada aku." sahut Anna,
"Ya udah deh, aku minta maaf! Kamu suka es krim kan? Mau makan es krim?" ajak Andres
Anna cuman diam tidak merespon Andres, Andres segera pergi dan membeli dua eskrim.
"Ni es krimnya! Vanilla rasa kesukaan mu kan? " ujar Andres sambil memberikan es krim kepada Anna
"Emmm" Anna pun mengambil eskrim itu dengan wajah yang jutek
"Emmmm, Kenapa masih jutek?" tanya Andres sambil memandangi wajah Anna
"Enggak!" jawab Anna sambil tersenyum merasa malu diperhatiin sama pacarnya itu
"Tapi terlihat dari wajahmu itu" sahut Andres lagi.
Andres pun memegang tangannya Anna sambil menatap matanya. "Aku tau kamu masih kesal denganku kan?, Anna! Ingin rasanya ku lebur, mengatakan cinta dan cinta. Risauku bukan karena terpisahnya kita, tetapi karena menyatunya diriku denganmu. Hatiku pecah, sayap-sayapku patah. Aku terbang tanpa pernah berhenti. Telingaku menjadi tuli, sedangkan mataku tak mampu lagi melihat. Satu-satunya jalan yang kutempuh hanya menuju cinta! Bukankah cinta yang membuat hujan bergerimis? Yang mengubah awan gemawan menjadi rintik air hujan, yang menyemaikan benih, menyatukannya dengan hamparan tanah kemudian tumbuh dan berkembang. Bukankah demikian pertemuan pecinta dengan belahan jiwanya?
Anna pun tersipu malu mendengar puisi cinta yang diucapkan Andres didepannya.
...........
Dikediaman Alessandro, terlihat Baltasar yang lagi sibuk membuat laporan praktikumnya
Tiba-tiba Alessandro masuk ke kamarnya sambil bertanya "Apa kita keluar malam ini?"
"Kemana?" tanya Baltasar dengan tidak menatap wajah temannya itu
"Menikmati festival Tamborrada" sahut Alessandro
"Aku pengen di rumah saja" jawab Baltasar dengan santai
"Tapi aku ingin pergi!" tegas Alessandro lagi
"Ajak Andres saja" sahut Baltasar memberi saran
"Dia tidak aktif handphonenya, sudah berapa kali aku menghubunginya"
"Kamu bisa ajak Laura kan?" titah Baltasar lagi
"Apa dia mau?" tanya Alessandro dengan penasaran
"Biar aku yang telpon dia nanti" ucap Baltasar memberitahu
"Baiklah teman!!" jawab Alessandro yang penuh kebahagiaan diwajahnya
...........
Malam pun tiba, Laura dan Alessandro menikmati keindahan malam sambil melihat para pemain drum. Alessandro merasa sedikit gugup dengan Laura, tetapi Laura terlihat sangat senang, dia membuat lelucon yang membuat Alessandro tidak bisa menahan tawanya.
"Laura!" panggil Alessandro dengan nada serius
"Iyaa..."
"Aku mau ngomong sesuatu!" ujar Alessandro
"Iyaa" jawab Laura lagi
"Aku!... Aku, sebenarnya aku menyu....." ucap Alessandro dengan gugup sambil mengambil cincin dari saku bajunya
Tiba-tiba Bonito datang menghampiri mereka dan memotong pembicaraan Alessandro "Hey! Para penikmat cinta boleh aku bergabung"
"Bonito! Tentu saja" jawab Laura
"Kalian mau pergi kemana?" tanya Bonito dengan ramah
"Kami hanya berjalan-jalan saja" jawab Alessandro dengan nada kesalnya
"Cuman jalan-jalan, gak makan? Kita makan yok, aku yang bayar!" ajak Bonito yang merusak malam indahnya Alessandro
"Beneran?" tanya Laura
"Iyaaa" sahut Bonito menegaskannya
Mereka pun pergi mencari jajanan, "Biar aku yang mendorong kursi rodanya" ujar Bonito pada Laura
"Bagaimana kalau kita makan Churros itu aja" tunjuk Laura ke salah satu gerobak Churros disana
"Tentu saja" ucap Bonito
"Aku yang pesan ya, kalian mau rasa apa?" tanya Laura
"Apa saja boleh?" sahut Alessandro
Laura pun segera pergi untuk memesan Churros con Chocolate itu "Apa yang kau inginkan, kenapa kau datang?" tanya Alessandro dengan nada tinggi pada Bonito
"Yang jelas aku tidak akan membiarkan mu berduaan saja dengan Laura disini." sahut Bonito dengan santainya
"Aku masih bisa menjaga sikapku karena ada Laura" ujar Alessandro mengingatkan Bonito untuk tidak kelewatan batas
"Bon, Alesso! Kita duduk di sana, nanti pesanan kita akan diantar" ajak Laura
"Minumnya gak sekalian dipesan?" tanya Bonito pada Laura
"Oh iya aku lupa"
"Yaudah biar aku yang pesan" jawab Bonito, Bonito pun pergi untuk memesan minuman
"Alesso, kenapa kamu diam saja, kamu gak senang ya ada Bonito disini?" tanya Laura yang melihat Alessandro bersikap aneh saat Bonito datang
"Enggak, bukan gitu" sanggah Alessandro
Tak lama kemudian Bonito pun kembali, "Jadi gimana, apa kita juga ikut berkeliling bersama para peserta festival Tamborrada?" tanya Bonito pada mereka
"Gaklah Bon, kami mau melihat mereka memainkan drum saja" jawab Alessandro sambil tersenyum
"Oke baiklah"
"Oh ya Alesso, kamu mau bilang apa tadi...?" tanya Laura
"Yang mana?" tanya Alessandro balik yang berpura-pura lupa
"Tadi sebelum Bonito datang, katanya kamu mau bilang sesuatu ke aku" sahut Laura
"Tidak-tidak ada" Alessandro menggelengkan kepalanya
"Kamu yakin?" tanya Laura lagi yang melihat tingkah aneh Alessandro
"Iyaa" jawab Alessandro
............
Dikediaman Alessandro, Nyonya Sofia pun tiba di rumah dengan penuh lelah karena lembur kerja semalaman
"Tok tok tok Alesso!" panggil ibunya
"Iya Bu..!" jawab Baltasar sambil berlari untuk membuka pintu
"Alesso kemana Balt?" tanya ibunya
"Dia keluar bersama Laura Bu, katanya mau melihat festival Tamborrada" ujar Baltasar memberitahu
"Kamu tidak ikut?" tanya nyonya Sofia lagi
"Lagi males aja Bu, lagi pula banyak tugas yang harus aku selesaikan" jawab Baltasar
"Baiklah, ibu ke kamar dulu ya!" ujar Nyonya sofia
Baltasar menganggukkan kepalanya, dia pun pergi ke dapur berinisiatif untuk membuat secangkir teh untuk ibu sofia yang terlihat sangat kelelahan.
..........
Saat menikmati Churros, Bonito dengan sengaja menyenggol minuman sehingga tumpah mengenai bajunya Laura "Aduh, sorry Laura! Aku benar-benar tidak sengaja" ujar Bonito dengan panik
"Iya iya tidak apa-apa, aku pergi mau bersihin ini dulu ya" ujar Laura dengan santainya
"Iyaa, maaf Laura" ucap Bonito lagi
Laura pun pergi ke toilet untuk membersihkan bajunya. Tak lama kemudian Laura pun kembali menghampiri mereka, saat Laura melihat tempat duduk mereka tadi, dia tidak melihat Alessandro maupun Bonito. Disana cuman tergeletak makanan dan minuman yang mereka pesan tadi.
"Bon, Alesso dimana mereka?" tanya Laura pada dirinya sendiri,
Laura mencoba menghubungi Alessandro dan Bonito tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang menjawab nya, Laura pun panik dia bertanya kesemua orang yang ada disana, tetapi semua orang menjawab tidak tahu.
Bintang-bintang pun mulai bersembunyi dibalik awan gelap, hujan mulai turun dengan derasnya. Laura pun mencari mereka dalam kehujanan yang deras itu
............
Sudah 45 menit Laura mencari mereka tetapi tidak menemukannya, Laura pun menangis dicampur dengan rasa khawatir, Andres yang sedang menikmati makan malam bersama Anna disebuah toko melihat Laura dari kejauhan, "Itu kan Laura?" ujarnya, dia pun pergi untuk menghampiri Laura yang seperti orang kehilangan arah tanpa berpamitan pada Anna
"Laura! kamu disini?" tanya Andres dengan penasaran
"Andres, Alesso hilang?" teriak Laura sambil memegang tangannya Andres
"Maksudnya?"
"Dia bersamaku tadi, kami jalan-jalan disekitar sini, kemudian kami juga makan Churros bersama disana, dengan Bonito juga, aku meninggalkan mereka sebentar saat aku kembali mereka entah pergi kemana" ujar Laura memberitahu
"Bonito?"
"Iya dia tadi juga ikut bergabung sama kami, bahkan dia yang bayarin kami untuk makan."
"Kenapa kau tinggalkan mereka berdua, kau tau kan Bonito dengan Alessandro itu gimana?" tanya Andres pada Laura dengan sedikit kesal
"Ya aku gak berfikir aneh-aneh"
"Yaudah ayo kita pergi cari mereka." Mereka pun bergegas mencari Alessandro dalam hujan yang deras itu
Anna yang melihat Andres dan Laura dengan perasaan yang kecewa, mereka pun berlari meninggalkan Anna. Andres tidak menghiraukan pacarnya yang tengah berhujan-hujanan itu. Anna terus memandangi Andres dari kejauhan tanpa berkutip satu katapun.
...........
Tiba-tiba terdengar suara samar-samar Alessandro memanggil Bonito "Bonito!!!" Teriak Alessandro, Laura dan Andres pun segera mencari dari mana suara itu. Akhirnya mereka melihat Alessandro yang sudah terjatuh dari kursi rodanya sambil menggerutu
"Alesso, kenapa kamu hujan-hujanan disini, Bonito mana?" tanya Laura sambil membantu Andres mengangkat Alessandro ke kursi rodanya. Alessandro hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan mereka
Flashback
"Kamu mau bilang apa sama Laura?" tanya Bonito dengan rasa penasaran
"Itu bukan urusanmu!" tegas Alessandro
"Kamu mau menembaknya ya?" tanya Bonito lagi
"Sudah ku bilang itu bukan urusanmu, kenapa kau selalu suka ikut campur urusan ku?" Alessandro mulai membentak sambil memukul meja, sehingga membuat cincin didalam genggaman terjatuh
"Apa ini?" tanya Bonito sambil mengambil cincin itu
"Bonito! Kembalikan!!" teriak Alessandro
"Ini Cincin buat Laura?" titah Bonito
"Bukan urusanmu kembalikan" Alessandro mencoba merebut paksa
"Ambil kalau bisa!!" ejek Bonito sambil pergi meninggalkan Alessandro. Bonito pun pergi membawa cincin itu, dan Alessandro berusaha mengejarnya .
Flashnow
Terlihat Alessandro dan Laura mulai kedinginan "Laura kamu antar Alessandro pulang ya aku akan carikan taksi." ujar Andres sambil pergi mencarikan mereka taksi
Akhirnya Alessandro dan Laura pun pulang, Andres segera kembali untuk menemui Anna,
"Anna! Anna!" panggil Andres yang mencari keberadaan Anna. Andres pun mencoba menghubunginya tapi tidak Anna mematikan handphonenya
*****