Di suatu malam yang sunyi, dimana aku sendirian di dalam rumah. Aku asyik menonton serial drama kesukaan aku di kamar pojok. Ya, kamar ini adalah kamar favorit aku. Aku suka kamar ini karena letaknya agak jauh dari jalan kendaraan. Di sini aku bisa menikmati serial drama kesukaanku tanpa kebisingan kendaraan yang lewat.
Aku menonton serial drama menggunakan ponsel milik aku. Dengan menonton menggunakan ponsel, aku bisa leluasa rebahan di kasur kamar. Rebahan dapat membuat aku tenang.
Saat sedang asyik menonton, tiba-tiba aku mendengar suara yang aneh. Aku langsung berhenti sejenak menonton serial drama kesukaan aku. Ku dengarkan secara seksama suara yang tiba-tiba tadi terlintas di telingaku.
"Drrrukkk! Drrrukkk! Drrrukkk!" Suara aneh terdengar di telinga aku. Suara apa itu? Tengah malam begini bikin berisik aja, pikirku. Ku hiraukan suara aneh itu. Aku lanjut menonton serial drama kesukaan aku.
Saat aku lanjut menonton serial dramanya, tiba-tiba suara aneh itu terdengar lagi. Kali ini suaranya terdengar agak jelas. Aku langsung berhenti menonton serial drama kesukaan aku. Kok suaranya semakin jelas ya? Pikir aku.
Aku berusaha untuk mencari asal suara aneh itu. Kupejamkan mata, mencoba mendengar secara seksama dari mana asal suara aneh itu. Ternyata suara aneh itu berasal dari bawah kamar pojok ini. "Glek" Ntah mengapa aku menelan ludah yang berada di tenggorokanku.
Suara apa itu? Menapa berbunyi seperti itu? Mengapa saat malam-malam begini? Mengapa di saat aku sendirian? Berarti ada sesuatu di bawah kamar ini? Pikiranku dipenuhi banyak pertanyaan. Apakah suara ini hanya halusinasi belaka?
Aku langsung mengambil ponselku yang tadi aku letakkan di kasur. Ku berniat melanjutkan menonton serial drama. Tiba-tiba suara aneh yang tadi terdengar semakin kencang. Tiba-tiba tubuh aku menjadi merinding.
"Drrrukkk! DRRRUKKK! DRRRUKKK!!!" Suara aneh itu makin lama makin kencang. Apakah aku harus memeriksanya? Tapi mungkin ini cuma ilusi......Bagaimana kalau itu adalah perampok? Atau itu adalah hantu?
Tiba-tiba aku merasa ingin buang air. Aduh mengapa di saat seperti ini? Kamar mandi rumahku tepat berada di bawah kamar pojok ini. Ya, benar, tepat berada di asal suara aneh yang saat ini sedang aku dengar.
Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah tak tahan ingin buang air. Tapi aku juga takut untuk turun ke lantai bawah. Aku berkeringat sangat banyak karena menahan rasa ingin buang air. Aku akhirnya memutuskan untuk turun ke kamar mandi.
"Kreeettt!!!" Ku buka pintu kamar secara perlahan. Pintu kamar pojok terbuat dari triplek. Pintu kamar ini selalu mengeluarkan bunyi jika didorong. "Kreeettt!!!" Ku tutup kembali pintu kamar. Aku memberanikan diri untuk menuruni anak tangga.
"Duk! Duk! Duk!" Ku turuni anak tangga secara perlahan. Tangga rumah aku terbuat dari kayu. Rumah aku ini memang rumah yang belum sempurna dibangun untuk ditempati. Karena dananya tidak cukup akhirnya rumah belum jadi ini, terpaksa harus ditempati.
Saat sedang menuruni anak tangga, suara aneh itu semakin terdengar kencang. Ketakutan aku semakin memuncak. Aku sempat berpikir untuk kembali naik ke kamar atas, tetapi aku sudah tidak tahan ingin buang air.
Akhirnya aku melanjutkan langkah menuju ke lantai bawah. Akhirnya aku sampai di lantai bawah. Aku tidak berani menoleh ke arah kamar mandi. Aku hanya terdiam di bawah tangga. Karena tidak tahan untuk ingin buang air, aku akhirnya memberikan diri untuk menoleh ke arah kamar mandi.
Aku melihat mesin cuci yang berada di kamar mandi menyala. Mesin cuci itu bergoyang sangat kencang. Ternyata suara aneh itu berasal dari mesin cuci yang berada di depan kamar mandi. Tiba-tiba tubuh aku kembali merinding.
Tunggu dulu. Mengapa mesin cuci yang berada di depan kamar mandi menyala? Siapa yang menghidupkannya? Bukankah aku sendirian di rumah ini? Mengapa itu bergoyang sangat kencang?
"Glek!" Aku menelan ludah dengan kasar. Sekarang ketakutan aku sudah memuncak. "DRRRUKKK!!! DRRRUKKK!!! DRRRUKKK!!!" Suara itu makin kencang. Aku langsung berlari menaiki tangga, menuju ke kamar pojok.
Aku membuka dan menutup pintu kamar dengan kasar. Aku langsung mengunci pintu kamar pojok. Aku manarik selimut dan membungkus tubuhku dengan selimut. Tubuh aku gemetar tak henti-henti. Rasanya aku ingin menangis.
Siapa yang menghidupkan mesin cuci itu? Mengapa mesin cuci itu bergoyang dengan kasar? Apa yang ada di dalamnya? Kapan keluargaku akan kembali ke rumah ini? Bagaimana yang menyalakan mesin cuci itu adalah perampok?
Tunggu. Mengapa perampok mencuci baju di rumah ini? Apa dia tidak punya mesin cuci? Seharusnya dia meminta izin jika ingin mencuci baju di rumah ini, pasti akan aku izinkan.
Tunggu, tidak mungkin orang mencuci di rumah tetangganya tengah malam. Apakah itu hantu? Mengapa hantu mencuci baju? Apakah dia tidak punya mesin cuci? Banyak sekali pemikiran aneh muncul di otakku.
Aku berusaha memejamkan mataku. Aku berdoa semoga pagi cepat tiba. Gemetar di tubuh aku belum berhenti juga. Aku perlahan mulai mengantuk. Akhirnya aku bisa terlelap walau aku harus menahan rasa ingin buang air.
Akhirnya pagi pun tiba. Aku melepas selimut yang berada di tubuhku. Aku melihat jam di ponselku. Jam menunjukkan pukul 08.00. Untung hari ini hari Sabtu, jadi aku tidak perlu khawatir jika aku kesiangan.
Aku bangkit dari kasur dan ke luar kamar. Aku langsung menuruni tangga menuju lantai bawah. Aku menengok ke arah kamar mandi. Mesin cuci yang berada di depan kamar mandi sudah tidak bergerak lagi.
Aku berjalan perlahan menuju mesin cuci yang berada di depan kamar mandi. Ku lihat kabel mesin cuci sudah tidak tersambung dengan stopkontak. Tunggu dulu, tadi malam kabel ini terhubung oleh stopkontak. Siapa yang mencabut kabel ini?
Ku buka isi mesin cuci. Ternyata kosong, tidak ada apa-apa di dalamnya. Apa yang dicuci tadi malam? Bahkan bekas sabun tidak ada di dalam mesin cuci. Tunggu dulu, aku mencium sesuatu yang aneh dari dalam mesin cuci.
Aku memasukkan kepalaku ke dalam mesin cuci. Bau amis sungguh sangat menyengat tercium di dalam mesin cuci. Tiba-tiba ada sesuatu mendorong aku ke dalam mesin cuci.
Kepalaku sampai pinggulku masuk ke dalam mesin cuci. Aku sontak berteriak. Aku tidak bisa mengeluarkan tubuhku dari dalam mesin cuci. Kaki aku menggantung di luar mesin cuci. Aku berteriak sekuat tenaga tetapi tidak ada yang mendengar.
Tiba-tiba ada sesuatu yang menarik aku ke luar dari mesin cuci. "Kamu ngapain masuk ke mesin cuci?" Tanya ibuku yang tiba-tiba ada di hadapanku. "Untung kita pulang tepat waktu." Sahut abangku.
Aku terdiam tak bisa berkata-kata. Tiba-tiba aku mengeluarkan air mata. Aku menangis dengan kencang. Ibuku langsung memelukku dengan sangat erat. Aku sangat bersyukur keluargaku sudah pulang.