Dear hatiku...
Apalah arti perasaan rindu pada kenangan, saat segala sesuatu tak pernah bisa kembali.
Aku ingat padanya, pernah ku katakan tentang sejuta inginku meraih mimpi bersama.
Tapi, perasaan dan harapan selalu tak pernah sejalan dengan takdir.
Diriku...aku dan hatiku terkapar dalam luka dan berkubang dalam nestapaku sendiri ketika waktu membuat semua impian itu buyar luluh lantak.
Dear, diriku...apakah kamu masih baik-baik saja, saat tak lagi bisa menapak jalan yang sama dengan orang yang memegang sebagian nyawamu.
Tak apa jika memang berjalan tak harus berpegang,
tak apa jika harus tanpa dirinya...tapi gundah jiwa tolong tawarkan dengan sejuta kata meski itu hanya sekedar hiburan belaka.
Aku berharap baik-baik saja. Saat suatu masa rindu ini berganti pada orang yang berbeda, bukan merindu kenangan yang telah kehilangan makna.
Dear diriku, pulanglah pada sudutmu...menanti seseorang yang akan menjemputmu dengan kata, semua baik-baik saja, dengan ajakan mari meronce rasa merangkai masa depan tanpa harus bertemu luka.
Diriku, mari kuat menghalau lelah, menata rasa...semua akan baik-baik saja.
MY SELF FOR MY HEART