Ini kisahku untuk seorang kakak berhati tulus.
aku adalah cahaya ,cahaya rembulan Itula nama asliku, tinggal berdua dengan kakakku bernama Togar Rahman yang kelihatan cuek dan kalau berbicara seperti kasar, namun selalu menjaga ku lewat tingkah laku dan perhatian nya kepadaku kami hanya tinggal berdua, ku tulis dengan pena bertinta hitam dengan buku diary sambil kurasakan jantungku yang berdetak sekencang aku merindukan nya.
Semenjak kecelakaan beberapa tahun yang lalu yang menewaskan ibu ku,kini kehidupan seakan berubah sangat drastis,ayah yang dikenal sebagai seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab menafkahi anak anaknya kini seakan lepas tangan begitu saja. Ia pergi meninggalkan kami dan menikah kembali dengan seorang wanita cantik tapi masih cantik ibuku, kini Dirumah hanya aku dan kakaku saja,ia bukan hanya seperti kakakku ia sama seperti ibuku ,selalu ada di saat aku membutuhkan nya, pagi-pagi memasak makanan untukku ,mencuci pakaian dan membereskan rumah , seperti wanita bukan bahkan tertutup sekali tak suka bergaul dengan siapa pun.
Tak pernah ku lihat ia mengeluh merawat ku ,ia bekerja malam hari namun terkadang kalau keluar di siang hari sangat jarang. Sudah pantaskah ia ku bilang hebat dan kuat .Di lingkungan ku Orang orang sekitar rumah menganggap kak Togar adalah orang yang misterius ,aku tidak pernah tau apa pekerjaan nya tak ada di benak ku untuk bertanya,ia suka pulang malam dan kalau pagi tertidur pulas namun kadang ketika ia keluar siang ia selalu menggunakan baju tertutup seperti jaket dan penutup mulut yang berikat kain hitam. Kalian bisa tidak menebak apa pekerjaan nya!!.
Pada suatu ketika aku memberanikan diri untuk bertanya karena kesal melihat orang yang semakin hari semakin membicarakan kakak ku lalu bertanya la pada nya di meja makan saat hari libur .
" Kak ,cahaya mau nanya dong ,tapi jangan marah ya"! Ujar ku .
" Nanya apa dek! Kamu ada bayaran lagi di sekolah? SPP kamu belum di bayar? Apa uang jajan nya ku.." ( tak sempat menajutkan pembicaraan ,cahaya sudah memotongnya duluan)
" Ngak kak ,semuanya aman,cahaya cuma mau tanya kak,semenjak SD ,Sampek cahaya SMP kayak gini kakak ngak pernah ceritain apa pekerjaan kakak setiap malam?"
" Siapa yang ajarin kamu nanya kayak gini!!" Siapa?.. (seketika meja makan jadi terasa menakutkan, tiba-tiba kak togar marah seakan tidak nyaman dengan pertanyaan itu).
" Tapi Cahaya ngak bermaksud buat kakak marah,tetangga di sini suka nanya ke cahaya,cahaya bingung jawab nya kak maka nya berani bertanya.. ,( tangisan membuat suasana semakin tegang).
" Eh dengar ya dek..gue kerja buat lohh..gue yang bayar semua nya bukan tetangga!! Ngerti ,skolah yang bener biar ngak kayak gue ngak jelas hidupnya". ( Lalu kakak nya pun pergi meninggalkan cahaya sendiri terlihat wajah kesal kak Togar).
Seperti itulah jadinya jika aku lancang menanyakan pekerjaan nya.semua omongan tetangga tentang kakak ku yang mereka bilang,kakak ku adalah seorang pencuri malam atau laki laki nakal ,semuanya aku simpan rapat-rapat jangan sampai kak togar mengetahui nya tentang hal ini. Apa lagi kebenaran tentang hal ini belum terbukti jelas,itu hanya gosipan para tetangga saja,karena kakak ku sering bekerja malam.
Dalam batinku selalu berkata" Memang nya apa salah ya bekerja di malam hari?".
Pada suatu hari ketika diriku di sekolah hari terasa panas sekali,memang akhir-akhir ini cuaca di sini memang sedang tak bersahabat seperti hari biasanya. memang setiap harinya aku selalu berjalan kaki setiap pulang sekolah. Selangkah demi selangkah aku berjalan dengan pelan nya karena cuaca yang terlalu panas,sambil memegang dadaku yang terasa semakin sesak,tak lama kemudian pandangan ku menjadi gelap ,aku terjatuh dan hilang kesadaran.
Tak lama kesadaran ku mulai pulih dan kemudian seseorang menepuk pipi ku,dan sudah berada di ruangan ber Ac , lalu aku terbangun sambil memegang dada yang masih terasa sangat sesak .
" Nak Bangun kamu baik-baik saja kah"(seorang ibu-ibu menepuk pipiku perlahan sambil menyodorkan satu botol minuman).
"Dada saya sakit Bu, tapi kok saya bisa ada disini ,tadik saya jalan kaki dan mau pulang".
" Ibu tadi tidak sengaja melihat mu pingsan di jalan sekitar toko baju ibu ,lalu ibu Bawa kamu ke puskesmas terdekat apa mau ibu Bawa juga ke rumah Sakit biar dada nya di periksa ,( tersenyum manis kepadaku).
" Tidak usah Bu,saya ngak apa apa, mungkin karna cuaca tadi panas sekali semoga minum air putih ini akan menghilangkan sakit ku , terimakasih ibu telah menolong ku".
" baik nak sama-sama ".
Saya tidak tau mengapa dada saya masih terasa sakit tapi tak saya ceritakan kepada ibu yang telah menolong saya nanti takut merepotkan dia lagi
"kalau mau di bawa kerumah sakit mana biaya nya juga pasti tidak sedikit ujar ku dalam hati".
keesokan harinya aku pingsan lagi untung sekali dirumah ada kak togar dia lalu menolong ku dengan sigap membawaku kerumah sakit untuk diperiksa karena sudah 2 kali ia melihat ku pingsan ,lemas dan tak nafsu makan.Ternyata kata dokter aku mengalami penyakit serius dan harus segera diatasi ,yaitu jantungku mengalami pembengkakan dan akibatnya dapat membuat ku sangat lemah dan sering sakit di area dada,dan dokter menyarankan untuk di operasi sesegera mungkin supaya nyawa dapat di pertahankan .
" Ini bukan penyakit biasa harus segera di atasi saya akan sigap menolong apabila sudah ada donor jantung yang pas." ujar seorang dokter yang berdiri di depan kakak ku .
Aku tau sekali perekonomian kami memang tak sebaik dulu waktu ibu dan ayah masih ada ,sekarang kami hanya hidup sederhana bersama kakak yang selalu sayang padaku walaupun ia tak pernah mengatakan langsung padaku ,tapi aku tau caranya merawat ku , menjaga ku, membiayai sekolah ku,itu semua termasuk tanda sayang yang ia berikan.
Kami pulang ke rumah terlihat wajah kakak sangat murung ,aku tau ia pasti kebingungan mencari uang untuk biaya operasi jantung untukku dan juga jantung yang cocok lagian harga jantung juga sangat mahal pastinya.
Pagi hari nya kakak tak terlihat sama sekali di meja makan,ia meninggalkan selembar kertas untuk ku.
" Dek ,di laci kamar kakak ada uang sedikit,yang mungkin cukup untuk kamu beberapa hari .kakak harus bekerja dan bos kakak tidak mengizinkan kakak untuk pulang selama 1 bulan.kakak harap kamu jaga diri,sekolah yang benar,dan minum obat yang teratur ,jangan khawatirkan kakak ya !! Trus tutup pintu jangan dengerin omongan tetangga".
begitulah pesan terakhir yang aku baca darinya.
Aku merasa tidak enak hati ketika membaca nya,aku harap ia baik baik saja di sana , mungkin pekerjaan yang ia lakukan itu demi untuk pengobatan ku,dan saat itu juga aku tak pernah berpikir kalau pekerjaan nya seburuk yang tetangga suka bilang.
Setelah 1 bulan kemudian ia benar-benar pulang namun terlihat muka nya seakan habis di pukul,lusuh dan tak terurus,aku sangat takut untuk bicara,tapi ia menjelaskan nya padaku.
" Jangan khawatir, pekerjaan yang kakak kerjakan ini cukup berat makanya kayak gini,tapi santai cuma goresan dikit."
Ketika malam tiba aku melihat kakak ku keluar rumah,aku lalu mengikuti nya sampai pada saat itu aku tau apa pekerjaan nya. Kakak ku bekerja sebagai seorang pembunuh ,ku lihat ia menusuk seseorang laki laki tua dan ia terjatuh berlumuran darah ,lalu aku terus memperhatikan kak Togar. Ia mengambil uang dari seorang laki laki yang wajahnya tak begitu jelas terlihat , laki laki itu berdiri tepat di samping kak Togar. Namun tak lama kemudian ketika uang telah di serahkan suara tembakan terdengar cukup kencang membuat aku terkejut. seketika itu juga kak togar berlari pergi dari laki laki misterius itu.
" Berhenti..".
Teriak seorang menggunakan pistol berlari mengejar kak togar . seketika itu kak togar melihat ku ia seperti nya sangat marah padaku karena berada disini ,tapi marahnya sekaan meredah ketika melihat ku memenggang dada sambil merintih kesakitan dengan kedua tangan. Aku terjatuh saat itu juga ,kakak ku berhenti seketika dan menghampiri ku.
" Cahaya.. bertahan kakak akan bawa kamu kerumah sakit kita punya uang dan jantung yang cocok". ujar kak Togar
" uang siapa, jantung? siapa kak,!!
Seketika pandangan ku hilang,dan gelap kini hilang kesadaran lagi.
Tak lama setelah aku sadar aku sudah berada di rumah sakit , terlihat beberapa tetangga berada duduk di dekat ku ia melihat ku seakan ada sesuatu yang terjadi lalu aku bertanya.
" Dimana kakak? Kak Togar ,kalian apa tidak mengajak nya melihat ku, dimana kakak ku siapa yang memberikan jantung ini untukku ,aku ingin sekali menjumpai nya dan berterima kasih padanya".
( Aku berusaha berdiri dari tempat tidur karena mengingat kejadian semalam,suara tembakan yang masih teringat di otakku ).
" Tenang la nak,sekarang kamu sudah sembuh dari sakit mu ,donor jantung sudah berhasil nak kakakmu la yang memberikan jantung nya untukmu ia membayar semua biaya rumah sakit ini,kami semua minta maaf telah berbicara yang tidak baik pada kakakmu,ia sangatlah berjasa bagi hidupmu ia melakukan semua ini supaya bisa membiayai mu.nak. "( seorang ibu-ibu yang berada di dekatku ia menangis terharu).
Lalu mereka semua memeluk ku dengan tangisan yang pecah,dan mereka mengantarkan aku ketempat peristirahatan terakhir nya. Dan ia kak Togar ternyata adalah seorang buronan pembunuh bayaran yang berkerja sama dengan seorang bos pengedar narkoba, polisi dari dulu memang telah mencari kak Togar ,pantas saja setiap keluar rumah ia selalu menutup wajah nya ,saat malam itu Togar yang bernama asli Togar Rahman berhasil membawa uang dari hasil kerja nya untuk mendonorkan jantungnya sebelum polisi menangkap nya ia telah lebih dulu sampai kerumah sakit dengan mengendarai taxsi di sekitar kejadian , beruntung dokter dengan sigap langsung mengoperasikan aku ,karena sebelumnya dokter memang menyarankan ku untuk segera di operasi.
Sebelum kepergiannya kakak ku menitipkan hadiah ulang tahun untuk ku di salah satu suster rumah sakit . Dan meninggalkan satu surat kecil ,
" Diriku tak layak di tiru ,tak layak menjadi kakak yang baik ,tapi aku senang karna melihat adikku cahaya yang selalu tersenyum untuk ku di saat ibu ayah telah pergi meninggalkan kita ,kakak harap jangan menangis dewasa jadila anak yang baik".
ternyata itu adalah surat terakhir dan kalung emas yang berbentuk hati sangat cantik.Ku hampiri di tempat peristirahatan terakhir nya seakan tak menyangka dan terasa tak nyata namun ini benar adanya.Semakin aku menjadi dewasa aku semakin percaya kasih sayang dan cinta yang tulus tak perlu di ucap kan lewat kata kata namun tindakan ,aku selalu percaya ia masih ada di dekat ku masih menghirup 1 udara yang sama seperti ku berdetak jantung nya di tubuhku seakan ia menyatu dalam jiwaku cahaya Togar.