tok! tok! tok!(ketukan pintu).
Hurrem : Paman?! datang bersama siapa? sendiri? eh maaf paman, silahkan masuk..
Paman Selim : Bagaimna kabarmu?!
Hurrem : Baik Paman, Paman sendiri?
Paman Selim : Paman datang kesini ada suatu hal penting yang mau paman bicarakan sama kamu, paman juga mau minta tolong sama kamu..
Hurrem : Ada apa Paman? Apa Paman sakit? Katakan saja Paman, Hurrem akan bantu jika mampu..
Paman Selim : Paman mengidap penyakit, kemungkinan bertahan hidup hanya 3 bulan..
Hurrem : (kaget,meneteskan air mata)
Paman Selim : Paman mau minta tolong sama kamu, menikahlah dengan Mustafa(anaknya paman), paman hanya punya anak satu satunya laki laki yg bisa paman percayakan sama kamu, ibu kamu juga sudah setahun meninggal, ikutlah dengan paman, tidak baik kamu anak perempuan tinggal sendiri dirumah, paman mohon kamu bisa mengabulkan permintaan paman!?..
Hurrem : Tapi Paman, bagaimna aku bisa menikah dengan lelaki yg belum pernah aku temui dan aku kenal?!
Paman Selim : Mustafa sejak kecil tinggal diluar negri dengan ibunya, dan sekarang dia kembali keturki untuk meneruskan perusahaan paman, paman ingin melihatnya menikah untuk terakhir kalinya sebelum paman meninggal, dan wanita yg paman mau untuk jadi menantu hanya kamu hurrem, paman mohon padamu jangan tolak permintaan paman yah,,..
Hurrem : (menyeka air mata)
Paman Selim : Salah satu Alasan Paman datang kesini juga ingin menuruti permintaan terakhir ibu kamu sebelum dia wafat, saya sudah berjanji akan menjaga kamu dan menikahkan kamu dengan mustafa..
Hurrem : Apa yg Ibu katakan kepada paman? kenapa Ibu bisa berkata begitu, aku belum siap menikah Paman, Aku masih ingin sendiri..
Paman Selim : Paman mohon padamu, hanya ini permintaan Paman (mengelus kepala hurrem)..
Hurrem : Bagaimana kalau aku tidak bahagia Paman?
Paman Selim : 3 Bulan! Hanya 3 Bulan kalau kamu tidak merasakan kebahagiaan bersama Mustafa, setelah kepergiaan Paman, Kamu bisa Menceraikannya..
Hurrem : hmm (memegang foto ibunya), baiklah paman beri aku waktu untuk mengemas barang barangku..
Paman Selim : Tidak perlu Hurrem, Paman sudah menyiapkan segala keperluanmu, kamu hanya perlu bersiap lalu kita berangkat kerumah..
Hurrem : Baiklah paman, aku akan bersiap dulu..
(Perjalanan Kerumah)
Pelayan : Selamat datang kembali Tuan besar..
Paman Selim : Dimana Nyonya? Panggil Nyonya dan Mustafa..
Pelayan : Baik Tuan..
Ibu Cemre : Sayang, Ada apa? Siapa Perempuan ini? Pelayan dirumah kita sudah banyak..
Paman Selim : Malam ini saya akan memperkenalkan kepada kalian Calon Istri Mustafa, Namanya adalah Hurrem, seminggu lagi akan diadakan pesta pernikahan, Hurrem akan tinggal dirumah ini, saya tidak mau mendengar komentar, perlakukanlah Hurrem dengan baik, Mustafa besok ajak Hurrem keliling..Baiklah saya akan kembali kekamar, saya sangat lelah, Mia ajak Nyonya kekamarnya..
Pelayan : Baik Tuan..
(Ibu Cemre mengejar Paman Selim ke kamar)
Ibu Cemre : Sayang, apa maksudmu semua ini? Aku tidak mau Perempuan kampung itu menjadi menantuku, aku sudah memilih Mazel menjadi menantuku, siapa perempuan yang kamu bawa ini?
Paman Selim : Ibunya adalah Istri temanku yang pernah menyelamatkan hidupku dulu, kamu tidak berhak menolak, aku sudah putuskan Hurrem adalah wanita yang baik, dia akan sangat cocok untuk Mustafa,pergilah aku mau istirahat.
(Ibu Cemre pergi dengan rasa kesal)
keesokan harinya..
cuitt..cuitt..(suara burung)
Paman Selim : Selamat pagi Hurrem, duduklah serapan, kamu pasti sangat lapar..
Hurrem : (Tersenyum)
Paman Selim : Hurrem makanlah yang banyak, Paman akan pergi bekerja, Mustafa ingat nanti pulang kerja ajak Hurrem Berbelanja..
Mustafa : Baik Ayah.. (muka kesal)