Aku tidak menyukainya! aku sangat membencinya! yang dia inginkan hanya tubuhku! laki-laki menjijikkan itu Kenapa harus jadi suamiku....
________________
part 1
Yuki seorang gadis berusia 22 tahun mempunyai mimpi menjadi seorang penyanyi, dia sangat suka bernyanyi sejak kecil, sayangnya Yuki berasal dari keluarga yang kurang mampu ayahnya sudah meninggal saat dia masih duduk dibangku sekolah sementara dia tinggal bersama ibu dan dua orang adiknya yang harus di biayai, hal ini membuat Yuki mengesampingkan mimpinya dan fokus membantu ibunya serta menjaga adik-adiknya, tetapi tiba-tiba ada pria tampan dan mapan yang melamar dirinya.
“Hmmm selamat pagi cantik...” Lucas melingkarkan tangan besarnya di pinggang Yuki, nafasnya berbisik di telinga Yuki yang sedang berusaha menyibukkan diri dengan memasak.
“Lepas! Aku sedang memasak jangan mengganggu.” Yuki menjawab dengan tegas dan singkat.
Lucas tertawa kecil sambil menyeringai matanya bahkan menelusuri setiap lekuk badan Yuki. “Sulit sekali sayang... Sangat sulit rasanya untuk bisa lepas dari tubuhmu” Lucas tersenyum menggoda, sementara Yuki hanya bisa menggigit bibirnya menahan amarah seperti biasanya, Yuki selalu berusaha mengingat kejadian itu, kalau tidak karena hari itu pasti dia tidak mau menikah dengan pecundang ini.
Yuki meletakan masakannya di meja makan, Yuki terbilang pandai memasak itu merupakan salah satu hobinya tak heran begitu banyak pria yang berusaha mendekati Yuki, wajah cantik rambut lurus hitam legam dan indah, badan yang ideal, sikapnya yang ramah dan penyayang juga seorang wanita pekerja keras, banyak yang berkata Lucas sangat beruntung mendapatkannya.
Lucas duduk di meja makan sambil menyantap lahap hidangan yang disiapkan oleh Yuki, Lucas tergolong laki-laki yang makan dengan porsi banyak.
“ hmmm enak sekali... Sangat lezat... oh sayang kenapa apa pun yang menyangkut dirimu begitu nikmat” Lucas memandang Yuki sambil tersenyum serta kembali menyendokkan penuh makanan ke dalam mulutnya, Yuki bahkan tidak bersuara sedikit pun dia begitu lelah dengan apa pun yang diucapkan Lucas tentang dirinya Lucas selalu menggambarkan dirinya (Yuki) sebagai sosok yang Vulgar dan mengundang gairah, Yuki begitu muak mendengarnya, tapi disisi lain Yuki sedikit kasian melihat sosok Lucas yang terkadang terlihat seperti kesepian dan memohon perhatiannya, tapi dia langsung menepis pemikirannya bahkan membuangnya jauh, karena Lucas juga bisa berubah menjadi orang yang dingin juga mengerikan apalagi jika sudah menyangkut hubungan ranjang Lucas bisa hilang arah, meskipun baru dua bulan pernikahannya Yuki lebih banyak menangis dan bersikap dingin kepada Lucas, sayangnya dia tidak bisa bertindak lebih dari itu dikarenakan Lucaslah yang sudah berperan penting membantu keluarganya yang pada saat itu sangat kesulitan karena ternyata mendiang ayahnya terlibat hutang yang sangat besar, Lucas bahkan membelikan rumah dan menjamin semua kehidupan ibu dan adiknya hanya dengan satu persyaratan yaitu Yuki harus mau menjadi istrinya selama satu tahun.
part 2
Lucas berjalan menuju kolam berenang rumahnya, dia duduk berselonjor di bangku panjang, seketika dia teringat kejadian di toko minimarket seberang jalan tempat di mana dia bertemu Yuki pertama kali gadis yang telah memikatnya hatinya hanya dengan segala kesederhanaannya, Lucas begitu terpana melihat Yuki entah apa penyebabnya padahal Lucas merupakan seorang CEO dari agensi modeling yang sedang naik daun tentu di sekelilingnya banyak wanita-wanita cantik, Lucas sendiri juga merupakan seorang model yang terbilang sudah memiliki sebuah nama, tubuh atletik, tinggi badan yang menjulang namun proporsional tentu saja dengan wajah yang tampan rupawan.
Lucas membawa sebuah kaleng bir ke kasir dan mengeluarkan kartu ATM untuk membayar.
“Mohon maaf pak, sedang ada gangguan jadi bisa dibayar tunai saja” seorang gadis memakai rompi seragam minimarket dengan rambut di ikat seadanya juga wajah yang terlihat letih, sambil menyodorkan kembali kartu tersebut.
“Apa? Uang Tunai? Saya tidak ada kenapa tidak di coba dulu kartunya, cepat sekali beralasan gangguan! Cepat dicoba!” Lucas sedikit menaikkan intonasi suaranya, dia kembali menjatuhkan kartunya ke meja kasir.
Yuki memandang laki-laki di depannya dengan datar dia sedikit menghela nafas, tapi berusaha ditahannya supaya tidak memperkeruh suasana.
“ Baik pak akan saya coba” Yuki menggesek kartu tersebut dan akses ditolak karena jaringan sedang mati.
“ Mohon maaf masih tidak bisa pak, jaringannya sedang mati karena gangguan pak” Yuki mengembalikan kembali kartu ATM Lucas dengan berusaha tersenyum ramah.
“Cih, aku harus repot dengan urusan satu kaleng bir saja keterlaluan Minimarket sebesar ini tidak bisa memuaskan pelanggan, kau tahu hariku sedang tidak baik dan kau menambah buruk hariku hanya karena mesin kartumu yang rusak! Kalian semua Payah!. Lucas berjalan keluar dengan mengumpat dia mengeluarkan rokok dari sakunya dan membakarnya saat tiba-tiba ada yang menyentuh lengannya.
“ Pak... Saya mohon maaf atas gangguan yang terjadi ” Yuki menyodorkan sekaleng susu dan sebuah permen karet pada Lucas.
“ Semoga bisa menyegarkan bapak mohon maaf pak sekali lagi “ Yuki segera berlari ke dalam meninggalkan Lucas yang terpelengak kaget karena diberi susu dan permen karet gratis oleh seorang kasir minimarket yang bahkan baru dia temui.
Mulai saat itu Lucas menjadi penasaran dan ingin menaruh perhatian lebih pada Yuki, Lucas bahkan memata matai jam kerja Yuki, pada saat Yuki sedang bertugas sebagai kasir pasti Lucas datang dan membeli sekaleng susu, tetapi perilaku yang sama tidak terjadi kepada Yuki, dia tidak memikirkan hal apa pun dan hanya fokus pada perkerjaannya.
Lucas tersenyum sendiri dan tersadar karena rintik kan air hujan yang menjatuhi kolam renangnya.
“ Yuki.... Yuki Sayang dimana kau kemarilah aku ingin bicara” Lucas berteriak memanggil Yuki.
Yuki berjalan malas menemui Lucas.
“ Ada apa?” katanya datar.
“ Sayangku hari ini aku libur, kira-kira kita mau buat apa ya? Kau mau pergi jalan-jalan tidak? Atau mau belanja?” tanya Lucas penuh antusias.
“ Tidak usah aku harus menyelesaikan Laguku” sambung Yuki singkat dan segera ingin meninggalkan Lucas tetapi tiba-tiba Lucas menarik tangannya dan membuatnya terjatuh di pangkuan Lucas.
“Ah... Apa yang kau lakukan! Lepaskan!” Yuki memberontak segera ingin bangkit tetapi badan Lucas yang lebih dominan membuatnya tidak bisa bertindak lebih.
“Kau ini selalu membuatku susah! Bisakah berhenti menyulitkan ku?!” tangan Lucas memegang pinggang Yuki menarik tubuh Yuki lebih mendekat kepada dirinya, memandang Yuki lekat dan berusaha menciumnya.
“Lucas hentikan! Hm! Lu...ca....ss!” Yuki berusaha memberontak tetapi selalu kalah tenaga dengan Lucas yang lebih besar, Lucas menciumnya sangat dalam tangan besarnya terus memeluk Yuki erat, disisi lain Yuki terus berusaha berontak, Lucas melepas ciuman setelah mengetahui Yuki menangis. Lucas memandang Yuki yang sedang menangis dengan tatapan tajam membara, nafasnya begitu memburu, tangannya yang kekar memegang tangan Yuki dan menciumnya Lucas sangat menyukai aroma tubuh Yuki.
“ Kenapa sulit sekali...” Lucas memejamkan mata dan bersuara kecil, sementara Yuki memandang Lucas dengan mata yang masih dibanjiri air, Lucas mendirikan Yuki dan beranjak masuk kedalam, meninggalkan Yuki yang sedang menangis sendirian, tapi langkahnya terhenti dan tiba-tiba pikirannya dikuasai oleh hawa nafsu dan egoisme, dia berbalik ke arah Yuki dan menggendong Yuki tiba-tiba.
“ Diam! Jangan coba berontak, aku suamimu kau harus melayani ku!” dengan tajam Lucas memperingati Yuki, akhirnya wanita itu hanya bisa terdiam sementara Lucas membawanya ke kamar.
perjalanan kisah cinta Lucas dan Yuki masih belum selesai... tetapi akan terus berlanjut... ayo terus ikuti trimakasih 😀 (penulis pemula maaf kalo terjadi banyak kesalahan)