Pagi ini begitu indah dan hening aq duduk santai di atas balkon memandang pemandangan yang jauh terhampar. warna padi hijau dan burung burung yang berterbangan diatasnya memjadi hiburan tersendiri bagiku.
Entah berapa lama aq duduk disana tapi tidak membuatku bosan.suasana yang hening dan sepi
membuatku betah berlama lama menatap nya.
Pemandangan alam berwarna hijau dapat menyenangkan mata. dan juga warna yang aq suka.selain itu juga suka membaca buku. dalam jenis apapun yang penting hal yang bermaamfaat.
Waktu segangku lebih banyak kuhabiskan dengan membaca novel di mangatoon atau di perpus.
kadang seminggu sekali aq keperpus untuk menganti buku pinjaman , tapi selama pandemi perpus kota tutup. jadilah aq membaca dirumah.
........................
" lagi apa ya" kata bunda ketika melihat ku duduk santai diatas balkon sambil membaca novel di mangatoon.
" lagi santai bun sambil baca novel" jawabku.
" ngak pergi tadi dicariin david.bunda pikir kamu pergi nak jadi bunda bilang lagi pergi" kata bunda.
" emang tadi kesini bun..." tanyaku.
" iya ....." katanya mau ngajak kamu jalan jalan silahturahmi keteman teman smp.mumpung suasana masih lebaran.
" maaf kalo bunda ngak tahu kamu duduk disini nduk" kata bunda.
" ngak pa pa bun, aya juga malas pergi sama david" kataku santai.
" lho kenapa..." tanya bunda sambil menatapku.
" ngak kenapa napa, cuma aya sudah janjian pergi sama bian nanti habis zuhur bun." kataku.
" oh........gitu bunda pikir kenapa? bunda jarang lihat bian akhir akhir ini" kata binda.
" iya kan bian lagi sibuk kerja bun jadi jarang kesini, tapi kemaren dah janjian ditelp" jelasku ke bunda.
" ya sudah bunda turun dulu ya" kata bunda yang meninggalku duduk santai.
Kutatap tubuh bunda yang menghilang dibalik tangga..untung......tadi bunda ngak tahu aq disini
jadi ngak merasa bersalah karna harus menghidari
david. teman kuliahku itu. karna memang aq ada janji dengan bian sahabatku semasa sd juga smp.
cuma sma kami terpisah.
Kebiasaan yang sangat suka aq lukukan adalah mencari tempat sepi untuk duduk santai mbaca buku, jenis buku apapun, yang penting bisa membuang rasa bosan dan jenuh dari rutinitas
keseharianku.
bahkan aq bisa duduk berjam jam di perpustakaan
kota. atau kampus hanya untuk membaca. aq bukan orang yang kuper dan juga cupu. tapi memang hobby ku yang satu itu slalu membuatku
nyaman .
Dan hanya bian satu satunya yang tahu kebiasaan
ku itu ,sahabat masa kecilku itu sekarang sudah bekerja dikota besar. tapi setiap pulang kampung
dia slalu membawakan buku untukku walau hanya satu novel atau majalah beserta oleh olehmya.
........................
drt .....drt.......drt ........
Suara hpku bergetar ketika aq baru saja selesai sholat zuhur. lalu kuraih benda itu..
" hallo...........
" oke........... " jawabku lagi menutup telp.
Bergegas aq merapikan rukuh dan setelah selesai aq kembali melihat kecermin untuk melihat penampilanku.
setelah merasa cukup aq pun keluar dari kamar.
" bun ...... aya pergi dulu ya" kataku pamit pada
bunda. yang ada didapur.
" lho emang bian sudah jemput" kata bunda.
" sudah tuh didepan " kata ku.
" ya sudah hati hati dijalan jangan ugal ugalan" pesan bunda.
" ya bun " kataku seraya mencium tangan bunda
aq pun bergegas keluar untuk menemui bian yang diikuti binda.
" nak bian ngak masuk dulu" tanya bunda melihat bian yang sedang duduk diatas motornya.
" eh tante.......bian pikir ngak ada dirumah" kata bian yang turun dari motornya dan menyalami bunda.
" heh......kamu ini emang tante anak muda seperti kalian yang suka jalan jalan" kata bunda.
" he he he... maaf tante." kata bian
" bian pinjam aya dulu ya tante" kata bian tersenyum.
" tapi jangan pulang malam, dan ingat kembalikan utuh" kata binda.
" iya tante....insyaallah akan kembali utuh " jawab bian sambil mesem mesem.
" awas ya kalo amak tante hilang" goda bunda.
" ngak tante...dijamin aman." kata bian dengan smirk serius.
" ya udah bun aya sama bian pergi dulu ya bun " kataku pamit.
" ya sana ...hati hati....
" assalamualaikum.......kataku dan bian
" walaikum salam ..." jawab bunda yang memandangiku sejenak boncengan dengan bian.
Motor melaju dengan santai, berbaur dengan kendaraan lain ditengah jalan.
" kita langsung ke rumah nia atau cari makan dulu"
tanya bian.
" kerumah nia aja bi, makannya nanti aja, suapa tahu nanti disungguhi makanan enak malah gratis" jawabku.
" ha....ha....ha....senang gratisan nih" kata nian membuka obrolan diatas motor.
" perlu lah.....kan masih suasana lebaran bisi ngirit
uang saku" kataku datar.
" alah.....sama aja nanti juga uang saku nya lama lama habis" kata bian.
" ngaklah kalo disimpan rapat" tukasku.
" mau ku tambahi ganti thr" goda bian.
" boleh......boleh ....." kataku cuek.
" sombong ya sudah kerja merendahkan diriku" kataku.
" bukan sombong ya fakta, anggap aja aq kasih thr" katanya sambil tertawa.
" heh......kataku sambil mencubit pingangnya.
" auw.......sakit ya, kira kira dong nyubit" kata bian
" tuh tangan masih kaya kepiting aja." kata bian
" ha..ha...ha... tahu gitu kok masih usil" kataku.
" siapa yang usil ..aq cuma ngomongi fakta kamu yang baper ya" kata bian.
" mau dicubit lagi" kata ku.
" brani nyubit ta cium lho" kata bian asal
bluss.........
perkataan bian membuat pipiku merah, mungkin karna baper. untung diboncengan.
aq pun lalu diam tak bersuara.begitu juga dengan bian yang konsentrasi membawa motornya.
...................
Tak lama kami pun sampai di rumah nia, dan kebetulan juga radit pacar nia ada di sana yang tak lain sahabat bian juga.
" asalamualaokum....." kataku memberi salam
" walaikum salam......." jaeab nia menjawab.
" aya......... teriak nia langsung memeluk ku erat.
" ku pikir ngak jadi kesini." kata nia seraya menarik tanganku untuk duduk diteras.
"hai dit " sapaku pada radit yang lagi duduk.
" hai ya. hai bro" kata radit yang bangkit dari duduknya dan memeluk bian.
" sehat slalu kan" kata bian.
' itu jelas, gimana jakarta......" tanya radit
" aman. bro...... bebas tampa hambatan" jawab bian seraya duduk disampingku.
" nih minum dulu, atau mau makan dulu ...." tawar nia.
" lauk apa nia" tanyaku tampa bada basi.
" biasa bunda masak rendang ,opor dan rica rica, yuk makan dulu" tawarnya. nia
" boleh ......" kataku bangkit dari kursi.
" bian ayo , dit temanin " kata nia melirik radit.
" ayo bro ..." kata radit yang juga bangkit dari kursi.
Kami pun lalu menuju ruang makan dimana makanan banyak makanan yang sudah ditata rapi
disediakan untuk para tamu.
" mami kemana ni" tanya ku ke nia.
" paling lagi istirahat dikamar, habis banyak tamu tadi, jadi capek rehat sebentar" kata nia.
' yah .....masa aq makan dulu tampa ketemu mami" jawabku.
" santai ya, nanti pas mami sudah bangun kita temuin" kata nia sambil menaruh aqua.
kami berempat pun duduk sambil melahap makanan hanya nia yang tidak karna tuan rumah.
......................
Nia adalah sahabatku semasa smp. yang sangat baik dan bertemu lagi dimasa kuliah. sedang bian adalah sahabat radit di mada sma, yang tak sengaja memcari nia. tak itu sempat membuat ku kaget juga, karna aq tidak tahu kalo radit sahabat bian di sma.
bian anak yang pintar di sma dia sekolah di ekslarasi jadi lebih cepat duluan selesai mada smanya cuma 2 tahun juga kuliahnya cuma 3 tahun sekarang bian kerja nyambi ambil magisternya di jakarta. sedangkan radit sama dengan ku dan nia sekarang kami sedang masa
pembuatan skripsi.
" ya. lho pacaran sama bian " bisik nia padaku ketika aq memcuci tangan di westafel.
" ngak lah, cuma temanan" jawabku tampa berbohong.
" embat aja lagi, lagian bian cukup ganteng dan mapan" bisik nia
" tahu ah....." kataku tapi berhasil membuat pipiku merona.
..........................
" ini jadikan mau lihat lihat buku " kata bian membuka obrolan ketika kami bertiga sudah selesai makan.
" jadilah masa ngak jadi " jawabku
" cari buku, atau geceng " sindir radit sambil melirik bian.
bian yang terlihat santai hanya tersenyum tipis
tersenyum.
" dua duanya juga masalah" kata bian datar.
" mhem........ wah berarti bisa sekalian kepantai paris dong " kata nia semangat.
" boleh tapi jangan sore sore banget " jawabku.
" kalo sama bian aman ya, ...kembali utuh kalo pulang " kata radit.
" bukan itu, tadi bunda bilang jangan pulang malam malam" kataku.
" aish.. ....ngak bakal malam malam kok ya" kata nia.
" iya paling habis cari buku kita keliling keliling dulu
ke maliaboro lalu keparis, ya kan bi" kata radit.
" mhem......iya " jawab bian santai.
Jadilah kami berempat keliling mencari buku buku. bian yang sengaja membelikan ku buku buku bagus membuat ku merasa tak enak , karna memang rada mahal.
" ngak apa aggap aja thr dariku" bisik bian santai
seraya meminta sang pemilik toko untuk membungkusnya
Sedangkan radit dan nia hanya menemaniku.
kami menyusuri jalan sambil melihat lihat tempat yang bagus untuk berselfie ria.
Hatiku cukup senang bahkan bisa dapat buku yang bagus bagus dibelikan bian, bian sangat tahu kalo
aq sangat hobby membaca dan bisa menghabiskan waktu dengan tumpukan buku.
entah itu normal atau tidak dimata orang lain tapi bagiku membuatku nyaman.
Dirumah aq mempunyai kamar baca sendiri dan disana banyak buku yang kukoleksi dari sd sampai sekarang. semuanya tertata rapi. dan bian dan nia
juga tahu.karna itulah ruang pribadi ternyaman bagiku.
.......................
Ombak pantai terlihat saling terhempas di sekitar batu karang. disini lah kami berempat sekarang .
berjalan jalan dibibir pantai memandangi pantai yang terhampar luas.
Aq dan nia saling berkejar kejaran sambil bermain
air, sedangkan bian dan radit hanya berdiri menatap kami berdua dari kejauhan.
" aaaaaa......... nia basah nih" kataku ketika nia mencipratiku dengan air laut.
" nanti suruh bian belikan baju ya tuh banyak di sana" kata nia menujuj kearah penjual baju yang berjejer jejer.
" ngawur......kamu..nia kita ngak ada agenda kesini makanya ngak bawa salin " jawabku.
" heh......ya, kamu tuh katro apa bodoh sih, bian punya kantong tebal duitnya segepok dia kerja diperusahaan asing. buar beli buku dan baju mu setruk aja mampu" kata nia meneriaki ku
" aish ...sejak kapan temanku ini. mata duitan" kata
ku heran
" ck....bukan mata duitan ya, normal kamu ngak tahu bian itu orang tua punya perusahaan sendiri" kata nia.
" kamu tahu dari mana" kataku heran.
" radit yang cerita, kamu berintung ya, kalo bisa jadi pacarnya" kata nia.
" aq ngak tahu masalah itu ni, juga belum kepikiran
aq mau konsen dulu sampai lulus" jawabku.
" weh.........kan bisa sambil jalan ya" kata nia seraya mendekatiku dan kami berjalan tampa alas kaki.
"entahlah ni........bian juga belum ngomong apa apa" kataku.
" ngak perlu bilang juga harusnya kamu tahu dari tatapanya, mana ada cowo yang mau ngehabiskan duit buat belikan kamu buku berjuta juta sih ya" kata nia menatapku.
aq terdiam sesaat memikirkan ucapan nia
" aq.........
belum selesai aq bicara
" ayo pulang sudah sore" kata bian dari belakangku.
" iya nih sudah sire, kita cari makan dulu sebelum pulang ya bi" kata radit
" yap atur manis aja " kata bian yang lalu menarik tanganku dan mengengamnya lalu menyeretku
mengikuti langkahnya
nia dan radit pun sudah lebih dulu berjalan didepan kami sambil bergandeng tangan.
..................
Motor berjalan pelan diantara kemacetan jalan.aq menyandarkan kepalaku nyaman di pungung bian.
entah mengapa aq nyaman sangat bersandar dipungungnya.bian pria yang sangat sederhana dan terkenal cuek serta pendiam dulu disekolah. dia anak yang tertutup dan penyendiri. aq lah teman satu satunya ketika disekolah dasar. dan di smp.
dan kami bertemu lagi saat aq dikampus bersama nia dan ketika itu bian mengantar radit kekampus.
memang dunia sempit, akhirnya aq tahu kalo radit
sahabat dekat bian di sma, kami memang beda sma dan sejak itu aq tak pernah bertemu bian lagi
tapi rupanya tuhan punya rencana lain.
" ngantuk ..." kata bian seraya menoleh kepadaku.
deg................
wajahnya yang hanya beberapa senti didepanku membuat dadaku serasa deg degan.
" ngak jawabku cuma capek" jawabku sambil tersenyum.
bian pun meraih kedua tanganku dari dua buat sisi dan merapatkannya dipingangnya.
" tidurlah nanti kalo sudah nyampe kubangunkan" katanya lembut.
entah ....rasa apa yang ada dihatiku namun itu membuat tak mampu berkata kata. aq hanya bisa
diam merasakan ngengaman hangat tangannya.
Bian anggara wijaya. nama yang slalu tersemat rapi didalam hatiku. karna dialah yang lebih dulu membawaku untuk dekat dengan buku dan novel dia juga yang dulu membuatku suka dengan anak kecil pendiam itu yang seorang kutu buku yang slalu membuat ku nyaman,. walau teman teman kami tidak menyukainya.
bukan tampa alasan aq serimg menyendiri setelah kepergian nya aq banyak berubah. membaca dan membaca untuk membuang kenangan kecil kami agar hanya jadi kenangan indah.karna dia sahabat terbaikku waktu disekolah. yang juga banyak membantuku dalam belajar. saat itu aq berpikir aq takkan pernah lagi bertemu. namun takdir rupanya
berkata lain bahwa ada harapan di masa depan.
..................
" ya......aya....... bangun sebuah elusan tangan lembut mengusap pipiku.
" eh...... aq ketiduran ya, " kata ku
" mhem.......ayo turun kita makan dulu kata bian yang dari tadi membiarkan pungungnya jadi sandaranku.
" heh....... aq pun melihat sekeliling sekitar, kulihat nia dan radit sambil cemberut berpangku tangan.
" woi.....lapar nih bisa ngak mesra mesra an dilanjutkan nanti" kata nia.
" iya nih ....." kata radit menimpali.
aq pun segera turun dari motor dengan wajah memerah bagai keciduk , karna lama ketiduran
tampa kusadari.
" eh maaf ..... ya tadi kupikir blm nyampe" kataku
malu.
" yah .... keenakan tuh ya, nanti lanjut dech" kata nia
menyindir.
Sedang bian hanya diam sambil tersenyum tipis.
....................
kami berempat pun makan disalah satu restoran yang cukup mewah. dan menikmati semua
makanan tampa banyak bicara.setelah selesai bian
mengantarkan ku pulang setelah berpisah dengan nia dan radit. di jalan yang berbeda.
bian mengantarkan ku sampai teras halaman rumah.
" assalamualaikum ....." kataku memberi salam
" walaikum salam jawab bunda yang sedang menyiram tanaman diteras.
" sudah pulang .... kemana aja" tanya bunda.
" eh..... lihat lihat buku bun, nih dapat banyak kataku sambil memamerkan kantong kresek yang lumayan berat
" nak bian masuk dulu, " kata bunda menawarkan
bian untuk masuk.
" makasih tante besok aja, besok bian boleh main kesini lagikan " kata bian tersenyum.
" iya boleh lah kenapa ngak " jawab bunda senang.
" bunda lama ngak lihat kamu dulu pas terakhir smp masih imut dan lucu gitu" kata bunda.
" ah......iya kata bian tersenyum.ya sudah tante
saya pamit dulu." kata bian pamit.
" okey, janji besok kesini lagi ya. besok om dan tante mau halal bi halal sama kolega kantor papanya aya, jadi biar aya ngak sendirian biar bian yang nemani" kata bunda.
" siap tante. ..." kata bian terlihat sumringah.
lalu melangkah kembali kemotornya.
aq melambaikan tangan kepadanya seraya dibalas anggukan kepala bian.
bunda yang melihatnya tersenyum.seraya melanjutkan menyirami bunga bunga. dan aq pun masuk kedalam rumah
...........................
entah mimpi atau nyata ada sentuhan lembut dibibirku. dan itu membuatku membuka mata.
deg...........
astagfirullah ........bian " kataku terkejut karna bian ada dikamarku.
" tante nyuruh aq membagunkan mu tapi sedari tadi ngak bangun bangun " kata bian
" akhirnya kucium saja eh....rupanya efektif " katanya lugas.
" aish tapi ngak dicium juga bi, kamu mencuri namanya .itu ciuman pertamaku" jawabku polos.
" oh ya...... sama dong " kata bian yang membuat ku malu lalu beranjak bangun dan berlari kekamar mandi.
" tunggu diluar sana " teriakku.
" ya ku tunggu diruang baca ya' kata bian.lalu pergi keruang baca
bian memang hafal dimana ruangan itu, karna memang rumah kami tak berumah dari dulu dan bian sering main kesini kami sering bersama menghabiskan waktu membaca buku dan belajar bersama diruang baca. waktu smp. walau kami spat 6 tahun tak bertemu tapi tak membuatnya lupa.
sehabis mandi aq dan berpakaian aq pun mencari bian keruang bacaku.
" bi kok sepi bunda sama ayah sudah berangkat" tanyaku.
" iya makanya bunda suruh aq bangunin kamu" katanya tampa menoleh.
" sejak kapan panggil bunda" tanya heran.
" sejak hari ini sampai selanjutnya" kata bian santai.
"idih.... itu bunda ku, bukan bundamu" jawabku.
seraya duduk disamping bian.
" tapi besok besok juga jadi bundaku " kata bian tersenyum pernuh arti tampa aq tahu maksudnya.
" terserah kataku" seraya bersandar di sofa sambil asyik melihat buku yang kemaren bian belikan.
bian hanya tersenyum melihatku sambil kepalanya
bersandar dibahuku.seraya membaca buku yang dia pegang. dan kami pun sibuk dengan pikiran masing masing.
Tamat.
..