Aku disini, Berdiri di depan Pintu. Menghabiskan waktu dengan mengucapkan kalimat yang sama sepanjang harinya.
Aku yang diberi tugas untuk menyambut para pengembara, Para petualang yang ingin mengambil sebuah quest dari ku.
inilah aku, Dengan rambut ponytail ku mengenakan pita besar berwarna hitam yang mengikat rambut ku.
mengenakan pakaian gaun (abad pertengahan Inggris) dengan senyuman ku berdiri Disini, Mereka memanggil ku dengan nama “Lefina"
*****
“Hei kau yang disana, bisa minta waktu nya sebentar?" sambil tersenyum aku terus mengucapkan kalimat itu kepada setiap pengembara yang bertanya padaku.
“..."
namun, Terkadang tidak ada yang menghiraukan perkataan ku ini, Bagai angin lalu. mereka hanya datang untuk mengambil quest dan hadiahnya lalu kemudian kembali pergi.
“Aku mulai bosan hidup seperti ini...." menghela nafas panjang, keluhan ku ucapkan. akan tetapi mengeluh tidak ada artinya, Entah berapa banyak ku mengeluh,Meminta atau pun memohon. hidup ini tidak akan pernah berubah.
alasannya sederhana, Karena itu program yang ditanamkan padaku. bertahun-tahun lamanya aku menjalani ini, Sering kali aku mendengar kata “Program, GM, Botak, Dan NPC" Itu terucap dari para petualang yang ku sambut.
sampai dimana aku menyimpulkan kalau diriku hanya sebatas non player charakter atau NPC. sosok yang hanya melakukan hal yang sudah ditanamkan dalam diri.
namun, itu mulai berubah ketika ku bertemu satu petualang yang aneh.
**********
Di jalanan yang ramai, tempat dimana berkumpulnya para pemain yang melakukan berbagai hal.
dua orang petualang berjalan sambil berbincang, Namun salah satu dari mereka berhenti ketika melihat sosok wanita yang berdiri di depan pintu.
“Cantiknya...." ucapnya penuh Dengan nada mengagumi.
“hah? siapa yang kau maksud Yutta?" tanya nya terheran".
petualangan bernama yutta itu mengakat tangannya dan menunjuk seseorang, Refleks petualang Satu nya mengikuti arah mana yang yutta tujukan itu.
“Itu seorang NPC....Ada apa dengan itu?" petualangan itu kembali bertanya kepada yutta karena Merasa belum mengerti apa yang di maksud temannya itu.
petualang satunya nampak kesal akan respon temannya yang terkesan cuek. aku tidak peduli dengan itu, Ku harap Mereka tidak datang kemari.
"....." dugaan ku salah, Mereka datang menghampiri ku. Baiklah, Aku tinggal menjawab Seperi biasa.
“Hei kau yang disana, Bisa min–"
“KAU SANGAT CANTIK!!!" teriak petualang itu.
.....hah?, Belum sempat ku menyelesaikan perkataan ku dia memotong nya.
“A-apa yang anda maksud tuan petualang? saya tidak mengerti" ucapku sambil tersenyum canggung.
“Ku bilang Kau sangat cantik!!!" Tegasnya sekali lagi..
ya ampun, Ada yang aneh dengan otaknya. ini pertama kalinya ku bertemu petualang yang seperti ini.
“t-terima kasih" ucap ku tersenyum canggung.
Bugh!!! sebuah pukulan mendarat ke kepala petualang yang berteriak tadi.
“Aduh!!, Apa yang kau lakukan sialan??" ucapnya
“Berhenti membuat masalah" jawabnya, Lalu ia meambambil kerah belakang temannya itu dan menyeretnya pergi.
“aghh, Apa yang kau lakukan. lepaskan!!" teriakannya yang semakin memelan.
fiuh~, Untuk sekarang aku bebas dari petualangan aneh, Itulah yang kupikirkan.
******
“Lefina!! itu namamu kan, nama yang indah seperti rupanya"
aku salah kira, Dia kembali Lagi. apa ini hari sial ku?
“Apa yang tuan petualang inginkan? quest macam apa yang ingin anda ambil?"
Kumohon segeralah pergi!!
“Owh, Aku mau mengambil quest lvl 20" ucapnya.
“Lvl 20, Ujian keperkasaan. syarat selesai quest nya itu membawakan tiga kulit minotour" ucapku menjelaskan tentang quest tersebut.
“Ah, Terima kasih. aku segera kembali" ucapnya.
Kumohon jangan pernah kembali....!!!
*******
1hari berlalu.
“Aku kembali, Dan ini kulitnya" ucapnya sambil menyodorkan kulit dari minotour.
dia kembali lagi....“Saya, terima. dan ini hadiahnya"
*******
hari berikutnya.
“Lefina!! aku datang, Dan seperti biasa kau sangat Can–"
“quest apa yang anda inginkan?"
******
hal itu Terus terjadi sampai satu Minggu lamanya..... hingga dia tak pernah kembali setelah itu.
satu bulan berlalu, aku terus memikirkan sosok nya itu. berisik namun entah kenapa aku merindukannya. harus ku akui aku mulai menyukai nya. jadi dimana kau sekarang petualang aneh....
*********
Hari ini pun dia tidak datang lagi, Aku mulai berpikir Bahwa dia tidak akan pernah kembali. pikiran untuk melupakannya terlintas di benakku....
“Heii lefina!!!" teriak seorang petualang dari jauh.
aku mendongak, Aku kenal suara ini. mataku membeliak, Ah....itu dia, petualang aneh itu kembali.
tenang lefi, Kau harus bersikap seperti biasa. tenang, tenang.... namun berapa kali ku berpikir untuk tenang, Semakin penuh Pikiran ku tentang nya.
“Lefi–"
“Kemana saja anda selama in?" tanpa sadar aku memotong ucapanya.
kaget, Aku Secara refleks menutup mulutku dengan tangan ku. perlahan aku Melihat wajah petualang itu....dia tersenyum dan berkata.
“Kau merindukan ku?" ucapnya dengan senyuman lembut.
“T-tentu saja tidak!!" agh, Kenapa dengan ku. aku tidak tahu seperti apa muka ku sekarang.
“wajahmu memerah" ucapannya.
“eh!?" siapa? wajahku?
“Xixixi" dia tertawa “Hei, Mau pergi bersama ku?"
“pergi? kemana?" tanya ku.
“Sudah ikut saja" ucapnya yang kemudian mendorong ku mendekat ke arahnya, Tubuh kami berdekatan. aku bisa merasakan nafasnya.
“T-tunggu, Aku tidak boleh meninggalkan tempat ini"
“Tenang saja, Percaya kan padaku" ucapnya tersenyum.
perlahan cahaya mulai muncul, Ku tutup mataku ketika cahaya datang menyelimuti. namun itu perlahan memudar ketika beberapa detik berlalu.
“Kau bisa membuka matamu lefi" ucapnya.
perlahan ku buka mataku, Terasa menusuk ketika cahaya terang datang, Mataku menggeliak. Kaget, aku yang tidak pernah berpikir untuk pergi meninggalkan tempat ku itu, Aku yang berpikir kalau dunia itu sempit, Kupikir aku tidak akan pernah merasa bebas.
namun itu salah, Aku merasa seperti bebas ketika ku melihat ini. air terjun, hamparan bunga, Bukit tinggi dan pemandangan yang indah.
semua bisa kurasakan karena dirinya. tanpa kusadari aku mulai menatap petualang itu, hingga dia menyadari akan tindakanku dan kemudian berkata.
“lefina, Kau sungguh cantik. wajah pualam yang telah terlukis buarat merah jambu pada pipi. sungguh dirimu nampak bagai anomali dunia nan memabukkan. bagai entitas surgawi yang secara sukarela turun kehadapan manusia. suci, putih nan tulus. dan aku yang fana ini terkena akan senyuman nan cermelang mu."
deg*
mataku membeliak mendengar pernyataan nya itu, kupikir aku cuman sosok sampingan, Sosok yang mudah untuk dilupakan. tapi dia tidak menganggap begitu....
tes*
tanpa kusadari, Air mata mengalir dari tepi mataku.
“eh..e-enggak, Ini bukan seperti itu. a-aku han–" ucapanku terhenti ketika jari telunjuk nya menyentuh bibir ku.
aku kembali melihat nya, tatapan kelembutan dengan senyuman hangat. tangan nya itu bergerak menyekat air mataku kemudian dia kembali berkata dengan nada yang amat lembut.
“Aku mencintaimu lefina, Maukah kau menerima cintaku ini?"
“A-aku...." jawab itu, Bilang aku menyukai nya juga. tapi entah kenapa bibir ku Terasa kaku....agh aku tahu, Aku Terlalu bahagia untuk berbicara...
“Kau tidak perlu menjawab sekar–Mumghh!!!" sebelum perkataan nya Selesai, Sebuah ciuman di mulut mengehentikan nya.
“fuah... lefina, T-tadi kau.."
“Ya, Itu jawaban ku" aku tersenyum.
meski hanya NPC, Apa boleh aku merasakan cinta? aku tidak peduli tentang larangan apapun itu. satu kata, Aku menyukai hidup ku ini.