Waktu untuk bermalam minggu pun tiba, aq berdandan rapi dikamar untuk bersiap siap.
setelah rapi dan bolak balik melihat cermin
akhirnya aq pun keluar dari kamar menuju
kamar rista yang tak jauh dari kamarku.
" rista ayo" kata ku seraya mengedor pintu.
" ya bentar masuk dulu" katanya dari dalam.
" kreek..........pintupun zerbuka.
" ngapain sih lama banget " kataku heran.
" ish......ngak sabaran sih la ,nih lagi madu madankan lisptik" katanya santai.
" ngak usah cantik cantik kita niat nya nongkrong bukan cari gebetan" kataku.
" ck .....sekalian lah la, buat hiburan mada mejomblo terus." kaya rista santai.
" idih emang si tri mau diapain tuh di pajang masa cari yang lain lagi." kataku.
" si tri buat ban serep " kata rista asal.
" ck......kena karma baru tahu rada, suka nyakitin orang yang tak berdosa" jawabku.
" aish............santai la, orang kita happy happy aja lho jadi serius gitu " kata rista mencibir.
" dasar play gril kamu ris" kataku malas.
" mumpung banyak yang mau dan lagi asoy beb" katanya santai berasa tak bersalah..
...........................
Disinilah jadinya kami berempat kumpul. disebuat cafe yang cukup mahal tapi terjangkau bagi kantong muda mudi. aq , rista ,dan dua temanku nugrah dan raya asyik menyerumput jus pesanan
juga pisang bakar dan cake tiramisu.
" ngak ngelabtai nih" tanya rista yang maksudnya kenalan dengan beberapa cowo yang duduk depan bar mini di tengah cafe.
" sana ngelantai sendiri deh" jawab nugrah.
" tuh cogan cogan keren pada lihat kesini, lumayan bisa buat bayarin makanan nih" kata rista.
" heh.........kita juga punya duit kali ris" jawab raya.
" bedalah yang ngak nguras dompet.' kata rista santai memang dia hobbynya ngelaba.
" hush......sana kamu aja ris , kita jadi penonton aja" jawabku asal.
" cih....... cuma buat malam ini la" kata tista.
" aila sih ngak kaya kamu tis, dia polos " jawab raya melirikku.
" ha....ha....ha.....terdengar tawa nugrah dan rista yang mulai mengejekku.
" apain sih..." kataku heran.
" ih.....jadi gadis itu jangan terlalu baik la, nanti ketipu jaman sekarang mana ada cowo yang setia" kata rista.
" iya la, aq aja pernah diduakan , padahan gajinya cuma seberapa eh tuh cowok ngelaba diluar sana," kata nugrah.
" wah parah nih kalian " kata raya yang sama denganku yang anti pacaran.
" tau ah terserah kalian sana kalo mau melantai kita berdua tunggu disini " kataku sambil melirik raya.
" ho oh.....kita nunggu disini aja" kata raya yang mengerti ucapanku.
pada akhirnya nugrah dan rista kenalan dengan beberapa cowo tak jauh dari meja kami, sedangkan aq dan raya hanya menikmati makanan dan minuman yang kami pesan.
..................
Hampir setahun aq bekerja di perusahaan baru.dan aq merasa betah. disana. namun suatu hari ibu memintaku untuk pulang izin sehari atau dua hari
untuk bertemu.
Setibanya dirumah. aq dikagetkan dengan kehadiran gaza disana.
" lho...ngapin disini za" tatapku heran penuh selidik.
" mgelamar kamu " jawabnya santai.
" gila...kamu ya za, tahu alamat rumahku dari mana" jawabku ketus.
" dari kantor hrd lah" jawabnya lagi.
" aq niat baik datang kesini la , ngak pengen
macam macam " kata gaza.
" modus dan licik " kata ku tetap ketus tak perduli.
..........................
" aila nak gaza datang kesini berniat baik sama ibu dan ayah dia melamar kamu" kata ibu ketikaakan malam bersama yang membuat terkejut.
aq menatap gaza dengan tajam tapi dia hanya diam saja tak bergeming.
" ibu sudah ngurus surat surat untuk pernikahan kalian, jadi ngak baik pacaran lama lama lebih baik nikah." kata ibu.
" bu aq belum siap menikah , aq masih pengen kerja " jawabku tenang.
" tapi ayah sama ibu sudah mengurus semuanya
la, lagian juga kamu dan gaza serasi" kata ayah.
aq diam, tapi kecewa kenapa ibu dan ayah main terima aja lamaran anak orang.
setelah habis makan aq bicara berdua dengan ibu dikamarnya.
" kenapa sih ibu dan ayah asal terima dulu tampa bicara dengan aila" kata ku emosi.
' loh bukannya dia pacar kamu, katanya sudah pacaran 2 tahun" kata ibu dantai.
" lagian ngapain pacaran lama lama dosa makanya ibu terima lamarannya, fia sudah seminggu di sini la" kata ibu
" kenapa ngak ibu usir" kataku jengkel.
" lah orang bertamu baik baik kok diusir toh nduk, gimana sih kamu ibu ngak pernah ajarin kamu bersikap kaya gini la" kata ibu.
"iya tapi ngak pake nrima lamarannya segala." kataku lagi.
" ya sudah terlanjur ngapain lagi,lagian dia anak yang sopan dan baik." kata ibu.
Aq yang jengkel akhir nya kecewa dengan ibu. dan ayah yang begitu saja menerima lamaran gaza.dan tampa banyak waktu aq pun menikah dengan acara yang sederhana. karna semuanya sudah diurus ibu dan ayah sebelum aq pulang
Rasa kecewaku yang besar membuat ku bersikap cuek terhadap gaza. walau kami sah secara hukum agama dan negara, tapi dengan caranya begini membuatku menjadi benci padanya.
" mungkin dia sudah menjadi jodohmu nduk" kata ibu saat itu.
" aq kecewa dama ibu dan ayah" kataku saat itu selesai akad nikah dan syukuran sederhana.
Setelah dua hari aq izin aq berniat pulang keperusahaan tempat ku bekerja.
" yakin ngak ambil cuti dulu" kata gaza yang saat melihatku diam.
" apa perdulimu., dana balik keperusahaanmu. setelah 6 bulan aq ingin pisah" jaeabku ketus
" astagfirullah la, ngak baik ngomong gitu, niatku baik kita baru menikah kenapa harus bercerai" kata gaza dengan wajah sedih.
" kamu masih marah sama aq, aq minta maaf. oh ya tesepsinya kita buat setelah habis lebaran ya" kata gaza lembut.
" masa bodo...." jawabku cuek saeraya memasukan
baju kedalam tas ransel yang kubawa pas pulang.
" la kamu adalah tangung jawabku sekarang, aw duami sah mu" kata gaza dengan lembut tapi penuh tekanan.
" iya dengan paksaan atau dengan kata kata aw menguna gunai mu lagi" kata ku emosi
" la bisa ngak kita bicara baik baik, jangan dendam begitu, aq sayang sama kamu, dan mencintai kamu la, maaf bila itu membuatmu membenciku" katanya lirih.
entah mengapa hati rada pilu mendengar perkataannya tapi aq sudah terlanjur kecewa. entah
rasa itu membuat benar benar merasa membencinya.
....................................
Penikahan kami bukan seperti biasanya. aq tetap bekerja diperusahaan tempatku begitu juga dengan gaza. tapi sering kali dia menelpon dan memberi pesan pada ku atas dasar perhatian.
aq tak banyak bicara dikantor, dan juga tak ada yang tahu aq sudah menikah. setelah 2 bulan pernikahan kami hanya dilewati dengan ldr.
Lebaran didepan mata, aq pulang menjelang H- 2
karna takut macet padaalam lebaran.dan juga susah transportasi.
...........................
Aq sepulang belanja dari pasar aq dan ibu langsung menuju dapur, membereskan barang barang belanjaan. adikku bersama ayah membersihkan halaman depan agar terlihat rapi.
rumah kami yang sederhana sudah bersih dan rapi
menjelang sore. besok hari terakhir puasa jadi ibu sudah menyiapkan toles toples kosong untuk mengisi kue kue lebaran yang dibeli dari pasar.
" banyak juga ya bu jadinya" kataku ketika mengisi toples toples itu dengan penuh.
" suami belum nyampe" kata ibu bertanya.
Deg ................
ada gelayar aneh dalam hati, mendengarkan pertayaan ibu. ya memang selama ini aw tak pernah mengingatnya atau pun membalas pesannya selama seminggu.
" ngak tahu " jawabku tampa rada bersalah.
" aila nur cahya anak ibu yang baik dan cantik. tidak baik membenci orang terlalu lama. beri dia waktu jangan terlalu membenci nanti jadi bucin" kata ibu menasehatiku.
" mhem.........
" belajarlah menerima suamimu, mungkin itu adalah jodoh yang terbaik dikirim allah" kata ibu lagi.
Aq hanya diam.mendengarkan semua nasehat ibu.
karna percuma kalo aq jelaskan.
" assalamualaikum ......." suara salam terdengar dari luar .
" walaikum salam" jawab ku dan ibu lalu ibu keluar menuju pintu.menemui orang yang memberi salam
........................
" eh nak gaza..... ta pikir siapa, ayo masuk " kata ibu.
" iya bu aila sudah pulang mudik" tanya gaza.
" sudah tuh didapur, sana barang barang dibawa kekamar" kata ibu lagi.
" iya bu, oh ya bapa dan de imran kfmana kok sepi" kata gaza.
" mungkin lagi dikebun belakang , kemaren bersih bersih halaman depan.
" oh begitu ya bu ,ini oleh oleh buat ibu fan bapa juga de imran bu" kata gaza sambil memberi sebuah tas besar.
" wah apa ini kok repot repot" kata ibu.
" dibuka aja nanti bu, saya mau kekamar dulu" kata gaza sopan.
" oh iya sana istirahat dulu, trimakasih ya nak oleh olehmya " kata ibu tersenyum.
...........................
Setelah selesai semuanya aq merapikan toples toples diatas meja untuk ditata nanti malam diruang tamu.
" bu jadi masak opor atau soto" tanya ku ketika ibu sudah berada didapur.
" terserah mau yang mana, kan ibu juga masak ketupat dan lontong." kata ibu.
" banyak dong, ....." kataku...seraya mengelap meja dan menyapu lantai bekas remahan kue.
" ya nanti kan tamunya juga banyak " kata ibu.
" oh ya nak gaza sudah datang, mungkin istirahat dikamarmu" kata ibu .
" deg........
" Astaga kenapa ngak pulang kerumah orangtuanya saja sih" bathinku.
Aq bergegas kekamar setelah menyapu.
clek........
Ketika aq masuk gaza sedang berbaring diatas ranjang tidurku.dan dia tersenyum melihatku masuk.
" sudah pulang " tanya gaza.
" kenapa ngak pulang kerumah orangtuamu" kata ku heran.
" ini juga rumahku ,dan kedua orangtua, karna istriku ada disini " karanya tersenyum.
Entah apa yang kupikirkan,tapi gaza banyak berubah. dia lebih sabar dan lembut dalam bersikap. dan juga tenang dalam memghadapi
sikapku yang cuek dan terkesan emosi.
Aq tahu tak sepantasnya aq memperlakukanya begitu tapi karna sikapnya yaang plin plan membuat kecewa. aq berusaha menerima gaza dengan takdirku. mungkin dia jodoh yang dikirim
allah untukku.
Seiringnya waktu berjalan aq bisa belajar menerma
dan mencintainya. begitu juga mas gaza, itu nama panggilan baru untuknya, dengan menambah kata mas untuk memghomatinya sebagai suami.
Kehidupan banyak berubah setelah menikah, mas gaza memboyongku pulang kerumah orang tuanya.
dan memperkenalkan ku juga pada kaka dan adik adiknya.
aq pindah kerja setelah mengikuti mas gaza karna
dia memintaku untuk berhenti di perusahaan tempat kerjaku yang jauh dari rumah kami.
kami hidup belajar mandiri dengan mengontrak rumah kecil dipinggiran kota, dan juga tak jauh dari perusahaan kami ya dulu.
Mas gaza mengizinkan ku bekerja selama belum hamil. dan disini aq bekerja sisebuah klinik akupuntur di pinggiran kota yang tak jauh dari rumah kami.
Perubahan mas gaza terlihat jelas, dia terlihat tenang dan lebih dewasa setelah dua tahun tak bertemu dulu sebelum menikah, dia bilang tak bisa
melupakkan ku dan juga merasa bersalah ikut pengaruh teman temannya yang memojokkanku.
Mungkin karna iri dan dengki ada seseorang yang
dengan sengaja ingin menjatuhkan ku. tapi aq slalu percaya bahwa tuhan tidak pernah tidur begitu pun dengan mas gaza aq tak sepenuhnya membencinya. cuma sebatas kecewa. agar dia bisa membuka mata dan hatimya.
Hidup memang penuh ujian dan rintangan.tapi disetiap ujian itu ada hikmah yang kupetik bahwa
aq bisa lebih dewasa dan mudah dalam memperoleh pekerjaan dan juga meraih mimpiku.
Dan berharap mempunyai imam yang naik yang sayang pada anak dan istrinya juga imannya.
dicintai itu lebih baik dari mencintai. karna sejatinya seorang wanita sepertiku tak ingin
disakiti. dan juga tak ingin mencintai orang yang tak pantas dicintai.
Hidupku pernuh berwarna bersama mas gaza
aq belajar dan bersikap baik untuk bisa menerimanya apa adanya. dan alasan terbaik adalah dia slalu mencintaiku sampai kapanpun
bahkan sampai akhir hayat memisahkan.
Tamat.
.