Patuk! patuk! patuk!
Para bebek terus mematuk Bebek Sulung, salah seorang bebek melihat celah di ketiak Bebek Sulung dan mematuknya.
Patuk!
Akh! Bebek Sulung menjerit kaget.
Bukan karena sakit, tapi karena geli karena ketiaknya dipatuk oleh Bebek Sang.
Bukk!! Bebek Sang terjatuh akibat tamparan sayap oleh Bebek Sulung.
Ia memutar tiga kali ke belakang sebelum terjatuh dan lalu menangis keras.
"Ayah..! Ibu..! Dia menamparku! wuwu.."
Bebek Sulung tidak main-main lagi, ia menampar Bebek Song dan Bebek Song berputar terhuyung akibat tamparan kuat dari Bebek Sulung, Bebek Song terjatuh dan menangis.
"Wuwu.."
Melihat 4 saudaranya telah dikalahkan oleh Bebek Sulung, Bebek Papat yang kini sendirian menatap Bebek Sulung dengan ketakutan.
"Apa, apa apa yang mau kamu lakukan padaku?! jika Kamu berani memukulku, aku akan memberitahu Ayah dan Ibu!" Ancam Bebek Papat.
Bebek Sulung tersenyum, lalu berkata, "Ada pepatah yang mengatakan kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan, dan ciuman dibalas ciuman! karena kamu telah mematukku berkali-kali jadi aku akan membalas dengan patukan berkali-kali juga!!"
"Pergi jangan datang!"
"Hm, seolah-olah aku akan!"
Bebek Sulung baru saja akan mematuk, tapi Bebek Papat sudah menyerang dengan paruhnya terlebih dahulu, karena mereka menyerang dengan paruh mereka pada waktu yang hampir bersamaan, secara kebetulan kedua paruh masing-masing bebek bertemu satu sama lain dan saling mengait di paruh masing-masing.
Paruh Bebek Papat mengapit paruh bagian atas Bebek Sulung dan paruh Bebek Sulung mengapit paruh bawah Bebek Papat!
Para bebek kecil yang menangis: "..."
Bebek Papat: "..."
Bebek Sulung: "..."
Bebek Sulung marah, Adiknya telah mencuri ciuman pertamanya!
Ini tak bisa dimaafkan!
Bebek Sulung melempar Bebek Papat dengan paruhnya, paruh mereka saling mengait, jadi ketika Bebek Sulung melemparnya, itu seperti Bebek Sulung mengayunkan Adiknya di udara dengan paruhnya tapi Adiknya tak terlempar karena paruh keduanya saling mengait!
Dengan suara berdehem, Bebek Sulung berkata, "Lepaskan paruhmu bodoh!"
"Tidak mau! jika aku melepaskan paruhku, kau akan melemparku ke tanah!"
"Lepaskan!"
"Tidak!"
"Lepaskan!"
"Tidak!
"Lepas!"
"Tidak mau!"
"Aku tidak akan memukulmu!"
"Aku tidak percaya!"
"Aku akan melepaskan paruhku! kau juga lepaskan pada saat bersamaan!"
"Tidak mau! kau akan memukulku setelah itu!"
"Lepaskan!"
"Tidak! tidak!"
Para bebek yang menonton: "..."
"Aku akan hitung sampai tiga! kalau kau tidak melepaskan paruh-mu sampai hitungan ketiga, maka aku akan memukulmu hingga wajahmu tampak seperti kepala babi! dan Orangtuamu tidak akan mengenalimu lagi!"
"Tidak akan!"
"Baik! maka jangan salahkan aku!"
Setelah berjuang selama 39 menit, akhirnya Bebek Sulung berhasil melepaskan paruh Bebek Papat, Bebek Sulung yang merasa jijik dengan ciuman paruh yang tak terduga langsung meledak dan memukuli Bebek Papat hingga terluka parah!
"Pepatah seperti yang mengatakan kebaikan dibalas kebaikan, kejahatan dibalas kejahatan, dan ciuman dibalas ciuman! adalah hal yang salah! patukan dibalas patukan adalah hal yang buruk! aku akan memukuli orang yang membuat pepatah sialan itu!" Kata Bebek Sulung dengan geram. Wajahnya memerah karena marah!
Para bebek kecil: "..."
Saudara, bukankah pepatah itu dibuat olehmu sendiri??!
Bebek Sulung memandang Adik-adiknya, lalu berkata, "Mulai sekarang akulah Bos-nya! apa kalian paham?!"
Para bebek kecil: "Kami paham! kami tidak akan lagi menindas kamu!"
"Bagus jika kalian mengerti! jika kalian berani melapor pada Ibu, aku akan memukul kalian lagi! apa kalian paham?!"
"Kami paham..!"
"Bagus jika kalian paham!"
Bebek Sulung melangkah pada sepotong ikan besar yang dibawa Ayahnya, dan memakan semua ikan besar yang sejatinya cukup untuk memberi makan 5 bebek kecil sekaligus.
Bebek Sulung tidak menyisakan ikan untuk Adik-adiknya karena ia sudah tiga hari tidak makan, ia sangat kelaparan!
Adapun Adik-adiknya, mereka sudah makan daging ular sebelumnya, juga mereka makan tiap hari dengan makanan yang dibawa Orang tua mereka, ditambah mereka kejam dan jahat padanya, jadi dia tidak perlu repot memikirkan perut Adik-adiknya.
Anggap ini balasan dariku!!
Selagi Bebek Sulung makan, Adik-adiknya telah membuat rencana masing-masing di pikiran mereka sendiri.
Bebek Sing, 'hm! teruslah makan! setelah Ibu datang aku akan melaporkanmu!'
Bebek Sang, 'hm! aku akan melihat bagaimana kamu bertahan saat aku melaporkanmu pada Ayah dan Ibu!'
Bebek Song, 'Akan kupastikan Ayah dan Ibu mengusirmu setelah ini!'
Bebek Papat, 'Kamu hanya melarang kami mengadu pada Ibu, tapi tidak pada Ayah! lihat saat aku mengadu pada Ayah nanti!'
Bebek Mama, 'Aku akan meminta Orang tua-ku mengusirmu setelah ini!'
Bebek Sulung berbaring di tanah dengan perut yang buncit, ia mengusap perutnya, sangat puas bisa makan kenyang!
Ia mengambil tulang ikan dan mematahkannya menjadikannya tusuk gigi. Ia mulai membersihkan paruhnya seolah sedang membersihkan giginya.
Bebek Sing, "Lihat dia, apakah ia bodoh?! Mencoba membersihkan paruh dengan tulang ikan.. sungguh bodoh!"
Bebek Sang, " Betul betul betul! bukankah ia seharusnya pergi ke air jika ia ingin membersihkan paruhnya?! dia bodoh!"
Bebek Song berkata, "Shht! Jangan keras-keras! nanti ia mendengarnya!"
Bebek Papat berkata, "Apa yang akan kalian lakukan? kita tidak bisa membiarkannya menjadi tiran di rumah kita!"
Bebek Mama berkata, "Aku punya ide! kita laporkan ia ke Ayah dan Ibu! kita minta Ayah dan Ibu untuk mengusirnya!"
Bebek Song, "Ide bagus! aku juga memiliki ide yang sam dengan Saudara Bungsu!"
Bebek Sang, "Aku ikut, apalagi Ibu ingin Bebek Monster itu mati dan Ayah juga ingin mengusirnya! mari kita minta Ayah dan Ibu untuk membuangnya!"
Bebek Sing, "Aku juga memiliki ide yang sama, kita tunggu Ayah dan Ibu pulang lalu kita laporkan ia bersama-bersama!"
Para bebek kecil mengangguk, tanda mereka setuju dan akan melaporkan Bebek Sulung kepada kepada Orang tua mereka. Dalam pikiran mereka, Bebek Sulung harus diusir!
Tanpa sepengetahuan Bebek Sulung, Adik-adiknya telah merencanakan hal yang buruk padanya, ia masih tidak tahu dan hanya berbaring menikmati perutnya yang kekenyangan.
1 jam kemudian
Bebek Ibu datang membawa ikan di paruhnya, dan pada saat bersamaan Bebek Ayah juga datang.
Para bebek langsung berlari menghampiri Orang tua mereka dan berakting dengan sangat baik.
Mereka berlari ke belakang kaki Ayah dan Ibu mereka, dengan suara gemetar yang dibuat-buat, mereka mengadu pada Ayah dan Ibu Bebek.
Bebek Sing: "Ayah Ibu, dia memakan ikan besar sendirian sebelumnya, dia menolak berbagi ikan dengan kami!"
Bebek Sang: "Benar Ayah! Dia jahat! Dia bebek Monster yang mengerikan! Ia memukuli kami dengan sangat parah! lihatlah luka lebam pada kami karena ulahnya! dan lihatlah Adik Bebek Mama, ia penuh dengan tonjolan daging yang memar dari kaki sampai ke kepala akibat dipatuk berkali-kali oleh Monster itu!
Bebek kecil lainnya terus mengadu, aduan mereka dicampur dengan setengah kebenaran dan setengah kebohongan yang berlebihan.
Bebek Ayah dan Ibu marah, dan langsung melempar Bebek Sulung pergi ke luar sarang!
"Pergi dan jangan datang kembali! atau kami akan membunuhmu!"
Bebek Sulung kaget, ia tak menyangka akan di usir oleh Orang tuanya..
Bebek Sulung diusir oleh Ayah dan Ibu kandungnya!
Bebek Sulung menatap Ayah dan Ibunya yang melangkah masuk ke sarang, ia meneteskan air mata, 'Aku bersumpah ini akan menjadi air mata terakhir yang keluar dari mataku! sejak kalian memperlakukanku dengan buruk dan mengusirku, maka kami bukan lagi Orang tua dan Anak!!'
Bebek Sulung berbalik dan melangkah pergi, ia akan memulai hari-harinya sendirian dan memulai kehidupannya sendiri.