Quack!! Akh!!
Tiba-tiba Bebek Ibu berteriak
"Ada apa sayang?!"
"Buang anak itu! itu bukan anakku! itu monster!!"
"Quack?! Quack..! (apa?! itu anak kita..!)"
"Quack! Quack! Quack!! Quack!!!(Tidak! Lihat kakinya! Itu monster!! Buang anak Itu!!!)"
Bebek Ayah melihat ke arah bayinya, memperhatikan kaki anaknya.
Astaga! Jumlah jari kakinya ada 5!
Bebek Normal (meskipun telah berevolusi) biasanya memiliki satu jari di belakang yang disebut jengger dan 3 jari di depan, 3+1 = 4 jari.
Sedangkan Putra Sulungnya memiliki 1 jari di belakang dan 4 jari di depan sehingga memiliki 5 jari yang menjadikannya tampak aneh.
Bebek Ayah berfikir sejenak, meskipun bayinya telah bermutasi, dia tetaplah anaknya, ia tidak bisa begitu saja membuangnya, terlebih saudaranya belum menetas dan bagaimana jika ia adalah satu-satunya bayinya yang hidup dari ke-6 telurnya?!
Aku tidak ingin kehilangan anakku begitu saja!
"Sayang, kita harus membuangnya! dia akan membawa sial!" Bujuk Bebek Ibu pada Suaminya, ia telah bertekad untuk membuang anaknya!
"Sayang, coba perhatikan, matanya mirip denganmu dan warna bulunya kuning emas sepertiku! dia jelas anak kita! dia bukan monster!!"
"Tapi ia berjari 5!"
"Tapi itu anak kita!"
"Dia bukan anak kita!"
"Anakmu!"
"Aku tidak menginginkannya! dia monster dan akan membawa sial pada kita!"
"Jangan percaya takhayul!"
Akhirnya Bebek Ayah dan Bebek Ibu bertengkar hebat! sementara itu, Bebek Bayi hanya menatap kebingungan.
Bebek Bayi terus menonton pertengkaran Orangtuanya dengan kebingungan, ia memiringkan kepalanya ke kiri dan berpikir,
Apakah Ayahku tidak menginginkanku?!
(Bayi Bebek mengira Ibunya adalah Ayahnya)
Setelah kompromi antara pasangan Suami-isteri, akhirnya Bebek Bayi diijinkan tinggal di sarang, tapi hanya Bebek Ayah yang mau berbicara dengannya, sedangkan Ibunya mengabaikannya.
3 hari kemudian
Selama 3 hari ini, Ibu Bebek menolak berbicara dengan anaknya, ia tidak pernah memberi makan anaknya, ia menganggap anaknya tidak ada.
Saat anaknya berusaha berbicara atau mencari perhatian dari Ibunya, Ibunya akan melambaikan sayapnya mendorong Bebek Bayi sehingga Bebek Bayi terjungkal jatuh ke belakang, setelah di jatuhkan berkali-kali oleh Ibunya, akhirnya Bebek Bayi berhenti berbicara pada Ibunya..
Bebek yang Malang!
Untungnya Ayah Bebek mau berbicara dengannya dan memberinya makan sehingga ia tidak kelaparan.
Pada hari ke-4, 5 telur lain akhirnya menetas, Ibu Bebek memperhatikan bahwa kelima anaknya normal tidak memiliki jari tambahan, ia menghela nafas lega.
Huh..
Ia pun mau mengakui anak-anaknya sebagai bayinya kecuali Bebek Sulung dengan 5 jari.
Ibu Bebek lalu memberikan nama untuk anak-anaknya, mereka dinamai Sing, Sang, Song, Papat, Mama, sedangkan Bebek Sulung tidak diberi nama olehnya.
Bebek Sulung sedih, ia lahir pertama tapi adik-adiknya diberi nama terlebih dahulu, dan ia bahkan tidak memiliki nama.
Bebek Sulung menanyai Ayahnya, ingin Ayahnya menamainya nama sehingga ia punya nama sama seperti adik-adiknya.
Bebek Ayah hendak memberikan nama pada putranya, tapi Bebek Ibu memelototinya dengan ancaman.
Huh..
Bebek Ayah hanya bisa menghela nafas tak berdaya, ia hanya mengatakan pada Putra Sulungnya bahwa ia akan memiliki nama setelah ulang tahunnya yang pertama tahun depan.
"Quack! (hehe!)"
Bebek Sulung senang dan tertawa dengan konyol, ia merasa lega karena tahun depan akan memiliki nama sama seperti adik-adiknya.
Bebek Sulung sangat konyol, ia sama sekali tidak keberatan dengan cara ia diperlakukan di keluarga bebek.
2 bulan kemudian
Ayah Bebek datang dengan membawa ikan sungai yang besar, ia memberikan ikan tersebut pada anak-anaknya, anak-anaknya dengan bersemangat memakan ikan tersebut dengan semangat.
Bebek Ayah dan Bebek Ibu bergiliran menjaga dan mencari makanan untuk anak-anaknya, saat Bebek Ibu menjaga bayi di sarang, maka Bebek Ayah mencari makan di luar, saat Bebek Ayah menjaga bayi-bayinya, maka Bebek Ibu yang pergi keluar mencari makan.
Setelah 2 jam mencari makan di luar, Bebek Ibu datang dengan Ikan besar, kelima anaknya datang menyantap ikan, sedangkan Bebek Sulung hanya menatap adik-adiknya makan ikan dengan perasaan iri, ia tidak diperbolehkan makan oleh Ibunya, ia hanya diijinkan makan jika makanan itu adalah makanan yang dibawa Ayahnya.
"Suamiku, sebentar lagi musim kemarau, makanan mulai susah dicari, kita harus membuang salah satu bayi, bagaimana kalau kita membuang monster itu?"
"Sayang, makanan belum begitu sulit dicari di luar, kita tidak perlu membuangnya."
"Tapi bukankah itu normal bagi Orang tua membuang anaknya saat makanan mulai sulit dicari? Monster Cuckoo Bird bahkan langsung membuang bayinya ke sarang burung lain begitu ia melahirkan telurnya!"
"Itu Cuckoo Bird, kita tidak sama karena kita Bebek!"
Sebulan kemudian
Kondisi Bebek Sulung semakin menyedihkan, bukan hanya Ibunya yang mulai mengabaikannya, tapi kelima adiknya mulai mengabaikannya dan menolak main dengannya. Itu karena Ibu Bebek yang menyuruh kelima anaknya untuk mengabaikan dan bahkan menyuruh kelima anaknya untuk menindas kakaknya.
'*Jika kalian berbicara dengannya kalian akan menjadi monster seram di masa depan!'
'Jika kalian berani berbagi makanan dengan si Kaki Lima (Bayi Sulung), jangan harap kalian bisa makan makanan yang kubawa!'
'Kalian harus menghabiskan makanan yang dibawa ayahmu dengan cepat! jangan sisakan makanan untuk si Kaki Lima!'
'Dia bukan Kakak kalian! dia Monster*!'
Di bawah pengaruh dan ancaman Ibu mereka, akhirnya Anak-anak Bebek yang lain mulai mengabaikan Bebek Sulung dan bahkan menindas Bebek Sulung agar berada di sisi baik Ibu mereka.
Mereka takut kelaparan jika Ibunya menolak mencarikan dan memberikan mereka makanan!
Ayah Bebek datang membawa ikan besar dari sungai, setelah meletakkan ikan di sarang ia berkata, "Makan Ikannya, ada banyak daging pada ikan besar, bagi rata diantara kalian! Ayah pergi dulu mau poop (be-a-be)."
Begitu Ayah mereka pergi, keenam bebek langsung melesat maju memperebutkan makanan, tapi ada satu bebek yang terjatuh, itu si Bebek Sulung!
"Kamu bisa nakan makanan sisa setelah kami berlima selesai makan!" kata Sing (Bebek Kedua)
"Benar! kamu adalah Kakak Sulung, jadi kamu harus mengalah!" kata Sang (Bebek Ketiga)
"Jangan makan dengan kami! Ibu akan membenci kami jika kamu makan dengan kami!" kata Song (Bebek Keempat)
"Kamu adalah Anak Monster! makan sedikit harusnya sudah cukup!" kata Papat (anak Kelima)
"Betul betul betul! Kamu tidak akan menganggapmu saudara jika kamu berani makan dengan kami!" kata Mama (anak keenam)
Huh...!
Bebek Sulung hanya menghela nafas tak berdaya, kelima saudaranya berkomplot dengan Ibunya untuk menggertaknya setiap hari.
Di bawah gertakan kelima Adiknya dan Ibunya, Bebek Sulung yang masih kecil benar-benar tak berdaya, ia akhir-akhir ini sering kelaparan karena Saudara-saudaranya melarangnya makan bersama mereka, ia hanya bisa makan makanan sisa seperti tulang ikan, dan jika beruntung ia masih bisa makan sedikit daging yang tertinggal. Bebek Sulung pun akhirnya benar-benar menjadi Bebek Kurus dan kurus.