Sekitar 10 tahun aku berteman dengan Backstreet Boys. Tapi karena begini, setiap teman-teman ku bertemu denganku banyak orang yang malah membully ku. Sampai suatu hari...
" Olivia, daripada kamu di bully terus. Bagaimana kalau kita pindah rumah? Kalau tidak salah, ibu dan kakak mu pergi dan tinggal di rumah ayahmu di Inggris kan? " Ucap Howie. Iya sih, awalnya aku ingin pindah tempat, tapi bagaimana dengan mereka? Mereka kelihatannya sudah memutuskan untuk pindah, tapi oh ayolah mereka debut disini. Aku tidak mau mengacaukan segalanya.
" Aku tidak apa-apa kok, Howie. Santai saja, aku akan tinggal disini lebih lama lagi. " Ucapku.
" Kalau kamu tidak tahan lagi, katakan saja. Kita pindah bersama, oke? " Ucap Nick.
Malam harinya, aku terbangun dan turun ke dapur untuk mengambil minum. Kulihat lagi-lagi mereka tertidur di ruang tamu rumahku dalam keadaan PlayStation (PS) masih di tangan mereka.
" Maaf ya teman-teman. Tapi, aku harus pergi. Aku tidak mau kalian ikut denganku dalam keadaan terpaksa. Jadi, mimpi indah teman-teman... " Ucapku pelan dan memeluk mereka satu persatu secara perlahan. Setelah itu aku mengambil koper ku dan berjalan keluar.
Keesokan harinya.
" Olivia, di mana? " Tanya Nick sembari mengusap mata nya.
" Aku juga tidak tau, tapi aku menemukan surat ini." Ucap Brian.
" Surat apa? " Tanya Howie.
" Olivia tidak ada di kamarnya? " Tanya Brian.
" Tidak ada. Bahkan di loteng pun tidak ada.. " AJ menyahut.
" Yeah, aku cek ke kamar mandi dan dia tidak ada. Aku cek ke dapur juga tidak ada. " Kevin yang berjalan dari dapur ikut menyahut.
" Sebenarnya apa yang terjadi... " Gumam Brian.
" Coba kulihat suratnya! " Ucap Nick dan langsung mengambil surat itu.
" Bacakan, Nick! " Ucap Howie yang masih mencari petunjuk lainnya.
ᴜɴᴛᴜᴋ sᴀʜᴀʙᴀᴛ ᴋᴜ : ʙᴀᴄᴋsᴛʀᴇᴇᴛ ʙᴏʏs, ʙʀɪᴀɴ, ɴɪᴄᴋ, ʜᴏᴡɪᴇ, ᴀᴊ ᴅᴀɴ ᴋᴇᴠɪɴ
ᴍᴀᴀғ ᴀᴋᴜ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴇᴍʙᴇʀɪᴛᴀʜᴜ ᴋᴀʟɪᴀɴ sᴇᴍᴜᴀ. ᴀᴋᴜ ʙᴇʀᴇɴᴄᴀɴᴀ ᴘᴇʀɢɪ, ᴀᴋᴜ ᴛɪᴅᴀᴋ ɪɴɢɪɴ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴛᴀᴜ ᴋᴀʀᴇɴᴀ ᴡᴇʟʟ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴍᴇɴᴊᴀᴅɪ ᴛᴇʀᴋᴇɴᴀʟ sᴇᴘᴇʀᴛɪ ɪɴɪ ᴅɪsɪɴɪ. ᴀᴋᴜ ᴛɪᴅᴀᴋ ᴍᴀᴜ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴘᴇʀɢɪ ᴅᴀʟᴀᴍ ᴋᴇᴀᴅᴀᴀɴ ᴛᴇʀᴘᴀᴋsᴀ. ᴊᴀᴅɪ ᴀᴋᴜ ᴘᴇʀɢɪ, ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀsɪʜ sᴜᴅᴀʜ ᴍᴀᴜ ᴍᴇɴᴊᴀᴅɪ ᴛᴇᴍᴀɴ ᴋᴜ. ᴀᴋᴜ ʜᴀʀᴀᴘ ᴋɪᴛᴀ ʙɪsᴀ ʙᴇʀᴛᴇᴍᴜ ʟᴀɢɪ, ᴊᴀɴɢᴀɴ ᴄᴀʀɪ ᴀᴋᴜ.
sᴇᴍᴏɢᴀ ᴋᴀʟɪᴀɴ ʙɪsᴀ ᴍᴇɴᴊᴀᴅɪ ᴛᴇʀᴋᴇɴᴀʟ sᴇᴄᴇᴘᴀᴛɴʏᴀ! ᴀᴋᴜ ɪɴɢɪɴ ᴍᴇʟɪʜᴀᴛ ᴋᴀʟɪᴀɴ ᴛᴀᴍᴘɪʟ ᴅɪ ᴘᴀɴɢɢᴜɴɢ ʏᴀɴɢ ʟᴇʙɪʜ ʙᴇsᴀʀ ᴅɪ ʙᴀɴᴅɪɴɢ ʏᴀɴɢ sᴇʟᴀᴍᴀ ɪɴɪ!
ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀsɪʜ, ᴛᴇᴍᴀɴ-ᴛᴇᴍᴀɴ.
ᴅᴀʀɪ : sᴀʜᴀʙᴀᴛ ᴋᴀʟɪᴀɴ, ᴏʟɪᴠɪᴀ
" Apa tulisannya, Nick? " Tanya Brian sembari melihat kertasnya dan membacanya.
" Untuk sahabatku, Backstreet Boys, Brian, Nick, Howie, AJ dan Kevin.
Maaf aku tidak memberitahu kalian semua. Aku berencana pergi, aku tidak ingin kalian tau karena well kalian menjadi terkenal seperti ini disini. Aku tidak mau kalian pergi dalam keadaan terpaksa. Jadi aku pergi, terima kasih sudah mau menjadi temanku. Aku harap kita bisa bertemu lagi, jangan cari aku.
Semoga kalian bisa menjadi terkenal secepatnya! Aku ingin melihat kalian tampil di panggung yang lebih besar di banding yang selama ini, terima kasih teman-teman.
Dari, Olivia... " Ucap Brian mengakhiri suratnya.
" Menyebalkan! " Gerutu mereka semua.
Sebulan berlalu, aku tinggal di sebuah kost di London. Dan kulihat Backstreet Boys mengeluarkan lagu baru lagi. Dan kudengarkan lagu mereka, wait... Kenapa aku merasa kalau lagu ini ditujukan untuk ku? Setelah pengantar koran mengirimkan koran ke rumahku, kulihat mereka mengadakan konser di London? Kulihat lagi, diadakan seminggu lagi. Seketika air menetes mengalir dari mata ku.
Sementara itu, di Orlando.
" Apa ini akan berhasil, Brian? " Tanya Nick yang sudah bersiap berangkat ke London.
" Yeah, dengan begini kita ke sana untuk konser, bukan menemuinya. Walaupun maksud kita ke sana adalah yang kedua sih... " Ucap Brian sembari membawa koper miliknya.
" Sudahlah, ayo kita segera berangkat! " Seru Howie.
Seminggu setelah itu, London sedang ramai-ramai nya. Aku sedang duduk di bangku paling depan, karena kemarin malam beberapa orang datang ke rumahku dan memberikan ku tiket VVIP dan duduk di paling depan. Saat konser dimulai, kulihat mereka menyapa semua orang. Aku merekam mereka diam-diam dan tiba saatnya mereka menyanyi. Dan aku terkejut mereka menyebutkan namaku.
" Ini untuk sahabat terbaik kami, Olivia! " Teriak Kevin dan lalu mereka bernyanyi.
" Who are you now? Are you still the same or did you change somehow? What do you do at this very moment when I think of you..
And when I'm looking back, How we were young and stupid, Do you remember that? " Suara merdu Brian pun melantun.
" No matter how I fight it, can't deny it, Just can't let you go. " Nick pun bernyanyi dengan suara khas miliknya.
" I still need you, I still care about you... Though everything's been said and done, I still feel you like I'm right beside you, But still no word from you..." Mereka pun bernyanyi bersamaan. Seketika aku merasa bersalah pada mereka karena sudah ku tinggalkan.
" Now look at me, Instead of moving on I refuse to see, That I keep coming back... Yeah, I'm stuck in a moment, That wasn't meant to last..." Howie dan AJ melantunkan part mereka.
" I try to fight it, can't deny it.. You don't even know..." Giliran Nick, AJ dan Howie yang langsung menyanyikan part mereka.
" That I still need you, I still care about you, Though everything's been said and done, I still feel you, like I'm right beside you, But still no word from you. " Langsung mereka bernyanyi dengan semangat. Kulihat mereka benar-benar menghayati lagu nya. Apakah lagu ini memang untuk ku?
" I wish I could find you, Just like you found me, Then I would never let you go, oh-oh-oh!" Kevin dan AJ menyahut membuat ku semakin menghayati lagu ini.
" Though everything's been said and done, I still feel you, Like I'm right beside you, But still no, word from you... " Mereka semua pun menunduk, mengakhiri lagu mereka. Lagu nya benar-benar indah. Semua bersorak dan bertepuk tangan.
Selama lebih dari 1 jam, konser berakhir. Aku berjalan pulang tapi tiba-tiba 5 orang laki-laki yang familiar di mata ku itu memelukku.
" Mau kah kamu kembali? Dan kita berteman lagi? " Ucap mereka semua sembari masih memeluk ku.
" Bolehkah? Apa kalian mau memaafkan ku? " Tanyaku. Kami pun berpelukan, dan kami pun menjadi teman lagi. Kami pun pulang ke rumah ku dan berjanji akan bersama selama-lamanya.