hari dimana kehidupan yang lalu terulang lagi. Aku yang dulu memiliki masa depan yang kelam kini akan ku ubah.
Tepat dimana aku akan pulang ke rumah yang sudah kutinggalli selama 8 tahun, dijalan aku bertemu dengan seseorang yang akan tertabrak oleh mobil. saat itu tubuhku tanpa sadar langsung bergerak mendorong nya "brraakk" dia terjatuh dan aku lah yang tertabrak oleh mobil itu, tubuhku penuh darah, kakiku gemetaran dan aku tidak tau mau berbuat apa. hingga aku ingat aku punya sebuah penyesalan, jika aku di lahirkan kembali aku akan membuat hidupku lebih berarti. setelah itu aku pun berada di tempat dimana aku tak tahu apapun, ada seseorang yang muncul dan bertanya( apakah kamu mau aku kasih kesempatan hidup untuk kedua kalinya) tanpa berfikir panjang aku pun menjawab nya dengan keras "Kalau itu memang bisa biarkan aku memenuhi penyesalanku di kehidupanku yang lalu" setelah berkata seperti itu ada cahaya yang sangat terang datang dan suara halus melintas di dekat telingaku dan berkata "lakukan tugasmu dengan benar" tiba tiba hal tak terduga terjadi. Aku terlepar ke kehidupanku yang sebelumnya tepat saat aku berumur 6 tahun.
Dengan ingatan ku dimana aku yang sudah mati di dalam kehidupan ini aku mendapatkan apa yang harus kulakukan atau sama dengan tugas yang diberikan padaku yaitu adalah sebuah penyesalan yang belum ku selesaikan.
hari pertama dimana aku telah ber-renkarnasi, adalah hari dimana tepat hari pertama aku masuh kelas 1 SD. Dengan adanya ingatan ku dimasa lalu hal hal di Sekolaj Dasar hanyalah hal sepele dengan mudahnya aku menjadi juara 1 setiap ujian.
tapi di kehidupan masa lalu hidupku di Sekolah Dasar sangatlah buruk dan kelam. Tapi sekarang semua itu akan ku ubah. Dari sikap kekanak- kanakan ku sampai gaya bicara dan berfikirku semua ku ubah, bahkan sampai penampilanku juga ku ubah dari yang sangat cupu menjadi seorang anak berkacamata yang jarang bicara dan kutu buku. Semua itu kulakukan untuk merubah pandangan orang disekitarku. Setelah naik ke kelas-2 , aku di ikutkan lomba olimpiade MIPA(Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam),
aku bertemu dengan anak anak yang aku tidak pernah ketemui di masa lalu saat masih di Sekolah Dasar. lomba dimulai masing masing anak dikasih lembar soal yang terdiri dari 25 soal yang ada dalam pelajaran angkatan anak kelas 3-5. dibabak penyisihan ini dengan mudahnya aku menyelesaikan soal soal ini dengan jawaban yang sempurna. aku pun lolos ke babak Grand Finals, dimana tadi aku bersama 50 anak sekarang jadi 25 anak. Anak anak yang lolos ke babak grand finals mereka di kasih lembar soal tulis yang ber-isi 10 soal dalam pelajaran angkatan yang sama. Semua soal yang kujawab tidak ada yang salah "lagi".
dan akhirnya aku masuk ke-final dengan mudahnya. Di babak final tersisa 8 orang, mereka dari sekolah yang berbeda. Ada 2 anak bersekolah di sekolahan yang sama dan 3 anak yang bersekolah di Sekolah yang sama. 2 lainnya aku gak tau apa mereka di sekolah yang sama, tapi yang tersisa dari sekolahan ku hanya ada aku dari 4 orang yang dikirim tadi. 2 gagal di babak penyisihan, 1 gagal di babak grand finals. di babak final ini untuk peserta yang berada di kelas dibawah kelas 6 mereka akan kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di soal itu. Tapi karna aku membawa hal paling berharga di kehidupanku yang lalu maka soal ini hanyalah batu injakanku untuk meraih prestasi ku di sekolah dasar ini. akhirnya lomba pun selesai dan hasil dari lomba tersebut aku mendapat juara 1 dengan nilai sempurna tanpa ada yang salah. Setelah lomba kembalilah aku ke sekolah. Disekolah semua pada ribut bertanya "apakah aku menang dalam olimpiade itu" karna aku mau merubah sikapku aku hanya tak berbicara pada mereka semua dan aku mengambil spidol papan dan menulis "AKU MENANG". Hari hari di sekolah dasar berlanjut aku yang selalu mendapat juara 1 dikelas mulai bosan dengan apa yang aku raih, setelah hari terus berlalu dan suatu hari aku mendapat tugas berkelompok untuk membuat sebuah objek pengamatan dan mempresentasikannya. Aku yang tak suka keributan hanya diam dan mencari apa yang akan aku lakukan di tugas ini. Aku yang selalu dapat nilai bagus banyak yang mengajakku untuk membuat sebuah kelompok bersama, tapi aku yang gk suka dimanfaatkan seperti kehidupanku yang dulu aku pun menolak semua ajakan mereka. Setelah tugas itu diberikan aku langsung mengerjakannya dan selesai pertama dengan nilai sempurna lagi. Akhirnya sudah sampai kelas 6,kelas dimana banyak kejadian tak terduga terjadi sampai aku sendiri mulai merasa bahwa aku mungkin bisa serius sedikit dalam hal itu tapi kenyataannya aku tidak bisa menanggapinya secara serius. Hari ini adalah hari dimana kelas 6 menjalani Karya Wisata. Kami pergi ke tempat bermain untuk project membuat buku kenangan, semua bersenang senang dan aku hanya duduk sambil membaca buku. melihat mereka bersenang senang tanpa berfikir kalau mereka akan menghadapi ujian setelah itu aku pun mencoba untuk mengajak mereka belajar bersama di sebuah cafe didekat situ. Mereka pun terkejut karna aku yang sama sekali tidak peduli dengan sekitarnya tiba tiba mengajak mereka belajar bersama. para perempuan di kelas semua setuju karna entah alasan meraka mau apa, tapi aku hanya menyetujui nya saja. Mereka tanya kenapa aku mau mengajak mereka belajar bersama, aku hanya menjawab"Karna di ujian kali ini peringkatnya akan diambil dari nama sekolah bukan nama siswa/siswi sekolah tersebut, makanya aku mau kalian belajar supaya kita bisa setidaknya mendapatkan peringkat pertama untuk sekolahan ini sebelum kita meninggalkan sekolah ini".Setelah perbincangan itu dimulai semua mengambil buku dan bertanya padaku apa yang mereka tidak ketahui tapi ada beberapa yang tidak mempedulikannya. hari cepat berlalu semua mulai kelelahan akan aktivitas nya masing masing, mereka yang belajar dapat mengatasi batasan mereka dan yang tidak ikut belajar hanya akan tetap didalam batasannya itu sendiri. Hari ujian pun tiba kami yang belajar seakan akan tidak memiliki masalah akan soal soal itu, tapi mereka yang malah bersenang senang saat waktu mereka diperbolehkan belajar malah menjadi malapetaka bagi mereka. Hari ujian pertama selesai, masing masing dari kami tahu dimana kami memiliki batasan tersebut dan setelah ujian pertama selesai aku mencoba mengajak mereka belajar bersama lagi di perpustakaan. Dengan orang orang yang sama mereka mulai mempelajari apa yang mereka tidak ketahui dari soal soal tadi. Alhasil mereka mulai tau apa yang mereka kuasai dan yang meraka tidak kuasai, setelah belajar bersama selesai ada salah satu dari mereka yang masih sangat bingung akan batasannya. Disitu aku yang merasa sedikit terganggu langsung menghampirinya dan mengatakan"Hey semua sudah pulang apa yang kau lakukan disini".Tanpa sadar ternyata dia adalah anak yang selalu ada di sampingku tanpa sepengetahuanku, setelah aku berkata demikian dia memberikan sebuah surat dan lari karena malu terlalu lama berdekatan denganku.Setelah dia lari, aku pun mulai penasaran akan isi dari surat tadi dan surat itu berisi tentang pengakuan cintanya padaku. Aku yang pendiam dan kutu buku ini terkejut karena masih ada orang mau berpacaran denganku. Setelah itu aku hanya merasa akan sangat merugikan kalau ku tolak dia disaat yang bersampingan dengan ujian ini. Akhirnya keesokan harinya aku mulai dekat dengannya dan mulai mencoba memperhatikannya dan menerimanya sementara untuk menjadikannya sebagai pacarku. Hari hari ujian berlanjut sampai di hari terakhir ujian baru pertama kalinya aku merasa kesulitan untuk berfikir tenang dalam mengerjakan soal, apakah ada yang mengganjal di kepalaku hingga aku merasakan sesuatu hal lain yang tetap ingin ku miliki. Ternyata dari semua itu aku sadar kalau aku juga mulai jatuh cinta pada dia yang sekarang menjadi pacarku. Sepertinya hanya dia yang akan ku buat menjadi milikku sepenuhnya. setelah ujian selesai aku mencoba mendekatinya dan mulai jujur padanya bahwa sepertinya aku juga mulai jatuh cinta padanya. Dia terlihat sangat bahagia, entah kenapa aku juga mulai merasakan kebahagiaan yang selama ini aku cari.Semuanya seakan akan menjadi apa yang aku inginkan, setelah hari hari itu berlalu akhirnya kami berada pada saat kami mendapat pengumuman peringkat ujian. Dengan terkejut mereka berterima kasih padaku yang telah membawa mereka merasakan rasanya menjadi seorang pemenang, kami memperoleh peringkat 1 dalam ujian ini dengan poin yang masing masing memiliki poin yang lumayan sempurna, walaupun ada yang poin mereka di bawah kata sempurna. Hari ini dimana perpisahan kami dimulai, ada yang memilih jalur yang sama dan jalur yang berbeda. Mereka mulai bergerak mengikuti arah takdir mereka sendiri sendiri, dan setelah hari perpisahan itu berakhir guru kami menemui ku dan berkata "Terima kasih sudah membimbing sebagian dari mereka ke jalan mereka masing masing".Aku hanya terdiam dan mendengarkan ocehan guru itu seakan akan dia melupakan fakta kalau dia adalah guru yang harus membimbing kami ke arah yang benar. Setelah dia berbicara panjang lebar dan aku hanya membalas nya sangat mudah "guru, aku tak pernah menganggap mereka adalah temanku dan aku juga tidak pernah menganggap mu adalah guruku karena
~MEREKA HANYALAH ALAT YANG KU GUNAKAN UNTUK MENDAPAT KEMENANGAN,
KARENA DI DUNIA INI MENANG ADALAH SEGALANYA~"