Tisya umur 16 tahun dan rangga umur 17 tahun mereka sama-sama duduk di bangku sma, Mereka baru saja menjalin hubungan itupun karna dijodohkan oleh teman temannya. karna tisya dan rangga sama-sama masih sendiri.
Rangga pun berinisiatif mengajak tisya untuk bertemu dan tidak disangaka tisya mengiyakan ajakan rangga, Jantung rangga pun berdegup kencang "duh belum juga ketemu udah gugup duluan apa ini gara-gara peetama kalinya aku main sama perempuan ya" rangga pun cepat bersiap karna tak sabar bertemu tisya.
Tisyapun sudah selesai berdandan dengan polesan tipisnya, Tisya sangat cantik dengan bajunya yang peminim bukan hanya cantik tisyapun mempunyai badan yang tinggi dan ramping. Rangga pun datang dan turun dari motor besarnya dia bergegas ke pagar dan membunyikan bel, Tak lama pembatunya pun datang dan mempersilahkannya masuk "Den masuk dulu sudah ditunggu sama non tiysa" rangga pun masuk dengan canggunnya.
Karna hari minggu kedua orang tua tisya berada dirumah, dlihatnya tisya sedang berkumpul dengan ayah ibunya,rangga pun menyapa
Rangga : "pagi tante om"
Ibu lia : "pagi nak silahkan duduk,temennya tisya ya?"
Rangga :"iya tante saya temennya tisya,saya mau ajak tisya nonton bioskop boleh?"
bi inah pun datang membawa minuman dan meletakannya di atas meja
ibi lia : "diminum dulu nak"
Rangga pun tambah gugup dia merasa malu karna merasa blakblakan sama ibunya tisya.
pak toni : " boleh tapi sesudah selesai kamu cepet anterin tisya pulang rumah! siapa nama kamu?" sambil membalikan koran yang sedang ia baca
Rangga : "kenalin saya rangga om saya temen sekelasnya tisya" rangga pun senang karna sudah diizinkan oleh pak toni disisilain dia takut dan gugup karna menghadapi orangtuanya tisya.
Bu lia : "sudah sana cepat pergi nanti keburu siang" goda bu lia pada anaknya tasya ranggapun pergi pamitan.
Rangga terpesona melihat tasya dari atas ke bawah dia berbisik dalam hati "duh andai aja aku memang facaran sama tisya gak dalam masa percobaan" rangga pun memakaikan helm ke tisya "pakai helm ya biar aman" tisyapun mengangguk dan tak banyak merespon rangga yang terus memperhatikannya, jantung rangga terus menggebugebu ketika tisya memegang pinggannya diatas motor rangga bergumam dalam hati "jalanin motornya pelan-pelan aja biar bisa lama berdekatan sekaligus dipegang pinggangku sama tisya hihihi" rangga baru merasakan rasa indahnya jatuh cinta pada tisya.
sampainya dibioskop rangga membeli tiket dan popcron saat masuk ruangan rangga melihat tisya matanha sudah berkaca-kaca rangga heran dengan sikap tisya,tisyapun menarik bahu rangga dan sembunyi dibelakang bahu rangga, rangga dengan cepat merangkulnya sambil mencari kursi yg mereka cari.
Rangga : "kamu kenapa?" berbisik ditelinga tisys
Tisya :"tadi aku ketemu mantan nyesek rasanya gak bisa nahan air mata aku lagi"
Rangga:"udah sekarangkan ada aku kamu gak usah sedih lagi" tisya hanya diam tak menjawab "kamu kan udah nerima aku jadi facar kamu walaupun aku masih masa percobaan tapi tolong terima aku dulu kan kamu sendiri yang bilang kita jalanin dulu kalau cocok ya lanjut kalo gak ya kamu putisin aja aku" berusaha menghibur tisya yang bersedih.
Tisyapun tersenyum kecil dan melanjutkan sambil makan popcron berdua,sesekali rangga tak sengaja memegang popcron yang sedang dipegang tisya,tisyapun malu dan melepaskan popcronnya tapi rangga tidak diam saja dia mengambil popcron yang tadi dan menyuapi tisya "itu popcron yang tadi kamu lepas" sambil tersenyum memandangi tisya,tisyapun tersipu malu. filmnyapun selesai ranggapun mengajak tisya untuk makan siang karna rangga masih mau berduaan dengan tisya.
Rangga :"makan siang dulu yu?aku laper"
Tisya :"tapi aku udah janji sama ayah kalo udah beres nonton mau cepet pulang"
Rangga :"gak papa biar aku yang bilang maaf sekaligus izin sama ayah kamu gimana?" tisya pun mengangguk.
Rangga pun mengajak tisya ditempat romantis agar rangga bisa memberi kesan dan kenangan indah buat tisya " mudahmudahan aku bisa lanjutin hubungan kita ini" dalam hati rangga, rangga menatap wajah cantik tisya sambil ia menunggu pesanan datang hingga ia tersadar jika tisya sedang mempwrhatikan orang lain.
Rangga:"siapa?"
Tisya:"dia mantan aku"
rangga terpukul tapi apalah daya mungkin dia masih menyayangi mantannya dan belum bisa nerima rangga, " sudah berapa lama kamu putus dengan dia?"
pembicaraanpun terputus karna hidangan datang di atas meja rangga pun menyantap makanannya sambil menunggu jawaban tisya.
tisya:"sudah 2 tahun yg lalu"
ranggapun batuk karna kaget & heran "Emm.. sudah lama tapi kenapa kamu belum bisa melupakannya"
tisya:"dia cinta pertamaku dan setelah putus dengannya aku belum pernah menjalin hubungan lagi selain kamu"
mata rangga membulat mendengar perkataan tisya dia merasa beruntung bisa mendapatkan kesempatan menjadi facarnya tisya walaupun hanya masa percobaan tisya pun melanjutkan perkataannya yang terhenti "dia juga adalah teman masa kecilku kami tumbuh besar bersama" rangga hanya bicara dalam hati saja "pantas saja"
rangga :"ya sudah cepat habiskan nanti ayahmu bisa marah jika kita terlalu lama disini.
Ranggapun mengantarkan tisya pulang dan berpamitan dengan orang tua tisya,esok paginya rangga menjemput tisya sekolah agar bisa berbarengan tisya kaget karna dia tidak dikabari terlebih dahulu tapi karna kedua orangtua tisya mengizinkan ia pun berangkat dengan rangga,disekolah sedang ujian rangga pun mengabaikan rangga begitupun dengan tisya mereka tak mau ulangannya terganggu.
Satu minggu telah berlalu ulangannyapun telah selesai rangga dan tasya pun masih saling mengabaikan karna takut mereka tidak lulus mereka haya berangkat dan pulang bareng saja ke sekolah hingga kelulusanpun di umumkan,rangga dan tisya mendapatkan nilai terbaik disekolah.
Adel:"duh cocok ni pada pinter gak salah aku comlangin kalian"
rangga dan tisya pun tersipu malu,
Ganjar :"btw gimana dengan hubungan kalian?"
rangga dan tisya pun salah tingkah karna perkataan teman teman mereka
Rangga:"aku udah berusaha agar tisya suka sama aku tapi ya semua tergantung tisya"sambil melirik tisya yang wajahnya memerah karna malu
Adel:"cie.. ahirnya kamu jantuh cinta lagi ya"sambil mencubit idung mancung tisya, tisya hanya tertawa dan mengelak "apaan sih"
mereka pun pulang dengan senang karna kelulusan mereka.
Setelah kelulusan rangga tak pernah menghubungi tisya hingga tisya memberanikan diri ngechat rangga.
tisya:"hai kemana aja gk ada kabar?"
rangga:"ada gk kemanamana,kamu gimana kabarnya?"
tisya:"sehat.. kenapa gk pernah main lagi ke rumah setelah kelulusan kan udah senggang.
rangga:"malu ah bukan facar kamu juga kan,soalnya kmu gk respon hubungan kita jadi aku jaga jarak dan berusaha lupain kamu"
tisya:"rangga sebenernya aku suka sama kamu tapi maaf aku gak bisa bales cinta kamu walau kita saling suka karna 1 minggu lagi aku mau nikah,aku dijodohin sama orangtua ku.
Rangga meneteskan air mata"kenapa ketika ku pertama jatuh cinta aku harus merasakan sakit hati yang begitu dalam.
Bu Isma :"sayang ayo ikut makan mamah sama ayah mamah mau kenalin kamu sama rekan bisnis papah,kamukan bentar lagi gantiin posisi papah kamu harus kenal sama semua rekan bisnis papah.
Rangga:"ok mah"
Pak Balam:"ayo papah tunggu dimobil,dandan yang rapih biar tampan kaya papah ya"
Rangga:"ok pak boss"
merekapun pergi bersama dan sampai dihotel tempat mereka membuat janji.Rangga pun mendekati meja yang dimaksud ayahnya dan didepannya ada tisya dan orangtuanya
ibu lia:"silahkan duduk"
rangga sekeluarga pun duduk
Rangga :"oh tante sama om rekan kerjanya papah ya"
ibu isma:"iya bukan rekan lagi lebih malahmakannya ibu sama bu lia udah ngejodohin dan akan menikahkan kalian seminggu lagi"
rangga & tisya :"Apa!
pak balam :"ah.. dasar anak muda jangan pura2 tau gak nak tisya setelah lulus dia sering melamun gara sering mikirin kamu"
pak toni:"tasya juga sama"
rangga dan tisya pun diam dan malu karna kelakuan orang tua mereka
bu lia :"ibu berteman sudah lama dengan keluarga bu isma makannya mamah percaya jika kamu menikah dengan rangga"
bu isma:" iyah bersukur kalian saling menyukai jadi ibu sama tante lia mempercepat pernikan kalian"
pak balam:"yasudah ini sudah larut malam tolong antarkan tante lia sama tisya pulang biar mamah dijemput pak Ajang (sopir) ayah sama om toni ada masalah pekeejaan tonipun pergi mengantar pulang tasya dan tante lia.
Rangga curicuri pandang di dalam mobil dengan tasya,
Rangga:"sudah nyampe tante saya mau pulang dulu"
ibu lia:"eh masuk dulu,bentar lagikan tante jadi mertua nak rangga jadi jangan segan ayo masuk"
akhirnya rangga pun terpaksa masuk
bu lia :"tasya ambilin teh buat rangga ya mamah mau ganti baju dulu kasian kalo bangunin bi inah"
tasya pun menmbuatkan teh saat mengantarkan ke meja gelasnya panas dan melempar gelasnya rangga menolong tisya agar air panas dan belahan gelas tak mengenai tisya tapi karna licin karna air teh rangga pun jatuh menindih badan tisya,obu lia yang mendengar gelas pecah langsung turun ke bawah dan melihat anaknya ditindih rangga dan sedang menangis,rangga pun langsung berdiri dan menggendong tisya ke kursi
ibu lia:"sudah masuk kamar biar ibu yang beresin"bu lia menatap rangga
Rangga:"tante saya tidak lakukan apaapa"
ibu lia:"tante tau kok"
tibatiba datang bi inah ibu maaf biar saya yang beresin
ibu lia :loh bukannya bi inah udah tidur,? ya sudah tolong bereskan ya bi inah"bu lia melanjutkan obrolan dengan rangga lagi "sebenernya tisya itu trauma dia pernah mau diperkosa makannya saat dia tertindih kamu dia nangis histeris,kamu tau hilmi mantan satu satunya tisya dia orangnya waktu mereka facaran dia suka minta yang macemmacem untung aja ketauan kelakuan bejadnya,tante titip tisya yah jaga dengan baik apalagi dia sebentar lagi akan jadi isyri kamu"
rangga:"ia tante tenang aja rangga akan jaga tisya,kalo gitu rangga pamit pulang dulu yah tante "
satu minggu berlalu rangga disibukan dengan urusan kantornya dan tosya disibukan persiapanpernikahan,pernikahanpun terjadi dan berjalan dengan lancar hingga datanglah malam pertama mereka.
Rangga :"aku masih tak peecaya memiliki istri secantik kamu"
pipi putih tisya pun berubah memerah karna malu tisya mencari topik baru karna malu dengan gombalan suaminya
Tisya:"aku mau mandi dulu,kamu jangan ngintip"
Rangga:"loh aku kan dah sah jadi suami kamu artinya tubuhmu itu milik ku:
Tisya:"Anu anu aku gak kuat gerah"
rangga pun keluar dan mandi dilantai bawah setelah balik lagi ke kamar dilihatnya tisya sudah berbaring sambil main hp,rangga pun ikut berbaring dan menarik selimutnya dan alnagkah kagetnya rangga melihat tubuh tisya yang putih dan mulus memakai lingri yang seksi rangga pun menelan ludah tibatiba tisya menarik selimut yg telah terbuka oleh rangga dan menutupi tubuhnya.
tisya:"mas aku malu jangan di buka selimutnya"
karna tak tahan rangga memeluknya dari belakang dan membalikan tubuh tisya hingga ahirnya merwka berhadapan rangga membelai wajah tisya dan mencubit dagunya "kan sudah ku bilang aku suamimu aku berhak atas tubuhmu" tisyapun mengangguk sambil menatap wajah rangga,rangga melihat gunung tisya yang putih bulat membuatnya semakin bapsu,tisya sayang jika aku melakukan malam ini padamu apa kamu bersedia? tisya tidak menjawab hanya mwngangguk dan menunduk karna malu
tisya: "mas tapi matiin lampunya"
rangga:"sayang dong suamimu ini gak bisa liat kulit mulus kamu"
tisya:"lampu malam aja ya mas aku malu kalau terlalu terang"
rangga:"ya sudahlah boleh"
rangga melepas lingri tisya hingga telanjang bulat rangga memeluknya dan mencium tisya sampai kehabisan napas rangga terus turun kebawah ke gunung kembarnya hingga membuat tisya mendesah rangga semakin semangat mendengar desahan tisya ia terus menciumi tubuh tisya sampai kebawah juniornya sudah tak kuat lagi dia membuka bajunya dan naik ke atas tisya tapi naas tisya malah menendang junior rangga sampai rangga kesakitan dan jatih tersungkal.
Ranggapun kaget bangun dan memakai lagi pakaiannya"maaf aku tau harusnaya aku tidak menyentuhmu aku lupa kamu trauma"
tisya:"mas aku udah gak trauma karna aku udah k psikolog sama mamah aku udah sembuh dari trauma aku,harusnya aki yang minta maaf aku ngerasa geli pas kamu naik ke tubuh aku jadi aku gak sengaja nendang junior kamu"
Rangga:"ya sudah kalau kamu belum siap gak papah"
tisya:"aku udah siap mas aku tadi reflek gak sengaja"tisya merasa bersalah dia melihat rangga langsung tidur memblakangi tisya,tisyapun memberanikan diri mengajak suaminya "mas kalau mas mau aku gak keberatan kok ngelakuinnya"
Rangga:"besok aja sekarang juniornya sakit garagara ada yang nendang"rangga memeluk tisya yang telanjang dan tidur.
mereka pun pergi keapartemen yang sudah disiapkan orangtuanya karna keluarga rangga dan siska samasama anak tunggal hartanya pun sudah di atas namakan anak anaknya,
rangga:"jangan beresberes biar bi ijah yang beresin nanti kamu kecapean,kan malem mau tempur sama suamimu ini kalau gak ada tenaga gimana dong"
tisya:"ih mas apaan sih,bi ijah nya mana sekarang?"
rangga:"belum ada nanti siang kesininya"sambil tersenyum melihat wajah cantik istrinya,istrinyapun membalas tersenyum ranggapun tak tahan liat bibirnya diapun langsung mencium tisya dengan ganas
tisya:"mas jangan nanti ada bi ijah"
rangga:"tenang sayang bi ijah masih lama datanhnya,mending kita seleaain yang semalam kan belum kelar"tisyapun malu dan mengangguk
TAMAT