Hari ini adalah hari terakhir puasa ramadhan. terlihat kegiatan ibu ibu rumah tangga yang sibuk bersih bersih dan belanja kepasar. untuk menyambut hari besar besok.
Aq bersantai sejenak duduk diatas balkon sambil memandangan indahnya kampung halamanku.
kemaren pagi aq sudah sampai dirumah.dengan
ikut travel dari kota tempat ke bekerja.
Suasana seperti ini sangat kurindukan kalau sedang pulang kekampung halaman. ya begitulah
kata pepatah setinggi tinggi bangau terbang pasti akan kambali kesarangnya.
Begitu pula diriku yang merasa nyaman tinggal dan pulang ke tanah tempat dimana kita dilahirkan.
dan bahagia dimasa kanak kanak dan remaja.
kokok ayam jantan saling bersahutan menjelang pagi hari. beda kalo dikota besar yang terdengar
adalah kebisingan motor dan mobil yang berlalu lalang .
Cukup lama aq duduk seorang diri menikmati suasana lingkungan sekitar. yang membuatku slalu rindu setiap saat bahkan mungkin tak mudah
untuk melupakanya seumur hidupku. lamunan
ter nganggu dengan
" mb kata bunda jangan lupa bantuin bersih bersih" kata wanda adik ku. dari ujung tangga.
" ya de sebentar lagi, nanti biar mb bersih bersih kamu setrika baju buat besok aja." kataku yang
masih betah duduk dikursi malas tampa menoleh.
" ya sudah wanda nyerika dulu ya, jangan lupa bersih bersih" katanya adikku menekan kata katanya.
" iya bawel ...gih sana" kataku. sewot.
Aq menghela nafas. lalu beranjak dari tempat dudukku.sebenarnya aq masih betah berlama lama
duduk malas. tapi karna harus berbagi tugas membantu ibu membersihkan rumah terpaksalah
kusudahi waktu untuk berleyeh leyeh.
Kuambil sapu dan komoceng untuk memulai membersihkan debu debu dan menyapu setiap sudut ruangan xang kotor sambil membenahi barang barang yang tidak terpakai dan meletakkannya digudang.
Setelah selesai semuanya aq merapikan pot pot bunga dan membuang daun daun kering diteras depan rumah . tanaman tanaman itu terawat dengan baik oleh bunda sepeninggalan ku.
Dulu aq sangat senang merawat kuping gajah dan aglonema sampai akhirnya beranak pinak. aq pikir bunga bunga itu tidak akan terawat.tapi rupanya ibu sangat menyanyanginya. kata bunda" itu milik mb chacha. kalo mau minta harus izin dulu " kata bunda kalo ada teman atau tetangga yang ingin minta melihat bunga bunga itu tumbuh subur.
Setelah selesai aq mengepel lantai sepanjang rumah kami yang lumayan cukup besar.
hampir 3 jam acara bersih bersih ku. baru selesai
ketika bunda pulang dengan setumpuk belanjaan.
" ya allah kok banyak banget bun, bisa ngak muat tu kulkas" kata ku pada bunda.
" stok 3 hari cha, bunda malas kepasar. kalo lebaran biasanya sudah pada tutup" kata bunda member alasan.
" terserah lah, mb mau istirahat dulu " kataku berlalu.
" tapi nanti bantuin kita masak ya mb" kata adik bungsuku .
" iya, mb mau mandi dulu dan ngaso sebentar" jawabku tampa menoleh.
Aq merebahkan diri diranjang sehabis mandi.
melepaskan penat nya tubuh sehabis membersihkan rumah .ku buka lebar pintu jendela.
agar angin leluasa keluar masuk.
Tampa ku sadari aq ketiduran hampir satu jam lebih.kulihat jam sudah menunjukkan angka 10
15. menjelang siang. aq pun duduk untuk mengumpul kan nyawa ku yang tadi lari entah kemana
" hoam.............enak juga tiduran....sebentar" gumanku.
Aq pun beranjak bangun dari ranjang menuju dapur.
kulihat bunda wanda dan lili sedang sibuk membantu bunda masak masak.
" bikin apa aja bun ?" kataku.
" ini opor ayam , rendang , sambal hati, kering tempe dan balado telur" kata bunda.
" banyak amat" kataku sambil dduduk menemani lili yang sedang mengisi ketupat.
" kan sekalian buat bespk mb, kaya ngak tahu bunda aja." jawab wanda adikku.
" oh ya buda sudah beli roti roti kering " kataku sambil mbantu lili mengisi ketupat.
" kalo itu kan bunda sudah buat seminggu sebelum lebaran mb, biar capeknya ngak dobel"sahut bunda.
" emang capek bisa dobel bun?" kata lili bertanya.
" ya jelas lah masa cuma thr aja yang dobel" kata bunda.
" oh ya mb , lili belum dapat thr dari mb chacha" kata lili sambil menatapku.
" ish buat apa coba kan sudah dapat dari ayah" kataku.
" yah beda kalo dari ayah sudah buat beli baju baru,
kalo dari mb buat healing" kata lili seraya tersenyum.
" iya mb aq juga mau " kata wanda ikut menimpali.
" kalo itu mah nanti berers " jawabku.
" yah......kebiasaan ya kalian masih minta mb mu, kan yang dari bunda juga uang mb" kata bunda seraya melihat kepada dua adikku.
" ih bunda....... kan beda lagi" ya kan mb kata lili sambil mainkan kedua alisnya.
" iya tuh bunda, mb chacha nya aja ngak pa pa kok bunda sewot" kata wanda.
" aish ........ kalian ini pintar aja ngejawab" kata bunda yang sambil nengiris daging.
" jangan diibiasain mb, nanti tuman kata bunda.
" ngak pa pa bun , kalo pas ada, kalo ngak ada ya lewat deh" kataku masih mengisi ketupat.
" ye....... asyik......" kata wanda dan lili kompak .
Keduanya terlihat begitu senang. maklum kedua adikku itu masih belum bisa menghasilkan uang.
berbeda denganku dulu waktu sma sudah biasa mencari tambahan lewat berjualan pernik pernik
gantungan kunci.semasa sma, walau sedikit sudah bisa menghasilkan uang dan menabung.
Aq berasal dari keluargga sederhana didesa. ayahku hanya seorang guru, sedang ibu seorang penjahit rumahan.tapi lima hari sebelum lebaran beliau sudah tak menerima orderan lagi.
Aq anak kedua dari empat bersaudara. kakakku adalah laki laki yang sudah menikah dan punya anak satu.sedang aq sudah 3 tahun bekerja di perusahaan swasta asing.adik ku wanda masih sma kelas dua,sedangkan lili kelas 3 smp yang tahun ini sudah menyelesaikan ujiannya.
Walau kami hidup sederhana namun bahagia.juga berkecukupan.bunda bahkan kadang berjual sayur
dari hasil kebun dibelakang rumah. kami juga memelihara ayam dan itik hanya sekedar untuk kesenangan agar nasi dan sisa sisa makanan tak mubazir dibuang jadilah pakan ayam dan itik.
Tanah didesa yang dibeli ayah cukup luas. itu lah
yang menjadi kebahagian bunda, karna tanah itu hasil keringat ayah dan bunda bukan dari tanah warisan.
Kehidupan yang lumayan susah membuat kebanyakan orang mengeluh, tapi bagi kami sekeluargga bisa makan itu sudah bersyukur
dengan kesederhaan. untung adik adik ku juga ikut paham dan mengerti kondisi ayah dan bunda jadi
kamu sebagai anak tidak banyak menuntut.
Ketika sehabis asyar acara masak masakpun selesai, karna saling bantu jadi pekerjaan serasa ringan. sehabis ashar aq duduk manis menunggu
waktu berbuka dengan duduk santai di kursi malas
kesukaan ku sambil membaca alquran walau hanya selembar tapi yang penting ada niat untuk
slalu dekat dengan allah
Aq sangat bersyukur bisa membantu ayah dan bunda membangun rumah kamu menjadi dua tingkat dan terkesan cukup besar karna bila nanti sudah menikah paling tidak bisa kumpul tidak ribut berbagi kamar. aq sendiri memilih kamar di atas karna lebih leluasa melihat pemandangan xang terhampar luas dari kejauhan .yaitu hamparan sawah dan ladang sayur sayuran dan padi.
Betah menikmati masa liburan dirumah tidak pernah kusia siakan. karna ini adalah di mana masa bisa bersama saling berbagi. sebelum aq melangkah keluar rumah suatu hari nanti jikalau menikah.
angin semilir terasa diwajahku. seakan akan mengelus lembut pipiku serta rambutku. entah mengapa aq tak pernah bosan menyendiri hanya untuk memfres ulang otakku. dari kepenatan pekerjaan kantor yang menumpuk nanti sehabis lebaran.
" mb........ siap .....siap...kata bunda" kata lili berteriak dari bawah.
" iya.... sebentar lagi mb turun" jawabku.
sejenak aq pun kembali memandang lepas ketika warna senja terukir dilangit biru.
Aq menuruni anak tangga ketika terdengar suara riuh dari ruang tamu. aq pun melangkah menuju
kesana untuk melihat apa yang terjadi.
" chacha.........sudah pulang de" kata mas deva
kakakku yang sudah dua tahun tak bertemu.
" alhamdulilah .....mas pulang juga" kataku seraya
mendekati mas deva.
kami pun saling berpelukan haru. lalu aq juga memeluk kaka iparku mb nela dan keponakan kecilku yang berumur 3 tahun bernama angga.
" baru nyampe mb" tanyaku
" iya ini pas nyampe mau magrib" kata mb nela.
" alhamdulilah bisa buka bersama sekalian mas, kami pikir nyampenya besok" kata ayah yang sudah rapi dengan baju koko dan sarung.
" iya tadi padahal jalan macet banget, tapi bisa nyampe magrib, mas pikir nyampenya malam " kata mas deva.
" sudah sana pada mandi dulu, kita siap siap buka dan sholat berjamaah" kata bunda.
" iya bu " kata mb nela seraya membantu mas deva membawa tas dan koper ke dalam kamar.
kami pun buka bersama sekeluargga setelah azan berkumandang menikmati hari terakhir puasa ramadhan. ada kebahagia tersendiri bagiku. berharap bisa masih menikmati ramadhan ramdhan selanjutnya dan bertemu lagi dalam keadaan sehat dan kumpul bersama seperti ini.
Harapanku. ......bisa pulang dan sehat slalu adalah yang paling berharga berkumpul bersama keluargga melewati suka dan duka. merupakan pemandangan terindah seperti pemandangan yang lekat slalu untuk ku ingat selain pemandangan tentang kampung halamanku. semoga kenangan ini slalu terpatri dalam hati. mekihat senyum bunda dan ayah juga saudara saudaraku..
..................,.....
Setelah sholat magrib kani pun berkumpul diruang keluargga. saling ngobrol dan bercanda satu sama lain.
" de sudah punya calon" kata mas deva bertanya.
" santai mas , cha masih ingin menikmati kesendirian chacha" kataku santai
" tapi jangan lama lama juga kali nak" kata bunda yang ikut menimpali perkataan mas deva.
" iya de, kemaren ada teman mas deva yang nanyain de chacha" kata mb nela keceplosan.
deg.................
Aq pun menoleh kepada mas deva. tapi melihat tajam kearah mb nela.
" siapa mas, teman mas deva yang mana" kata bunda penasaran yang mendengar ucapan mb nela.
" ah bukan siapa siapa bun," kata mb nela terlihat takut karna tadi mas deva menatapnya tajam.
Aq yang melihat itupun tak tahu tahu kenapa mas deva seperti tidak senang
" chacha sudah punya calon mb, mungkin minggu depan silahturahmi kesini" jawabku santai untuk
membuat suasana tidak tegang
" alhamdulilah " jawab mas deva senang. ngak usah lama lama cepat dihalalin, " kata mas deva
" hah........betarti bakal ada hajatan dong " kata lili
semangat.
" ya iyalah, kapan mb kakak iparku kesini" kata wanda antusias.
" cie ....... bunda bakal mantu nih" kata bunda terlihat senang.
" yah ayah gimana, " kata bunda melirik kearah ayah.
" ayah sih oke oke aja, kalo mb chacha sudah ok, bukan begitu mb?" kata ayah bertanya.
" insyaallah yah bun, mudahan berjodoh. " jawabku
sedikit gugup ketika teringat mas afnan yang tempo hari memang berniat silahturahmi kerumah.
Mas afnan adalah teman semasa smaku dulu, namun kami tak pernah bertemu lagi setelah kuluah. karna yang kudengar afnan pindah keluar kota. dan tampa sengaja aq bertemu dengannya di sebuah restoran ketika ada rapat siang itu.
flas back.
Aq sedang sibuk mencuci tangan diwestafel ketika disebelah ada seorang pria juga sedang ikut mencuci tangan di westafel disampingku.
" hai ......marisa kan " katanya menatapku lekat.
" siapa ya....maaf saya lupa mas" kata ku seraya kikuk ditatap karna lupa.
" hei .....masa ngak ingat kita teman satu sma" katanya tersenyum ramah.
" maaf benaran lupa mas" kata ku kekeh karna memang aq tak terlalu kenal akrab dengan banyak pria waktu sma.
" aq afnan.....ketua osis waktu sma," katanya lagi.
" astaga .........audi afnan prayoga " kataku tak percaya karna dia cukup berubah dengan yang dulu sederhana, tapi sekarang terlihat gagah dan macho serta tampan bak serang pembusnis muda.
" iya audi afnan prayoga tuh ingat " kata tersenyum.
" oh maaf lama tak bertemu jadi harap maklum " kataku tersipu malu.
" oh ya kamu masih tinggal dikampung sukajayakan " katanya lagi.
" iya aq masih tinggal disana bersama keluargga, disini cuma kerja " jawabku memperjelas.
" oh syukurlah......" katanya.
" hah........apa" kataku tadi yang sempat ta fokus mendengar apa yang afnan katakan.
" bukan apa apa. kok, kalo gitu boleh besok lebaran
silahturahmi kesana. sekalian aq mampir rumah nenek dan kakek " katanya terlihat serius.
" oh .....boleh kok " kata seraya tersenyum.
" oh ya maaf aq harus kembali " kataku pamit dan berlalu.
" ya ....." jawabnya seraya menatapku ketika aq menjauh dari tempat itu.
Flas on
........................
suara bedug dan takbir pun berkumandang merdu.
menandakan hari besar sudah tiba di depan mata.
kami sekeluargga pun sudah siap untuk sholat ke lapangan masjid desa untuk sholat bersama
Ketika selesai dan sampe rumah kami pun berkumpul diruang makan untuk menyantap
masakan bunda yang menjadi favorit kami.
" wah masakan bunda slalu enak" kata mas deva
memuji.
" iya dong bundanya kita" kata wanda
" bun kapan kapan nela bagikan resepnya xang bun." kata mb nela.
" iya gampang " kata bunda yang sinuk melayani ayah yang sedang minta tambah.
dan obrolan terhenti ketika suara salam terdengar.
" assalamualaikum...."
" assalamualaikum..." terdengar suara dari teras rumah.
" bun kayanya ada tamu " kata ayah.
" biar mb chacha yang lihat yah" kata ku seraya berdiri dari kursi karna makananku memang sudah
aq pun melangkah keluar teras
" tumben bertamu awal " kan masih kumpul keluargga dulu" bathinku.
" assalamualaikum...." kata nya lagi mengucap salam.
" walaikumsalam ..." jawabku yang kemudian terpaku melihat seorang pria tampan tersenyum
ketika melihatku menyambutnya.
" hai........ maaf kepagian ya " katanya tersenyum ramah.
" oh ngak apa apa " jawabku." tadi setelah sungkem sama kakek dan nenek langsung kesini " katanya
masih dengan senyum mengembang
" oh ya silahkan masuk ......" kataku menyuruhnya masuk .
" sudah sarapan " kataku basa basi.
" ehm ....... belum sih " katanya seraya mengaruk kepalanya.
" ayo sarapan dulu ...." kataku mengajaknya untuk masuk keruang makan menuju keluargga berkumpul.
kehadiran afnan pun membuat keluargga cukup terkejut tapi langsung berubah ketika afnan sudah memperkenalkan diri dan membaur ditengah keluarggaku.
Pada akhirnya ada pemandangan indah selanjutnya. ketika bisa melihat canda dan tawa menghiasi ruang makan yang di iringi kehangatan
keluargga. yang tak bisa tergantikan walau dengan harta setinggi gunung.
Tamat
..
.