Hwaahh..panas banget,ku usap peluh yang membanjiri keningku.Tak ada yang istimewa hari ini,tapi aku seakan berpacu dengan waktu,bayangan wajah seseorang seakan tak hilang dari pandanganku..Ngatmi..nama gadis itu,seorang penjual keripik tempe yang biasa mangkal di depan terminal tempatku menunggu angkot..aku sedang mengejar waktu,aku tak mau ketinggalan karena ingin menghabiskan waktu membantunya berjualan.
Sudah beberapa hari ini aku seakan tiada lelah,setelah pulang bekerja aku akan segera menuju terminal yang berada tak jauh dari tempat kerjaku.Disana aku bukan ingin mencari angkot untuk pulang seperti biasanya,tapi aku membantu Ngatmi yang berjualan keripik tempe disana.
Awal perkenalan kami terjadi karena sebuah ketidak sengajaan,hujan hari itu membuat kami sama-sama berteduh di depan sebuah toko kelontong.Mataku saat itu tiba-tiba saja menangkap sebuah pemandangan yang membuat hatiku terenyuh,kulihat disudut toko itu seorang wanita tengah melamun sembari menatap keranjang jualannya yang masih terisi penuh.
Aku mendekatinya..
"Hai..masih banyak mbak,jualannya" aku membuka percakapan dengannya.
"Eh..iya mas,biasa kalau hujan begini" ujarnya sambil menatapku.
"Berapaan mbak?" aku lalu meraih sebungkus keripik tempe itu dari keranjang.
"Lima ribu saja mas,mau berapa?" tatap matanya menunjukan rasa senang,entahlah..mungkin karena keripiknya baru saja laku.
"Berapa yang ada di keranjang,mbak?" tanyaku
"Tadi sekitar dua puluh bungkus mas,karena mas sudah ngambil satu jadi sisanya ada sembilan belas bungkus"
"Ya sudah..bungkus semua ya,saya borong" ku sodorkan dua lembar uang seratus ribu rupiah padanya.
"Ini kebanyakan Mas" dia kembali menyodorkan selembar uang tersebut.
"Sudah..ambil saja,anggap itu rejeki mbak hari ini,kebetulan saya tadi dapat bonus di tempat kerja" kudorong tangannya yang tengah terulur padaku.
"Terimakasih banyak Mas,semoga rejekinya berlipat ganda dan sehat selalu ya..aamiin"
"Aamiin..terimakasih doanya mbak" balasku.
"Sama-sama Mas" dia tersenyum..
Sumpah..itu senyum yang paling manis yang pernah kulihat.
"Mbak namanya siapa?" tanyaku.
""Ngatmi..Mas nya siapa namanya?"
"Kok hampir mirip ya dengan nama saya..nama saya Ngatno mbak" aku sedikit tergelak karena mencocokkan namanya dan namaku.
"Hahahaha..iya ya..jodoh kali,Mas" ujarnya ikut tertawa bersamaku.
Deg..
Aku seketika ge er mendengar kata-katanya.
Obrolan kami berlanjut hingga hujan reda,tak terasa kami semakin akrab saja,selang hampir dua jam saling bertukar cerita,kami pun saling berpamitan untuk pulang..aku berjanji padanya untuk selalu menyempatkan waktu setiap pulang kerja,singgah ke tempat biasa dia berjualan dan membantunya.
....
Hari ini aku menunggu Ngatmi ditempat biasanya..tak seperti hari sebelumnya,tumben dia jam segini belum juga muncul..apa dia sakit ya?
Aku terus menunggu hingga beberapa jam,tapi Ngatmi tak juga muncul..kulirik arloji dipergelangan tanganku,hampir jam sembilan malam..akhirnya aku pulang.Dengan langkah lesu,aku menuju angkot yang sudah menunggu di depan ku.
Hampir seminggu aku selalu menunggu Ngatmi disini,tak lupa aku membelikannya oleh-oleh..sebuah ponsel..terus terang saja,aku bingung karena tak bisa mencari tahu kabarnya karena dia tidak punya hp,tapi harapan tinggalan harapan..Ngatmi tak kunjung nongol.
Aku tak berubah pikiran,aku masih setia menunggunya setiap hari..aku merindukannya,senyumnya,juga canda tawanya..aku bertekad,jika dia muncul lagi disini,aku akan langsung menembaknya,aku tak ingin lagi kehilangannya..aku tak mau merasakan seperti ini lagi,tersiksa karena rindu dan penyesalan..
Penyesalan?..iya..penyesalan karena kenapa tak sejak awal saja aku nembak dia.
Drrrttt....drrrttt...getar hp yang ada di kantongku,menyadarkan aku dari lamunanku..
"Halo Bu..gimana?" ternyata itu ibuku.
"Itu le..ibu hanya mau ngasi tau..lusa Kakakmu itu akan menikah,maaf ngasi taunya mendadak le,ini juga kakakmu mendadak ngasi taunya..calonnya soalnya sudah isi duluan..besok,usahakan pulang ya le.." panjang lebar ibu berbicara menjelaskan padaku soal pernikahan kakak ku yang sangat mendadak.
"Iya Bu..besok sepulang kerja,aku langsung pulang" jawabku.
Hatiku gundah,bagaimana jika disaat aku pulang kampung,Ngatmi tiba-tiba muncul dan tak mendapatiku disini.
Kutepiskan rasa gundahku lalu beranjak pulang ke kost ku.
Esok harinya,setelah pulang kerja aku bergegas ke kost untuk mengambil barang-barang bawaan ku,hari ini aku harus pulang ke rumah ibu untuk menghadiri pernikahan kakak ku satu-satunya.
Setelah menempuh delapan jam perjalanan,sampailah aku di rumah ibu..aku disambut dengan pelukan ibu serta dihujani ciuman kerinduan..memang hampir setahun ini aku tak pulang kampung,hanya mengirimi uang saja,aku malas terlalu lama menghabiskan waktu diperjalanan.
"Cuci muka dulu le..habis itu langsung makan ya..calon kakak iparmu tadi masak banyak..kamu cobain dulu masakannya,pasti ketagihan" promosi ibu melebih-lebihkan menurutku..tak ada yang seenak masakan ibu,pikir ku.
Setelah mencuci muka,aku langsung saja menuju meja makan..karena merasa lelah sepulang kerja langsung berangkat kesini,aku sampai lupa makan,aku hanya tidur selama perjalanan.
Kubuka tudung saji yang menutup makanan..liurku hampir menetes menatap makan diatas meja,ada banyak macam jenis makanan,tapi ada satu jenis makanan yang membuat mataku terpaku..keripik tempe..aku seketika teringat Ngatmi..aahh jika dia sudah jadi pacarku,pasti saat ini aku juga membawanya kesini untuk kuperkenalkan pada keluargaku.
Kutepiskan angan-angan ku..aku lalu makan ditemani ibu,karena sudah tengah malam,kakak ku dan calon istrinya sudah tidur..kata ibu,besok pas acaranya baru kami bisa bertemu.Setelah makan,aku memutuskan untuk tidur,agar besok bisa bangun pagi-pagi sekali dan bertemu kakak ku sebelum acara dimulai.
.....
Pukul 05.00 pagi
Aku terbangun karena suara gaduh..aku membuka mata karena merasakan ada sesuatu yang menindih tubuhku.Saat membuka mata,aku terkejut karena Kak Tono sudah ada di atasku..
"Kemana aja kamu? lupa jalan pulang hah?" katanya.
"Aah..kakak berat sekarang,turunlah kak..sudah mau menikah kau hah..pintar pula kau,nanam benih duluan" kudorong tubuhnya ke samping.
"Kalau gak gitu,tar aku keduluan orang dong...hahaha" selorohnya.
"Cantik kah kakak ipar ku?" tanyaku penasaran.
"Kalau gak cantik,aku gak mau sama dia..ayo mandi..setelah itu kukenalkan padanya,kami menikah tak ramai kok,hanya dihadiri beberapa orang saja,termasuk kamu,jadi diadakan disini saja" ujarnya lagi.
"Baiklah..aku akan bersiap-siap" aku lalu bangun dan menyambar handuk lalu bergegas ke kamar mandi.
15 menit kemudian aku sudah siap..
"No..ayo No..sini sarapan dulu" kudengar suara ibu berteriak memanggilku.
"Iya Bu..aku ke sana" balasku berteriak
Sesampainya di meja makan,kulihat semuanya sudah hampir selesai makan,tapi tak kulihat calon istri kakak ku..
"Mana calon kakak iparku?" tanyaku pada kak Tono sambil meraih sepotong keripik tempe yang ada di atas meja..
"Sepertinya ada yang baru disini,sekarang selalu tersedia ini nih..keripik tempe" ujarku
"Sekarang kan kita ada ahlinya No..calon istriku yang bikin ini" timpal Kak Tono.
"Wah..cocok nih,aku juga punya seseorang yang pintar bikin ini..kayaknya keluarga kita akan buka usaha keripik tempe" selorohku
"Oh ya?..kapan dikenalin ke ibu?" sambar Ibu sambil menatapku
"Nanti Bu,setelah acara ini" jawabku yakin.
"Ngomong-ngomong mana nih calon pengantin?" kusenggol siku kakak ku
"Tunggu ya..sayang sini deh..ada yang mau kenalan.." teriaknya
Tak lama kemudian, muncullah sesosok wanita dari dalam kamarnya..
Deg...hatiku tak karuan..keripik yang kupegang jatuh..
"Ngatmi..." gumam ku
Dunia ku seakan berputar..aku lemas...sekian lama aku memimpikan pertemuan kami,tapi tak kusangka akan bertemu di sini..
"Mas..Mas ngatno...kok bisa disini?"
"Kalian saling kenal dek?"
"Ngatno..kenapa kamu?"
"Ngatno..setelah acara kakakmu,jangan lupa bawa kesini pacarmu itu"
Aku hanya bisa mendengar suara mereka secara samar...seketika terlintas bayangan saat-saat aku membantu Ngatmi berjualan keripik tempe...