Terkadang apa yang diimpikan dan diharapkan,tak sesuai dengan kenyataan.
Namaku Angel,terlahir dari keluarga yang berkecukupan membuatku berpikir hidupku akan baik-baik saja bahkan akan sangat baik dari semua teman-teman sekolahku.
Di sekolah aku adalah murid berprestasi,selalu juara umum dan mendapatkan beasiswa.nilaiku selalu diatas rata-rata,tentu saja itu membuat bangga ayah bundaku juga seluruh keluarga besarku.
Aku digadang-gadang akan melanjutkan generasi ayahku,yang selalu mudah untuk bekerja dimana saja,karena kepintaran dan juga kemampuanku bersosialisasi dan cepat memahami juga mengatasi segala masalah pekerjaan yang diberikan padaku.
Tapi itu justru membuatku merasa terbebani..aku tertekan karena harus selalu benar,tak boleh berbuat kesalahan sedikit pun,lama-kelamaan aku mulai merasa ingin memberontak.aku ingin seperti remaja lainnya,menikmati masa-masa indah berkumpul bersama kawan-kawan, berjalan-jalan dengan teman seusiaku,aku merasa semuanya tak adil bagiku.
Hingga suatu hari...
"Langsung pulang? boleh kuajak jalan-jalan gak?" suara bariton Reza,teman kuliahku mengagetkanku.
"Aku harus pulang Za,maaf jika harus menolak ajakanmu" jawabku
"Come on Angel..jangan bilang kamu kuper, sekali-sekali menikmati hidup itu gak akan membuatmu berdosa" balasnya
Aku pun berpikir sejenak,ajakan Reza menggelitik perasaanku,sejujurnya aku pun ingin sekali merasakan hidup normal seperti kawan-kawan ku yang lain.
"Hmmm..oke deh Za,aku telfon orang rumah dulu ya.." kataku sambil merogoh ponselku yang berada dalam tas,lalu menghubungi ayahku.
"Gitu dong" balas Reza sambil tersenyum.
Beberapa menit kemudian,aku dan Reza sudah berada di sebuah cafe yang cukup ramai dengan pengunjung yang lebih banyak berpasangan kulihat.
"mau pesan apa njel?"
"susu aja Za"
"ok"
dia lalu menyebutkan pesanan kami pada seorang waitress.
Setelah pesanan kami datang,aku bingung harus membuka obrolan dari mana..terus terang,ini kali pertama aku jalan dengan seorang pria,hanya berdua.biasanya aku keluar jika tidak dengan ayah,aku pasti akan dikawal bunda kemana saja.
"Njel..maaf,mungkin aku lancang,tapi apa aku boleh bertanya sesuatu?" Reza sepertinya paham jika aku tak tahu harus bicara apa.
"apa za? asal jangan yang aneh-aneh aja,ntar aku bingung mau jawab apa" aku tersenyum sekilas.
"ehm..kamu sudah punya pacar?" tanyanya
"belum" jawabku singkat
"pernah pacaran?" lanjutnya
"tidak pernah Za..aku hanya boleh belajar dan belajar" aku menatapnya,dan kembali menunduk karena jengah dengan tatapan matanya yang tajam.
"mau jadi pacarku gak?"
dadaku serasa sesak,nafaspun rasanya begitu sulit untuk ku hembuskan,tak ada jawaban yang keluar dari mulutku,semuanya tersangkut di tenggorokan...aku gugup.
"gimana Njel?" cecarnya
""Aku takut" akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutku.
"takut kenapa?"
"takut kalau aku tak sesuai harapanmu,aku bukan gadis gaul seperti teman wanita mu yang lain" ujar ku lalu menundukan wajah.
"justru itu yang aku suka darimu" tukasnya cepat.
"tapi aku tak tahu bagaimana caranya,nanti kamu akan malu,kamu lebih baik mencari gadis lain untuk dijadikan pacar"... masih,aku menolak secara halus,padahal dalam hati aku ingin bersorak,sudah lama aku menyukainya,tapi tak berani ku ungkap kan,hanya berani menatapnya dari jauh.
"itu tidak akan terjadi,cukup jadi dirimu sendiri Njel..aku suka kamu apa adanya" dia lalu menggenggam tanganku,membuat jantungku berdetak sangat kencang saat ini.
"ehm...baiklah" aku tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahku,aku malu tapi aku bahagia..
"Trimakasih Njel..I Love You" senyumnya sumringah karena permintaanya kuterima.
Setiap hari aku merasakan betapa bahagianya punya seorang kekasih,betapa menyenangkannya mempunyai seseorang yang bisa diajak bercanda,bertukar pikiran dan indahnya berbagi perasaan dengan orang yang dicintai.
"Kamu bahagia Njel?" hari ini dia tiba-tiba saja bertanya begitu,terasa sedikit aneh.
"tentu saja Za,aku sangat bahagia ..kenapa kok nanyanya gitu?" kutatap wajahnya lekat.
"Tidak ada apa-apa,aku hanya ingin memastikan saja" senyumnya lalu membelai rambutku.
aku pun tersenyum lalu memeluknya erat.
......
Tak terasa hampir delapan bulan kami bersama,dan selama ini dia memperlakukanku baik,sopan dan gak neko-neko.
Hari ini dia membawaku ke rumahnya,katanya ingin memperkenalkanku pada keluarganya...
"Ma..sini deh..aku ingin kenalin seseorang" Reza menarik seorang wanita dari dalam,menuju ruang tamu dimana aku berada.
"aduh Reza..sabar sedikit, buru-buru amat" kata wanita paruh baya itu yang aku yakin beliau adalah ibunya Reza.
"Ma,kenalin..ini Angel..pacar Reza..cantik kan?"
"kenalin Tante..saya Angel" dengan malu-malu aku meraih tangan ibunya Reza,lalu menciumnya.
"Aduuh cantik banget Za..kok dia mau sama kamu?" seloroh sang ibu lalu meraih tubuhku,memelukku beberapa detik,kemudian menarikku untuk duduk di sofa.
"iih mama..aku kan ganteng,baik,jadi ga mungkin Angel menolak aku" pede sekali dia,aku membalasnya dengan mengerucutkan bibirku kearahnya.
"bukannya sebaliknya?" balasku yang kemudian membuat kami bertiga tertawa,membuat satu per satu anggota keluarganya yang lain muncul,dia pun memperkenalkan ku pada semuanya..semakin menambah kebahagiaanku.
aku menyukai keluarga ini..mereka orang-orang yang hangat,suka bercanda,tidak seperti di rumahku,setiap saat terasa tegang karena takut berbuat salah.
Hari berganti..hubungan kami pun semakin erat,tepat hari ini,setahun pas hubungan kami,dia memberikan kejutan dengan menyewa sebuah villa,aku senang karena ini pertama kalinya aku merasakan dimanja oleh seorang kekasih,biasanya aku hanya mendengar cerita ini dari teman-teman cewek ku saat mereka bergibah menyombongkan perlakuan kekasih mereka.
Begitu banyak kejutan dihari ini,tapi yang membuatku sangat terkejut ialah saat ia berlutut dan menunjukkan sebuah cincin padaku...
"apa ini Za?" tanyaku
""kamu mau menikah denganku Njel?" masih mengulurkan cincin tersebut,dia bertanya.
"aku mau..." saking bahagianya,aku meneteskan air mata..tak pernah terbayangkan olehku akan sampai pada tahap ini.
"I Love You Njel..jadilah istriku,ibu dari anak-anak kita,aku akan melamar mu pada orang tuamu" disematkannya cincin itu di jari manisku.
"i love you too Za..iya..aku akan menunggumu untuk bicara pada ayah bunda" Isak ku sambil memeluknya.
Reza balas memelukku,kami terhanyut hingga lupa segala-galanya..aku menyerahkan semuanya pada Reza hari itu,tak sedikitpun aku menyesal karena memberikannya pada orang yang aku sayangi.
....
Aku kacau..aku kehilangan arah..aku benci semua keluargaku..dalam sekejap semua impianku hancur lebur,hatiku remuk..
teringat tiga bulan lalu,setelah kejadian di villa itu,dua Minggu kemudian aku mengabarkan pada Reza bahwa aku hamil,aku ingin dia segera melamar ku,memintaku pada keluargaku..
Dengan rasa senang papa mama Reza dan seorang pamannya mendatangi rumahku,berniat melamar ku,mereka sangat bahagia ketika Reza mengatakan bahwa sebentar lagi mereka akan menimang cucu.
"Begini ayah dan bundanya Angel..maksud kedatangan kami kesini ialah ingin menyampaikan maksud hati kami,untuk meminang anak kalian Angel untuk menjadi menantu kami" om Arham,paman Reza mulai menjelaskan maksud kedatangan mereka.
Aku tertunduk takut,apalagi karena beberapa hari lalu ayah bunda sudah jelas mengatakan padaku,bahwa mereka tidak mau aku menikah terlalu cepat,mereka masih ada rencana untuk masa depanku..aku terlalu takut untuk melawan,hingga kehamilanku pun tak bisa aku sampaikan,aku tahu ayah akan sangat murka jika tau hal ini..oleh karenanya aku hanya diam.
Ayah menatapku tajam..aku hanya berani meliriknya..
"maafkan saya jika harus menyampaikan ini,Angel tidak akan menikah dalam waktu dekat ini,dia sudah dipersiapkan untuk menduduki sebuah jabatan,dan jika dia akan menikah,sudah jelas bukan dengan anak bapak dan ibu,Angel sudah dijodohkan" tegas sekali ayah menolak lamaran orang tua Reza.
"Tapi pak...."
"Tidak ada tapi..itu sudah keputusan akhir,tidak bisa diganggu gugat,silahkan kalian pulang saja,Angel..antarkan mereka ke pintu depan" setelah itu ayah dan bunda berdiri meninggalkan ruang keluarga ini.
"kamu gak bilang bagaimana keadaanmu nak?" ibu Reza mendekatiku lalu membelai rambutku,membuatku tak bisa menahan derai air mataku.
"tidak ma..aku takut ayah akan sangat marah jika aku bilang" jawabku
"ya sudah..kami pulang dulu,bicarakan dulu pada orang tuamu & Reza,bagaimana langkah selanjutnya..kami pamit dulu" aku lalu mengantarkan mereka ke pintu depan.
Setelah kejadian itu,aku dan Reza lebih sering bersitegang..ego kami mulai muncul,saling menyalahkan dan tak mau mengalah satu sama lain.
Pagi itu aku nekat mengatakan semuanya pada ayah..dan terjadilah apa yang aku takutkan,tapi tak aku prediksi..bunda hanya bisa menangis dan mengatakan kekecewaannya padaku..
Ayah marah besar,dia mendatangi Reza di kampus...terjadilah keributan itu,Ayah menyeret Reza ke tepi jalan lalu memukulinya disana,perkelahian tak bisa dihindarkan..aku menangis sambil berteriak meminta mereka berhenti,aku tak bisa berkata-kata banyak,hanya terduduk menangis menelungkup kan wajahku dilutut,aku tak tau harus berbuat apa lagi melihat dua orang yang aku sayangi saling teriak dan memukuli satu sama lain..hingga...
Duaaarrr....
Bunyi suara tabrakan terdengar sangat keras..aku mengangkat wajahku dan histeris seketika,menatap tubuh ayah dan Reza terlempar jauh dan terhempas hampir bersamaan ke tengah jalan.
Aku berlari kearah mereka tanpa melihat kanan kiri..ketika hampir mendekati tubuh mereka,aku merasakan tubuhku melayang tinggi,aku menatap kebawah..ke arah tubuh orang-orang yang kusayangi...
......
POV BUNDA
Setelah pemakaman ayah,kekasih dan bayinya,Angel tidak sama lagi seperti dulu...dia seperti berada di dunianya sendiri,terkadang menangis,sedetik kemudian tertawa..begitu seterusnya..
Dia anakku tercinta,kebanggan keluarga kami..kini hanya selalu menatap langit,dan hanya akan berbicara saat malam tiba.
Setiap kali bintang mulai menampakkan dirinya di malam hari,Angel akan mulai berbicara sambil menatap bintang tersebut..bercerita cintanya pada Reza,menceritakan rasa sayangnya pada ayahnya..lalu menangis dan tertawa sendiri...lalu mengusap perutnya..kemudian menangis lagi..
Hancur..Angel ku..malaikat ku hancur dalam sekejap..
Maafkan kami Tuhan..tak mampu membuatnya bahagia...
Aku mendekatinya...."Angel..makan yuk sayang"...Dia hanya menatapku diam...lalu tidur..