Zara,gadis cantik berusia 24 tahun. seorang gadis lugu yang ceria, gadis idaman bagi kaum adam. zara bekerja d sebuah perusahaan RITA.. perusahaan besar yang di pimpin seorang pria tampan berbadan tegap
Brruuukkk
"awww.... sakitttnyaa"keluh zara yang kesakitan karena menabrak sesuatu
"jalan liat-liat dong" gerutu lelaki di depan zara yang menggunakan seragam lengkap
"ma...maaf... maaf pak saya tidak sengaja,saya terburu-buru... sekali lagi maaf pak" jawab zara gugup sambil berlalu meninggalkan lelaki yang masih bengong melihat tingkah zara
zara segera berlari ke sebuah ruangan, dengan nafas terengah-engah ia segera merapihkan bajunya yang kusut karena terjatuh tadi
tok...tok...tok..
"masuk" jawab seseorang dari dalam ruangan itu
ceklekk
"permisi pak,maaf saya terlambat. tadi ada sedikit masalah di jalan" kata zara yang menahan takut karena sudah terlambat kerja
"hmmm... tidak masalah, saya ingin mengatakan sesuatu padamu. tapi saya minta kamu jujur" tanya lelaki itu
zara hanya memanggutkan kepalanya pertanda ia mengerti, zara menunggu lelaki itu berbicara
5 menit,sampai 1 jam lamanya . hingga membuat zara merasa bosan
"Zara..."
"iya pak" kata zara
'huufff ini orang niat mau ngomongin apa siy. dari tadi cuma diem terus, memangnya aku nggak ada kerjaan lain apa selain nungguin nih orang ngomong' gerutu zara dalam hati
"Zara.... maukah kamu menikah denganku? menemani ku saat suka maupun duka?" tanya lelaki itu tiba-tiba
uuuhhhuuukkk....uuuuhhhuuuuukkkk....
"apa pak, bapak jangan bercanda. nggak lucu tau pak" kata zara sambil tersenyum manis yang membuat semua lelaki jatuh hati melihat senyumannya
lelaki itu mendekat dan meraih tangan zara, dia benar-benar tulus ingin menikahi zara. Raditya Suhendra seorang lelaki tampan dan tingginya seperti tiang listrik heehehee. Radit adalah manager perusahaan RITA perusahaan dimana zara bekerja sebagai SPG
"saya serius zara, saya ingin mejadikan kamu satu-satunya wanita yang akan selalu ada dihati saya"
zara masih bingung akan hatinya
"zara.. jawab iya atau tidak" tanya nya lagi
"mmm... itu...mmm... pak.... saya.... itu...pak"
"yang jelas ngomongnya zara, saya cuma mau jawabannya iya atau tidak" tanya radit tegas
"hmmm...maaf pak untuk saat ini saya belum bisa menerima lamaran bapak,saya masih butuh waktu lagi pak. tolong berikan saya waktu lagi 2 hari" pinta zara
"baiklah, saya tunggu jawaban kamu 2 hari kedepan. semoga kamu tidak mengecewakan saya zara" jawab radit tersenyum
"baik pak, saya permisi sekarang" zara keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju kantin
perut zara yang sudah lapar zara langsung memesan makanan dan minum. sambil menunggu dia berjalan menuju kursi yang berada di pojok tempat faforit zara jika sedang dalam masalah
Brruuukkk
"aawww... kenapa siy meja di taruh disini, kayak nggak ada tempat lain" gerutu zara yang kesal
"mari saya bantu berdiri" seorang pria mengulurkan tangannya di hadapan zara
"nggak usah repot-repot, saya bisa berdiri sendiri"
gerutunya lagi
" kamu.... kenapa ngikutin saya sampai kesini. memangnya saya ada salah ya pak.. maaf tadi saya nggak sengaja nabrak bapak lagi" zara mengulurkan tangannya namun lelaki itu malah duduk di kursinya kembali
"orang aneh..."
" apa kamu bilang tadi" pria itu mendekati zara
" eee....enggak kok.. nggak ada ngomong apa-apa" jawab zara gugup
wajah tampannya semakin mendekat di wajah zara, namun dengan cepat zara membalikkan badan dan berlari menuju kursinya
"hey.. mau kemana?" tanya laki-laki itu
" ya mau duduk" jawab zara
"duduk di sini saja, saya juga nggak ada temen ngobrol" lanjut pria itu sambil menepuk kursi di sampingnya
zara malah mengambil tempat duduk yang berada di depan pria tampan itu. sambil menunggu makanannya zara memainkan ponselnya
" nggak capek tanganmu dari tadi ngliatin hp terus" tanya pria itu lagi
zara hanya menggelengkan kepala, dia menutupi kekesalan dihatinya. dia terus diam dan sibuk dengan ponselnya tanpa memperdulikan ada sosok pria yang sedari tadi mengajaknya berbicara
" Ardian kusuma,panggil saja Ardi" kata Ardi yang mengulurkan tangannya ke arah zara
"Aprilia Azzara, panggil zara aja" jawabnya
Ardi tersenyum dan mempersilahkan zara untuk menikmati makannya. tanpa malu zara menghabiskan makanannya tanpa sisa di piringnya. dia tersenyum pada Ardi namun ardi tak menghiraukan kelakuan zara. Ardian kusuma seorang polisi yang mempunyai wajah yang tampan dan menawan, jika berjalan saja pasti mencuri pandangan bagi kaum hawa. namun berbeda dengan zara, dia sama sekali tidak perduli jika ardi mengajaknya mengobrol
Buugghhh
"huuuff.. hari yang sangat melelahkan" ucap zara yang menghempaskan badannya di atas tempat tidur
Ddrrrrrttt....ddddrrrttt
'Zara,bisakah besok kita bertemu. aku rindu'sebuah pesan masuk di ponsel zara
'ya'
"Haaa..hanya ya saja, zara-zara kamu semakin membuatku gila" kata Radit setelah membaca balasan pesan dari zara
zara menghindari Radit setiap kali Radit mengajaknya bertemu zara selalu mencari alasan. namun bukan Radit namanya jika ia menyerah begitu saja
Brraaakkkk
"kenapa kamu menghindari saya terus zara? apa salah saya?" tanya Radit yang terlihat kesal
"maaf pak, sa...saya"
"sudahlah sekarang saya hanya butuh jawaban kamu saja" ucap radit sebelum zara selesai bicara
"baiklah pak, keputusan saya untuk menikah dengan bapak..?? maaf saya belum bisa,karena saya belum siap menikah pak" jawab zara
Radit terlihat kecewa dengan jawaban zara namun ia juga mencoba untuk tetap tenang
"baiklah zara,saya terima keputusan kamu tapi zara..."
" saya belum siap menikah dengan bapak, tapi saya siap jadi pacar bapak" jawab zara cepat sebelum radit menyelesaikan pembicaraannya
"Zara..kamu...kamu" tanya radit terbata-bata
"iya pak, saya mau jadi pacar bapak. tapi saya belum siap menikah" jawab zara lagi meyakinkan
"i love u aprillia Azzara, i'm very happy, thank's zara" Radit terlalu bahagia sampai memeluk zara erat
" i love u to pak Radit, but is pliiss do not disappoint me, tapi saya nafas saya sesak pak" kata zara
"eehh. iya zara maaf, saya terlalu bahagia. aku janji aku akan selalu membuatmu bahagia zara trimakasih.. trimaksih sayang" jawab radit lagi
waktu begitu cepat berlalu, Radit dan zara selalu terlihat bahagia. mereka sering menghabiskan waktu berlibur begitu sangat mesra
Brruuukkkk
"aawww...sialan, sakit banget" teriak zara
" kamu lagi, kenapa kamu senang sekali menabrak saya.kamu naksir sama saya ya" ucap Ardi yang kebetulah mampir ke kafe yang sama
" hmmm.. siapa yang naksir situ, denger ya memangnya kafe ini punya kamu. memangnya aku harus minta izin dulu untuk nongkrong di sini" jawab zara agak keras
Ardi hanya tersenyum dan berlalu
"suatu saat kamu pasti akan menyukaiku. kita lihat saja" jawab ardi sambil berlalu
'iiihhh..amit-amit deh jangan sampek aku naksir orang kayak gitu. sorry banget ya' ucap zara dalam hati
ddrrrttt....ddrrrttt..ddrrttt
panggilan masuk di handpone zara, namun zara tidak perduli malah zara masih asyik dengan kucing kesayangannya bermain-main
drrtttt...ddrrrttt...dddrrrrttt
handpone zara kembali bergetar
"nomer siapa siy... nggak kenal juga"gerutu zara
"Halo.. siapa ini"tanya zara
"hai aprilia azzara, sedang apa kamu" tanya seseorang di handpone zara
"hai..hai..hai... sok kenal kamu" jawab zara lagi
"aku sangat mengenal kamu zara, gadis songong yang selalu suka menabrak orang tanpa meminta maaf" kata pria itu
Deeggg
"ka...kamu... hhmmm dapat nomer aku dari mana"tanya zara
"cckkk.. kenapa kamu penasaran ya" goda lelaki itu lagi
"nggak.. aku cuma tanya aja kalau nggak mau jawab ya udah"jawab zara ketus
" jangan jutek-jutek ntar kamu jatuh cinta sama aku
lo" kata lelaki itu lagi
"kalau mau tau gimana kalau kita bertemu aja besok jam makan siang di kafe biasa" tanya nya lagi
"hhhmmm"
jawaban yang singkat dari zara, tanpa permisi zara pun langsung mematikan panggilan telepon.
zara langsung terlelap tidur sampai lupa memasang alarm jam
"astaghfirulloh...aku hampir terlambat lagi, semoga aja belum pada dateng" kata zara
bagaimana bisa coba udah hampir terlambat krja tapi berharap belum ada orang yang dateng ke kantor,, hhuuuhhh zara-zara
"selamat pagi bu zara" sapa teman sekantornya
" pagi juga" ada apa semua orang terlihat aneh' gerutu zara dalam hati
" pagi pak, maaf sa.."
" pagi juga sayang, tidak apa terlambat sedikit" jawab Radit
" pak, ini kantor. jadi panggil saja seperti di kantor, jangan panggil gitu"
"memangnya kenapa? kamu malu aku panggil sayang?" tanya radit
" enggak malu.. bukan seperti itu pak, tapi kan nggak enak di liat orang.. nanti di kira mereka saya nggak profesional kerjanya" jawab zara santai
" kenapa harus mikirin mereka sayang, kan yang punya pacar aku. jadi bebas dong mau panggil apa aja" kata radit lagi sambil memegang tangan zara
" tapi maaf pak radit, saya risih bapak panggil saya dengan sebutan sayang di kantor" celetuk zara dengn senyumannya yang begitu menawan
ccuuuuppp
radit malah mencium bibir zara yang sedari tadi sudah banyak bicara. hingga membuat radit gemess..mata zara melotot ketika mendapatkan ciuman pertama kali dari radit. zara memegang baju radit tepat di samping pinggul radit
Radit tersenyum tipis. ia tau bahwa zara menikmati sensasi yang berbeda. radit makin rakus mencium bibir zara yang seksi saat radit menginginkan lebih
tok..tok..tok
Radit dan zara mengakhiri ciuman panas itu dan segera berdiri agak jauh. zara dengan sigap langsung mengambil tempat duduk yang ada tak jauh dari tmpat mereka tadi pemanasan
" permisi pak, maaf saya mau mengingatkan.. kalau sebentar lagi ada meeting di kafe xxx..." ujar asisten radit mengingatkan radit
" hhhmmm... iya trimakasih kamu sudah mengingatkan saya.. kamu boleh pergi. dan buat kamu zara, lain kali jangan terlambat lagi. mengerti" kata radit dengan gaya nya yang sok cool
zara hanya menganggukkan kepala, lalu keluar ruangan bersama dengan sang asisten radit. zara langsung menuju ruangannya dan sibuk dengan kertas-kertas yang ada di depannya
tiinnnggg..
pesan whatsap masuk di ponsel zara. zara segera membuka ponselnya
" adduuhhh hampir saja aku lupa kalau ada janji mau ketemu dia. mmmm aku penasaran dari mana dia dapat nomerku" gumam zara
"selamat siang nona zara, silahkan duduk" Ardi tersenyum kecil saat mempersilahkan zara duduk
diam-diam Ardi memgagumi zara, namun gaya nya yang sok cool itu mmm memang cooll siy cckckck. . dia mencoba mendekati zara dengan caranya sendiri
"udahlah nggak usah basa-basi segala. ayo cepet bilang dari mana kamu dapat nomer aku" tanya zara langsung tegas
"mmmm sabar dong.. kita makan dulu ya.. hhiihhiii" lagi dan lagi Ardi mengganggu zara
keduanya makan tanpa sepatah kata pun berbicara. zara menikmati makanannya sampai ludes tidak tersisa, dia menatap Ardi tajam
"aku udah selesai makan, sekarang cepat katakan.. darimana kamu dapat nomer aku haa" tanya zara lagi
"hhmmm... dari... seseorang yang sangat dekat denganmu..." jawabnya yang membuat zara tambah cemberut
" jangan berbelit deh... cepat bilang siapa yang kasih nomer aku ke kamu, aku nggak ada waktu banyak buat ngladeni orang nyebekin kayak kamu" teriak zara yang menjadi ousat perhatian orang
"iyaaa.. aku dapat nomer kamu dari ibu kamu sendiri lah... hiihiii" jawab Ardi cekikikan
"hhaaa apa..? nggak mungkin, memangnya kamu tau ibuku" tanya zara lagi
" yaa... taulah, kemarin aku sengaja ngikutin kamu pas pulang kerja dan tau tempat tinggal kamu.. dan setelah kamu berangkat kerja aku langsung mendekati ibumu. kan aku calon suami yang baik. haahahaa.." Ardi menjawab dan tertawa lepas
'ibuuu... kenapa di kasih nomerku sembarangan'batin zara
zara meninggalkan tempat duduknya. berlari keluar kafe karena waktu istirahatnya sudah habis. ia segera kembali ke kantor
"zara.. kamu darimana? kenapa dikantin tadi nggak ada? kamu makan di luar" tanya Radit yang penasaran
zara hanya tersenyum melihat radit yang mulai bawel dengan pertanyaan-pertanyaannya
"iya radit tadi aku pergi makan ke kafe, sama temen" jawab zara
"ooo...cewek apa cowok?" tanya radit lagi
"Radit percayalah.. meskipun banyak lelaki yang menggodaku, tapi hanya namamu yang selalu tertulis di hatiku" jawab zara sedikit manja pada radit
Radit tersenyum dan memeluk zara, zara semakin manja pada radit. setiap kali bertemu zara selalu memeluk radit seperti anak kecil yang nggak mau lepas dari ayahnya ckckckc
Tiiinnnggg
'zara aku mau ketemu, boleh nggak aku main kerumah. sebentar saja' pesan masuk d handpone zara
'iiihhh males banget... memangnya penting gitu' gerutu zara dalam hati
zara tidak pernah membalas satupun pesan dari Ardi. setiap kali Ardi menghubunginya dia selalu menolak
tok...tok...tok...
"Assalamualaikum.." suara ketukan pintu dari luar berkali-kali
cekleeekkk
"kamu... ngapain kamu kesini, udah malem pulang aja sana" suara zara yang keras terdengar sampai satu kelurahan haahahaa
"siapa zara.. kenapa tamunya di suruh pulang,...? Eeehhhh nak Ardi, ayo masuk nak jangan hiraukan zara. dia memang seperti itu orangnya" bisik ibu mira ke Ardi
"iya tante.. terimakasih tante.. maaf saya bertamu malam-malam" kata radit lagi
"nggak kok.. nggak apa-apa, tante malah senang kalau kamu sering kesini. ayo duduk dulu nak" ucap ibunya zara lagi
Ardi tersenyum kecil yang membuat ketampanannya menjadi sempurna hiihiii
"zara... sana bikin minum buat nak Ardi, kamu ini ada tamu kok malah di usir.. cepat sana bikin minum" perintah ibu mira lagi
" iya.." jawab zara
brruuukkk
" nih air putih aja ya.. udah malem soalnya males mau bikin panas... kalau nggak mau ya nggak usah di minum aja sekalian" kata zara yang kesal
"saya minum kok.. apapun yang kamu sediakan untuk saya pasti saya makan, trimakasih zara" jawab Ardi sambil tersenyum
" hhmmm..."
setelah berbincang cukup lama, Ardi pun pamit pulang. ia makin senang karena ada respon positif dari ibunya zara.. sedangkan zara tidak langsung tidur, masih ada pekerjaan kantor yang harus di selesaikan
"zara. cepat tidur ini udah terlewat malem.. besok kamu kesiangan" teriak ibu mira mengingatkan zara
" iya sebentar lagi bu. ini masih tanggung" kata zara
setelah selesai zara langsung terlelap. sebelum tidur ia memasang alarm terlebih dulu
kkrrriiiinnnggggg....kkkrrriiiinnnggg
alarm terus berbunyi, namun zara tidak memperdulikannya
"zara... bangun cepat ini udah mau jam 8.30 kamu bisa telat ke kantor zara" teriak ibu mira yang kesal dari tadi zara nggak bangun-bangun juga
" iya bu... kan zara baru tidur, masih ngantuk"jawab zara
"siapa yang suruh kamu begadang. memangnya pekerjaanmu nggak bisa diaelesaikan pas dikantor aja apa" jawab ibu mira lagi
dengan malas zara langsung ke kamar mandi.. menyegarkan badan dan bersiap kelantor
"selamat pagi semua..." sapa zara ke semua orang yang ada dikantor
"pagi zara" jawab mereka
Bbrruuukkkk
"Zara..."
semua orang panik ketika zara yang baru sampai dikantor ambruk tak sadarkan diri[pingsan]...Radit langsung bergegas membawa zara ke rumah sakit
"dokter...dokter...tolong dok,, cepat dok..." kata radit panik
"maaf pak.. anda tidak boleh masuk kedalam,silahkan tunggu disini saja" seorang suster memberitahukan radit agar tidak mengikuti dokter sampai ke dalam ruangan
Radit berjalan mondar-mandir kayak setrikaan hihhiii... tidak lama ibu mira datang bersama Ardi, mereka duduk dikursi tidak jauh dari tempat duduk radit
"ya alloh.. kenapa dengan putriku,, tolong jauhkan anakku dari segala penyakit.. berikanlah anakku kesehatan ya alloh..." ibu mira terus berdo'a agar putrinya baik-baik saja
"permisi, bapak,.. apakah anda keluarga dari pasien" tanya dokter
"Sa..."
"saya ibunya, dok.. ada apa dengan putri saya dok... dia baik-baik saja kan dok...tolong jawab dok jangan buat saya cemas" tanya ibu mira yang terus memberikan pertanyaan ke dokter
"bu..tenanglah,, mari kita bicarakan ini di ruangan saya,,mari bu.. silahkan" jawab dokter dengan lembut
bu mira dan Ardi memgikuti dokter... mereka cukup lama berada di dalam... sedangkan Radit dengan telatennya menjaga zara... ketulusan cintanya pada zara begitu sangat jelas terlihat saat radit membantu zara duduk dan menyuapinya makanan yang di berikan suster
setelah keluar dari ruangan. ibu mira terduduk lesu di depan kamar rawat zara. sedangkan Ardi mencoba menghibur bu mira dengan penuh kasih sayang
"ibu.. tenanglah zara pasti akan sembuh...semua penyakit pasti ada obatnya, begitupun dengan zara. dia pasti sembuh bu" Ardi mencoba menenangkannya
setelah membuat bu mira tenang.Ardi masuk ke dalam untuk melihat keadaan zara, ketika ardi masuk terlihat Radit sedang menyuapi zara dengan tatapan penuh cinta yang tulus
"heeyyy... aku mau bicara sama kamu, mari kita mengobrol di luar, biarkan zara istirahat" ajak Ardi kepada radit
radit mengikuti ardi. mereka berbicara banyak nggak tau apa saja yang di bicarakan mereka namun kekiatannya mereka sangat serius
"kamu sebaiknya tinggalkan zara. kamu itu tidak diharapkan oleh orang tuanya, coba lihat ibunya sangat mengharapkan aku menjadi suaminya zara. jadi lebih baik kamu mundur" kata Ardi sambil memegangi kerah baju radit
tidak ada yang mau mengalah di antara dua manusia tampan itu. mereka saling membenarkan prinsip mereka masing-masing dengan emosi dan beradu tinju
"bu.. ada apa diluar ribut-ribut" tanya zara
"ibu juga tidak tau nak.mungkin ada seseorang yang bikin ribut diluar. biar ibu lihat dulu ya" kata ibu mira
"tunggu bu.. zara ikut" zara berjalan perlahan menuju suara keributan tersebut
"kalian.... ada apa.? kenapa bikin onar. ini rumah sakit bukan lapangan sepak bola, kalau mau bertengkar silahkan ke lapangan.. jangan di sini" kata zara yang terkejut melihat keributan yang dibuat oleh dua orang pria tampan
"mas radit, ada apa ini. kenapa kamu ribut dengan orang ngeselin itu lagi. buang-buang tenaga kamu mas" kata zara lagi
"zara... maaf aku memang tidak pantas untukmu, ibumu tidak mengharapkan aku..zara turutilah kehendak orangtuamu, biar aku yang mengalah" kata radit dengan matanya yang mulai berkaca-kaca
"mas radit ngomong apa siy.. yang mau nikah itu aku mas, bukan orang tuaku. kalau mereka memilih oranglain untuk menikahiku maka aku nggak akan pernah nikah selamanya" jawab zara tegas
radit hanya menganggukkan kepala dan tersenyum sembari memeluk zara. radit menggendong zara kembali ke kamarnya. sedangkan ardi masih terlihat kesal dengan jawaban zara
setelah satu minggu zara di rawat akhirnya hari ini dokter mengijinkan zara pulang kerumah. zara terlihat sumringah karena hari ini dia bisa kembali kekamar ungunya
"Assalamualaikum, kamarku.." zara langsung merebahkan tubuhnya keatas kasur besar berwarna ungu
"zara..ayo makan dulu, sudah waktunya minum obat" bu mira yang sedari tadi memperhatikan tingkah putrinya hanya terkekeh
"ibu...sejak kapan ibu disitu..heheee" tanya zara sambil cekikikan
"sejak kamu lompat-lompat diatas kasur" jawab ibunya lagi
hiiihhhiiii
zara makan dengan lahap... padahal hanya dengan lauk sup dan sambal tidak lupa lalapannya juga
"mmm...enak banget bu.. makasih ya bu, zara makin saayaannngg deh sama ibu"
cuupp
zara mencium pipi bu mira
"kamu itu udah besar masih seperti anak bayi.. hihiii" ledek bu mira
tok...tok...tok...
'Assalamualaikum...'
zara mengerutkan keningnya.. ibunya menatap zara dan tersenyum kecil
"siapa yang datang bu" tanya zara
"entahlah... ibu kan disini sama kamu..mungkin...ckckck sebentar ibu lihat ya"
"Waalaikumsalam..."
cekleekk
"eee...ada nak Ardi ayo masuk nak, jangan sungkan anggap saja rumah sendiri" kata bu mira
Ardi mengikuti bu mira dari belakang
"Gimana keadaan zara bu,, apa sudah membaik" tanya ardi. bu mira hanya tersenyum kecil
"zara..sini nak ada tamu..zara.." suara bu mira terdengar menggelegar hiihhiii
"ada apa bu..siapa siyy...zara masih ngantuk" gerutu zara
uuuaaaaaaggghhhh
zara menguap tanpa menyadari jika ardi sudah cekikikan melihat tingkah konyol zara
"haiii zara...bagaimana keadaanmu? "sapa ardi
"kamu... ngapain kamu kesini... nggak usah basa basi deh,mau apa" jawab zara dengan mengankat alisnya sebelah
"saya mau liat keadaan kamu...sekalian mau melamar kamu juga,hiihiii" jawab ardi sedikit tertawa
bbbrrruuuufffff
ibu mira yang sedang menikmati secangkir teh tidak sengaja menyemburkan tehnya karena kaget dan senang
"apa nak ardi.. kamu mau melamar zara,"tanya bu mira
"orang stres..baru keluar dari rumah sakit juga udah di bikin kesel.udah sana pulang jangan buat lelucon disini"usir zara
"duuhhh nak ardi. kenapa nggak bilang dulu kalau mau kesini melamar zara, jadi kan ibu bisa siapin keperluannya"kata bu mira
hhaaaa... zara bengong seakan bingung dengan jawaban ibunya. tanpa berbicara zara langsung masuk kekamarnya
Daaaarrrrr
zara menutup pintu kasar, ibunya hanya menggeleng kepala melihat zara yang belum dewasa
"maaf nak ardi..zara memang seperti anak kecil, dia belum dewasa nak. apa nak ardi nanti nggak pusing ngadepin zara yang sangat manja itu..hhhiiii" tanya bu mira sambil terkekeh
"insyaalloh saya siap bu. saya berjanji akan menjaga dan melindungi zara, saya tidak akan membuat zara menangis,saya akan selalu membahagiakan zara" jawab ardi tegas
"baiklah kalau begitu ibu akan bicarakan dulu dengan zara. anak itu harus di ajak bicara dengan lembut, kalau tidak dia bisa ngamuk" kekeh bu mira
" baik bu.. kalau begitu saya pamit pulang dulu bu, nanti ibu kabarin saya saja bagaimana keputusan zara selanjutnya" jawab ardi lagi
ardi pun bergegas keluar dari rumah zara. dia langsung menuju ke kantor karena ada tugas memdadak dan nggak bisa digantikan
tok...tok...tok..
"zara buka pintunya sayang,putri ibu yang paling cantik. ayo buka pintunya" kata bu mira
heningg
"zara..ayo dong jangan seperti anak kecil, sebentr pagi kamau mau menikah. bersikaplah dewasa nak"
"zara mau sendiri bu. zara nggak mau diganggu, ibu saja yang menikah dengan pria itu.zara kan udah punya pacar bu. jangan paksa zara menikah dengannya"jawab zara ketus
"baiklah zara kalau kamu tidak mau menikah dengan ardi ya sudah. baiklah jangan anggap ibu ini ibumu lagi. anggap saja ibu sudah mati" ancam bu mira
ceklekkk
"ibu.. jangan bilang seperti itu bu" rengek zara yang sudah sesenggukkan karena menangis
"bu..mas radit juga orang baik,ibu lihat sendiri kan bagaimana mas radit memperlakukan zara seperti ratu. dia merawat dan menjaga zara selama zara dirumah sakit kemarin"kata zara lagi
"dengarkan ibu nak. radit memang baik namun masalahnya..."
"soal agama kan bu...bu, mas radit bersedia menjadi mu'alaf,dia mau kok menjadi imam untuk zara bu..tolong bu jangan paksa zara"rengek zara
"zara..ibu sudah memutuskan kalau ardi akan menikah denganmu,kalau kamu tetap nggak mau nurut ya sudah lupakan saja kalau kamu pernah punya ibu" jawab bu mira marah dan langsung pergi kekamarnya lalu mengunci pintu kamar bu mira
tuuuutttttt...tuuuuutttt
"halo sayang,ada apa. tumben udah jam segini telpon. ada apa sayang"tanya radit
bukannya menjawab,zara malah mewekkk membuat radit mengerutkan keningnya
"sayang ada apa. apa aku ada salah padamu.katakan sayang ada apa" tanya radit lagi
"mas radit, zara mau ngomong penting sama mas radit besok pagi sebelum masuk kantor" jawab zara singkat
"ba..."
tut...tut...tut...
belum selesai bicara,zara langsung mematikan ponselnya. radit bertambah bingung ketika zara bersikap seperti itu
'ada apa zara.. kenapa sikapnya seperti itu, ada apa sebenarnya' tanya radit dalam hati
radit mencoba memejamkan mata. namun tetap saja tidak bisa tidur, sedangkan zara masih menangis dikamarnya
'apa yang harus aku lakukan ya alloh. mana yang harus kupilih, cinta kepada ibuku atau cintaku ke mas radit. aku sangat mencintai keduanya,tapi aku nggak bisa memilih diantara keduanya. tolong berikanlah jalan keluar untuk masalahku ya alloh' kata zara didalam hati
"mas..."sapa zara setelah mereka bertemu
"ada apa sayang,kenapa kamu terlihat sangat cemas. ayo sini duduk disebelah mas" tanya radit lembut
"mas,, hikkksss.." zara mulai menangis
"zara sayang.. ada apa, apa ada yang menyakiti kamu,apa kamu ada masalah. atau apakah aku yang berbuat salah zara" tanya radit khawatir dan memeluk zara
"mas radit..maafin zara ya, zara nggak pantas buat mas radit, kita...kita..kita...putus mas, mulai sekarang kita nggak teman biasa...hiiikkkksss...hiiikkksss" zara berbicara sesenggukan dan terus berlari meninggalkan radit yang masih tidak percaya
"zara...sampai kapanpun aku nggak akan pernah meninggalkan kamu walaupun aku nggak tau apa kesalahanku tapi aku percaya jika kamu sangat mencintaiku" teriak radit hingga membuat orang sekelilingnya memandang kearahnya
'mohon do'a restu atas pernikahan kami [ Ardian Kusuma ♡ Aprilia Azzara] '
Radit membaca undangan pernikahan itu dengan hati yang sangat hancur
"Zara......!!! kenapa kamu memilih dia zara apa salahku...hiiikkkkksss...hhiiikkkssss"
hancur dan patah hati radit namun ia tetap tegar dihadapan tamu undangan yang sudah berada dirumah zara. tatapan radit terus tertuju pada zara,begitupun dengan zara ia selalu menatap wajah tampan radit yang kusam dan matanya terlihat sembab karena semalaman radit menangis
"bagaimana para saksi..sah"kata penghulu
"sahhhh..." jawab para tamu undangan
"alhamdulillah.." jawab ardi ia memasangkan cincin di jari manis zara sembari mencium keningnya. namun,berbeda dengan zara yang terus menangis sampai acara selesai
" mas radit..... hiikkksss..hiiikkksss..." zara berlari kepelukan radit dengan air matanya yang terus mengalir membasahi gaun pengantinnya, begitupun radit. Radit juga membalas pelukan zara erat mereka menangis bersama
"zaraku pasti bisa melewati semua ini. mas radit berjanji mas akan selalu menantimu zaraku sayang.. mas radit akan selalu mencintaimu didalam hati ini" kata radit yang menggenggam tangan zara lalu meletakkan didada sebelah kiri radit
Buuuuggghhhhh
"berani-beraninya kamu memeluk istriku dihari pernikahan kami haaahh.." bentar ardi yang tiba-tiba memukul radit hingga membuat radit jatuh tersungkur kelantai
"aaaawww...ssssttttt...sakitttt..." keluh radit yang menutupi luka di bibirnya akibat pukulan yang diberikan ardi
"pergi kamu dari sini brengsekkk.... jangan pernah ganggu zara lagi karena sekarang zara istriku" kata ardi lagi
tanpa menjawab radit langsung pergi meninggalkan kedua pengantin dan para tamu. dia berjalan sempoyongan namun tetap saja dia tersenyum kearah zara sambil menyentuh dada bidang radit dan memberikan semangat senyum untuk zara
Bruuuuukkkk
"zara...kamu kenapa?zara bangun zara" ardi menggendong zara yang pingsan dan membawanya kekamar. ardi terus disisi zara sampai zara perlahan membuka matanya
"mas radit...jangan pergi mas, jangan tinggalin zara hiikkkksss..." zara menangis lagi
"zara...ini aku ardi, lupakan dia zara bukalah hatimu untukku. buang namanya dan gantikan namaku dihatimu,aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia" kata ardi membujuk zara
Perlahan zara membuka matanya,dia melihat Ardi samar-samar, setelah melihat jelas wajah tampan didepannya, zara langsung membuang muka
"kamu..!! ngapain kamu disini,pergi...aku nggak sudi menjadi istrimu aku nggak mau menikah dengan orang yang nggak aku cintai" zara teriak histeris dan membuat semua orang panik termasuk ibu mira
"zara sayang, putri ibu.. tenanglah nak, jangan bikin ibu khawatir nak. lupakan Radit nak lihatlah sekarang Ardi sudah menjadi suamimu. Ardi orang baik dia mencintaimu nelebihi cintanya pada dirinya sendiri,jangan ingat radit lagi, tolong zara demi ibu..hiiikkksss" bu mira memeluk zara yang melamun dengan pipi nya yang basah karena air matanya yang terus mengalir
Dua bulan menikah, zara telah melupakan radit dan sekarang malah kebalikannya. zara seperti orang gila jika Ardi tidak pulang meski hanya satu malam saja
"mas Ardi kemana siy kamu mas. kenapa sampai larut malam begini kamu belum pulang juga... awas aja ya kalau kamu sampai macam-macam, nggak akan aku ampuni kamu mas" zara terus menggerutu
cuuppp
ardi mencium bibir tipis zara dengan lembut,namun zara tidak ada respon..mmm mungkin karena sudah terlalu lelah zara menggerutu sampai tertidur pulas, lanjut lagi ardi mencium pipi kanan dan kiri zara tangannya bermain digunung kembar milik zara namun masih tidak ada respon. ardi pun melancarkan tangannya menelusuri perut ramping zara sampai pada titik gairah zara. perlahan zara membuka matanya dan langsung membalas ciuman bibir nakal ardi, mereka menikmati malam yang penuh gairah
"aaaggghhhhhh...mas....mmmmmmm..."
ardi semakin bersemangat mendengar suara zara yang menikmati permainannya...ardi mencumbu zara dan membuka kancing bajunya
brruuukkkkkk
"sekarang giliranku"kata zara
zara yang memimpin permainan panas mereka. zara seperti orang kesurupan,dia terus melunat habir bibir ardi tanpa ampun..ccckkckkck
zara mengobrak-abrik baju ardi lalu mereka memulai olahraga malam
"aaaggghhhh..oooohhhhh...mmmmmmmmm...sayaannggg...lebih cepat...aaaggghhhhh....aaaggghhhhh...aaaggghhh..." entah sampai berapa kali olahraga itu berlangsung namun mereka seperti tidak ada lelah
cuuuppppp
"selamat pagi sayang, ayo bangun mandi lalu kita sarapan. aku udah masak buat kita"kata ardi yang membangunkan zara dengan lembutnya. zara membuka matanya perlahan
cuuupppp
ardi mengerutkan keningnya " apa mau nambah lagi ckckck" goda ardi
zara langsung lari kekamar mandi dan membersihkan badannya
"sini duduk dekat sini sayang" pinta ardi yang menepuk kursi di sampingnya agar zara duduk di sebelahnya
" semalam kenapa pulang terlambat, kemana saja kamu" tanya zara
"makan dulu ya critanya nanti, aku udah laper"jawab ardi. Zara hanya menganggukkan kepala pertanda setuju
"semalam aku ada patroli didaerah xxxxx... ada sesuatu yang penting dan nggak bisa ditinggal sayang"ucap ardi setelah menyelesaikan makannya
"hmmm"jawab zara yang masih kesal
"sayang,aku berangkat kerja ya...cuupppp" ardi mencium kening zara
ardi hanya tersenyum melihat zara yang cemberut dan segera pergi bekerja. sedangkan zara membereskan meja makan dan dapur. hingga siang hari, zara tertidur disofa
oooeekk...ooeekkk..ooeekkk
'pusing banget kepalaku,kenapa ini apa karena belum makan siang jadi pusing dan lemes.mau ngapa-ngapain juga males' batin zara
oooeeekkkk....oooeeekkkk...ooooeeekkkk
tuuuuutttttt....tuuuuuuttttt....tuttttttt....
"iya sayang, ada apa menelpon kangen ya ckckckckkkk"kata ardi
"mas cepat pulang ya,aku nggak enak badan.kepalaku pusing dan lemes banget trus nanti kalau pulang tolong beliin petis ya yang pedes" kata zara yang langsung menutup telponnya
'kenapa zara tiba-tiba minta petis,biasanya dia paling nggak suka makan petis ataupun rujak...mmmmm" batin ardi
toookkkk....tooookkkk.....tooooookkkk
"assalamualaikum,sayang kamu udah makan,?ini aku beliin nasi goreng kesukaan kamu tadi,kamu makan dulu ya biar aku suapin" kata ardi lagi sambil menyiapkan nasi goreng yang dia bawa tadi
"aku nggak mau makan nasi goreng ardi, aku mau petis aja.jangan dideketin nasi gorengnya aku mau muntah" kata zara
oooeekkkk...ooooeekkkk...oooeeeekkk
"sayang kita kedokter yuk, aku takut kamu kenapa-kenapa" bujuk ardi
zara hanya mengangguk dan ardi bergegas membawa zara kerumah sakit
"selamat siang dokter Reva, tolong periksa istri saya dokter. belakangan ini dia terlihat aneh-aneh" kata ardi
" baik pak ardi jangan khawatir ya, mari bu silahkan berbaring"kata dokter Reva
" selamat ya pak, istri anda sedang mengandung dan perkiraan saya kendungannya sudah berjalan 9 minggu" kata dokter reva lagi
"apa dokter, saya nggak salah denger ini dokter. istri saya ha...hamil?" tanya ardi dengan raut wajah yang sangat bahagia
"iya pak ardi harus jaga mereka dengan baik ya, jangan bikin ibu zara nya stres. harus diperhatikan makanan yang bergizi dan minum air putihnya juga harus lebih dari biasanya ya bu. jangan lupa juga buah dan sayurnya" tambah dokter lagi
" baik dokter trimakasih, kira-kira anaknya laki-laki atau perempuan ya dokter" tanya ardi
"iiisshhhh..mas ardi ini kan baru jalan 9 minggu ya belum kelihatan bentuknyalah, gimana siy" jawab zara
"ckckckc...bapak ini lucu ya masak baru berapa minggu sudah mau liat jenis kelaminnya ya belum bisa pak" jawab dokter lagi
"oooo belum bisa diliat jenis kelaminnya ya dok,kirain udah keliatan bentuknya dok. hiiihiii" jawab ardi cengingisan
selama zara hamil, ardi begitu perhatian dan semakin memanjakan zara. sampai-sampai zara bosan dirumah saja tanpa melakukan aktifitas,karena selama hamil semua pekrjaan rumah dikerjakan oleh asisten rumah tangga.ardi tidak mau melihat istrinya terlalu capek melakukan pekerjaan rumah makanya ardi menggunakan asisten rumah tangga untuk membantu zara dirumah,terlebih lagi zara hamil anak pertama ya maklum lah kalau masih dimanja banget ckckckck
"mas ardi....sakiittt"zara tiba-tiba teriak
" zara kamu kenapa apa yang sakit? kita kerumah sakit ya" ardi menggendong zara
" bik, tolong bawakan botol air minum ibu ya,saya mau pergi kerumah sakit nanti tolong bibi tutup pintunya" kata ardi lagi yang tergesa-gesa
ooooeeekkkk....ooooeeekkkk....oooooeeee.....
"selamat ya pak putrinya cantik seperti ibunya"kata dokter yang membantu Zara melahirkan
"ya Alloh ini anak saya dokter...??" tanya Ardi
dokter hanya mengangguk sambil memberikan bayi yang di gendongnya ke tangan Ardi
bayi mungil yang cantik,berkulit putih bersih dan hidungnya mancung hiihii
"sayang,lihat putri kita sangat cantik seperti kamu sayang.. terimakasih sayang,kamu sudah memberikan hadiah yang begitu istimewah untukku. seorang putri mungil yang bernama...."
"Aulia.. aku mau kasih nama aulia mas" sahut zara
Ardi tersenyum "Aulia Putriananti" tambah ardi yang menggendong Aulia
setiap malam,ardi berusaha pulang lebih awal.. senyum manis aulia membuatnya rindu setiap detik ckckckck. Hari ini aulia berusia satu tahun, tak terasa waktu begitu cepat
"mas nggak terasa putri cantik kita udah besar ya" kata zara
"iya bunda sayang... kayanya aulia udah minta adik nih hihhihihihiiii..."goda ardi
zara manyun dan mencubit pinggang ardi.ardi hanya cengengesan melihat istrinya yang manyun
"bercanda sayang...tapi kalau kamu mau aku siap haahahaahaa. nanti malam ya sayang biar aku yang bobok in aulia, kamu siap_siap ngadepin singa ini haahahahahaaaa"ledek ardi lagi
zara tidak memggubris perkataan ardi,ia langsung kekamarnya dan merebahkan tubuhnya disamping aulia
"sudah jam 11.24 kenapa mas ardi nggak bangunin aku. aduh aku telat bikin makan malam mana laper banget"
"hai sayang tuan putriku,udah bangun ya. ayo kita makan aku udah masakin buat kamu khusus buat kamu malam ini istimewa" ajak ardi mengulurkan tangannya ke zara
zara tersenyum dan malah berlari kepunggung ardi. ardi menghela nafas semangat menggendong istrinya ke meja makan. setelah makan mereka memadu malam indah yang dingin
Aaaaggghhhhhh..mmmmmmmm....uuuuggghhhhh masssss....aaaggghhhhhh
zara yang terbuai dalam indahnya surga dunia mendesah menikmati permainan nakal suaminya. sedangkan ardi yang memimpin permainannya,semakin bersemangat mendengar suara merdu zara yang memanas
"sayang keluar bareng ya...aaaggghhhhh..aaaggggghhhh...aaagggghhhh.... sayang....aagghhhhh...mmmmmmmm...ooohhhhh...
cuuuupppp
"trimakasih sayang, malam ini kamu sangat luar biasa" kata zara sambil melumat bibir seksi ardi
"sama-sama sayang. mmmm tapi memangnya cuma malam ini doang ya aku bikin kamu kelelahan heheehee" canda ardi
"sayang jangan mancing lagi nanti singanya bangun lagi kamu yang bingung" kata ardi lagi
"nggak bakalan ya hiihiihiiii" jawab zara sambil berlari ke kamar mandi
bruuuugghhh
"aawwwwww...awas ya nanti kalau keluar nggak aku kasih ampun" ardi meringis menahan sakit akibat kebentur pintu kamar mandi
zara keluar kamar mandi dengan rambut panjangnya yang basah dan terurai, zara cengingisan melihat suaminya kesakitan. ardi hanya menghela nafas panjang dan segera membersihkan badannya kekamar mandi, sedangkan zara terbaring lemas dikasur yang lebar dan empuk
"Aulia... massss aulia dimana?" teriak zara ketika melihat foto aulia disamping trmpat tidur
"hhhmmmm ada apa sayang. kamu cari siapa" goda ardi lagi
"iiihhhhh...kamu ini, anak kita mana sayang kenapa aku baru sadar kalau dari tadi aulia nggak ada dikamar.. mas cepat cari aulia dimana dia mas...hiikkssss.." zara mulai menangis
" tenang sayang, jangan nangis aulia aku titipin ke ibu. kamu tenang aja jangan kawatir ya mereka juga tau kok kalau aulia pengen punya adik hiiihiiihiii" jawab ardi cekikikan
bugghhhhh.....
aaawwwwww....
"sakit sayang...kamu nggak kasihan suamimu ini udah bersemangat lagi nih malah di cubit,sakit tau..." kata ardi
"udah yuk kita jemput aulia,kasihan dia jadi korban ayahnya yang mesum hiihiiiihiii..." zara langsung lari ke arah pintu
"eeiiitttsss mau kemana... kan kita baru ronde pertama sayang, malam ini kita nikmati malam berdua aja ya.. aulia aman disana, kan aulia anak pinter"
malam sudah begitu larut. entah berapa kali mereka memadu kasih menghabiskan malam yang sunyi dan dingin
cuuuppppp....
"pagi sayang"sambut ardi dengan senyuman yang super manisnya
"hmmmm...uuuuaaaahhhhhh" jawab zara
zara segera bangun dan masuk kekamar mandi. namun belum sempat zara menutup pintu, ardi langsung masuk dan mereka memulai lergulatan panas semalam dikamar mandi. setelah selesai mereka segera menuju rumah kedua orang tua ardi dan menjemput zara, setelah mengobrol agak lama mereka pamit pulang
ooooeeeekkkk....ooooeeekkkkk...ooooeeekkkk
"mas nanti kalau pulang kerja tolong beliin nasi goreng pedes pakek telor dan daging ayam ya. jangan lupa bawang gorengnya yang banyak" pinta zara
hmmmmm ardi menghela nafas panjang. ardi bingung dengan sikap zara akhir-akhir ini tapi ardi berusaha memberikan yang terbaik untuk zara
"ini nasi gorengnya bunda" kata ardi mengulurkan nasi goreng pesanan zara
"siapa yang pesen nasi goreng kan aku tadi mintanya pisang coklat pakek keju yang banyak" jawab zara
"sayang plisss ini udah malam,aku juga capek yang besok aja ya makan pisang coklatnya. sekarang makan nasi goreng dulu" rayu ardi
"nggak mau aku tetep mau pisang coklat" rengek zara
ardi memghela nafas dan berbaring disofa depan tv. sedangkan zara yang masih ngambek langsung menuju kekamarnya
braakkkkkkk
zara menutup pintu kamar dengan kuat, sedangkan ardi tak menghiraukan istrinya yang sedang merajuk.ia hanya tersenyum kecil melihat tingkah istrinya yang begitu manja saat hamil
selama masa kehamilan,ardi begitu perhatian dan selalu sigap terhadap zara. kini mereka dikaruniai 2 orang malaikat yang begitu pintar, ya zara melahirkan anak keduanya yang diberi nama "Bhara Kusuma" nama yang sangat indah begitupun dengan parasnya begitu tampan dan menggemaskan
"sayang,nggak terasa putra dan putri kita sudah tumbuh menjadi anak_anak yang pintar ya. semoga mereka menjadi anak yang soleh dan soleha dan berbakti pada kedua orang tuanya, amiinnnn.." kata zara yang memandangi kedua anaknya
"amiiinnn bunda, semoga mereka menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa dan bisa menjadi kebanggaan keluarga" ardi tersenyum
"bunda,,ayah berangkat kerja dulu ya. hari inj mungkin ayah pulang telat,soalnya ayah di undang makan malam sama pak bos.bunda makan malam sama anak_anak malam ini nggak apa kan bun" tanya ardi lagi
"iya yah, nggak apa kamu hati_hati ya. jaga diri dan jaga mata baik_baik"sahut zara agak sewot
"hiihiiiihiii...iya bunda sayang, ayah pamit ya bun.cuuuppppp..." kata ardi yang langsung menggigit bibir zara,belum sempat zara membalas ardi langsung terburu_buru keluar dan tancap gas itulah yang membuat zara mengomel
"selamat malam pak, maaf saya terlambat soalnya tadi sedikit repot dirumah"kata ardi yang terlihat semakin tampan dengan kemeja abu_abu dan jaket kulit warna hitam
"mmmm mangsa baru nih" gerutu seorang wanita yang duduk disebelah pak bos
"ya selamat malam juga ardi mari duduk sini" jawab bagus subroto
"perkenalkan ini Alin, pemandu lagu yang suaranya begitu sangat merdu di kafe ini" tambah subroto lagi,memperkenalkan wanita tersebut
"hai mas, aku Alin salam kenal ya cuuupppp...." kata alin yang langsung nyamber pipi ardi
"mmmmmm...saya ardi" jawab ardi singkat
hari sudah begitu larut namun mereka belum juga selesai party. sedangkan zara yang tertidur disofa menunggu suami tercintanya tak kunjung pulang
tuuuuutttttt.....tuuuuuuutttt....tuuuuuttttt
"hallo pak,maaf saya telpon anda malam_malam, begini pak apa suami saya pulang dengan bapak. soalnya sudah jam 03.00 pagi belum pulang juga" tanya zara kesalah satu teman ardi
"iya hallo bu zara,maaf ardi tidak pulang malam ini soalnya dia mabuk berat dan dia menginap dirumah pak subroto" jawabnya
" ooo baiklah terimakasih pak. maaf saya sudah mengganggu bapak.assalamualaikum"
" sama_sama bu zara, waalaikumsalam"
tuutttt...tuuuttt...ttuuuuuttt
zara menutup telepon dan langsung merebahkan tubuhnya dikasur. zara melanjutkan tidurnya karena matanya yang sudah tidak bisa diajak begadang lagi
"mas baru pulang"tanya zara saat melihat suaminya baru masuk kedalam rumah
tidak ada jawaban ardi langsung menuju kekamarnya, dan langsung membersihkan tubuhnya kekamar mandi, entah apa yang terjadi semalam hingga membuat ardi begitu sangat pendiam akhir_akhir ini
"mas ayo makan dulu" ajak zara
"kamu duluan aja,aku belum laper"jawab ardi
"hhhmmmm.. mas kamu tuh kenapa akhir_akhir ini aku perhatikan, kamu melamun terus.ada apa mas" tanya zara penasaran
"hiiikkkkssss....mas minta maaf ya bun" hanya itubyang selalu di ucapkan ardi ketika zara mempertanyakan sikap ardi belakangan ini
"ayah minta maaf bun, ayah salah maafin ayah bunda" kata ardi lagi
"tunggu,ayah belakangan ini aneh ayah kenapa? ayah ada masalah?" tanya zara serius
heningggg....ardi menatap zara matanya terlihat jelas kalau ia melakukan kesalahan, namun ardi belum sepatah kata menceritakan kejadian malam itu. zara tersenyum dan mendekati ardi yang menatap kosong kearah jalan ia hanya mengatakan maaf pada zara berulang kali
"sayang...ayolah critakan apa masalah yang mengganggu hati dan pikiranmu,berbagilah cerita dengan istrimu" kata zara lembut
ardi tetap diam namun zara terus membujuknya agar ardi mengatakan sesuatu tapi ardi tetap diam meskipun ia tertekan ardi nggak mau bikin zara khawatir
plaaaaakkkkkkk
awwwww... mas ardi kamu...!!kenapa kamu tampar aku mas..!!apa salahku,apa aku menyakiti hatimu sehingga kamu marah padaku?hiiikkkksss..." tanya zara yang mulai menangis
"zara..maafin aku..a..aaku..nggak sengaja..maaf sayang..maaf" jawab ardi berusaha menenangkan zara
"kamu kenapa mas..! apa masalah kamu..!! kenapa kamu sakiti aku! kalau aku ada salah sama kamu, tolong kamu kasih tau mas....hiiiikkkksss...hiiiikkkksss....jawab aku mas"
plaaaakkkkkk
tangan ardi mendarat tepat dipipi zara... zara berlari kekamar tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya..dikamar zara menangis ia melamun penuh pertanyaan dikepalanya... entah apa yang membuat suaminya sehingga ardi bisa kasar padanya...
'kenapa kamu seperti ini mas...apa yang sebenarnya terjadi...kenapa kamu berubah...apa kamu udah nggak sayang sama aku..'
aaghhhh...agghhhh...aggghhhh mas pelan_pelan ini masih pagi mas kamu bikin aku ketagihan terus mas" kata wanita didalam kamar
"ayo sayang lebih cepat lagi,aku udah mau keluar ini ayo sayang lebih cepat aggghhhhh...aaggggghhh.." desahan mereka yang terdengar zara
menjijikkan.hanya itu yang diucapkan zara dari luar,zara pun bergegas kedapur untuk menyiapkan sarapan. setelah berolahraga pagi,mereka bergegas kemeja makan
"masak apa kamu pagi ini"tanya ardi
"nasi goreng"jawab zara singkat haaa
"mbak tolong ambilin air minum..aku haus"kata alin dengan percaya dirinya
" air minumnya didepan kamu,apa kamu nggak bisa ngambil sendiri" jawab zara ketus dan berlalu meninggalkan mereka
"tuhhh kamu lihat mas,,istri kamu nggak menghargai aku sebagai tamu dia kurang ajar loh mas" kata alin yang mulai licik
"hhhmmmm zara....zara..."teriak ardi
plaaakkkk
"hey zara apa kamu nggak bisa sopan sama tamu aku" bentak ardi
"ayah jahat, kenapa ayah pukul bunda..ayah nggak sayang sama kita lagi. ayah jahat" teriak aulia
"mas kamu nggak bisa pelan dikit didepan anak_anak?" kata zara
"aulia sayang,,kamu main dikamar dulu ya sama adek..nanti bunda nyusul kekamar"kata zara lembut
auliapun masuk kekamarnya sambil menggendong bhara,sedangkan alin masih terus meracuni pikiran ardi. namun zara terlihat santai menghadapi mereka berdua ckcckck
"sekarang bicaralah sesuka hatimu mas, jika karena perempuan ini sikapmu berubah maka teruskanlah. jika selama ini aku nggak bisa melayanimu dengan baik, dan wanita ini bisa membahagiakanmu maka aku ikhlas..hiiikkksss" kata zara
"diam kamu.. aku hanya memintamu melayani alin selama disini, dia tamu aku dan kamu jangan berani membantah"
"oooww namanya alin, hay alin senang bertemu dengamu.. tapi maaf, aku nggak bisa melayanimu karena aku ini istri sah nya mas ardi dan kamu sebagai selingkuhannya harusnya kamu lebih ngerti ya..kamu cuma tamu disini" tegas zara
zara meninggalkan dua manusia yang dibencinya, menyakitkan memang jika orang yang kita sangat percayai ternyata berdusta.alin duduk disofa kamarnya,ia menahan air matanya yang sangat menyesakkan hati namun ia tetap akan berjuang demi anak_anaknya.zara menatap sayu ke anak_anak yang sangat ia cintai
'tuhan mengapa engkau memberikan cobaan yang begitu berat padaku, apakah aku sanggup untuk bertahan tuhan, tolong berikan aku kekuatan agar aku tegar menjalani semua ini' kata zara dalam hati dan menitikkan air mata
"bunda...kenapa menangis?bunda jangan sedih ya kan ada aulia dan juga bhara yang akan selalu nemenin bunda,bunda jangan memikirkan orang itu lagi ya. dia nggak pantas jadi ayah kami bunda..bunda harus tersenyum supaya cantiknya bunda nggak hilang hehehe" kata aulia yang menghibur sang bunda
berbeda dengan bhara yang pendiam ia tidak mengatakan apapun,hanya senyumannya yang terlihat bahwa ia juga merasakan sakit hati yang teramat dalam pada ayahnya, bhara mempunyai sifat yang pendiam dan memendam semua kesedihan yang ia rasakan sendiri. ia tidak mau jika orang lain tau bahwa ia juga terluka,namun disaat ia duduk sendiri maka bhara akan menumpahkan semua kesedihannya dengan tangisan tanpa suara
bhara memeluk zara yang masih menangis, bhara tau apa yang dirasakan bundanya saat ini meskipun usia bhara yang masih kecil,namun ia yang paling tau jika bundanya bersedih
"udah bunda,jangan menangis lagi disini masih ada bhara dan kak aulia.kita hadapi nenek lampir itu bersama_sama ya, apapun yang terjadi, aku dan kakak akan selalu bersama bunda" kata bhara
"trimakasih sayang..anak_anak bunda sekarang udah besar, bunda janji akan kuat nak bunda bukan orang lemah bunda bisa menghadapi perempuan itu,, cuuupppp" ucap zara
hari berlalu begitu cepat,kini anak_anak zara tumbuh besar mereka semakin membenci ardi.namun zara selalu mengatakan kebaikan tentang ardi yang paling hebat lagi zara bekerja sendiri ia tidak mengandalkan suaminya lagi. zara yakin suatu saat mereka akan mendapatkan balasan dari sang pencipta
namun terkadang zara masih mengharapkan agar suaminya kembali pada keluarganya, hanya saja saat ini mereka harus bersabar menghadapi kelakuan ardi...tinggal satu atap dengan suami dan wanita lain memang sangat menyakitkan
Braaakkkkkk
"mbak...aku lapar tolong buatkan aku makanan yang cepat dong" kata alin yang nyelonong masuk kamar zara
"oooowww..kamu lapar? kamu bisa masak sendiri kan! maaf ya aku bukan pembantu kamu, kamu yang sopan sedikit tinggal disini karena aku yang memiliki hak penuh dirumah ini" jawab zara
"kamu jangan macam_macam sama aku ya mbk, kita lihat aja siapa yang akan keluar dari rumah ini"
braaakkkkkk....
Alin menutup pintu kamar zara dengan kasar
'hiiikkkkssss....hiiiikkkkssss...ya alloh tolong lindungi keluargaku, jangan biarkan keluargaku berpisah. kumohon padamu ya alloh tolong sadarkan mas ardi kembalikan mas ardi padaku ya alloh' ucap zara pelan
setiap hari selain mengurus kedua anaknya, dia juga harus mengurus suaminya sekaligus istri yang tak tau malu itu😢 zara juga kembali bekerja seperti dulu tiada lelah dalam pekerjaan dibandingkan dia harus dirumah bersama alin
hari ini zara menjemput putra tersayangnya kesekolah karena zara mendapat surat peringatan dari sekolah akibat putranya yang akhir_akhir ini tidak mau masuk kelas. zara dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah cantiknya itu masuk keruangan kepala sekolah
toookkk...tookkkk...
"assalamualaikum,permisi bu saya ibunya bhara" ucap zara
"waalaikumsalam,oo ya mari silahkan masuk bu. silahkan duduk dulu" ucap kepala sekolah mempersilahkan zara masuk
zara tersenyum kecil dan langsung mengambil tempat duduknya, meskipun hatinya nggak karuan sekarang perasaaannya. namun zara tetap tersenyum menatap kepala sekolah yang serius itu
"mmmm...begini bu zara, saya ingin memberitahukan jika bhara akhir_akhir ini tidak fokus dalam belajar dan ya nilainya pun tidak baik lagi. padahal bhara itu sebenarnya anaknya pintar dan rajin belajar, ia juga selalu mendengarkan setiap pelajaran dan juga selalu fokus dan serius dalam belajar bu, tapi kali ini nilai bhara sangat mengecewakan bagi kami" kata bu indri
"maafkan saya sebagai orang tuanya bhara kurang memperhatikannya bu,tapi saya janji mulai hari ini saya akan memperhatikannya" kata zara gemetar menahan tangisnya
"baiklah bu saya tau setiap keluarga mempunyai masalah tersendiri namun saya minta tolong berikan perhatian juga waktu luang bersama anak_anak ibu, kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya jika anak_anak kita merasa jauh dari perhatian orang tuanya. dan ya maaf jika saya cerewet tapi ini semua demi bhara anak ibu juga anak kami disekolah" kata bu indri lagi
"iya bu nggak apa_apa saya faham dan terimakasih atas perhatian ibu untuk bhara, kalau begitu saya permisi bu. assalamualaikum" jawab zara yang masih tenang
" iya bu sama_sama, waalaikumsalam"
zara menghampiri bhara dan mengajaknya pulang, mereka pulang dengan angkutan umum dan didalam mobil zara meneteskan air mata sambil menatap kearah bhara. ia merasa sangat bersalah karena sudah membiarkan putranya yang pendiam itu sendiri menyimpan rasa yang begitu pedih bagi anak seorang bhara yang masih duduk dikelas 3 sd
sedangkan bhara hanya tertunduk diam tidak mengatakan sepatah kata pun, ia juga merasa bersalah karena sudah mengecewakan sang bunda tercinta