Lanjut.....
Dan saat aku terbangun,kulihat ibu yang sedang menikmati nonton film animasi yang ada di tv,terlihat wajah ibu yang sangat menikmati acara yersebut. Beliau sampai beberapa kali yertawa lepas karena adegan² lucu dari kartun yang sedang tayang.
"sejak kapan ibu jadi suka nonton acara kartun juga ?" batinku.
bukannya aku gak suka kalau pada akhirnya ibu yang biasaanya menentang kegemaran kami secara tiba² saja jadi ikutan suka dengan kartun dan animasi.
hanya saja menurutku ini terlalu tiba² dan sangat aneh kurasa,tapi biarlah seperti itu. Toh itu juga tidak sedikitpun merugikanku atau yang lainnya.
"Kamu udah bangun Rel?" tanya ibu padaku
"iya bu,badanku terasa pegal² semua habis dari acara kemping bareng temen²" aku bicara sambil memijat badanku yang terasa pegal.
"iya udah sini biar ibu pijitin,mana yang sakit" tawar ibu
"kok ibu jadi aneh gini sih ? "batinku lagi.
Tapi kubuang jauh perasaan anehku terhadap perilaku ibu yang kurasa aneh hari ini. Aku pun mulai bersimpuh didepan wanita yang kusebut ibu,lalu memposisikan tubuhku di sampingnya.
Tangan dengan jari²beliau yang lentik mendarat di bahu dan mulai melakukan gerakan menekan nekan hingga membuat aku merasa sedikit kesakitan tapi juga terasa nyaman.
Gerakan jari beliau dikedua bahuku perlahan bergeser dan semakin turun ke area punggung hingga pinggulku.
Aku baru tau kalau ternyata pijatan tangan ibu akan terasa sangat nyaman dan membuat rasa pegal² di tubuh menghilang seketika itu juga.
Sambil memijitku,netra ibu tak lepas dari tv yang kini sudah berganti acara. Kalau tadi serial animasi maka sekarang adalah ajang pencarian bakat.
"Kak,coba kamu daftar buat ikutan audisi pencarian bakat ini deh !!" tawar ibu yang membuatku semakin tercengang.
"boleh bu? nanti kalau ganggu sekolahku gimana ?" sebenarnya dalam hati aku bersorak "aku memang mau ikut "
"ya bolehlah !!" ucap ibu meyakinkan ku.
Akupun segera pergi ke kamar dan mulai mengemas beberapa helai pakaian ku ke dalam tas ransel milikku.
Setelag itu akupun segera salim dan berpamitan pada ibu. Aku melihat butiran air mata yang memberontak keluar dari kelopak matanya.
"bu,aku akan ke kota untuk ikut ajang pencarian bakat,doakan semoga aku bisa lolos audisi ya bu ?! " pintaku saat ibu memelukku dengan penuh kasih sayang hendak melepas kepergianku.
"tanpa kamu minta,doa ibu selalu menyertaimu" ibu meneteskan beberapa butiran air dari kedua netra indahnya yang berwarna coklat kehitaman.
Aku memeluk tubuh ibuku lagi lalu meninggalkan rumah serta desaku untuk ke kota dan meraih impianku. Aku berjanji pada diriku sendiri aku akan sukses dan pasti akan membahagiakan kedua orang tuaku juga adik²ku.
Dengan menggunakan moda transportasi umum kereta api,setelah perjalanan panjang dan melelahkan selama lebih dari 8 jam,aku sampai dikota tujuanku.
Tanpa mengulur waktu,aku segera memesan ojol dan menulis destinasi menuju lokasi ajang pencarian bakat sedang berlangsung.
Diatas motor matic aku terus memandang kagum pada suasana kota yang dipenuhi banyak gedung² tinggi menjulang. Tak sampai 10 menit aku sampai disebuah gedung perkantoran sesuai alamat yang kutuliskan dikolom destinasiku.
***********
Aku melangkahkan kakiku dengan yakin menuju ruang penjurian lalu menunjukkan bakat dan keahlianku didepan para juri. Jari jemariku dengan lihai dan luwes menggesekkan ujung pensil yang bewarna hitam dan runcing diatas lembarsn kertas yang kubawa sendiri didalam tasku.
Mata para juri memandang kagum dengan kecepatan tanganku dalam menggambar dan mewarnai. Dalam waktu lima menit aku berhasil menyelesaikan sebuah gambar pemandangan alam berlanjut mewarnainya kemudian.
Tapi rupanya 1 diantara 4 juri didepanku memberi sebuah tantangan padaku. Juri tersebut keluar dari studio beberapa saat kemudian kembali lagi dan mrmbawa sebuah kain berwarna putih bersih kehadapanku lengkap dengan peralatan lukis berupa cat,air,pallet cat,juga beberapa kuas.
Kali ini bukan gambar pemandangan alam yang menjadi obyek lukisku,tapi sebuah pemandangan yang menceritakan kehidupan seorang bocah lelaki dari desa yang kusajikan dalam bentuk lukisan animasi yang memanjakan mata siapa saja yang melihat.
Sebuah Gold Card Acces berhasil kuraih, yang itu berarti aku sudah lolos audisi tanpa harus melewati tahap penyaringan lagi. Gold Card Acces sendiri hanya diberikan pada 3 orang peserta beruntung yang menjadi pilihan juri.
"yesss" seruku sambil melakukan salto setelah menerima Gold Acces dari juri.
Setelah tahap audisi berakhir hari ini,aku bersama seorang peserta yang juga mendapat kartu emas diantar oleh seorang lelaki menuju rumah yang memang digunakan untuk karantina bagi peserta audisi yang lolos audisi nantinya.
Hari pertama dan kedua aku hanya berdua dirumah yang sangat megah nan mewah dengan segala fasilitas peralatan canggih yang baru kali ini kulihat. Tak hanya itu saja,bahkan aku sangat kagum karena ada kolam renang besar dan sangat jernih dalam rumah itu.
Hari ketiga datang lagi 1 orang dalam rumah tersebut. Itu artinya 3 Gold Card Acces ditangan juri sudah habis. Kami tinggal menunggu proses audisi selanjutnya.
***********
Beberapa minggu berlalu,setelah melewati beberapa tahapan dan babak eliminasi yang panjang aku dinyatakan sebagai juara utama ajang pencarian bakat.
Sorak sorai suara para pendukungku yang turut merasakan kebahagiaan atas prestasi yang kuraih dengan meraih gelar juara.
"Selamat kami ucapkan kepada Farel Putra Ariyo,karena lolos dan menjadi juara pertama di acara ini" ucap seorang host yang memandu acara ini dengan suara lantang dan tegasnya.
Aku berjalan ke tengah panggung,namun langkahku terhenti karena kakiku tersandung dan
"auchhhh" pekikku mengaduh kesakitan karena tubuhku yang terjun bebas dari ayunan yang dibuat dari jaring² yang diikatkan pada 2 batang pohon yang kokoh.
"ternyata semuanya hanya khayalanku yang terbawa sampai ke alam mimpiku" gumamku kesal.
TAMAT