Jam 5 sore aku udah tiba di terminal bis,rencana hari ini aku sama teman-teman mau ngadakan pendakian bersama di gunung Slamet,atap nya Jawa tengah.Terminal tampak sepi hanya beberapa penumpang yang sedang menunggu bis yang akan mengangkutnya sampai di tujuan.
Aku duduk di bangku di depan toko penjual tiket,sembari memainkan game di hapeku.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku,aku menoleh dan ternyata Herman dan Dian sudah berdiri di depan hidungku
"Sudah lama kamu nunggu Yas?" Tanya mereka kompakan.
"Baru aja nyampe.Eh kok nggak bareng sama mas elang?"Tanyaku sembari clingukan di sekeliling terminal.
" Mas elang katanya mau nyusul,kerjaannya belum kelar ."Jawab Herman sembari menaruh carriernya di samping kursi terminal.
"Terus ini tinggal nunggu Ari ma Rudi ya?" Tanya ku dijawab anggukan oleh mereka.ehmm kompak banget.
Tak lama yang di tunggu udah nongol sembari cengengesan.Tampak Rudi bawa Carrier yang mengunung,kontras dengan Ari yang cuma bawa daypack aja.Wah gak adil tuh ..
Setelah ngobrol sejenak,bis yang kami tunggu pun tiba.Lumayan gak begitu penuh penumpangnya.
Aku memilih duduk di baris ke dua dekat jendela,sebelahku Rudi tukang berisik.Herman,Dian dan Ari duduk di seberang nya.
Dalam perjalanan ada aja yang di jadikan guyonan.sampai perutku sakit kebanyakan ketawa.
Bis melaju cepat menembus kegelapan malam,kulirik jam di pergelangan tanganku sudah menunjukan jam 9 malam,berati 2 jam lagi,aku dan teman-teman sampai di tempat yang kami tuju.
Kulihat teman-temanku sudah terlelap dalam tidurnya.
'Dah sampe ke Arab x ya.' batinku geli
Ku nikmati perjalanan ini dengan game ku.Sesekali balesin wa dari mama,nanyain udah sampai mana.
Ah mama ,kayak baru kali ini aja ,aku ndaki gunung,nanya melulu.gerutuku dalam hati.
Yach maklum aku anak bungsu dari tiga bersaudara,cewek sendiri lagi.Makanya mama paling heboh kalau tau aku mulai mendaki gunung.
Lagi asyik melamun,kondiktur bis teriak-teriak menyebutkan tempat di mana kami harus terus.
Aku bangunkan teman-teman untuk persiapan turun.
Kami pun turun di sambut hujan rintik-rintik.Dan mencari tumpangan ke base camp.Lagi asyik clingak clinguk,tiba-tiba ada mobil buka an liwat di depan kami,spontan kami pun teriak.
" Numpang...numpang!!"
Mobil berhenti,sontak kami teriak kegirangan.kami pun berlarian menuju mobil yang berhenti itu.
" Maaf mas,bisa ngantar kami ke base camp?"Tanya Rudi sopan.
Ternyata pengemudinya seorang cowok yang menurutku lumayan cool,dengan rambut gondrongnya.kalo liat penampilannya kayak pendaki juga.
pengemudi itu pun mengangguk kepalanya dan tersenyum.
" Berapa bang?" Tanya Rudi lagi.
" sudah naik aja,kebetulan aku juga mau ke base camp kok." jawab pengemudi itu dengan ramah.
Sembari mengucapkan terima kasih kami pun naik mobil tersebut.Karena aku cewek sendiri makanya aku disuruh duduk di depan ,dan teman-teman pada naik di belakang.
Setelah naik mobil pun berjalan dengan cepatnya.
" Hati-hati bang,licin Lo."Kataku mengingatkan
pengemudi itu tersenyum manis dan menoleh menatap ku..Duch mata elangnya begitu dingin menembus hati ku.
" Cuma berlima?" Tanya nya dengan tetap menatap lurus ke depan.
" Harusnya 6 bang ,tapi yang satu katanya mau nyusul." jawabku melirik ke arah nya.
ehmmm...ternyata cakep juga ya cowok ini,hidungnya yang mancung dengan dagu belahnya kayak artis Hollywood siapa itu Benyamin? ah ngaco Benyamin kan artis Indonesia.
"Panggil aja Endri ,nggak usah bang..entar di kirain Abang penjual bakso kali." Saut Endri sembari ketawa kecil.
Aku semakin terpesona dengan makhluk tuhan di sebelahku.
Di perjalanan kami banyak mengobrol tentang dunia pendakian.
"wah hebat dong,kamu udah sampai kemana-mana ndaki nya." Pujiku saat Endri menceritakan pengalamannya.
" Biasa aja kok,nggak ada yang hebat.seorang pendaki di katakan hebat,jika dia mampu mengendalikan nafsu dan egonya."jawab Endri tetap konsentrasi di jalan yang banyak belokannya.
"kamu anak base camp Ndri?"Tanyaku menatap wajah cakep cowok sebelahku.
Endri menganggukkan kepalanya dan tetap fokus di jalanan.
TAk lama kamipun sampai,segera kami pun turun.dan tak lupa mengucapkan terima kasih banyak atas kebaikan Endri yang telah menumpangi kami sampai ke base camp ,gratis lagi.
Saat aku mau turun,Endi memegang tanganku..
"Yas hati-hati ya...dan jangan lupa sering - sering ke mari." Kata Endri sembari menatap ku lembut.
Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
" Kamu nggak turun En?" Tanya ku sembari merapikan jaketku.
" Ya turun dong,tapi kan aku markirkan dulu mobilnya.mosok mau masuk sama mobilnya sekalian." Canda Endri dan ku sambut tawa kecilku .
Akupun turun dan bergegas menyusul teman-teman yang sudah masuk duluan.
Ternyata mas Elang sudah sampai duluan di sana,sedang ngobrol dengan anak-anak base camp.
Aku pun ber say hello dengan mereka,dan langsung menaruh carrierku bersebelahan carriernya Dian.
Setelah bersih- bersih muka ,aku dan teman- teman gabung dengan mas elang dan orang-orang base camp.
" Dari sana jam berapa MB?" Tanya orang base camp yang duduk di sebelah ku.
" Jam 7 bang." Saut Ari si tukang nyerobot omongan.
"Terus naik apa ke sininya?" Tanya mas elang sembari menyerutup kopi nya.
" Kami numpang mobil bukaan belakang mas.katanya anak base camp juga kok.makanya saat kami bayar tidak mau."Saut ku sembari meniup kopi yang masih mengepul di tanganku.
"Anak base camp?" Tanya salah seorang dari mereka,sembari nyerngitkan keningnya.
Kami pun mengangguk bersamaan kayak anak TK di tanya sama ibu guru.
Aku lihat mereka saling pandang,aku merasakan ada keganjilan di sini.
" Emang ada apa to kak?"Tanyaku keheranan
"nganu MB,mobilnya warna hitam?"Tanya mas base camp lagi.
" wah kalo itu kurang paham mas,soale kan malam gelap."Saut Rudi sembari menyeruput kopinya
"Nanti juga masuk mas,katanya tadi mau markir. mobil sebentar."Jawabku menyerubut kopi yang langsung menghangatkan tubuhku.
Lagi-lagi mereka saling pandang,terlebih mas elang yang menatap kami bergantian dengan raut muka susah di tebak.
"maaf MB dari tadi sampai sekarang belum ada mobil yang masuk ke area parkir base camp."Kata orang yang jaga parkir base camp yang baru masuk.
"Ah mas salah liat kali." Bantah Dian dengan wajah yang setengah mengoda.
" saya jaga parkir dari magrib sampai sekarang Lo mas,ini aja baru masuk,soale parkiran sudah sepi."Saut mas tadi meyakinkan kami.
Ari pun beranjak dari duduknya dan keluar membuktikan omongan dari mas yang jaga parkir.
Benar banget ucapan mas tadi,parkiran hanya berisi roda dua semua.
" Gimana Ar?" Tanya mas elang.
"Bener mas..nggak ada mobil yang parkir."saut Ari dengan wajah pucat.karena semua tau Ari lah yang paling penakut di kelompok kami.
" Mungkin ENdi gak jadi masuk ato langsung pulang ke rumaah." Bantaah ku untuk mencairkan suasana yang mulai mencekam.
Dan kulihat wajah mas elang dan teman-teman base camp terkejut.
" nggak salah omong kamu Yas?" Tanya mas Elang menatap ku tajam.
"Bener kok mas,kan aku duduk di sebelahnya."Sautku enteng sembari menyerutup lagi kopiku.
Tiba-tiba mas elang mendekap ku,dan berbisik,'jangan kaget ya Yas .'
ku dorong tubuh mas elang,dan menatap mas elang keheranan.Ari,Rudi dan lainnya bengong menatap kejadian yang spontan.
" ok begini teman-teman maaf bukan kami menakuti kalian ,pas kalian datang tadi,kami kaget banget,soale tidak ada suara kendaraan yang masuk ke area parkir base camp,kok tiba-tiba kalian udah sampai di sini.Dan maaf soal Endi tadi yang katanya anak base camp,dia sebenarnya sudah meninggal satu Minggu yang lalu,karena kecelakaan.Mobil bak belakangnya tertabrak truk tronton karena remnya blong."Kata ketua base camp yang dari tadi menyimak pembicaraann kami.
otomatis teman-temanku pun kaget,dan tampak pucat pasi wajah mereka.
Dan aku?
Seperti yang sudah kalian duga,akupun pingsan .Ternyata teman seperjalananku,yang cakep ,cool adalah hantu.
oh my God...
Sayup-sayup ku dengar suara mas elang dan teman-teman memanggilku,setelah itu aku pun tak tau apa-apa lagi
yang ku tau aku mau pulang.