(kisah ini diangkat dari potongan kisah hidup author sendiri yg dipadukan dengan cerita fiksi belaka)
(Kisah 2 kk beradik cewek,(original)tp klw dibaca dri sudut pandang lain jg gpp)
Keluarga sederhana, kehidupan sederhana dan kebahagiaan yang sederhana...
Sungguh kata kata yang mudah sekali terucap namun sulit tuk digapai,.termasuk
KEBAHAGIAAN YG SEDERHANA ITU
Kisah ini dimulai pada kehidupan seorang kakak yang ingin mendapatkan cinta orang tuanya
Sejak kecil sang kakak tertua tak pernah dimanja oleh orang tuanya sebab ia adalah anak pertama yang harus menjadi contoh bagi adik adiknya
Sang kakak hidup dalam kekangan dan bayang bayang akan kesempurnaah,.ia tak diizinkan untuk memiliki kecacatan sifat sedikitpun.
Pernah ia sekali berbuat salah yang tak disengaja membuat orang tuanya marah dan memukulnya,. membuat masa kecil sang kakak dibayang bayangi olrh rasa takut yang teramat sangat dalam hingga ia tumbuh jadi anak yang rapuh di dalam dan keras diluar
Karena dilanda rasa takut itu sang kakak terus berfikir bagaimana caranya agar ia bisa menyembunyikan sisi lemahnya itu.
Ia pun terpikir untuk menjadi sosok yang keras dan tegas juga seperti ayahnya
Pernah sang kakak tengah bermain dengan tetangganya yg satu tahun lebih muda darinya,.mereka bermain permainan yang tidak biasa,.yaitu permainan berkelahi,.namun anak tetangganya itu malah bersungguh sungguh memukulnya,.karna refleks..sang kakak langsung memukul balik anak itu karna insting pertahanannya. anak itu menangus, dan mengadu pada ayahnya..
membuat sang kakak dimarahi dan dipukul oleh ayahnya tanpa prnjelasan..sejak saat itu, hubungan antara sang kakak dan ayahnya mrnjadi tenggang..dekat namun jauh
Krhidupan berlanjut ketika sang kakak mrnginjak usia 9 tahun, di sekolahnya ia dibully tanpa alasan yang jrlas, ia bukanlah tipe anak yg lemah, sehingga pembullian itu ia rahasiakan dri orang tuanya..
yang bisa kakak itu lakukan hanyalah mrnangis dan menangis..tanpa ada 1 org pun yg bertanya padanya tentang apa yg terjadi.
Sampai sampai orang tuanya memanggilnya cengeng.
Saat hidupnya berlanjut kejenjang smp,.hal yang sama terjadi padanya. dia dicap sebagai anak haram oleh teman trmannya yang tak berlandasan itu. ia marah, dan emosi mengendalikan dirinya
Dia menghajar teman temannya hingga mereka mrnangis..begitu pula si kakak yg tak luput adri tangisannya juga,.sambil terisak ia berkata dengan lantang
"siapa kalian berani bilang seperti itu ke orang tuaku hah?! aku gak masalah kalau kalian yang hina aku,.tapi cukup jangan orang tuaku!!"
Ujarnya dengan tubuh gemetar dan nafas yang sesak dibaluri keringat dan air mata yang terus bercucuran
Saat ia trngah bermain di pinggir kali bersama adiknya juga kakak sepupunya beserta teman temannya..
Adiknya tak srngaja mrnhanyutkan baju si kakak srpupunya..membuat kk srpupunya marah dan mrmaksa adiknya untuk mencarinya di tengah derasnya aliran kali..
Sang kakak tak bisa tinggal diam, ia pun mrngalah dan membiarkan dirinyalah yang berjuang mencari baju itu diderasnya aliran kali..namun, usahanya tak membuahkan hasil.,hingga tiba tiba orang tua mereka datang dan menjemput mereka pulang..
Sesampainya dirumah,..ibunya menatap dengan eajah marah, dan bersiap memukul kedua tangan kakak adik itu. tapi sang kakak bilang
"ini salahku bu, pukul tanganku aja"
ibunya lalu mrmukul tangan si kakak,.
Suatu hari, ibu mereka berencana mrmbelikan mereka semua baju baru, namun,.karna penghadilan mereka pas pasan jadi salah satu dari mereka harus mengalah. maka sang kakak adalah orang pertama yang mengangkat tangannya dan mengalah
Beberapa hari krmudian ketika sang ibu sudah memiliki cukup uang,..ibunya berencana membelikan baju yg sempat tertunda untuk dirinya,.namun tiba tiba afiknya datang dan bilang
"loh, kakak kok belikan? aku rnggak?!! gx adil banget ih"
Sekali lagi karrna kata kata itu sang kakak mengalah lagi
Rntah krnapa meski kesal, ia tak bisa membenci adiknya.
Sang kakak selalu berharap agar adiknya bisa menjadi anak yang baik, namun karrna kasih sayang orang tua dan dirinya srndiri membuat adiknya tumbuh jadi anak yang egois,.tak ingin mengalah dan selalu ingin menang.
Setiap kali ia berbuat salah, orang tua mereka langsung melempar kesalahan adiknya pada kakaknya,
Tapi kakaknya tetap diam.
Hingga suatu hari untuk pertama kalinya si kakak ingin mempertahankan haknya pada saat adiknya ingin mengambil sesuatu miliknya. membuat perkelahian yang sangat sengit untuk mereka..
Hingga orang tua mereka datang untuk melerai mereka..
Saat sudah dilerai,..ibu mereka malah menolong dan membela sang adik dan langsung memarahi sang kakak tanpa mendengar penjelasan darinya,.hingga krluar kata kata yang eramat begitu menyakitkan keluar dari mulut sang adik
"an@#$...@#$&...kusumpahi mati!! kau"
Kata kata yang sangat singkat namun brgitu menyayat hatinya hingga air mata tak bisa berhenti mengalir
Terisak tangisan yang amat sesak, membuat sang kakak mrmberanikan diri bertanya pada ibunya..
"maa...kenapa meski hanya sekali saja...sedikitttt saja kau tak pernah ingin membelaku, ataupun mengulurkan tanganmu padaku,?selama ini aku diam dan tak pernah bertanya karena aku tak pernah meragukan krputusan mama..."
Ia masih terisak,..nafasnya berat sekali...dadanya sesak membuat suaranya terbata bata
"kenapa maaa...? slahku apa? dan dimana letak kesalahanku? aku sudah berusaha menjadi kakak yang sempurna untuk adik adikku..agar mama senang,.tapi lihat maaa...mereka tak menghargaiku...dan aku lihat sampai srkarang mama tak pernah membelaku..kenapa?"
Masih bergelimang air mata
Ibunya hanya fiam dan mengabaikannya..
Sebenarnya hal yang paling membuat sang kakak sedih bukanlah kata2 yang dilontarkan adiknya,.akan tetapi fakta bahwa ibunya selalu mengabaikannya
Mungkin ia bisa kuat menghadapi cobaan apapun itu,..tapi ketahuilah,.ketika seorang anak kehilangan bahkan tak pernah mrndapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya sendiri dan hidup dengan ketidak adilan...
Hidupnya tak akan beda jauh seperti seorang manusia yang hidup namun mati tanpa arah tujuan
#DearParaKakak
Tetap semangat dan kuat ngadepin adik2nya yg degil macem saiton ya...
Ketahuilah para kakak kita ini anak pertama adalah orang yang paling paham gimana rasanya jadi orang tua bahkan ketika kita belum jadi org tua bnran
~end~