" Ini tentang cowok yang lo liat dua minggu yang lalu. Kek nya gue tau deh siapa dia. " Ucap Azkar.
" Siapa-siapa?. " Tanya Kiara tak sabar.
" Kita naik mobil dulu, ntar gue ceritain di jalan. " Ujar Azkar.
....
Setelah mereka berdua di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang Kiara langsung bertanya pada Azkar. "Jadi lo tau siapa orang nya? " Tanya Kiara.
" Iya. " Jawab Azkar. " Dia mirip banget kan sama gue? " Sambung Azkar.
" Iya, dia mirip banget sama lo. Sebenarnya ada apa sih ini? Lo nyembunyiin sesuatu ya dari gue? Ngaku lo! " Dengan memicingkan mata, Kiara menatap lekat-lekat wajah Azkar.
" Iya, sebenernya ada satu hal yang lo gak tau. " Jujur Azkar. "Gue minta maaf sebelumnya, karena gue gak kasih tau lo dari awal. " Sambung Azkar.
Kemudian, Azkar menjelaskan bahwa orang yang diliat Kiara dua minggu yang lalu sudah pasti kembaran Azkar yang kabur lima tahun yang lalu. Dia kabur dari rumah karena tidak mau di atur-atur sama mama dan papa.
Izkar atau yang kerap di panggil Iz itu sama berandal nya kayak Azkar, tiap hari Izkar selalu pulang larut kadang-kadang juga tidak pulang ke rumah , sekolah selalu bolos, keluyuran gak jelas di klub malam atau bar, ketua geng motor yang meresahkan warga setempat dan masih banyak lagi hal-hal brandal lainnya yang Izkar lakukan. Di situ mama dan papa selalu ngomel-ngomel dan karena watak Izkar yang lebih kepala batu dibanding Azkar, dia memilih buat pergi dari rumah.
Tapi, meskipun Izkar itu pergi dari rumah, mama dan papa tetap selalu ngawasin Izkar di kejauhan. Karena bagaimana pun Izkar adalah anaknya dan mereka tentu saja tidak mau ada hal buruk yang terjadi pada Izkar.
Setelah menjelaskan semuanya, Azkar menghentikan laju mobilnya karena sudah sampai di parkiran sekolah, dia menghadap ke arah Kiara dan menatapnya dengan seksama kemudian menggenggam tangan milik Kiara.
"Sekali lagi, gue minta maaf ya, karena gue gak cerita dari awal tentang kakak gue Iz. Dan lo tenang aja, gue pasti berubah kok, gue gak akan bolos sekolah lagi, gue gak akan keluyuran gak jelas, gue gak akan jadi brandal lagi demi lo. Lo tau sebelum kita dijodohin, sebenernya gue udah punya rasa sama lo Kia." Azkar begitu serius ketika mengucapkan hal itu.
" Gue Azkar Zeyda Giariz akan berubah demi lo, Kiara Jenysha Andriana. " Ujar Azkar dengan sungguh-sungguh. Sedangkan Kiara hanya bengong saja .
" Kia.. Lo maafin gue kan? Lo gak marah kan sama gue?" Tanya Azkar khawatir kalau Kiara sampai marah lagi padanya.
" Kia?.. "
" Hah... Gu-gue maafin lo kok, dan gue juga gak marah sama lo." Seru Kiara.
" Beneran Kia? " Azkar memastikan.
" Hm.. " Kiara mengangguk.
" Beruang kutub, gue cinta sama lo. Gue sayang sama lo, gue mau lo jadi milik gue sepenuhnya, hanya milik gue." Ucap Azkar sambil memeluk Kiara.
" Gu-gue juga cinta sama lo buaya selokan. Gue sayang sama lo, dan gue gak mau kehilangan lo. Karena dari awal juga gue udah suka sama lo. " Ucap Kiara yang masih dalam pelukan Azkar.
Ketika mendengar hal itu, Azkar langsung mengapit lembut wajah mungil Kiara dengan kedua tangannya. " Lo beneran cinta sama gue Kia? " Tanya Azkar memastikan.
"Hm.. Gue cinta sama lo buaya selokan. " Kiara mengangguk.
" Makasih, makasih lo udah mau cinta sama gue yang brandal ini. Tapi gue janji sama lo, gue akan berubah demi lo. " Seru Azkar.
" Gue gak mau lo berubah karena gue. Gue maunya lo berubah karena lo mikir dan sadar kalo semua perbuatan lo itu tidak seharusnya lo lakuin." Ujar Kiara sambil mengusap lembut wajah Azkar.
" Iya Kia, gue sadar kok semua perbuatan gue emang brandal. Dan makasih karena lo udah hadir di hidup gue. " Azkar berkata.
" Bagus kalo lo sadar. " Ucap Kiara sambil tersenyum cantik.
Cantik, sungguh cantik Azkar begitu terpesona dan tanpa sengaja Azkar juga tersenyum bahagia.
Kiara yang melihat senyum Azkar yang manis, sampai-sampai tak sadar bahwa dia mendekatkan bibir mungilnya itu ke arah bibir Azkar. Dan Azkar yang melihat istri mungilnya itu berinisiatif untuk menciumnya dengan sabar menantikan bibir itu mendarat di bibirnya.
Dengan perlahan tapi pasti, bibir mungil Kiara akhirnya sampai juga menempel di bibir Azkar. Dan Azkar dengan senang hati langsung melahap bibir mungil milik Kiara sampai habis masuk ke dalam mulutnya. Berbeda dengan sebelumnya ketika Azkar yang memulai, Kiara sama sekali tidak melayani ciuman dari Azkar. Kali ini Kiara juga tidak mau kalah dari Azkar. Dia bermain dengan sangat kasar, sampai-sampai bibir Azkar yang manis berdarah dibuatnya.
"Akh.." Seru Azkar mengelap bibirnya setelah terlepas dari ciuman penuh nafsu itu.
Sadar dengan apa yang telah diperbuatnya, Kiara menempelkan jari telunjuknya di bibir Azkar dan mengusap lembut darah yang ada di bibir Azkar.
" Gue minta maaf. " Seru Kiara dengan pipi yang merah karena menahan malu.
" Gak usah minta maaf Kia, gue suka malah dengan cara main lo. Gue ketagihan, main lagi yuk. " Ajak Azkar sambil memegang tangan Kiara.
" Apaan sih, gue gak mau. "Jawab Kiara dengan judes dan menyingkirkan tangan Azkar yang sedang memegangnya.
" Kia jangan judes-judes dong sama suami. " Goda Azkar.
Kring..
Kring..
Bel berbunyi, pertanda jam pelajaran pertama akan segera di mulai. Kiara yang mendengar itu langsung saja bergegas hendak keluar dari mobil Azkar. Tapi lagi-lagi tangan Kiara ditarik oleh Azkar.
" Lepasin kar, gue mau ke kelas. Nanti telat. " Ucap Kiara.
" Iya, gue tau kok." Jawab Azkar.
" Gue cuma mau ngingetin kalo nanti malam gue mau jatah dari lo, gue mau lo jadi milik gue sepenuhnya. Hanya gue, Azkar seorang. " Bisik Azkar di telinga Kiara.
Mendengar hal itu wajah Kiara langsung memerah, merah karena malu dan merah karena marah. " Gak, gue gak mau. Gue belum siap. " Ucap Kiara sambil mendorong tubuh Azkar, kemudian turun dari mobil dengan tergesa-gesa.
Tamat...