Namaku adalah diandra mahesti biasanya teman teman memanggilku dian, saat ini aku baru saja lulus kuliah tapi aku masih tetap berada dijakarta aku ingin memulai karir ku disini, kedua orang tua ku tinggal di bandung setiap satu bulan sekali mereka datang mengunjungi ku kadang juga hampir setiap minggu mereka datang tapi akhir akhir ini ayah sibuk dengan pekerjaan nya. Sore ini aku tengah bersantai dibalkon kamar ku, aku tengah bertukar pesan dengan kekasih ku dia berkata jika malam nanti dia akan datang kerumah ku, walaupun tidak terlalu besar tapi rumah ini sekarang menjadi milikku ayah sudah membeli rumah ini kata ayah bisa jadi investasi dimasa depan akupun dengan senang hati menerimanya, tok tok tok suara pintu rumah ku diketuk sepertinya damar sudah datang aku segera turun kebawah menghampiri damar, damar mahesa dia adalah putra tunggal pengusaha frozen foon terbesar diindonesia.
"assalamu'alaikum sayang" damar memeluk diandra begitu erat karena hampir 3 bulan mereka tidak bertemu,
"Walaikum salam mas damar" diandra pun membalas pelukan damar,
"masuk dulu mas"
"iya, yang kamu segera siap siap malam ini juga mas akan datang kerumah kedua orang tua kamu"
"secepat itu mas, mas damar kan baru pulang"
"lebih cepat lebih baik yang, udah cepat ganti baju"
"ok mas"
diandra naik keatas kamar nya dia dengan secepat kilat menganti pakaian nya, mereka sudah berada didalam mobil bisa dipastikan jarak antar Jakarta bandung bisa memakan waktu lama, didalam mobil diandra terus saja menatap wajah damar dia kembali mengingat awal mula mereka bertemu hingga menjalin kasih.
_flashback_
abang pengatar paket datang kerumah diandra saat itu diandra tengah tidur siang dia bangun dengan mata masih setengah terpejam, gadis manis itu membuka gerbang rumah nya.
"mbk paket bisa tolong dibayar totalnya 595000" kata kurir paket yang ada didepan diandra mata gadis itu seketika terbuka lebar,
"apa pak saya memang pesan paket tapi tidak sebanyak itu nominal nya, coba sini saya lihat dulu alamat nya" diandra membaca alamat yang tertera benar memang itu alamat rumah nya tapi kenapa jumlah nya menjadi dua kali lipat apa dirinya salah memencet memesan dua item, diandra membayar nya tapi si kurir paket masih ditahan oleh diandra dia takut jika ini unsur penipuan, diandra membuka bungkus paket itu dia merasa terkejut alat alat pancing, yang benar saja dia sama sekali tidak memesan itu akhirnya gadis itu marah kepada mas kurir diandra akan membawa orang ini ke kantor polisi hingga saat adegan tarik menarik tangan diandra dengan mas kurir tengga depan rumah nya baru saja turun dari mobil, sosok pria tampan itu saat akan masuk kedalam rumah nya samar samar mendengar perkataan diandra yang menyebut alat alat memancing, damar menghentikan langsung menghentikan langkah nya dia berjalan menghampiri diandra,
"permisi seperti nya mas kurir salah mengirim paket, saya memang kemarin sempat memesan beberapa perlengkapan alat memancing" mata diandra terbelalak dia merasa bersalah sudah bersikap kasar kepada mas kurir,
"ohh gitu ya"
"maafin saya ya mas kurir" diandra menampilkan senyum manis nya,
"untung cantik mbk kalau nggak udah habis kesabaran saya" ucap mas kurir sambil berlalu meninggalkan diandra, baru saja diandra akan memarahi mas kurir tadi tapi dia sudah hilang dari pandangan nya,
"makasih ya mbk oh ya ini uang nya" damar menyodorkan beberapa uang kertas berwarna merah,
"iya, ini paketnya mas"
"iya mbk sekali lagi makasih ya"
"iya"
setelah kejadian itu hubungan damar dan diandra semakin akrab hingga benih benih cinta tumbuh diantara mereka saat ini,diandra sedang menangis dia takut gelap dan kebetulan malam ini hujan lebat disertai petir sehingga terjadi pemadaman listrik, damar baru saja pulang dari kantor nya dia akan memberikan martabak manis kesukaan diandra berkali kali pria itu mengetuk pintu rumah tapi tidak ada jawaban, damar menyalakan senter diponsel milik nya dia masuk kedalam rumah diandra yang memang kebetulan tidak dikunci, damar berjalan pelan hingga dia menemukan diandra yang duduk di lantai sambil memeluk lututnya,
"diandra kamu kenapa" damar meraih tubuh diandra,
"huuua haha" diandra menangis sambil memeluk damar,
"udah cup cup, kamu kenapa siih di? "
"aku takut gelap mas" diandra semakin mengeratkan pelukan nya, damar mengusap punggung diandra,
"yaudah diam ya, kan udah ada mas damar disamping kamu" damar membawa diandra duduk disofa ruang tamu, cukup lama diandra memeluk damar kini lampu kembali menyala, diandra menatap damar,
"maaf ya mas" diandra menggigit bibir nya,
"udah nggak papa sekarang udah nggak takut lagi kan? "
"iya mas, makasih" mata diandra dan damar saling bertemu hingga satu kecupan mendarat di bibir diandra, gadis itu membalas ciuman damar, sejenak damar melepas ciumanan nya,
"love you diandra"
"love you too mas" ciuman kembali terjadi hingga tanpa mereka sadari hujan sudah berhenti, mereka berdua saling tersenyum manis.
_flashback of_
Menyadari sedari tadi diandra terus menatap nya damar sekilas mencium pipi diandra,
"mas tau kok kalau kamu kangen"
"ihh pede nya udah tingkat dewa siapa juga yang kangen sama mas damar, aku cuma rindu sama pacar aku mas"
"itu sama aja sayang" tanpa mereka sadari mobil yang mereka kendarai sudah sampai dirumah diandra, damar turun lebih dulu dari mobil dia kemudian membukakan pintu untuk diandra.
"assalamu'alaikum ma, pa" diandra masuk kedalam rumah nya,
"Walaikumsalam ma lihat putri kita datang"
"waah diandra mama kangen" mereka melepas rindu hingga diandra lupa keberadaan damar ,
"ehem" damar memberi kode agar diandra mengajaknya bergabung,
"oh iya dian sampai lupa ma, mas damar juga ikut kesini"
"nak damar maaf ya tante sampai mengabaikan kamu, duduk nak"
"iya tante" mereka akhirnya duduk disofa ruang tamu suasana seketika berubah tegang,
"sebanarnya kedatangan saya kesini saya ingin meminta restu ke om sujar sama tante gina saya ini menikahi putri om Diandra"
"saya trima niat baik kamu nak, tapi kamu tau sendiri keluarga om jauh dibawah kamu apa orang tua mu setuju dengan, pernikahan kalian"
"mereka setuju om, kalau om berkenan besok saya akan mengajak papa saya datang kesini"
"iya damar saya tunggu kedatangan kedua orang tua mu" merasa sudah mendapat lampu hijau damar begitu bahagia dia langsung kembali ke Jakarta menjemput kedua orang tua nya, sedangkan diandra dia tetap berada dirumah orang tua nya. Pak luwis sudah bersiap sedangkan damar pria itu masih berada didalam kamarnya dia menatap foto alm mama nya,
"damar " pria paruh baya itu menghampiri putra semata wayang nya,
"iya pa" damar menghapus air mata nya,
"sudah tidak usah bersedih mama sudah bahagia disana"
"iya pa, papa sudah siap"
"seperti yang kamu lihat"
mereka kemudian berangkat kerumah diandra, sepanjang perjalanan senyum damar terus terpancar hingga tanpa terasa mobil yang mereka kendarai sampai dirumah diandra, kedua orang tua diandra menyambut ramah kedatangan sang calon besan, acara pernikahan akan dilakukan lusa ayah diandra juga setuju lebih cepat memang lebih baik dari pada menimbulkan fitnah. Hari yang ditunggu tunggu sudah tiba diandra sudah selesai dirias mama diandra membawa putrinya menuju sang calon suami, damar sudah duduk dipelaminan dia sudah melakukan ijab kobul kini diandra sudah resmi menjadi istri damar,
"alhamdulillah selamat ya nak putri mama yang cantik ini akhirnya sudah menikah"
"iya ma, makasih udah menyayangi diandra selama ini"
mereka sejenak menangis haru, detik kemudian diandra sudah duduk disampil damar, pria itu menyematkan cincin di jari manis diandra, diandra juga memakaikan cincin di jari damar, diandra mencium tangan damar pria itu membalas mencium kening diandra. Siapa sangka jika aku akan menikah dengan tetangga ku, aku pun juga tidak pernah bertemu sebelumnya dengan mas damar tapi rencana tuhan begitu indah hingga aku bisa menikah dengan pria seperti mas damar.
tamat