Karena Kiara hanya diam saja, Azkar berinisiatif membuka baju tidurnya sendiri. Dan hal itu tentu saja membuat Kiara ketakutan kalau itu hanya akal-akalan Azkar saja. Kiara takut hal yang dilihatnya terjadi padanya.
Menyadari kalau Kiara sedang ketakutan Azkar berkata
" Ki.. Lo tenang aja gue gak akan macem-macem kok sama lo. " Azkar berkata dengan begitu lembut.
......
Setelah mendengar ucapan itu, Kiara mulai tenang. Azkar juga langsung membuka baju tidurnya, hingga nampak tidak ada tato ular kecil di dada bidang Azkar, melainkan tato beruang putih atau beruang kutub utara yang terdapat di dada bidang milik Azkar.
" Kia.. Coba lo liat! gak ada kan? " Titah Azkar dengan lembut. Tapi Kiara hanya menunduk saja dan tidak bergeming.
" Kia?.. " Ucap Azkar. Dengan hati-hati Azkar menyentuh Kiara dan mendonggakak kan kepala Kiara. Terlihat jelas, mata Kiara begitu sembab akibat menangis, rambutnya acak-acakan. Azkar merasa bersalah karena tadi dia membentak-bentak Kiara, bahkan dia menggenggam tangan Kiara sampai kemerahan dan tadi Kiara sempat mengadu sakit.
" Kia.. Gue minta maaf." Ucap Azkar sambil memeluk istrinya itu. Sedangkan Kiara hanya diam saja, dia tak mengucapkan sepatah katapun.
Setelah beberapa saat di dalam pelukan Azkar akhirnya Kiara membuka suara. " Gue juga minta maaf, gue salah. Ternyata bukan lo yang gue liat waktu itu. Dan lo tau gue bersyukur karena itu bukan lo. Hiks.. hiks.. " Ucap Kiara.
" Kia.. Jangan nangis lagi! " Ujar Azkar dia menatap sendu wajah Kiara yang penuh dengan air mata.
" Hem?.... Enggak kok, gue gak nangis. Mana ada beruang kutub utara nangis hehe.. " Ucap Kiara sambil mengusap air mata yang ada di pipinya.
Melihat itu, Azkar dibuat gemas dengan tingkah manis Kiara. Tanpa persetujuan dari Kiara, Azkar langsung mencium bibir mungil Kiara dengan begitu lembut.
Kiara terkejut dengan tingkah Azkar, dan dia hanya diam saja tanpa membalas lumatan-lumatan kecil yang diberikan Azkar.
Setelah beberapa saat, akhirnya Azkar melepaskan bibirnya itu, " Eum.. Gue minta maaf, hehe.. " Kata Azkar sambil menggaruk kepala bagian belakangnya.
Kiara dibuat ngakak didalam hatinya melihat tingkah Azkar yang merasa bersalah karena telah menciumnya tanpa persetujuan. Dengan cepat Kiara masuk ke dalam selimut dan membelakangi Azkar.
" Kia.. Pliss jangan marah lagi sama gue. "
"Kia.. "
" Beruang kutub.. "
" Kia.. "
Azkar terus mengulangi perkataan itu sambil menggoyang-goyangkan tubuh mungil Kiara. Tanpa sepengetahuan Azkar Kiara sudah terlelap dalam mimpinya dengan hati yang berbunga-bunga karena ternyata orang yang melakukan hal bejat itu bukan suaminya.
" Ki-a.. Hemph.. Gue pikir lo belum tidur." Ujar Azkar.
"Selamat tidur sayang semoga mimpi indah, cup... " Ucap Azkar ke telinga Kiara dengan lembut kemudian mencium kening Kiara.
Setelah itu Azkar masuk ke dalam selimut dan memeluk Kiara dari belakang. Azkar bergumam dalam hati " Kenapa gue manggil sayang ke Kia? Apa gue jatuh cinta? Sebelumnya gue gak pernah kek gini deh kayaknya. Akh.. Sudahlah apapun itu gue bakal jagain Kia dan gak akan pernah nyakitin dia lagi. "
....
Pagi telah tiba, cahaya matahari masuk ke dalam kamar tidur Azkar karena gordeng di kaca telah tersingkap dan di ikat dengan tali sebagai pasangannya.
Cahaya matahari itu membuat Azkar menggeliat dan berangsur bangun dari tidurnya. " Kia?... " Ujar Azkar ketika membuka mata. Dia melihat sekeliling tapi tak dapat ditemukan istri mungilnya itu.
" Udah bangun lo. " Seru Kiara.
" Darimana ki?" Tanya Azkar.
"Dari dapur bikin sarapan, sarapan gih! Gue mau mandi dulu. " Titah Kiara.
" Lo udah sarapan? " Tanya Azkar lagi.
" Belum, gue mau mandi dulu. Gerah soalnya. " Jawab Kiara sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Gue juga mau mandi dulu, habis itu sarapan bareng lo. " Ujar Azkar.
" Ya udah terserah lo. " Ucap Kiara yang sudah berada di depan pintu dan hendak membuka pintu itu.
Tapi tangan Kiara terhenti karena ada yang menarik tangannya. Kiara berbalik " Apaan sih, lepasin gue! " Seru Kiara.
" Apa sih, Kia. Gue mau mandi emang napa? " Seru Azkar.
" Kalo mau mandi, sana mandi di kamar mandi yang lain! " Ujar Kiara.
"Gue mau mandi bareng lo Kia. Gak peka banget sih jadi istri. " Jengah Azkar.
" Apa lo bilang? Brengsek lo mau mandi bareng gue, sana lo pergi buaya selokan! " Ujar Kiara sambil menarik paksa tangannya.
" Kia, kita kan udah nikah. Gapapa lah kalo mandi bareng, bahkan jika melakukan yang lebih juga sah-sah aja kali. " Ucap Azkar tanpa beban.
" Enak ya lo ngomong kek gitu. Gue gak mau, sana pergi lo. " Titah Kiara sambil memberontak.
" Gue gak mau pergi Kia, gimana dong? " Ujar Azkar.
" Ih.. Lepas Azkar, sakit tau gak. Lo apaan sih. " Rintih Kiara karena Azkar semakin erat mengenggam tangannya itu.
" Eh.. Sori sori gue gak bermaksud nyakitin lo kok. Elo sih gak peka banget jadi istri. Sekali lagi gue minta maaf ya. " Ucap Azkar sambil melepaskan genggamannya.
" Udah sana lo pergi. Gue mau mandi aja susahnya kek nyari jarum di tumpukan jerami tau gak lo. " Ujar Kiara sambil mendorong tubuh Azkar.
" Iya, iya deh. Gue mandi di kamar mandi lain. " Ucap Azkar pasrah.
Setelah mandi, Azkar dan Kiara sarapan bersama.
" Emm.. Enak banget ya ternyata masakan beruang kutub. Pas di lidah gue. Fiks gue mau setiap hari makan masakan buatan lo doang. Dan elo harus siapin itu setiap kali gue mau makan. " Ujar Azkar.
" Enak aja lo, emang gue babu lo apah? Maen suruh-suruh gue seenak jidat lo. " Balas Kiara.
" Elo kan istri gue Kia. Wajar lah gue minta di masakin tiap hari. " Tanpa dosa Azkar berkata.
" Lo kenapa jadi rese gini sih, heran gue. " Seru Kiara.
" Apaan sih Kia, gue tuh cuma mau jadi suami yang baik aja buat lo. Jadi gue kek gini, makan masakan istri, sayang sama istri. Lo gak mau kan gue nyari istri lain cuma karena lo gak masakin buat gue? " Ujar Azkar.
" Serah lo deh. " Ujar Kiara sambil berdiri karena sudah selesai sarapan.
" Ehh lo mau kemana? " Tanya Azkar.
" Sekolah lah bego. Lo pikir gue mau kemana pake seragam kek gini. " Jawab Kiara judes.
" Kia.. Kok lo kasar banger sih. Gue kan suami lo, jadi lo harus sopan ke gue. " Seru Azkar.
" Suka-suka gue lah. " Jawab Kiara.
" Eh.. Tungguin gue, lo gak boleh lagi pakai motor sport lo itu. Lo ikut gue naik mobil. " Ujar Azkar sambil memegang tangan Kiara.
" Ogah. " Balas Kiara.
" Kalau lo gak mau, gue aduin nih sama mamah biar lo dinasihatin. " Ancam Azkar.
" Eh.. Jangan-jangan. Iya gue ikut lo, puas lo! " Ujar Kiara.
" Puas lah, gue juga mau ngomongin sesuatu ke elo. " Seru Azkar.
" Ngomong apa? " Tanya Kiara.
" Ini tentang cowok yang lo liat dua minggu yang lalu. Kek nya gue tau deh siapa dia. " Ucap Azkar.
" Siapa-siapa?. " Tanya Kiara tak sabar.
" Kita naik mobil dulu, ntar gue ceritain di jalan. " Ujar Azkar.
Bersambung...
*Ditunggu Part4 nya yah