"Ma, mama kapan pulang?" Tanya seorang putra yang masih berumur 6 tahun lewat telepon.
"Raihan, mama minta maaf. Hari ini mama harus lembur" Jawaban dari mamanya membuat Raihan sedih. Tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan nya.
"Kalau gitu mama lanjut kerja lagi aja, jangan sampai kecapean ya ma" Balasnya dengan suara lembut yang tentu saja membuat hati mama nya tersentuh.
"Makasih sayang... muach" jawab mama dan Raihan pun membalasnya dengan cara yang sama.
Berakhir lah obrolan seorang ibu dan anaknya.
Nama mama Raihan adalah Suci Widyati. Mama Suci berkerja sebagai seorang dokter di sebuah Rumah Sakit. Dia adalah seorang janda muda, suaminya meninggal karena kecelakaan pesawat yang sangat tidak disangka. Kejadian itu terjadi saat Raihan berumur 5 tahun.
Sekarang Suci adalah kepala keluarga yang harus menghidupi dirinya dan anak satu - satunya itu. Dia menjadi sangat sibuk semenjak menjadi dokter. Tidak punya waktu untuk mengurus Raihan di rumah.
Jika Suci tidak ada dirumah akan ada pembantu yang datang dan mengurus Raihan. Tapi Raihan ingin mama nya yang merawat dia. Anak seumuran nya masih butuh perhatian dari orang tuanya.
Tapi Raihan cukup pintar dan mengerti keadaan nya, dia tau semua yang dilakukan mamanya itu untuk dirinya juga.
"Sudah jam 2 saja" Suci melihat arloji di tangannya. Kemudian dia membenahi barang - barang nya dan akan segera pulang.
"Fina Mbak pulang dulu ya" Pamit Suci pada seorang suster bernama Fina. Mereka sudah seperti adik kakak, Fina juga mengerti dengan keadaan Suci. Sekali - sekali Fina juga membantu merawat Raihan.
"Iya Mbak, hati-hati dijalan. Hari sudah malam banget ini" Jawab Fina mengingat kan.
"Iya, kalau begitu Mbak duluan" Pamit Suci.
"Iya Mbak"
Suci lalu menuju tempat parkir dan menuju tempat ia memarkirkan mobilnya. Setelah menemukan nya ia masuk kedalam dan mulai mengendarai mobil menuju rumah.
Walaupun sudah jam 2 pagi tapi masih tetap banyak orang diluar rumah. Begitulah kehidupan masyarakat kota.
20 menit kemudian Suci sampai di rumahnya, ia memasukan mobil kedalam garasi dan menguncinya. Lalu masuk ke dalam.
Sebelum Suci ke kamar nya ia pergi ke Kamar Raihan terlebih dahulu dan mendapatkan Raihan tertidur sambil memegang foto saat ia masih kecil yang digendong oleh ayahnya dan ibu nya berdiri disamping mereka.
Suci mengambil foto itu dan duduk di tepi kasur Raihan, seketika air matanya menetes.
"Mas, kenapa kamu tega ninggalin aku dan Raihan. Raihan masih sangat kecil dia butuh kasih sayang kita. Tapi kenapa kamu harus meninggalkan kami berdua?" Suci berusaha agar tangisan nya tidak terdengar oleh Raihan. Tapi itu semua tidak berguna. Raihan terbangun dan membuat Suci secepatnya menghapus air matanya yang tumpah.
"Ma, mama kenapa nangis? " Tanya Raihan sambil menatap dalam mamanya.
"Mama gk nangis cuma kelilipan doang" jawab Suci mengelak supaya Raihan gak nanya lagi, tapi tetap saja gak berguna.
"Mama pasti sedih karena papa ninggalin mama kan? Raihan benci sama papa karena udah buat mama Raihan nangis" Raihan sebenarnya gak tau kalau papa nya udah meninggal, Suci gak kasih tau karena dia gak kuat kalau Raihan tau yang sebenarnya.
Suci hanya bilang kalau "Papa itu pergi sebentar" tapi Raihan menanggapi nya lain. Dia mengira papa nya meninggal kan mereka berdua karena udah gak sayang sama Raihan dan Suci.
"Raihan kamu gak boleh ngomong gitu, papa kamu itu gak jahat" Suci mengelus kepala Raihan dengan lembut dan mengingat kan nya kalau papa nya itu bukanlah orang yang jahat.
"Kalau papa gak jahat kenapa dia ninggalin mama sama Raihan?" Lagi - lagi Suci harus mengatakan kalimat yang tidak mau ia katakan.
"Papa itu lagi kerja buat Raihan dan buat mama biar kita bisa hidup dengan baik" Jawab Suci membohongi putra kecilnya. Ia terpaksa melakukannya, Suci masih belum siap memberi tahu kan semuanya..
"Yasudah, sekarang Raihan tidur ya besokkan harus sekolah" Bujuk Suci agar Raihan tidak mengatakan hal lain.
"Raihan mau tidur dengan mama, boleh ya?" Minta Raihan yang membuat Suci kembali tersenyum.
"Boleh dong, yaudah kita tidur ya" Suci langsung berbaring dan memeluk Raihan sambil mengelus rambutnya. Akhirnya mereka berdua sama - sama tertidur pulas.
************
Matahari kembali menyinari bumi dengan cahaya. Seorang mama muda sedang tidur dengan pulas. Karena lelah telah bekerja sampai jam 2.
Suci meraba kasur dengan mata masih tertutup, mengecek apa Raihan masih ada disamping nya atau tidak. Ternyata Raihan sudah bangun terlebih dahulu
Suci pun juga langsung terbangun dan mencari Raihan, ternyata Raihan sudah berada di dapur dan menyiapkan roti dan susu untuk sarapan. Suci yang melihatnya langsung menghampiri Raihan.
"Raihan kamu lagi ngapain" Kedatangan Suci membuat Raihan terkejut.
"Eh mama udah bangun? Raihan lagi nyiapin sarapan. Hehehe..." Jawab nya cengengesan sambil menggaruk kaki dengan kaki satunya lagi yang enggak gatal.
"Kenapa gk bangunin mama?" Tanya Suci yang langsung menggendong putra kecil nya itu.
"Raihan gak tega bangunin mama, mama pasti capek habis kerja tadi malam" Jawab Raihan cepat yang sekali lagi membuat Suci tersentuh oleh perkataan putranya.
"Putra kecil mama bisa aja" Suci mencium Raihan lalu menurunkan Raihan dari gendongannya.
"Sekarang Raihan mandi dulu, biar mama aja yang siapin sarapan ya?"
"Iya ma" Raihan pergi dari dapur dan menuju kamar nya, didalam kamar Raihan sudah ada kamar mandi agar kalau Raihan mau kekamar mandi gak perlu jauh - jauh ke dapur.
Setelah Raihan pergi Suci lalu mengambil celemek dan mulai memasak. Beberapa saat kemudian Suci selesai memasak lalu meletakkan nya di meja makan. Ternyata Raihan sudah menunggu dengan rapi di meja makan.
"Wahh... anak mama udah rapi aja" Puji Suci kemudian duduk di depan Raihan.
Raihan hanya tersenyum lebar dan mereka berdua kembali makan. Setelah selesai sarapan Suci mengantar Raihan ke sekolah. Setelah nya ia pulang kerumah lalu siap - siap untuk pergi ke Rumah Sakit.
Hari ini Rumah Sakit lebih ramai dari pada biasanya, yang pasti nya membuat Suci akan lembur lagi. Suci mulai mengerjakan pekerjaan.
Setelah berjam-jam di Rumah sakit akhirnya kerjaan Suci selesai. Ia merasa sedih karena hari ini harus lembur lagi. Raihan pasti sedih.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 Suci pulang ke rumah nya.
Seperti biasa sebelum Suci ke kamarnya ia. akan kekamar Raihan sebelum tidur. Melihat putra nya. Melihat Raihan sudah tertidur lelap Suci tersenyum. Lalu mencium kening Raihan.
"Maaf ya nak, mama masih belum bisa kasih yang terbaik buat kamu" Tania mengelus rambut Raihan sebentar lalu kembali ke kamar dan tidur.
Begitulah terus keseharian Suci dan anaknya Raihan. Sampai Raihan meminta sesuatu sama Suci.
Pagi hari sebelum berangkat sekolah di meja makan, Raihan mengatakan sesuatu.
"Ma, besok ada lomba di sekolah Raihan. Raihan juga ikut lomba. Mama bisa datangkan?" Matanya seolah berkata 'Satu hari aja ma'.
"Iya mama janji besok pasti datang" Jawab Suci tersenyum yang membuat senyum Raihan menjadi lebar.
"Kamu ikut lomba apa Raihan?" Tanya Suci lagi.
"Raihan ikut lomba baca puisi ma" Jawabnya bangga.
Suci hanya tersenyum dan mereka kembali melanjutkan makan. Setelah mengantarkan Raihan pulang seperti biasa Suci akan pegi ke Rumah Sakit.
Saat sampai di Rumah sakit iya pergi untuk meminta izin. Apa bisa dia libur sehari besok untuk menemani putra nya sekolah. Untung saja di mendapatkan nya. Suci sangat senang akhirnya dia punya waktu seharian penuh untuk menemani putra nya.
–––
Besoknya adalah hari yang di tunggu - tunggu oleh Raihan. Karena untuk pertama kalinya mama nya akan datang kesekolah nya.
Drttt.... Drttt
"Sebentar ya Raihan mama angkat telepon dulu, kamu langsung aja ke mobil" Ucap Suci sambil mengeluarkan HP dari sakunya.
"Iya ma" Raihan lalu pergi keluar dan menunggu di mobil.
Suci kemudian mengangkat telepon yang iya Terima. Telepon itu dari Fina.
"Halo, kenapa dek?" Tanya Suci
"Mbak, mbak bisa ke rumah sakit gk? Ada pasien yang harus di operasi" Jawab Fina panik. Kabar yang di bawa Fina serasa petir menyambar tubuhnya. Hari ini dia sudah janji akan menemani putra nya. Tapi disatu sisi ada seorang pasien yang membutuhkannya.
"Baiklah Mbak segera kesana" Jawab Suci
"Iya mbak"
Suci kemudian mematikan panggilan dan memasukan kembali HP nya kesaku dan segera menuju mobil tempat Raihan menunggu nya.
Suci masuk ke mobil dan mengatakan sesuatu yang membuat senyum cerah di wajah Raihan menghilang seketika.
"Raihan mama minta maaf, mama tidak bisa menemani kamu" Suci menunduk tidak berani menatap wajah sang putra.
"Iya ma, Raihan ngerti kok" Raihan menjawab sambil tersenyum wwlaupun sebenarnya dia sangat sedih. Jawaban Raihan membuat Suci merasa sangat bersalah, padahal dia yang mengatakan akan janji pergi tapi dia juga yang menghancurkan janji itu.
Setelah itu Suci mengantarkan Raihan kesekolah nya, lalu menuju rumah sakit. Dan langsung memulai operasi.
Operasi berlangsung 3 jam masih ada 20 menit lagi sebelum penampilan Raihan. Karena itu Suci langsung pergi ke Sekolah nya berharap tidak melewatkan penampilan anaknya.
Dengan mengebut Suci akhirnya sampai di sekolah Raihan dan segera berlari menuju ruangan tempat lomba di adakan. Beruntung ia bisa sampai tepat waktu walaupun dengan sangat tergesa-gesa. Setidaknya ia masih bisa melihat anaknya membaca puisi.
Saat nama Raihan di panggil semua orang bertepuk tangan. Raihan menaiki panggung dan melihat sekeliling berharap mamanya datang walaupun terlambat. Senyuman kembali saat mamanya melambaikan tangan padanya yang memberikan acungan jempol.
Raihan sangat senang melihat kehadiran mama tercinta. Ia mulai membaca kan puisinya. Judulnya adalah "MAMA TERCINTA".
Mendengar judulnya Suci langsung menutup mulut karena kaget, dia serasa ingin berlari dan memeluk Raihan. Tapi jarak mereka terlalu jauh.
Raihan mulai membaca puisi, setiap kata setiap bait membuat orang terhanyut kedalam nya. Bahkan Suci yang dari tadi menahan air mata sudah tidak bisa menahannya.
Raihan selesai membacakan puisi, ia mendapat kan banyak tepuk tangan dari orang-orang yang melihat nya. Air mata Suci masih belum juga selesai mengalir. Karena ia tahu puisi itu untuk dirinya.
Setelah sejam menunggu akhirnya pengumuman di bacakan. Dan tentu saja pemenangnya adalah Raihan. Puisinyang ia baca benar-benar sangat bagus.
Raihan maju ke depan dan menerima penghargaan. Ia diberikan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu. Raihan mengambil mic lalu memanggil Suci.
"MAMA" Itu yang ia ucap kan.
Suci langsung menuju panggung dan orang-orang bertepuk tangan untuknya. Setelah tiba diatas panggung. Raihan mulai menceritakan yang ia rasakan.
"Maaf kan mamamu yang tidak punya waktu ini Raihan, mama tahu kamu pasti selalu berusaha tersenyum agar mama tidak merasa sedih. Padahal kamu juga merasa sedih tapi mencoba kuat di hadapan mama. Mama mencintai mu Raihan anak kesayangan mama" Batin