Clezhcrina Ardrizco Zrichtard adalah vampir cantik yang sudah hidup dibumi selama seribu tahun. Walau sudah hidup berabad-abad, tapi dia tetap terlihat muda dan cantik. Vampir yang hidup diabad 80-an. Dia terbuang dari planetnya karna tidak sengaja menghancurkan tongkat dewa vampir.
Seribu tahun lamanya ia habiskan dengan berdiam diri didalam sebuah rumah yang disewanya. Walau pun dia vampir yang menyamar menjadi manusia, tapi dia bisa beradaptasi dengan kehidupan di bumi. Seperti beraktivitas dan lain-lain.
Namun, aktivitasnya tak seperti manusia biasanya. Di siang hari, jikalau ingin keluar rumah, dia harus memakai pakaian tebal dan panjang guna menutupi tubuhnya. Ia juga menggunakan tabir surya di wajahnya agar tak terkena sinar matahari.
Seperti hari ini, Clezhcrina keluar dengan baju yang amat tebal dan panjang. Membawa tabir surya dikantungnya dan tak lupa juga menggunakan topi bertamasya beserta kacamata hitam.
Dia berjalan melewati gang. Hari ini adalah hari yang sangat cerah. Dia akan pergi ketempat ia selalu membeli asupan energinya, darah.
Dijalan dengan tak sengaja sebuah energi yang sangat familiar melewati dirinya. Energi yang sangat sangat berbeda dengan energi manusia biasa, kemudian dia berbalik melihat siapa yang mempunya energi itu dan melihat seorang pria,
"Pemilik energi seperti ini tak sering kutemui bahkan tak pernah, apakah dia?" Clezhcrina bergumam memandang pria yang berjalan semakin jauh darinya.
"Ah tidak mungkin, tidak mungkin dia tau aku datang kesini" Clezhcrina pun berbalik dan melanjutkan langkahnya.
Sesampainya dia ditempat yang biasa ia datangi untuk mencari asupan energinya, toko daging lah tujuannya, karna disanalah terdapat banyak darah segar dan sangat menggiurkan.
"Hei nona, kau datang lagi kesini? Apa mau beli yang biasa kau beli?" seorang penjual itu bertanya sambil memotong daging segar didepannya.
"Satu botol penuh" Clezhcrina berucap dengan nada dingin seperti biasa.
"Tunggu lah disitu, aku akan mengambilnya" kemudian penjual itu segera mengambil pesanan Clezhcrina.
Setelah mengambilkan satu botol darah segar untuk Clezhcrina, penjual itu langsung memberikannya kepada Clezhcrina.
"Kau selalu saja pesan itu, kau ingin sakit hah? Tidak makan makanan yang sehat" kata penjual itu.
Clezhcrina diam saja tak mengindahkan perkataan penjual itu, "Aku pergi dulu" kemudian ia pun berbalik dan langsung melangkah pergi.
"Hei jangan pikirkan soal bayarannya, akan ku tambahkan kedaftar utangmu" teriak penjual itu.
Clezhcrina sempat berhenti kala mendengar teriakan penjual itu, tapi dia langsung saja pergi dan mengabaikan apa yang dikatakan penjual itu.
---
Ditengah jalan dia tak sengaja merasakan energi yang sama seperti energi yang tadi ia rasakan. Energi yang penuh dengan kesengsaraan, kepahitan hidup, kesendirian, dirasakannya dari energi itu.
Kemudian ia mencari dimana asal dari energi yang sudah dua kali dirasakannya. Matanya mencari kemana-mana dan melihat sosok pria sedang duduk sendiri ditaman yang tak jauh darinya.
"Apakah dia? Tidak tidak, tidak mungkin dia bisa tau aku planet ini" Kata Clezhcrina sambil terus memperhatikan gerak gerik pria yang sedang duduk ditaman itu.
Ia pun berjalan mendekat kesana,
Pria yang sedang duduk itu merasakan kehadiran seseorang pun berbalik dan melihat Clezhcrina yang sedang berdiri menatap indahnya taman itu.
Clezhcrina beralih menatap pria itu dan pria itu dengan cepat mengalihkan pandangannya.
"Jangan menatapku seperti itu," pria itu berucap.
"Kau" Clezhcrina menatap pria itu dalam-dalam.
Pria itu menoleh menatap Clezhcrina "Aku? Kenapa" menunjuk dirinya sendiri.
"Tidak jangan sampai" batin Clezhcrina lalu menggelengkan kepalanya.
Pria itu aneh melihat tingkah Clezhcrina,
"Kau kenapa?" tanya pria itu.
Clezhcrina maju beberapa langkah lalu menatap taman indah itu dan berucap "Kau sebenarnya siapa?" tanya Clezhcrina.
Pria itu berdiri dan mendekati Clezhcrina, "Kenalin aku Zevan Drickne" mengulurkan tangannya kearah Clezhcrina.
"Mm...." tak mengindahkan uluran tangan pria yang bernama Zevan itu.
Zevan menarik pelan kembali tangannya.
"Kau pasti sering merasa sendiri, sengsara dan merasakan pahitnya hidup" kata Clezhcrina masih memandang indahnya taman.
"Kau tau dari mana?" sedikit kaget Zevan berani bertanya.
Clezhcrina beralih menatap Zevan, "Dari energi yang keluar dari tubuhmu"
"E-energi?" bingung Zevan
"Oh, manusia tidak akan mengerti dengan hal hal yang aku katakan" Clezhcrina kembali menatap taman.
"Aku tau" Zevan berucap.
Menatap Zevan "Tidak usah berbohong, manusia biasa sepertimu tidak mungkin mengetahui apa yang baru saja kukatakan" kata Clezhcrina
"Tapi apa yang aku katakan benarkan?" tanya Clezhcrina menatap Zevan.
Zevan kemudian menunduk "Hmm, ya semua yang kau katakan barusan benar"
"Tak usah sedih, semua manusia pernah merasakan kesendirian, kesengsaraan dan kepahitan hidup" kata Clezhcrina
"Yah kau benar, tapi tak ada manusia yang sengsara sendirian sepertiku selamanya" Zevan lirih.
"Kau salah, salah besar" kata Clezhcrina
Mendongak menatap Clezhcrina,
"Manusia memang makhluk sosial, sama sepertiku"
"Tapi aku lebih sengsara lagi dari manusia" Clezhcrina berbalik dan berjalan beberapa langkah.
"Ma-maksudmu?" tanya Zevan tak mengerti.
Clezhcrina berbalik menatap Zevan "Hidupku lebih buruk darimu" jelas Clezhcrina singkat.
"Apa kau juga sendiri selama ini?" tanya Zevan.
"Ya, setiap hariku diisi dengan kesendirian" kata Clezhcrina,
"Hmm bagaimana kalau kau hidup bersamaku?" tanya Zevan sambil tersenyum menatap Clezhcrina.
"Tidak bisa" kata Clezhcrina
"Ke-kenapa?" tanya Zevan.
"Aku dan kau berbeda" kata Clezhcrina
"Berbeda? Tidak ada yang berbeda karna kita sama sama manusia" kata Zevan.
"Kau tidak tau apa-apa" kata Clezhcrina
"Sekali lagi, aku harus merasa sendiri? Aku mohon hiduplah bersama ku" mohon Zevan.
Clezhcrina kembali mengingat masa lalunya...
FLASH BACK ON
"Hiks hiks hiks, aku tidak akan pernah bisa hidup bahagia" itu suara Clezhcrina waktu ia masih kecil.
"Tenanglah, ada waktu dimana akan datang seseorang yang memohon untuk hidup bersamamu" ucap seseorang menenangkan.
"Tak ada, tak ada yang menyukai vampir jelek sepertiku, hiks" Clezhcrina berucap disela tangisnya.
"Siapa bilang kau jelek? Kau itu cantik" jelas orang itu.
"Semua kaum bilang aku jelek" kata Clezhcrina.
"Hmm, mereka mengatakan itu karna mereka melihatmu dengan mata tertutup" jelas orang itu.
"Hiks, tutup?" menatap orang dihadapannya.
"Iya" tersenyum menanggapi.
FLASH BACK OFF
"Apa aku sangat jelek?" tanya Clezhcrina.
"Hah? Tidak, kau sangat cantik" jawab Zevan.
"Tapi, mereka mengatakan aku jelek" kata Clezhcrina
"Mereka? Ahh karna mata mereka tertutup saat melihatmu" jelas Zevan.
Clezhcrina kaget mendengar jawaban Zevan, sama persis dengan jawaban orang yang menenangkannya waktu dia kecil dan dihina hina.
"Ka-kau?" kata Clezhcrina berkaca.
"Tak usah dengarkan apa yang dikatakan orang tentang fisikmu, tapi kau perlu tunjukkan kepada mereka kalau kau itu orang yang kuat dan tidak mudah terpengaruh omongan tidak enak" jelas Zevan.
"Dari mana kau tau kata-kata seperti itu?" tanya Clezhcrina.
Zevan tersenyum "Orang yang terbiasa menyendiri dan dihina-hina pasti tau dengan kata-kata itu" jawab Zevan.
"A-aku tak pernah menduga, akan ada manusia yang paham arti dari kata-kata itu" kata Clezhcrina
"Karna itulah aku berbeda dengan manusia lainnya, jadi kau mau kan hidup bersamaku?" tanya Zevan lagi.
"Aku bukan manusia" kata Clezhcrina lalu menunduk.
"A-aku..." terpotong karna Zevan menutup mulutnya dengan jari telunjuknya.
"Jangan katakan lagi, aku hanya ingin bersamamu selamanya" ucap Zevan.
"Tidak selamanya" kata Clezhcrina membenarkan.
"Kalau begitu seumur hidup kita" ralat Zevan.
"Tidak juga" kata Clezhcrina.
"Sejauh takdir mempersatukan kita" ralat Zevan lagi.
Clezhcrina beralih menatap Zevan, lalu dia mengangguk.
"Aku tidak akan pernah membuatmu merasakan kesendirian, kesengsaraan, dan pahitnya hidup"
"Akan kuubah menjadi kebersamaan, kesenangan, dan manisnya hidup" Zevan membisikkan kata-kata itu ditelinga Clezhcrina.
Kemudian Zevan mendekatkan wajahnya kewajah Clezhcrina lalu sedikit memiringkan wajahnya dan mencium bibir indah vampir cantik didepannya itu. Clezhcrina? Dia menerimanya dan juga membalasnya dengan lembut.
~BERSAMBUNG~
Thanks sudah membaca cerpen ini, bantu support yah dengan like^^
Btw ini cerpen pertama author hehe^^ semoga kalian suka><