6 tahun aku bersamanya, kami merasa bahagia sekali.
" Mau melamar pekerjaan lagi?" aku selalu menyemangati kekasihku Namanya Reyhan dia sudah 1 tahun jadi pengangguran.
" Iyah doakan ya?" dia tersenyum pasrah
" aku selalu mendoakan mu meski kamu tanpa harus kamu suruh sayang?" dia mencium keningku aku merasa wanita paling bahagia.
aku juga pergi bekerja di toko coklat dan Namaku Hany, aku kerja jam 08.00 pulang jam 15.00 sore.
" aku pulang?". Rey sedih apa dia di tolak lagi aku harus menenangkannya " Mungkin lain waktu, masih banyak lapangan kerja?" dia tertawa aku terheran-heran " Kenapa?" dia membelai rambutku " Aku diterima?" kami sangat senang dia mengajakku dinner dan itu seperti dulu kami baru pacaran.
" silahkan pilih menunya dan biar aku yang bayar?" tersenyum menggodaku " Baik-baik?" dia memegang tanganku Rey menyuruhku menutup mata. Entah apa yang akan dilakukan nya pada saat aku membuka mata " Tadaaaaa?" Rey memberiku cincin dia sangat Romantis.
3 bulan kemudian dia bekerja di klinik hewan
" Rey mau makan apa?" dia menjawab dengan jutek " terserah!" kenapa dan ada apa dengan dia.
Rey terus sibuk dengan Handphone nya. " Rey kamu chattingan dengan siapa, kok sibuk sekali?" dia menghiraukan perkataan ku rasanya seperti ada yang mengganjal.
Paginya, aku membawakan Rey bekal makan siang aku melewati kafe dan aku melihat Rey sedang makan bersama seorang wanita aku membiarkan mereka berdua" Gak apa-apa mungkin mereka teman sekerja?". aku memutuskan pulang.
Rey pulang dia lagi-lagi mengacuhkan aku, "apa dia ada sesuatu dengan wanita itu ?" aku mencoba berbicara dengan nya namun aku takut dia marah menggapku terlalu Posesif aku harus bagaimana aku dilema.
" Rey kamu belum tidur?" terbangun dan melihatnya " siapa dia?" Rey menjawab " Dia anak magang di Klinik hewan, jangan berpikir yang bukan-bukan aku hanya mendampinginya selama magang?" aku merasa lega Rey menjelaskannya dan aku yakin mereka hanya teman sekerja saja.
namun hari demi hari sikapnya berubah dia tak peduli lagi bahkan dia sekarang pulang malam terus katanya dia banyak pekerjaan jadi dia haru lembur aku tidak tau apa aku harus mempercayainya atau tidak.
aku melihat kalender dan hari ini adalah hari anniversary ke 6 tahun aku sama Rey, Rey akan pergi bekerja " Rey hari ini hari anniversary kita kamu bisa pulang lebih awal?" aku penuh harapan dia bisa pulang lebih awal " Baik nanti aku usahakan?" dia membelai rambutku dan mencium keningku entah aku harus bahagia atau merasa sedih aku merasa dia sudah berubah tak seperti biasanya.
aku mulai mempersiapkan makanan dan aku berdandan cantik untuk menyenangkan Rey tapi " Rey kemana katanya dia akan pulang lebih awal?" melihat jam " Aku tunggu saja nanti dia pulang?" namun sampai aku ketiduran Rey tak kunjung datang.
" Kenapa dia tidak menjawab telepon dariku?" aku ingin mencarinya tapi takut dia marah aku harus bagaimana tapi aku takut?.
aku keluar mencarinya bahkan aku menanyakan ke semua temannya namun tak satupun yang tau, aku terhenti dan terpikirkan oleh sesuatu " Apa dia bersama wanita itu?" membalikan badannya hatiku mulai cemas aku mencari tempat tinggal wanita itu.
" Rey?". Plakkk ( menampar) " Hany!" aku menangis atas penghianatan Rey padaku. " Kamu jahat, aku menunggu mu semalaman tapi kamu tak kunjung pulang dan ternyata kamu di sini bersama wanita itu?" memukul-mukul dadanya.
" Hany, kamu salah paham aku hanya mengantarnya pulang?" . " Alasan macam apa ini, kamu mengantarnya pulang tapi kalian, ahh lupakan?" aku pergi meninggalkannya aku tidak ingin mendengar alasannya. " Hany tunggu, Hany Arggghhh?" aku pergi menaiki taksi.
aku tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu kepadaku, apa salahku aku meninggalkan rumah demi hidup bersamanya dan orang tua ku menyetujuinya tapi kenapa dia lebih memilih wanita itu dari pada aku, Dadaku terasa sesak aku meremas-remasnya karena dadaku sakit sekali aku tidak bisa menahannya air mataku terus menetes, aku mencoba menahannya namun tidak bisa ini sakit sekali ya tuhan kuatkan aku terisak-isak.
sampai di Apartemen aku langsung bergegas merapihkan semua barang-barang. tiba-tiba Rey juga pulang. " Hany dimana kamu?" dia terus memanggilku " apa kamu di dalam Hany(kamar)?" di menggedor-gedor pintu kamar " Hany aku tau kamu di dalam buka pintunya, aku minta maaf aku minta maaf?" dia terus minta maaf tapi itu semua tidak akan mengembalikan kepercayaan ku lagi terisak-isak. kami saling merasakan meski terhalang oleh pintu.
" Hany, aku khilaf maafkan aku, aku tidak bisa berbuat apa-apa aku merasa nyaman saat bersamanya?". Apa ini, ini penghinaan bagiku selama 6 tahun aku bersamanya dia malah merasa nyaman bersama orang yang baru saja dia kenal?.
" Lalu apa yang kamu lakukan?". " Hany tapi dia hamil maafkan aku?" .aku bagaikan tercabik-cabik menjadi butiran debu Rey bahkan menghamilinya ya tuhan apa yang harus aku lakukan tubuhku rasanya mati rasa aku tidak berdaya lagi itu berdiri di hadapanku, aku membalikan badan aku tidak mau melihatnya mereka aku sudah muak aku benci-benci meneteskan air mata, ingin sekali hati ini berteriak.
" Hany?".memegang tangan ku " Maafkan aku, aku tidak bisa meninggalkan dia?" melihat wanita itu. " Cukup Rey, aku sudah sangat tersakiti aku ingin kalian pergi dari sini pergi, aku bilang pergi aku mohon?" menangis
mereka pergi meninggalkanku sendirian, Aku tidak akan mengungkit cerita cinta kita karena itu sudah berakhir dan kita sudah tidak ada hubungan lagi kamu aku, aku kamu bukan siapa-siapa, jadi aku memutuskan untuk pergi dari ingatanmu selamanya meski cinta yang sudah kita bangun, aku selalu berharap bisa bersamamu dan memiliki keluarga kecil namun semuanya hanya lamunanku saja.