Di sebuah gang kecil terlihat seorang anak laki-laki berumur 10 tahun. Ya itu aku. Aku dibuang dan ditinggalkan oleh keluargaku sendiri sejak aku berumur 5 tahun. Kenapa?? Ya jawabannya sederhana... Aku dibuang karena aku anak haram dari hubungan kedua orang tuaku. Hanya satu orang yang peduli denganku yaitu kakakku. Meskipun dia adalah anak kandung dan penerus warisan keluargaku dia tetap baik hati dan tidak membedakan orang miskin dan kaya. “orang miskin dan orang kaya sama saja, sama-sama manusia bukan? “ katanya saat aku bertanya kenapa dia tidak membedakan orang miskin dan orang kaya. Saat aku di usir dari rumah dia yang selalu datang ke gang kecil yang ku tempati sebagai rumah dan dia selalu membawakanku makanan apapun itu yang penting aku tidak kelaparan. Entah sekarang dia di mana. Aku sudah sangat jarang bertemu dengannya.
Jedarrrr!!! Jedarrr!! Bunyi petir memekakkan telinga. Tak!! Tak!! Tak!! Bunyi langkah kaki seseorang terdengar. Aku mengira bahwa itu adalah kakakku tetapi aku salah, dia adalah orang yang paling aku benci. Ya dia ayahku. Ayah yang menelantarkan diriku bahkan aku tak pernah merasakan rasanya pelukan hangat dari seorang ayah. “Ahhh sudah lama sekali kita tidak bertemu anakku! “ “PERGILAH!!! AKU TAK BUTUH DIRIMU DI SISIKU!! “ teriakku seraya menangis. “ Yahh terserah dirimu tapi aku mengingatkan mu atas satu hal, bahwa kakak yang kau rindukan dan kau sayangi tidak akan pernah kembali padamu lagi.. HAHAHAHAHAHHA” katanya sambil tertawa. “KAU!! KAU APAKAN KAKAKKU HAH?!!!! “ kataku sambil berteriak tidak terima. “ Ya kakak yang sangat kau rindukan itu sudah pergi sangat jauhh darimu nak!!. Aku sarankan bahwa kau mati saja hari ini karena kau sampah masyarakat dan sangat tidak berguna juga tidak di butuhkan... HAHAHAHAHAH. “ Sebenarnya aku sudah memaafkannya dari dulu tapi apa sekarang??. Dia malah menjauhkanku dari orang yang sangat ku sayangi dan sangat peduli dengan ku. “ Ketahuilah bahwa kau tidak di butuhkan di dunia ini sejak kau lahir!! “ katanya meneruskan.
Di bawah guyuran hujan aku menangis dan beteriak sekencang-kencangnya. Aku kecewa karena aku sudah di lahirkan. Tapi satu aku harus melawan takdir dan bertemu dengan kakakku. Ya disinilah cerita hidupku dimulai. Dari yang awalnya aku dibuang dan tidak dianggap akan ku ubah menjadi aku yang sangat di butuhkan oleh semua orang. Aku bersumpah!! Aku akan balas dendam dengan apa yang mereka lakukan padaku. Satu kali berbuat jahat padaku maka akan ku balas ribuan kali sebaliknya jika berbuat baik kepadaku maka akan ku balas ribuan kali kebaikan.
Oekk!! Oekk!! Terdengar suara bayi dari kamar bersalin. “Bayiku... “ ujar suara lemah lembut yang terdengar di telingaku. Ya itu ibuku. Tak.. Tak.. Tak.. suara sepatu berbunyi. Itu ayahku. Dia masuk ke ruang yang ditempati oleh ibukku. Sayup-sayup aku mendengar bahwa aku akan di bunuh oleh orang tuaku. “Kau!! Bunuh lah anakmu itu!! Agar aku tidak di permalukan oleh orang orang!!. “ “Tidak!! Aku tidak akan membiarkan anakku di bunuh begitu saja!!. “ “Baiklah, tetapi aku tidak akan memberikan uang untuk membiayai makan dan kebutuhan anak itu!!. “ “Tapi jika kau mau kau bisa menjadi pembantu di rumah ku!. “
Setelah kejadian itu, ibuku menjadi pelayan di rumah ayahku dan menghidupi aku sendirian.
Lima tahun kemudian...
“Kakak!! Kakak!!. “ucapku memanggil kakakku. “Ya ada apa?. “ “ Aku ingin bermain di taman apakah boleh?. “ “Tentu saja. Siapa yang tidak memperbolehkan adik kecil nan manisku ini untuk bermain?. “ujarnya melanjutkan. “Ta-Ta-Tapi ayah tidak memperbolehkan aku untuk bermain di taman. “ kataku ketakutan. “Apakah ayah tidak akan marah setelah tau aku bermain di taman?. “ujarku melanjutkan. Kata kataku tidak di balas oleh kakak dan dia malah diam dan langsung pergi meninggalkan aku sendiri. Aku langsung berlari ke kamar dan menangis. Saat aku masih menangis ibuku datang dan berkata. “Ada apa nak? Kenapa nangis hmm?. “ “Tidak apa bu. Aku baik baik saja. Mataku tadi hanya kelilipan kok. “kataku menyembunyikan kesedihanku seraya tersenyum. “Baiklah. Ini sudah siang cepatlah tidur siang. “
“Ya bu. “
Setelah percakapan singkat dengan ibu aku langsung tidur, tetapi setelah bangun aku mencari ibuku. “Ibu!! Ibu!! Ibu di mana?!!. “ teriakku memanggil ibuku yang tak kunjung datang menemuiku. Saat aku berkeliling di sekitar rumah untuk mencari ibuku, aku menemukan bahwa ibuku jatuh dari tangga saat akan turun setelah mengepel lantai atas. “Ibu.. Ibu.. Bangun bu.. Ibu jangan tinggalin aku sendiri..” kataku dengan menangis sesenggukan. Setelah itu ayahku datang dan berujar. “HAHAHAH baguslah dia sudah mati. Dan kau! Kau tidak usah ada di sini lagi!!. “ “pergi kau dari rumah ini!!. “ Aku menangis sambil membawa mayat ibuku pergi. Aku memakamkannya di sebuah gang kecil buntu dan sempit. Aku hidup di sana dengan ibuku yang sudah menjadi tulang belulang di bawah tanah.
Tak... Tak.. Tak... suara sepatu terdengar jelas di telingaku. Aku bertanya tanya siapakah yang mau datang ke gang kecil nanti sempit ini?. Ternyata itu adalah kakaku. Dia membawakan ku makanan yang banyak dan enak. “Hai adik! Apa kabarmu hari ini?!. “tanyanya seraya menyapaku. Ya pria tampan di hadapanku adalah kakakku. Aku berlari dan memeluknya. Saat ini aku hanya butuh pelukan hangat dari seseorang. “Aku baik baik saja kak!. “kataku. “Baiklah.. Aku tau kau baik baik saja sekarang. “ katanya seraya tersenyum padaku. “Kak kenapa kau kemari?. “tanyaku penasaran. “Tentu saja untuk bertemu dengan adik kecilku ini!. “ ucapnya. “Kak kenapa kau tidak pernah membedakan orang miskin dan orang kaya?. “ tanyaku seraya makan dengan lahap. “Mengapa kita harus membedakan antara orang miskin dan orang kaya hmm?. Mereka juga sama sama manusia bukan?. “jawabnya.
Hari hari berlalu dia selalu mengunjungiku setiap satu minggu sekali di hari sabtu. Saat dia datang dia bercerita tentang apa yang dia lakukan di kesehariannya. Tetapi setelah aku berumur sepuluh tahun dia tidak datang mengunjungiku. Ku pikir dia sibuk dengan sekolah dan pekerjaan yang di berikan ayahnya. Tanpa ku ketahui dia telah meninggal karena penyakit tumor otak yang menggerogoti tubuhnya sejak dia umur 5 tahun.
Jedarrrr!!! Jedarrr!! Bunyi petir memekakkan telinga. Tak!! Tak!! Tak!! Bunyi langkah kaki seseorang terdengar. Aku mengira bahwa itu adalah kakakku tetapi aku salah, dia adalah orang yang paling aku benci. Ya dia ayahku. Ayah yang menelantarkan diriku bahkan aku tak pernah merasakan rasanya pelukan hangat dari seorang ayah. “Ahhh sudah lama sekali kita tidak bertemu anakku! “ “PERGILAH!!! AKU TAK BUTUH DIRIMU DI SISIKU!! “ teriakku seraya menangis. “ Yahh terserah dirimu tapi aku mengingatkan mu atas satu hal, bahwa kakak yang kau rindukan dan kau sayangi tidak akan pernah kembali padamu lagi.. HAHAHAHAHAHHA” katanya sambil tertawa. “KAU!! KAU APAKAN KAKAKKU HAH?!!!! “ kataku sambil berteriak tidak terima. “ Ya kakak yang sangat kau rindukan itu sudah pergi sangat jauhh darimu nak!!. Aku sarankan bahwa kau mati saja hari ini karena kau sampah masyarakat dan sangat tidak berguna juga tidak di butuhkan... HAHAHAHAHAH. “ Sebenarnya aku sudah memaafkannya dari dulu tapi apa sekarang??. Dia malah menjauhkanku dari orang yang sangat ku sayangi dan sangat peduli dengan ku. “ Ketahuilah bahwa kau tidak di butuhkan di dunia ini sejak kau lahir!! “ katanya meneruskan. Setelah kejadian itu aku pergi dari gang kecil itu dan berusaha untuk menjadi orang sukses.
15 tahun kemudian...
Aku menjadi orang sukses dan di butuhkan oleh orang lain bahkan dunia. Aku mencari tau kemana perginya kakaku yang sangat ku cinta itu. Dan akhirnya aku menemukan bahwa kakakku sudah meninggal saat aku berumur sepuluh tahun karena tumor otak yang ia derita. Tak.. Tak.. Tak.. suara sepatuku berbunyi di sepanjang jalan pemakaman. Aku menemui kakakku untuk yang terakhir kalinya mungkin aku juga tidak tau.
Aku menatap lekat makam kakakku yang sudah di tumbuh bunga bunga kecil di atasnya. Aku berkata dalam hati di atas guyuran hujan yang menimpaku, “Kak, Terima kasih untuk semuanya. Terima kasih telah jadi orang yang paling peduli padaku setelah ibuku. Terima kasih atas kebaikan yang kakak lakukan padaku. Mungkin aku tak bisa membalasnya karena kakak dan aku sudah berbeda alam. Tapi yakinlah kak bahwa aku akan menyusul kakak keatas sana suatu saat nanti. Tunggulah kak. Aku berjanji padamu!. “ Tiba tiba kepalaku pusing dan semua nya tiba tiba gelap dan aku melihat cahaya kecil tanpa bertanya tanya aku pun masuk kedalam sana dan apa yang ku lihat?. Kakaku. Ya aku bertemu dengan nya di surga.
END