Kayla buru-buru turun dari motor untuk membuka pintu gerbang rumahnya. Pagi ini dia hanya mengikuti satu kelas kuliah sehingga otomatis dia bisa pulang lebih awal dari biasanya.
Jam segini sudah pasti tidak ada siapa pun di rumah. Papa sedang sibuk di kantor, mama pasti sudah berangkat ke toko, adiknya sekolah seperti biasa.
"Huahhh... Sumpah, ngantuk banget!" Ujar Kayla sambil menguap lebar.
Kayla memasukkan motornya ke dalam garasi dan kemudian bergegas menuju teras untuk membuka pintu rumahnya.
Sekilas Kayla melirik ke rumah sebelah. Pintu depan rumah itu terbuka lebar. Beberapa furniture baru masih tergeletak di teras rumah tersebut.
"Ohhh... Kayaknya udah ada yang nempati..." Batin Kayla.
Kayla lalu masuk ke dalam rumah dan kembali mengunci pintu depan. Papa dan mama selalu membawa kunci masing-masing. Jadi tidak akan ada masalah jika nanti Kayla tertidur pulas di kamarnya.
Kayla sepintas masih mendengar bunyi grasak-grusuk dari rumah sebelah. Tetapi Kayla tidak ingin ambil pusing. Dia hanya berharap tetangga barunya ini adalah orang yang baik hati.
Rumah sebelah sudah hampir setahun kosong. Pemilik rumah itu, Nyonya Widya, tahun lalu ikut suaminya ke Bogor. Rumah itu lalu dikontrakkan, namun baru sekarang ada yang menempati.
"Yahhh... Lumayan... Daripada kelamaan kosong, nanti malah jadi rumah hantu." Gumam Kayla sambil berganti pakaian.
Kayla langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya yang nyaman dan menghidupkan AC. Ia kembali menguap lebar. Kali ini dia benar-benar mengantuk. Lebih mengantuk dari biasanya.
Udara di kamarnya yang dingin membuat matanya cepat terpejam. Namun baru beberapa menit tertidur, ponselnya berdering sangat nyaring.
"Ahhh... Siapa sih! Hadeuhhhh... Mana gua ngantuk banget!" Kayla menggerutu kesal.
Susah payah ia membuka matanya dan melirik ke layar ponselnya. Ia menyesal tidak mengaktifkan mode silent di ponselnya tadi sebelum tidur.
"Halo..." Ujar Kayla lirih.
"Eh... Gila lo! Jam segini masih tidur, neng! Enak banget idup lo!" Semprot Mitha asal.
"Ahhh! Aku baru tidur nih! Telpon lu ngagetin gua tahu!" Balas Kayla emosi.
"Oooppsss... Sorry, beb... Gue kira elo baru bangun!" Mitha berusaha minta maaf.
"Elu mah sekate-kate!" Ujar Kayla gusar.
"Hehehe... Sorry... Sorry..." Mitha mulai melembutkan suaranya.
"Soalnya dari tadi gue ke jurusan lo... Tapi ga kelihatan batang idung lo yang mancung ituhhh..." Ujar Mitha.
Mitha dan Kayla sama-sama kuliah di fakultas teknik namun berbeda program studi. Kayla kuliah di jurusan arsitek, sedangkan Mitha kuliah di jurusan teknik lingkungan.
"Ya iyalah... Gua kan udah pulang!" Tukas Kayla.
"Oh... Elo cuma satu mata kuliah hari ini?" Tanya Mitha.
"Iya. Ya udah, elu mau apa? Jangan banyak bacot, gua ngantuk banget nih! Sumpah!" Kayla berkata sambil menahan keinginannya untuk menguap lagi.
"Hahaha... OK... OK..." Mitha tertawa terbahak-bahak.
"Gue yakin, setelah lo denger kabar ini, lo bakalan ga bisa merem! Hahaha..." Sambung Mitha bersemangat.
"Hemmm... Lanjutkan..." Ujar Kayla pasrah.
"Nohhh... Idola pujaan hati lo udah break tuh ama pacarnya! Hihihihh..." Mitha tertawa cekikikan sendiri.
"Hahhh... Apa!? Maksud lu? Evan!?" Kayla benar-benar terbelalak sekarang.
"Ho-ohhh... Oppa kesayangan lo, La!" Ujar Mitha sambil menahan gelak tawa.
Evan... Cowok super duper keren dari jurusan teknik lingkungan itu... Kakak kelas Mitha.. Yang kegantengannya setara dengan oppa-oppa di drakor itu...
Kayla merasa hatinya seperti tersiram bunga mawar yang harum dan indah. Sudah lama dia mengidolakan cowok ganteng itu. Tapi apa daya, Evan sudah punya gandengan.
Namun berita yang dibawa oleh Mitha membuat hatinya kembali penuh bara asmara.
Kini separuh rasa kantuknya mulai pergi. Sepertinya prediksi Mitha tepat sekali. Kayla mulai sulit menutup mata.
"Ahhhh... Serius lu?!" Kayla seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Seribu rius, La! Makanya kemari gih! Banyak yang mau gue ceritain nih." Ujar Mitha.
"Kita ketemu dimana? Cafe corner?" Tebak Kayla.
"Iya dong, beb... Emang lo mau dimana? Kuburan!?" Celoteh Mitha sekenanya.
"Siappp... Meluncurrrr! Gua ga bisa tidur kalau elu nyebut-nyebut nama dia! Hahaha..." Seru Kayla sambil tertawa.
"Buruan, La! Jangan buat gue ubanan nunggu di sini!" Ucap Mitha.
"OK, Mit. 5 menit. Gua nyari pintu Doraemon dulu!" Ujar Kayla asal.
Kayla lalu berganti pakaian lagi dengan cepat. Kini rasa kantuknya sudah lenyap ke udara. Ia mematikan AC dan bergegas keluar rumah.
Kayla membuka garasi dan mengeluarkan motornya. Setelah memastikan semua pintu terkunci dengan aman, Kayla mengendarai motornya keluar dari halaman dengan hati riang.
Tiba-tiba Kayla menjerit dalam hati. Ia kaget sekali melihat sosok cowok ganteng yang baru saja ia bicarakan dengan Mitha kini ada di hadapannya. Lebih tepatnya, di halaman rumah sebelah.
Kayla melotot dan menepuk pipinya untuk meyakinkan dirinya bahwa ini semua adalah nyata.
Tapi memang nyata. Evan terlihat sibuk mengarahkan dua orang laki-laki yang sedang memindahkan furniture ke dalam rumah.
"Whatttt??? Itu dia... Beneran dia..." Batin Kayla.
Kayla berhenti sejenak untuk memastikan lagi bahwa Evan kini telah menjadi tetangga barunya.
"Ini mah ceritanya... Tetanggaku, idolaku..." Kayla tersenyum-senyum sendiri.
Setelah yakin dan puas dengan penglihatannya, Kayla segera beranjak pergi. Dia sudah tidak sabar ingin menyampaikan berita ini. Mitha pasti kaget setengah mati.
"Hemmm... Baru putus... Trus sekarang tetanggaan... Hahaha... Sepertinya semua akan lebih mudah!" Kayla merasa hatinya sangat bahagia dan berbunga-bunga.
Kayla yakin hari-hari penuh cinta tanpa drama akan segera menghampirinya. Bersama oppa yang sudah lama digandrunginya.
*** TAMAT ***